9 Amalan agar Rezeki Halal Semakin Lancar dan Berkah, Simak juga Doanya

Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban bagi setiap Muslim.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Amalan agar rezeki halal semakin lancar menjadi pelengkap usaha lahir yang dilakukan. Sebab, rezeki adalah ketetapan Ilahi yang harus dijemput dengan amal saleh dan ikhtiar yang sungguh-sungguh.

Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda, “Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll.)” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi).

Hal ini menunjukkan bahwa berusaha mencari nafkah halal memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam, bahkan setara dengan ibadah-ibadah wajib lainnya.

Terlepas dari itu, dalam Islam, rezeki bukan sekadar harta benda, melainkan segala karunia Allah yang meliputi kesehatan, ilmu, ketenangan hati, dan kesempatan beribadah. Dalam buku Agar Dimudahkan Rezeki, Asep Maulana dan Abdullah Jinaan mengutip perkataan ulama bahwa sebab-sebab rezeki itu ada enam hal yang pasti, yaitu ketakwaan, tawakal, shalat, sedekah, istighfar, dan usaha.

Sementara itu, Nasrullah dalam Rahasia Magnet Rezeki menjelaskan bahwa rezeki adalah energi baik, dan untuk mendatangkannya caranya sederhana: ciptakan energi baik dalam diri, maka rezeki akan datang dengan sendirinya.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah amalan agar rezeki halal semakin lancar dan berkah.

1. Bertakwa dan Bertawakal kepada Allah

Takwa adalah fondasi utama dalam meraih rezeki yang halal dan berkah. Allah Swt. berfirman dalam QS. Ath-Thalaq ayat 2–3: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.”

Dalam buku “Agar Dimudahkan Rezeki” , disebutkan bahwa ketakwaan adalah salah satu penyebab diluaskannya rezeki yang tidak diduga-duga oleh manusia. Sayyidina Ali ra. mendefinisikan takwa sebagai “takut terhadap Allah Swt., menjalankan perintah yang diturunkan, rida dengan yang sedikit, dan bersiap diri untuk hari kepergian.”

Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya menjelaskan bahwa tawakal kepada Allah berarti bersungguh-sungguh dan menggantungkan hati kepada Allah Swt., serta menggunakan cara yang nyata untuk mencari rezeki.

2. Memperbanyak Istighfar

Istighfar adalah amalan yang sangat ampuh untuk membuka pintu rezeki. Allah Swt. berfirman dalam QS. Nuh ayat 10–12:

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’”

Memperbanyak istighfar adalah salah satu amalan pembuka pintu rezeki yang bisa dilakukan setiap hari. Beliau menganjurkan untuk mengucapkan istighfar 30 menit sebelum waktu Subuh.

Dijelaskan dalam berbagai literatur, “Siapapun yang memperbanyak bacaan istighfar, maka Allah akan mengadakan baginya dari setiap kesusahan ada pemecahannya (solusinya) dan dari setiap kesempitan ada jalan keluarnya”.

3. Bersyukur atas Segala Nikmat

Syukur adalah kunci untuk mempertahankan dan melipatgandakan rezeki. Allah Swt. berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”

Nasrullah dalam “Rahasia Magnet Rezeki” menjelaskan bahwa syukur adalah bagian dari menciptakan positive feeling—perasaan tenang dan bahagia atas apa pun yang terjadi.

Beliau mengutip penelitian Masaru Emoto tentang air: kata-kata syukur membuat struktur air menjadi indah seperti berlian, sedangkan keluhan menghancurkannya. Karena 70% tubuh manusia adalah air, maka syukur secara langsung memengaruhi kesehatan dan energi yang menarik rezeki.

Biasakan mengucapkan “Alhamdulillah” setiap kali menerima nikmat, sekecil apa pun. Renungkan karunia Allah setiap pagi dan sore.

4. Rajin Bersedekah dan Menunaikan Zakat

Sedekah adalah investasi spiritual yang berdampak langsung pada kelapangan rezeki. Allah Swt. berfirman dalam QS. Saba’ ayat 39:

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

Dalam buku “Agar Dimudahkan Rezeki” , disebutkan bahwa sedekah memiliki banyak manfaat: membersihkan harta, menolak bala dan penyakit, mendatangkan keberkahan dan keluasan rezeki, serta menggembirakan orang miskin.

Ippho Santosa dalam “Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan” bahkan menyebut sedekah sebagai “investasi gaib” yang dilipatgandakan hingga 700 kali lipat.

Biasakan bersedekah setiap hari, meskipun hanya dengan jumlah kecil. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Sedekah di saat sulit memiliki nilai yang lebih tinggi di sisi Allah.

5. Menyambung Silaturahmi

Silaturahmi adalah amalan yang membuka pintu rezeki dan memanjangkan umur. Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam “Agar Dimudahkan Rezeki” , disebutkan bahwa silaturahmi adalah salah satu dari enam sebab rezeki yang pasti. Bahkan, orang yang memutus silaturahmi diancam dengan tertundanya rezeki di dunia sebelum azab di akhirat.

Jalin dan pelihara hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan teman. Kunjungi mereka, tanyakan kabar, dan bantu jika mereka membutuhkan.

6. Membaca Surah Al-Waqi’ah

Surah Al-Waqi’ah memiliki keutamaan khusus sebagai benteng dari kemiskinan. Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, maka ia selamanya tidak akan ditimpa kemiskinan.” (HR. Al-Baihaqi)

Ibnu Mas’ud ra. sangat menekankan amalan ini. Ketika beliau sakit dan akan wafat, Khalifah Utsman ra. menjenguknya dan khawatir akan nasib anak-anak perempuan Ibnu Mas’ud.

Ibnu Mas’ud menjawab, “Apakah engkau mengkhawatirkan kemiskinan menimpa mereka? Padahal aku telah memerintahkan mereka membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, karena aku mendengar Rasulullah bersabda demikian.”

7. Mendirikan Shalat Dhuha dan Tahajud

Shalat Dhuha dan Tahajud adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk kelancaran rezeki.

Rasulullah saw. dalam hadis qudsi bersabda, “Wahai anak Adam, rukuklah karena Aku di awal siang (shalat dhuha), niscaya Aku akan mencukupi engkau di siang hari.” Waktu pelaksanaannya adalah setelah matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur, afdholnya sekitar pukul 09.00.

Shalat malam memiliki keutamaan yang sangat besar. Syekh Ali Jaber menyatakan bahwa shalat malam adalah salah satu amalan pembuka pintu rezeki. Ippho Santosa dalam “Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan” menyebut shalat Tahajud sebagai “kerja sekian menit yang dibayar lebih besar”—dampaknya berupa mudahnya rezeki, mudahnya urusan, lapangnya waktu, dan terpeliharanya kesehatan.

Biasakan shalat Dhuha minimal 2 rakaat setiap pagi. Untuk Tahajud, usahakan bangun di sepertiga malam terakhir dan shalat minimal 2 rakaat.

8. Membaca Doa-Doa Pembuka Rezeki

Berikut adalah doa-doa yang diajarkan Rasulullah saw. untuk kelancaran rezeki:

a. Doa Memohon Kecukupan dari yang Halal

Teks Arab: اَللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin: Allahumma-kfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaaka.

Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi)

b. Doa Memohon Ilmu Bermanfaat, Rezeki Halal, dan Amal Diterima

Teks Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin: Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

c. Doa Memohon Rezeki Halal, Luas, dan Tanpa Kesulitan

Teks Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْقٍ وَلَا نَشَابٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Allaahumma innii as-aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin wa laa masyaqqatin wa laa dhaiqin wa laa nashabin, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal, luas, dan baik, tanpa kepayahan, tanpa kesulitan, tanpa kesempitan, dan tanpa keberatan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

9. Membaca Dzikir Pagi dan Petang

Dzikir pagi dan petang adalah amalan yang melindungi diri dan membuka pintu rezeki. Menurut Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut-Thalibin, terdapat beberapa dzikir yang baik dilafalkan terutama di waktu subuh guna membuka pintu dan kelimpahan rezeki.

Amalan Praktis: Bacalah dzikir pagi setelah salat Subuh dan dzikir petang setelah salat Ashar. Di antaranya adalah:

“Laa ilaaha illallaahul malikul haqqul mubin. Subhanallahi wa bihamdihi subhanallahil ‘adzim, astaghfirullah.” (100×)

Hikmah Amalan agar Rezeki Halal Semakin Lancar

1. Membersihkan Jiwa dari Ketergantungan kepada Makhluk

Amalan-amalan di atas mengajarkan seorang hamba untuk hanya bergantung kepada Allah, bukan kepada manusia. Ini membebaskan jiwa dari rasa takut, cemas, dan rendah diri.

2. Melatih Sikap Qana’ah dan Syukur

Dengan mengamalkan amalan-amalan ini, seorang Muslim belajar untuk merasa cukup atas pemberian Allah. Sikap qana’ah adalah kunci ketenangan hati, dan ketenangan hati adalah rezeki terbesar.

3. Mengaktifkan “Energi Positif”

Nasrullah dalam “Rahasia Magnet Rezeki” menjelaskan bahwa rezeki adalah energi baik. Amalan-amalan seperti doa, dzikir, dan sedekah adalah bagian dari upaya menciptakan energi baik dalam diri. Energi positif ini akan menarik rezeki sebagaimana magnet menarik besi.

4. Menyempurnakan Ikhtiar

Amalan-amalan ini bukanlah pengganti usaha, melainkan pelengkap. Rezeki diraih melalui kombinasi ikhtiar, doa, dan amal saleh.

5. Menjaga Keberkahan Rezeki

Rezeki yang didapat dengan cara halal dan diiringi amalan saleh akan membawa ketenangan dan keberkahan. Amalan-amalan ini adalah benteng dari godaan mengambil jalan haram.

Pertanyaan Seputar Amalan Pembuka Rezeki

1. Apa amalan yang paling cepat membuka rezeki?

Amalan yang paling cepat membuka rezeki adalah istighfar dan sedekah. Istighfar membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, sebagaimana firman Allah dalam QS. Nuh ayat 10–12. Sedekah juga disebut sebagai amalan yang paling manjur untuk memudahkan rezeki, menolak bala, dan memelihara kesehatan.

2. Apakah doa saja cukup untuk melancarkan rezeki?

Tidak. Doa harus diiringi dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Dalam “Agar Dimudahkan Rezeki” , disebutkan bahwa rezeki diperoleh melalui kombinasi enam sebab: ketakwaan, tawakal, shalat, sedekah, istighfar, dan usaha. Doa adalah pelengkap, bukan pengganti kerja keras.

3. Kapan waktu terbaik mengamalkan amalan pembuka rezeki?

Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir (untuk Tahajud dan istighfar), setelah salat Subuh (untuk dzikir pagi dan doa), saat Dhuha (untuk shalat Dhuha), dan setiap kali memiliki kesempatan untuk bersedekah dan bersilaturahmi.

4. Bagaimana cara bersedekah yang benar agar rezeki lancar?

Sedekah yang benar adalah sedekah yang dilakukan dengan ikhlas, tanpa mengharap imbalan dari manusia, dan dilakukan secara rutin meskipun jumlahnya kecil. Dalam “Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan” , Ippho Santosa menekankan bahwa sedekah di saat sulit memiliki nilai yang lebih tinggi di sisi Allah daripada sedekah di saat lapang.

5. Apakah membaca surah Al-Waqi’ah benar-benar bisa mencegah kemiskinan?

Ya, berdasarkan hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi: “Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, maka ia selamanya tidak akan ditimpa kemiskinan.” Ibnu Mas’ud ra. sangat menekankan amalan ini dan memerintahkannya kepada putri-putrinya.