Gelar Operasi Ketupat Candi, Polda Jateng Jamin Keamanan dan Kenyamanan Mudik Tahun 2022

Dalam keterangan pers usai apel gelar pasukan, Kapolda mengatakan pelaksanaan Ops Ketupat di Polda Jateng dilaksanakan lebih awal dari polda lain. Hal ini dilakukan mengantisipasi arus mudik yang datang lebih awal masuk ke Propinsi Jateng

Diterbitkan 22 April 2022, 18:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Magelang Polda Jateng menjamin keamanan dan kelancaran masyarakat yang melaksanakan mudik pada Lebaran Tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi (OKC) di Alun-alun Kota Magelang, Jumat (22/04).

Dalam keterangan pers usai apel gelar pasukan, Kapolda mengatakan pelaksanaan Ops Ketupat di Polda Jateng dilaksanakan lebih awal dari polda lain. Hal ini dilakukan mengantisipasi arus mudik yang datang lebih awal masuk ke Provinsi Jateng

Operasi tingkat Polda Jateng kali ini mengusung tema, “Dengan melalui kita tingkatkan sinergitas Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Idul Fitri 1443 H di wilayah hukum Polda Jateng”.

Dalam amanatnya, Kapolda Jateng membacakan sambutan terlulis Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Dalam sambutan yang dibacakan beberapa penekanan penting disampaikan terkait pelaksanaan Operasi Ketupat Tahun 2022.

Terkait perayaan Idul Fitri, pemerintah telah menetapkan libur nasional hari raya Idul Fitri 1443/tahun 2022 pada tanggal 2 dan 3 Mei 2022 dan juga menetapkan cuti bersama Idul Fitri pada tanggal 29 April dan tanggal 4 sampai 6 Mei 2022.

“Berbeda dengan Idul Fitri tahun lalu, pada tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada masyarakat. Untuk dapat merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga, kegiatan mudik tidak dilarang dan tidak dilakukan penyekatan-penyekatan di jalur-jalur lintasan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” sambutnya. Kapolda melanjutkan, kebijakan pemerintah untuk tidak melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik telah ditanggapi dengan euforia. Hal ini terbukti berdasarkan hasil survei Badan Litbang Kemenhub RI, diprediksi sekitar 85,5 juta masyarakat akan melaksanakan mobilitas/perjalanan selama lebaran.

 

Optimalkan Vaksinasi

Pergerakan masyarakat ini terutama terkonsentrasi di wilayah pulau Jawa dan Bali. Moda transportasi lebaran didominasi oleh jalur darat dengan menggunakan kendaraan pribadi 47%, kendaraan umum 31%. Sementara jalur udara 10%, kereta api 10%, jalur laut 2%, dan lainnya 0,11%.

“Walaupun situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sudah terkendali, di mana tingkat penularan berada di bawah angka 1, dengan positivity rate dan BOR Rumah Sakit berada di bawah standar WHO, namun perlu tetap saya tegaskan bahwa pandemi belum sepenuhnya selesai, kita semua harus selalu waspada,” tegasnya.

Dengan tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dan sangat rawan terhadap terjadinya transmisi Covid-19 menjelang, pada saat dan pasca perayaan Idul Fitri 1443 H/tahun 2022. Sehingga diperlukan langkah-langkah sinergis dengan seluruh stakeholder terkait agar masyarakat aman dan sehat dalam merayakan rangkaian Idul Fitri 1443 H/tahun 2022.

“Kita harus menyiapkan masyarakat agar aman dari penularan Covid-19 dengan terus menggelar kegiatan vaksinasi untuk mengejar target pada 30 April 2022 khususnya wilayah Jawa dan Bali mencapai 100% untuk dosis 2, booster 30% dan lansia 70%, disertai dengan berbagai upaya pencegahan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya pandemi Covid-19.

Selai itu disinggung pula tentang KRYD yang perlu dilaksanakan mengingat masih terindikasi adanya penyakit masyarakat. Seperti judi, miras dan tindak kriminal serta peredaran narkoba.

Usai Apel Gelar Pasukan, Kapolda menekankan bahwa lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian. Maka tradisi Arus Mudik dan Arus Balik pun terkait dengan perekonomian, maka antisipasi pengamanan pun perlu diperhatikan bersama-sama.

“Ada 5 jalur mudik ke Jateng ini, yaitu melalui jalur tol, jalur utara, tengah, selatan dan jalur selatan-selatan. Kerawanan ini perlu diwaspadai. Mengingat tahun ini diperkirakan 23,5 juta pemudik memasuki Jawa Tengah,” jelas Irjen Ahmad Luthfi.

Lebih lanjut, dalam teknis pelaksanaan Ops Ketupat Candi, Polda Jateng memberlakukan beberapa kebijakan diantaranya pemberlakukan jalur satu arah (One Way) di jalur tol.

"Pada puncak arus mudik terhitung 28-30 April apabila memang diperlukan akan diberlakukan sistem one way mulai Km.40 sampai Tol Kalikangkung," tutur Kapolda.

Demikian pula saat terjadi puncak arus balik pada tanggal 7-9 Mei juga akan diberlakukan sistem one way dari Tol Kalikangkung hingga Km.40.

Selain itu Kapolda juga mengimbau agar masyarakat tidak hanya menggunakan jalur tol selama perjalanan.

"Jalur selatan pemandangannya juga indah sekali untuk dinikmati, jalur pantura juga bisa digunakan dengan lancar. Hal ini agar tidak terjadi kepadatan arus di jalan tol," terangnya.

Ahmad Luthfi juga menegaskan tidak akan ada penyekatan bagi pemudik yang datang di wilayahnya.

"Tidak ada penyekatan, total 21 rest area (di Jateng) dilengkapi aplikasi Peduli Lindungi dan gerai vaksin gratis. Bagi yang belum vaksin bisa mendapatkan vaksinasi gratis di lokasi," tegasnya.

Ditambahkan, untuk memperlancar ketersediaan BBM bagi pemudik, pemerintah akan menyediakan fasilitas pengisian BBM di rest area yang tidak mempunyai pom bensin.

"Fasilitas ini disediakan agar tidak ada kejadian pemudik kehabisan BBM ditengah perjalanan, karena kesulitan memperoleh BBM," kata Kapolda.