Doa-Doa untuk Orang Tua agar Diberi Kesehatan, Bukti Birrul Walidain dan Kasih Sayang

Anak wajib berbakti kepada kedua orang tua, tatkala keduanya masih hidup atau telah meninggal dunia.

Diterbitkan 11 Oktober 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anak wajib berbakti kepada kedua orang tua, tatkala keduanya masih hidup atau telah meninggal dunia. Di antara bentuk kasih sayang seorang anak adalah memanjatkan doa untuk orang tua agar diberi kesehatan.

Doa ini menjadi salah satu bentuk nyata paling ringan dari birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua). Saking pentingnya birrul walidain, Al-Quran menyebutkannya berdampingan dengan tauhid.

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua" (QS. Al-Isra: 23). Ayat ini menempatkan berbakti kepada orang tua sejajar dengan perintah tauhid, menunjukkan betapa agungnya kedudukan orang tua dalam pandangan Allah.

Doa untuk orang tua merupakan bagian dari keutamaan berbuat baik kepada keduanya. Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim merinci doa-doa perlindungan dan kesehatan yang dapat dibaca untuk kedua orang tua, sebagai bentuk bakti seorang anak yang saleh.

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa mendoakan orang tua adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang perlu diamalkan tiap hari.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah kumpulan doa untuk orang tua agar diberi kesehatan secara lengkap, mencakup bacaan Arab, latin, terjemahan, waktu terbaik, serta hikmahnya berdasarkan dalil-dalil shahih dan penjelasan para ulama.

Kumpulan Doa untuk Orang Tua agar Diberi Kesehatan

1. Doa Memohon Ampunan dan Kasih Sayang untuk Orang Tua

Arab: رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا

Latin: Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā

Artinya: "Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil."

Doa ini bersumber dari Al-Qur'an Surah Al-Isra ayat 24, dan merupakan doa yang paling sering dibaca oleh para ulama serta dianjurkan untuk dibaca setelah shalat fardhu.

Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan ampunan dan kasih sayang untuk kedua orang tua.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengutip doa ini sebagai salah satu doa yang paling utama untuk kedua orang tua, dan menganjurkan untuk membacanya setiap selesai shalat lima waktu.

2. Doa Memohon Kesehatan untuk Orang Tua

Arab: اللَّهُمَّ اشْفِ أَبَا وَأُمَّتِي مِنَ الدَّاءِ وَقِهِمَا مَكْرُوهَ الْأَلَمِ وَرَفِقْ بِهِمَا فِي الْعَافِيَةِ

Latin: Allaahumma ashfi aba wa ummati minad daai wa qihima makruhal alami wa rafiq bihimaa fil 'aafiyati

Artinya: "Ya Allah, sembuhkanlah ayah dan ibu kami dari penyakit, hindarkanlah mereka dari kesakitan yang tidak disukai, dan berilah kelembutan pada mereka dalam keadaan sehat."

Doa ini dianjurkan untuk dibaca ketika orang tua sedang sakit. Dalam buku Ensiklopedi Doa dan Wirid Shahih karya Ahmad bin Abdullah Isa, doa ini disebutkan sebagai doa khusus untuk memohon kesembuhan bagi kedua orang tua.

Doa ini mencakup permohonan kesembuhan dari penyakit, perlindungan dari rasa sakit yang tidak disukai, serta kelembutan dalam menjalani masa-masa pemulihan.

3. Doa Umum untuk Orang yang Sakit (Dibaca untuk Orang Tua)

Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin: Allaahumma Rabban-nasi adzhibil ba'sa, isyfi antasy-syafi, la syifaa'a illa syifaa'uka, syifaa'an laa yughaadiru saqama

Artinya: "Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW ketika menjenguk orang yang sakit membaca doa ini. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang paling masyhur dan sering dibaca Rasulullah untuk memohon kesembuhan.

4. Doa Memohon Ampunan, Kesehatan, dan Rahmat untuk Orang Tua

Arab: اللَّهُمَّ اشْفِ وَالِدَيَّ وَعَافِهِمَا وَاغْفِرْ لَهُمَا وَارْحَمْهُمَا

Latin: Allaahummasyfi walidayya wa 'afihima waghfir lahuma warhamhuma

Artinya: "Ya Allah, sembuhkanlah kedua orang tuaku, berikanlah kesehatan kepada mereka, ampunilah dosa-dosa mereka, dan rahmatilah mereka."

Doa ini dianjurkan dibaca sebagai bentuk bakti kepada orang tua yang sedang sakit. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan kesembuhan, kesehatan, ampunan, dan rahmat Allah untuk kedua orang tua.

5. Doa Memohon Kesehatan dan Keselamatan untuk Orang Tua

Arab: اللهم ارزقني ووالدي يا الله العافية والسلامة

Latin: Allahummarzuqni wa walidayya ya Allah al-'afiyah was-salamah

Artinya: "Ya Allah, berikanlah kesehatan dan keselamatan bagiku dan kedua orang tuaku."

Doa ini disebutkan sebagai doa yang ringkas namun penuh makna untuk memohon kesehatan dan keselamatan bagi diri sendiri dan kedua orang tua. Doa ini dapat dibaca setiap hari sebagai amalan rutin.

6. Doa Memohon Ampunan untuk Orang Tua dan Seluruh Mukmin

Arab: رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

Latin: Rabbanaghfir lī wa liwālidayya wa lil-mu'minīna yauma yaqūmul-hisāb

Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)."

Doa ini bersumber dari Al-Qur'an Surah Ibrahim ayat 41. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan ampunan untuk diri sendiri, kedua orang tua, dan seluruh orang mukmin.

Doa ini juga dikutip dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik sebagai doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh setiap muslim.

7. Doa Memohon Kesehatan Lahir dan Batin untuk Orang Tua

Arab: اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allaahumma 'aafinii fii badanii, Allaahumma 'aafinii fii sam'ii, Allaahumma 'aafinii fii basharii, laa ilaaha illaa anta

Artinya: "Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Tiada tuhan melainkan Engkau."

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dianjurkan untuk dibaca pada waktu pagi dan petang. Dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling sering dibaca Nabi untuk memohon kesehatan lahir dan batin. Doa ini juga dapat dibaca untuk mendoakan kesehatan orang tua.

Waktu Terbaik Doa untuk Orang Tua agar Diberi Kesehatan

1. Setelah Shalat Fardhu

Waktu yang paling utama untuk mendoakan orang tua adalah setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa yang dilakukan setelah shalat fardhu adalah doa yang didengar oleh Allah.

Dianjurkan membaca doa untuk kedua orang tua sekurang-kurangnya setiap selesai sembahyang lima waktu. Berdoa setelah shalat fardhu, lebih-lebih shalatnya berjamaah, akan mudah dikabulkan oleh Allah.

2. Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Sahur)

Sepertiga malam terakhir adalah waktu di mana Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya. Bahwa doa ibu itu mustajab, apalagi dipanjatkan saat waktu mustajab, yaitu sepertiga malam terakhir. Pada waktu ini, seorang anak dapat memanjatkan doa untuk kesehatan dan kebaikan kedua orang tuanya.

3. Antara Adzan dan Iqamah

Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Pada saat ini, hati cenderung tenang dan fokus karena sedang bersiap menunaikan shalat.

4. Ketika Sujud dalam Shalat

Rasulullah SAW bersabda: "Adapun ketika bersujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena saat itu doa lebih cepat dikabulkan" (HR. Muslim). Sujud merupakan waktu yang sangat baik untuk memohon kesehatan dan kebaikan bagi kedua orang tua. Saat sujud terakhir adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa.

5. Sebelum Salam dalam Shalat Wajib

Waktu sebelum salam dalam shalat wajib merupakan waktu yang baik untuk memanjatkan doa. Para sahabat Nabi merutinkan untuk meminta sesuatu pada waktu ini, sehingga menjadikannya waktu yang baik untuk mendoakan kedua orang tua.

6. Ketika Berbuka Puasa

Waktu berbuka puasa adalah waktu yang penuh keberkahan. Waktu yang berkah tersebut adalah waktu mustajab untuk melantunkan doa untuk kedua orang tua. Hal ini dikarenakan pada waktu ini manusia merasa bahagia karena telah menyelesaikan puasanya.

7. Di Hari Jumat

Hari Jumat adalah hari yang istimewa dalam Islam. Di dalamnya terdapat waktu mustajab doa, salah satunya menjelang Maghrib. Pada hari ini, doa untuk keluarga dan orang tua sangat dianjurkan untuk dipanjatkan.

8. Kapan Saja dan di Mana Saja

Pada prinsipnya, doa untuk orang tua dapat dipanjatkan kapan saja dan di mana saja. Dalam buku Sa'âdah ad-darayn fîy Ad'iyah Qurâniyyah wa Asmâillâh al-Husnâ wa Du'â` Birr al-Wâlidain, dijelaskan bahwa doa untuk orang tua adalah amalan yang dapat dilakukan kapan pun sebagai bentuk bakti seorang anak.

Hikmah Doa untuk Orang Tua agar Diberi Kesehatan

1. Menjadi Anak Saleh yang Mendoakan Orang Tuanya

Rasulullah SAW bersabda: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).

Dengan mendoakan orang tua, seorang anak menempatkan dirinya sebagai anak saleh yang doanya menjadi pahala yang terus mengalir bagi orang tuanya, bahkan setelah mereka meninggal dunia.

2. Mendapatkan Ridha Allah melalui Ridha Orang Tua

Rasulullah SAW bersabda: "Ridha Allah diperoleh melalui ridha orang tua, dan kemurkaan Allah ada dalam kemurkaan orang tua" (HR. Tirmidzi). Dengan mendoakan dan berbakti kepada orang tua, seorang anak sedang menempuh jalan untuk mendapatkan ridha Allah.

Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa ketaatan kepada Allah ditandai dengan ketaatan kepada kedua orang tua.

3. Mendapatkan Ampunan dan Rahmat Allah

Doa Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā mencakup permohonan ampunan dan rahmat untuk diri sendiri dan kedua orang tua.

Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan ampunan yang menyeluruh, sehingga seorang hamba tidak hanya mendoakan dirinya sendiri, tetapi juga kedua orang tuanya.

4. Meringankan Beban Orang Tua yang Sedang Sakit

Ketika orang tua sedang sakit, doa seorang anak yang saleh dapat menjadi wasilah kesembuhan bagi mereka. Dalam artikel Media Indonesia, dijelaskan bahwa memanjatkan doa untuk orang tua sakit adalah bentuk bakti (birrul walidah) yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Doa seorang anak yang saleh dipercaya sebagai salah satu amalan yang tidak terputus pahalanya dan mampu mengetuk pintu langit demi kesembuhan ayah dan ibu.

5. Meneladani Doa Para Nabi dan Orang Saleh

Doa-doa untuk orang tua yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadits merupakan doa yang dipanjatkan oleh para nabi dan orang-orang saleh. Nabi Ibrahim 'alaihis-salam, Nabi Zakariya 'alaihis-salam, dan Nabi Ismail 'alaihimas-salam telah mencontohkan doa-doa ini.

Dengan mengamalkannya, seorang muslim meneladani jejak para kekasih Allah dan mendapatkan keberkahan dari doa-doa yang mustajab.

6. Membangun Kesadaran Spiritual dalam Keluarga

Membaca doa untuk orang tua secara rutin akan membangun kesadaran spiritual dalam keluarga. Anak yang dibiasakan mendoakan orang tuanya akan tumbuh dengan kesadaran bahwa berbakti kepada orang tua adalah bagian dari ibadah.

Dalam buku Sa'âdah ad-darayn fîy Ad'iyah Qurâniyyah wa Asmâillâh al-Husnâ wa Du'â` Birr al-Wâlidain, dijelaskan bahwa doa untuk orang tua adalah bagian dari keutamaan berbuat baik kepada keduanya, yang merupakan fondasi utama pembentukan akhlak.

7. Menjaga Kesehatan Mental dan Stabilitas Emosi

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan doa merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.

Ketika seorang anak mendoakan orang tuanya, ia menyerahkan segala kekhawatirannya kepada Allah, sehingga hatinya menjadi tenang dan pikirannya menjadi jernih.

8. Mendapatkan Jaminan Surga

Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, disebutkan bahwa berbakti kepada orang tua dapat menjadi jalan masuk surga. Dari Abu Darda RA, Rasulullah SAW bersabda: "Orangtua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya".

9. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Cinta kepada Orang Tua

Dengan rutin mendoakan orang tua, seorang anak akan semakin menyadari betapa besar jasa dan pengorbanan orang tuanya. Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa mensyukuri kedua orang tua diwajibkan karena melalui mereka, seorang anak lahir, terpelihara, dan terdidik. Doa menjadi sarana untuk mengekspresikan rasa syukur dan cinta kepada orang tua.

10. Meneladani Sunnah Nabi SAW

Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat indah dalam berbakti kepada orang tua. Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa mendoakan orang tua adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim.

 

Pertanyaan Seputar Doa untuk Orantua

1. Apa doa yang paling utama untuk memohon kesehatan orang tua?

Doa yang paling utama adalah Allaahumma ashfi aba wa ummati minad daai wa qihima makruhal alami wa rafiq bihimaa fil 'aafiyati (Ya Allah, sembuhkanlah ayah dan ibu kami dari penyakit, hindarkanlah mereka dari kesakitan yang tidak disukai, dan berilah kelembutan pada mereka dalam keadaan sehat). Doa ini dikhususkan untuk memohon kesembuhan dan kesehatan bagi kedua orang tua.

2. Kapan waktu terbaik mendoakan kesehatan orang tua?

Waktu terbaiknya adalah setelah shalat fardhu, sepertiga malam terakhir (waktu sahur), antara adzan dan iqamah, ketika sujud dalam shalat, sebelum salam dalam shalat wajib, ketika berbuka puasa, dan di hari Jumat.

3. Apakah doa anak untuk orang tuanya mustajab?

Ya, doa anak yang saleh untuk orang tuanya adalah salah satu doa yang mustajab. Rasulullah SAW bersabda: "Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi" (HR. Abu Daud). Doa anak saleh juga menjadi pahala yang tidak terputus bagi orang tua yang telah wafat.

4. Apakah boleh mendoakan kesehatan orang tua yang sudah meninggal?

Ya, boleh. Doa untuk orang tua yang telah meninggal dapat berupa permohonan ampunan dan rahmat Allah, seperti doa Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā. Doa ini mencakup permohonan ampunan untuk orang tua yang telah wafat.

5. Apa keutamaan mendoakan kesehatan orang tua?

Keutamaannya antara lain menjadi anak saleh yang doanya menjadi pahala yang terus mengalir, mendapatkan ridha Allah melalui ridha orang tua, mendapatkan ampunan dan rahmat Allah, meringankan beban orang tua yang sedang sakit, serta meneladani doa para nabi dan orang saleh.