Liputan6.com, Jakarta - Keturunan yang saleh dan berbakti kepada orang tua menjadi dambaan tiap suami istri karena tak hanya membahagiakan di dunia, tetapi juga menjadi sumber pahala yang terus mengalir hingga akhirat. Sebagai ikhtiar, orang tua perlu mengamalkan bacaan doa untuk keturunan agar menjadi anak yang taat dan bermanfaat.
Rasulullah SAW bersabda: "Jika manusia meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim). Hadits ini menegaskan bahwa memiliki
Doa orang tua untuk keturunannya adalah bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan, dan Allah sendiri telah mengabadikan doa-doa para nabi untuk keturunan mereka dalam Al-Qur'an. Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan doa orang tua untuk anaknya adalah salah satu doa yang mustajab dan tidak tertolak.
Advertisement
Rasulullah SAW bersabda: "Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bermusafir dan doa orang tua pada anaknya" (HR. Ibnu Majah).
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa mendoakan keturunan agar menjadi anak yang taat dan bermanfaat adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim.
Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah doa untuk keturunan agar menjadi anak yang taat dan bermanfaat secara lengkap, mencakup bacaan Arab, latin, terjemahan, waktu terbaik, serta hikmahnya.
Kumpulan Doa untuk Keturunan agar Menjadi Anak yang Taat dan Bermanfaat
1. Doa Nabi Ibrahim AS Memohon Keturunan Saleh
Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Latin: Rabbi hab lī minash-shāliḥīn
Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh." (QS. Ash-Shaffat: 100)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihis-salam ketika beliau mendambakan keturunan yang saleh. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang paling komprehensif untuk memohon keturunan yang saleh, karena mencakup permohonan agar anak yang dilahirkan menjadi orang yang taat kepada Allah dan bermanfaat bagi agama.
Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim dengan menghadirkan Nabi Ismail dan Nabi Ishaq yang menjadi nabi serta pelanjut risalah tauhid.
2. Doa Nabi Ibrahim AS Memohon Keturunan yang Mendirikan Shalat
Arab: رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Latin: Rabbij'alnī muqīmash-shalāti wa min dzurriyyatī rabbanā wa taqabbal du'ā'ī
Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40)
Doa ini merupakan permohonan Nabi Ibrahim agar dirinya dan keturunannya senantiasa menjaga shalat. Gus Awis, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Qur'an Rejoso, menjelaskan bahwa doa ayah untuk anak-anaknya adalah tradisi para nabi yang harus dilestarikan.
Nabi Ibrahim mendoakan anaknya, Nabi Ya'qub mendoakan putranya, Nabi Ismail juga mendoakan keturunannya. Dalam kitab Tafsir Al-Mishbah karya Prof. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa doa ini mencakup permohonan agar keturunan menjadi generasi yang menjaga shalat, yang merupakan tiang agama.
3. Doa Nabi Ibrahim AS Memohon Keturunan yang Tunduk Patuh kepada Allah
Arab: رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ
Latin: Rabbanā waj'alnā muslimaini laka wa min dzurriyyatinā ummatan muslimatan laka
Artinya: "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan (jadikanlah) di antara anak keturunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu." (QS. Al-Baqarah: 128)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 'alaihimas-salam ketika mereka membangun Ka'bah. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan agar keturunan menjadi umat yang tunduk dan patuh kepada Allah, serta menjadi generasi yang meneruskan risalah tauhid.
4. Doa Nabi Zakariya AS Memohon Keturunan yang Baik
Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Latin: Rabbi hab lī mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samī'ud-du'ā'
Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa." (QS. Ali Imran: 38)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Zakariya 'alaihis-salam ketika beliau mendambakan keturunan di usia senja. Dalam kitab Tafsir at-Thobari karya Imam At-Thobari, dikisahkan bahwa Nabi Zakariya yang mendapatkan amanah untuk mengurus Maryam memanjatkan doa agar diberi keturunan yang baik dan saleh.
Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya dengan lahirnya Nabi Yahya AS, yang kemudian menjadi salah seorang nabi.
5. Doa Nabi Zakariya AS Memohon agar Tidak Dibiarkan Hidup Tanpa Keturunan
Arab: رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Latin: Rabbi lā tadzarnī fardan wa anta khairul-wāritsīn
Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris." (QS. Al-Anbiya: 89)
Doa ini dipanjatkan Nabi Zakariya karena khawatir menjalani masa tua tanpa kehadiran keturunan. Doa tersebut terus dipanjatkan siang dan malam hingga Allah SWT mengabulkan permohonannya.
6. Doa Memohon Anak yang Menjadi Penyejuk Hati
Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a'yunin waj'alnā lil muttaqīna imāmā
Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)
Doa ini mencakup permohonan keluarga yang harmonis dan keturunan yang menjadi penyejuk hati. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh setiap muslim yang mendambakan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.
7. Doa Memohon Anak yang Saleh dan Hafiz Al-Qur'an
Arab: اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
Latin: Allahummaj'al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur'ani wa sunnati fuqoha fiddiin mubarokan hayatuhum fiddunya wal aakhirah
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang saleh, yang menghafal Al-Qur'an dan Sunnah, yang paham dalam urusan agama, dan keberkahan hidup mereka di dunia dan akhirat."
Doa ini dikutip dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI dan dianjurkan untuk dibaca oleh orang tua secara rutin. Doa ini mencakup permohonan agar anak-anak menjadi generasi yang saleh, hafal Al-Qur'an, dan memiliki pemahaman agama yang mendalam.
8. Doa Memohon Anak yang Dijaga dari Keburukan
Arab: وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin: Wa innī u'īdzuhā bika wa dzurriyyatahā minasy-syaithānir-rajīm
Artinya: "Dan aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada-Mu dari setan yang terkutuk." (QS. Ali Imran: 36)
Doa ini dipanjatkan oleh istri Imran ketika melahirkan Maryam. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa perlindungan untuk anak dan keturunan dari gangguan setan. Doa ini juga dikutip dalam artikel Cahaya Kompas sebagai doa agar anak dijaga dari keburukan.
Waktu Terbaik Doa untuk Keturunan agar Menjadi Anak yang Taat dan Bermanfaat
1. Setelah Shalat Fardhu
Waktu yang paling utama untuk mendoakan keturunan adalah setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa yang dilakukan setelah shalat fardhu adalah doa yang didengar oleh Allah.
Doa memohon anak saleh dan salehah sebaiknya dibaca secara konsisten, dan waktu terbaiknya adalah setelah salat wajib, terutama Subuh dan Magrib.
2. Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Tahajud)
Sepertiga malam terakhir adalah waktu di mana Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda: "Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya'" (HR. Bukhari dan Muslim).
Membaca doa Nabi Ibrahim sebaiknya diamalkan pada tempat dan waktu yang mustajab, misalnya usai salat di sepertiga malam atau Salat Tahajud.
3. Antara Adzan dan Iqamah
Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak" (HR. Tirmidzi).
Doa ibu itu mustajab, apalagi dipanjatkan saat waktu mustajab, yaitu sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, dan saat sujud terakhir.
4. Ketika Sujud dalam Shalat
Rasulullah SAW bersabda: "Adapun ketika bersujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena saat itu doa lebih cepat dikabulkan" (HR. Muslim). Sujud merupakan waktu yang sangat baik untuk memohon kebaikan bagi keturunan.
5. Sepanjang Hari Jumat
Hari Jumat adalah hari yang istimewa dalam Islam. Di dalamnya terdapat waktu mustajab doa, salah satunya menjelang Maghrib. Pada hari ini, doa untuk keluarga dan keturunan sangat dianjurkan untuk dipanjatkan.
6. Setelah Shalat Subuh dan Sebelum Matahari Terbit
Waktu setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari terbit adalah waktu yang penuh keberkahan. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa waktu pagi adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdzikir dan berdoa. Doa untuk keturunan yang dibaca pada waktu ini akan menjadi penerang bagi langkah keluarga sepanjang hari.
7. Kapan Saja dan di Mana Saja
Pada prinsipnya, doa untuk keturunan dapat dipanjatkan kapan saja dan di mana saja. KH Zakaria Ahmad, Rais Syuriyah PCNU Metro, menjelaskan bahwa doa Nabi Ibrahim dalam surat Ibrahim ayat 37 bisa dibacakan kapan dan di mana saja ketika ingat kepada anak-anaknya.
Doa untuk Keturunan agar Menjadi Anak yang Taat dan Bermanfaat
1. Mendapatkan Keturunan yang Saleh dan Salehah
Doa adalah ikhtiar spiritual yang paling utama dalam mendidik anak dan keturunan. Anak yang saleh adalah investasi akhirat yang tidak akan terputus pahalanya.
Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang telah meninggal, maka semua amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya" (HR. Muslim). Dengan rutin mendoakan keturunan agar menjadi saleh, seorang hamba berinvestasi untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
2. Mendapatkan Keluarga yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah
Doa Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a'yun mencakup permohonan agar keluarga menjadi penyejuk hati dan sumber ketenangan.
Allah berfirman: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran-Nya) adalah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu dapat ketenangan hati dan menjadikan kasih sayang di antara kamu" (QS. Ar-Rum: 21). Dengan doa ini, seorang hamba memohon agar keluarganya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
3. Melindungi Keluarga dari Segala Keburukan
Doa perlindungan untuk anak dan keturunan dari gangguan setan, sebagaimana yang dipanjatkan oleh istri Imran, mencakup permohonan perlindungan bagi anak dan keturunan dari segala kejelekan.
Dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu, doa perlindungan dianjurkan untuk dibaca secara rutin, karena mengandung permohonan agar keluarga dijaga dari bahaya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
4. Meneladani Doa Para Nabi dan Orang Saleh
Doa-doa untuk keluarga dan keturunan yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadits merupakan doa yang dipanjatkan oleh para nabi dan orang-orang saleh. Nabi Ibrahim, Nabi Zakariya, dan Nabi Ismail 'alaihimus-salam telah mencontohkan doa-doa ini.
Gus Awis menegaskan bahwa doa ayah untuk anak-anaknya adalah tradisi para nabi yang harus dilestarikan. Dengan mengamalkannya, seorang muslim meneladani jejak para kekasih Allah dan mendapatkan keberkahan dari doa-doa yang mustajab.
5. Mendapatkan Ampunan dan Rahmat Allah
Doa Rabbanaghfir lī wa liwālidayya wa lil mu'minīna yauma yaqūmul hisāb mencakup permohonan ampunan untuk diri sendiri, orang tua, dan seluruh orang mukmin.
Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan ampunan yang menyeluruh, sehingga seorang hamba tidak hanya mendoakan keluarganya, tetapi juga seluruh umat Islam.
6. Membangun Generasi yang Menegakkan Shalat
Doa Nabi Ibrahim Rabbij'alnī muqīmash-shalāti wa min dzurriyyatī adalah doa yang sangat penting untuk membangun generasi yang menjaga shalat.
Dalam kitab Tafsir Al-Mishbah, Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa doa ini mencakup permohonan agar keturunan menjadi orang-orang yang mendirikan shalat, yang merupakan tiang agama. Dengan doa ini, seorang hamba berusaha memastikan bahwa keturunannya menjadi generasi yang taat beribadah.
7. Menjaga Ketenangan Jiwa dan Stabilitas Emosi
Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan doa merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.
Ketika seorang hamba mendoakan keluarganya, ia menyerahkan segala kekhawatirannya kepada Allah, sehingga hatinya menjadi tenang dan pikirannya menjadi jernih.
8. Mendapatkan Pahala yang Terus Mengalir
Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang telah meninggal, maka semua amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya" (HR. Muslim).
Dengan mendoakan keturunan agar menjadi anak yang taat dan bermanfaat, orang tua berinvestasi untuk mendapatkan pahala yang terus mengalir hingga akhirat.
9. Mempererat Hubungan Orang Tua dan Anak
Mendoakan anak secara rutin adalah salah satu cara untuk mempererat hubungan emosional dan spiritual antara orang tua dan anak. Anak yang merasa didoakan oleh orang tuanya akan tumbuh dengan rasa dicintai dan diperhatikan, sehingga ia lebih percaya diri dan termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
10. Meneladani Sunnah Nabi SAW
Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat indah dalam mendoakan umatnya. Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa mendoakan anak adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim.
Pertanyaan Seputar Doa Keturunan Saleh
1. Apa doa yang paling utama untuk memohon keturunan yang saleh?
Doa yang paling utama adalah doa Nabi Ibrahim dalam QS. Ash-Shaffat ayat 100: Rabbi hab lī minash-shāliḥīn (Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang yang saleh). Doa ini juga bisa dibaca oleh orang tua yang menginginkan anaknya menjadi generasi yang taat dan bermanfaat.
2. Kapan waktu terbaik mendoakan anak agar menjadi saleh?
Waktu terbaiknya adalah setelah shalat fardhu, terutama Subuh dan Magrib, sepertiga malam terakhir (waktu tahajud), antara adzan dan iqamah, ketika sujud dalam shalat, dan sepanjang hari Jumat.
3. Apakah doa orang tua untuk anaknya mustajab?
Ya, doa orang tua untuk anaknya adalah salah satu doa yang mustajab. Rasulullah SAW bersabda: "Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi iaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bermusafir dan doa orang tua pada anaknya" (HR. Ibnu Majah).
4. Apakah doa Nabi Zakariya bisa dibaca untuk memohon keturunan?
Ya, doa Nabi Zakariya dalam QS. Ali Imran ayat 38: Rabbi hab lī mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samī'ud-du'ā' (Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa) sangat dianjurkan untuk dibaca oleh pasangan yang mendambakan keturunan saleh.
5. Apa keutamaan mendoakan anak agar menjadi saleh?
Keutamaannya antara lain mendapatkan keturunan yang saleh, keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, perlindungan dari segala keburukan, serta mendapatkan pahala yang terus mengalir hingga akhirat.
Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang telah meninggal, maka semua amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya" (HR. Muslim).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367882/original/087695700_1791366119-Screenshot_2026-10-07_164139.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272924/original/067898900_1751604930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637359/original/021769800_1699254998-pexels-timur-weber-9127593.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370712/original/077045300_1791681617-488455.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370699/original/012700300_1791679657-Dugaan_perundungan_di_asrama_Telkom_University.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370697/original/097464800_1791678717-IMG_20261011_061114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437364/original/025119000_1765250413-Muslimah_bersedekah__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370694/original/029198000_1791676751-488354.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370691/original/051982100_1791675654-487931.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339686/original/063621300_1788424860-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_15.21.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370687/original/097069300_1791672950-BBM_3Vbwvg5.jpg.2000x1333_q85_crop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2978520/original/097464100_1574776262-banjir_pdg.jpg)