7 Amalan yang Bisa Dilakukan untuk Orang yang Sedang Sakaratul Maut Lengkap Panduan Adabnya

Sakaratul maut adalah masa ketika ruh mulai berpisah dari jasad.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Fase akhir kehidupan merupakan saat yang penuh haru sekaligus menjadi ujian besar bagi setiap manusia. Dalam kondisi seperti ini, mengetahui amalan yang dapat dilakukan untuk mendampingi orang yang sedang sakaratul maut menjadi bekal penting bagi setiap muslim agar dapat memberikan pendampingan sesuai tuntunan syariat.

Sakaratul maut adalah masa ketika ruh mulai berpisah dari jasad. Al-Qur'an menggambarkan peristiwa ini sebagai kepastian yang tidak bisa dihindari. Allah SWT berfirman dalam Surah Qaf ayat 19 bahwa sakaratul maut akan datang membawa kebenaran yang selama ini mungkin diabaikan oleh manusia.

Dr. H.R. Wijaya dan RR Atika Widya Utama dalam Buku Terapi Sakaratul Maut menjelaskan bahwa pendampingan spiritual pada fase akhir kehidupan memiliki peran terapeutik yang signifikan. Sementara Dra. Hj. Rahmiati, M.Ag dalam Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah merinci amalan-amalan yang perlu dilakukan saat menghadapi orang yang sakaratul maut.

Kehadiran keluarga di sisi orang yang sedang menghadapi sakaratul maut memiliki peran yang sangat penting. Melalui doa, talqin, dzikir, dan pendampingan yang menenangkan sesuai ajaran Islam, keluarga dapat membantu menguatkan hati orang yang sedang menghadapi detik-detik terakhir kehidupannya. Harapannya, ia dapat mengakhiri hidup dalam keadaan beriman dan memperoleh husnul khatimah.

Amalan-Amalan yang Bisa Dilakukan untuk Orang yang Sedang Sakaratul Maut

1. Mentalqin dengan Kalimat Tauhid

Amalan paling utama yang harus dilakukan adalah menuntun orang yang sedang sakaratul maut untuk mengucapkan kalimat syahadat "Lâ ilâha illallâh".

Rasulullah SAW bersabda: "Talqinlah (tuntunlah) orang yang akan meninggal (untuk mengucapkan) ‘Laa Ilaaha Illallah’." (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda: "Siapa saja yang ucapan terakhirnya ‘Lâ ilâha illallâh’, masuk surga". Talqin dilakukan dengan cara membisikkan kalimat syahadat dengan lembut di telinga orang yang sedang sekarat, tanpa memaksanya untuk mengikuti.

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa seseorang yang berada dalam kondisi sakaratul maut hendaklah ditalkinkan dua kalimat syahadat. Tujuannya agar kalimat tauhid menjadi ucapan terakhir yang keluar dari lisannya.

2. Membacakan Surah Yasin

Disunnahkan membacakan Surah Yasin di sisi orang yang sedang sakaratul maut. Rasulullah SAW bersabda: "Bacakanlah surah Yasin kepada orang yang sedang sekarat di antara kalian" (HR. Ibnu Hiban, Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i, dan Hakim).

Dalam riwayat lain disebutkan: "Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya" (HR. Abu Nu'aim).

Membacakan Yasin bagi orang yang sakaratul maut bukanlah perkara haram, karena para sahabat dan tabi'in juga telah terbiasa melakukannya. Membaca Yasin di sisi orang yang menghadapi maut dapat meringankan sakaratul maut.

3. Membacakan Surah Ar-Ra'd

Sebagian ulama tabi'in juga mensunahkan untuk membacakan Surah Ar-Ra'd di samping orang yang sakaratul maut. Hal ini berdasarkan riwayat yang menyebutkan bahwa membaca Surah Ar-Ra'd dapat mempermudah proses kematian.

4. Memperbanyak Zikir dan Istighfar

Orang yang sedang dalam kondisi sakaratul maut hendaknya dibantu untuk memperbanyak zikir dan istighfar. Keluarga yang mendampingi juga dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir agar suasana tenang dan penuh berkah.

5. Membacakan Doa agar Sakaratul Maut Ringan

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya doa agar diberikan kemudahan ketika menghadapi sakaratul maut. Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kita berdoa agar diringankan dari sakit saat sakaratul maut. Nabi Isa AS juga berkata: "Wahai murid-muridku berdoalah kepada Allah SWT agar Dia berkenan memberimu kemudahan saat menghadapi sakaratul maut".

6. Membimbing agar Berbaik Sangka kepada Allah

Pada saat sakaratul maut, perawat atau pendamping harus membimbing agar pasien berbaik sangka (husnu dhan) kepada Allah SWT. Meyakini bahwa waktu yang dihadapi adalah bagian dari takdir Allah dan Allah akan memberikan yang terbaik.

7. Memperbanyak Syukur

Disunnahkan bagi orang yang sakit menjelang kematian untuk memperbanyak syukur kepada Allah, baik dengan hati maupun lisannya. Meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah.

Adab Mendampingi Orang yang Sakaratul Maut

Berdasarkan tuntunan dari berbagai sumber, berikut adab-adab yang perlu diperhatikan saat mendampingi orang yang sakaratul maut:

1. Menghadapkan ke Arah Kiblat

Menidurkan atau memiringkan orang tersebut ke sisi badan sebelah kanan untuk menghadapkan wajahnya ke arah kiblat. Bila hal ini dirasa susah, maka menelentangkannya dengan posisi kepala sedikit diangkat sehingga wajahnya menghadap ke kiblat.

2. Menjaga Kesucian dan Kebersihan

Dijaga kesucian dan kebersihan pakaian dan tempatnya agar orang yang sakaratul maut merasa nyaman dan tenang.

3. Keluarga Selalu Berada di Dekatnya

Agar keluarga selalu berdekatan dengannya, memberikan rasa aman dan ketenangan batin. Kehadiran keluarga dapat mengurangi rasa takut dan kesepian.

4. Memberikan Nasihat dengan Lembut

Dengan hati-hati memberikan nasihat supaya bertobat dan berbaik sangka kepada Allah serta mengharapkan ampunan dan rahmat-Nya.

5. Menuntun dengan Lembut

Diingatkan dengan santun agar mengucapkan "Laa ilaaha illallaah"; kalau sudah mengucapkan, biarkan. Kalau lupa atau berhenti, diingatkan lagi dengan pelan dan hati-hati.

6. Menghindari Perkataan yang Menakutkan

Hindari perkataan atau pembicaraan yang dapat menambah kegelisahan atau ketakutan orang yang sedang sakaratul maut.

7. Memberi Pengertian kepada Keluarga

Berilah pengertian kepada keluarganya agar bisa memahami dengan ikhlas bahwa kematian adalah kehendak dan pilihan Allah, dan pilihan Allah adalah yang terbaik untuk semuanya.

Hikmah Amalan yang Bisa Dilakukan untuk Orang yang Sedang Sakaratul Maut

1. Membantu Mencapai Husnul Khatimah

Tujuan utama dari amalan-amalan ini adalah agar orang yang meninggal dapat mengakhiri hidupnya dengan husnul khatimah. Dengan kalimat tauhid sebagai ucapan terakhir, dijamin masuk surga.

2. Melindungi dari Godaan Setan

Pada saat sakaratul maut, setan akan datang dan membuat tipu daya. Amalan berupa zikir, talqin, dan bacaan Al-Qur'an dapat melindungi orang yang sakaratul maut dari godaan setan.

3. Memberikan Ketenangan Batin

Kehadiran keluarga, bacaan Al-Qur'an, dan zikir dapat menciptakan suasana yang tenang dan penuh berkah, sehingga orang yang sakaratul maut merasa lebih damai.

4. Meringankan Sakaratul Maut

Membacakan Yasin dan Surah Ar-Ra'd serta memperbanyak zikir dapat meringankan penderitaan sakaratul maut.

5. Mendoakan dan Memohon Ampunan

Doa-doa yang dipanjatkan untuk orang yang sakaratul maut menjadi wasilah agar Allah memberikan kemudahan dan ampunan.

6. Menguatkan Kesadaran Spiritual

Pendampingan spiritual membantu orang yang sakaratul maut untuk tetap fokus kepada Allah dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.

7. Menjadi Amal Jariyah bagi Pendamping

Orang yang mendampingi dan mengamalkan amalan-amalan ini akan mendapatkan pahala besar dari Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Sakaratul Maut

1. Apa yang harus dilakukan saat mendampingi orang sakaratul maut?

Saat mendampingi orang sakaratul maut, yang harus dilakukan adalah: mentalqin dengan kalimat syahadat, membacakan Surah Yasin, memperbanyak zikir dan doa, menghadapkan ke arah kiblat, memberikan ketenangan, serta menjaga kebersihan dan kesucian tempatnya.

2. Bolehkah membacakan Yasin untuk orang yang sakaratul maut?

Membacakan Yasin untuk orang yang sakaratul maut hukumnya boleh bahkan disunnahkan. Hadis tentang hal ini berkualitas hasan dan dapat meringankan sakaratul maut. Para sahabat dan tabi'in juga telah terbiasa melakukannya.

3. Apa doa yang dibacakan untuk orang sakaratul maut?

Doa yang dibacakan untuk orang sakaratul maut adalah doa agar diberikan kemudahan saat menghadapi sakaratul maut, doa husnul khatimah, serta doa memohon ampunan dari Allah SWT.

4. Mengapa harus mentalqin orang sakaratul maut?

Mentalqin orang sakaratul maut bertujuan agar kalimat "Lâ ilâha illallâh" menjadi ucapan terakhirnya, sehingga ia meninggal dalam keadaan husnul khatimah dan dijamin masuk surga. Talqin juga melindungi dari godaan setan yang datang saat sakaratul maut.

5. Apa hikmah membaca Al-Qur'an untuk orang sakaratul maut?

Hikmah membaca Al-Qur'an untuk orang sakaratul maut antara lain: meringankan sakaratul maut, memberikan ketenangan batin, melindungi dari godaan setan, membantu mencapai husnul khatimah, serta menjadi wasilah doa dan ampunan dari Allah SWT.

 

Â