Liputan6.com, Jakarta - Di tengah beragam sholawat yang diamalkan, umat Islam perlu memahami perbedaan sholawat ibrahimiyah dan sholawat nariyah sering menjadi pertanyaan yang mengemuka. Pertanyaan ini relevan karena terdapat berbagai klasifikasi sholawat, makna hingga ketepatan pengamalannya.
Sholawat adalah ungkapan pujian kepada Nabi Muhammad SAW serta doa yang akan mengalir kembali kepada diri kita sendiri. Allah SWT telah memerintahkan umat Islam untuk bersholawat dalam firman-Nya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56).
Terlepas dari itu, kedua sholawat ini sangat populer di kalangan umat Islam. Sholawat Ibrahimiyah merupakan bacaan sholat. Sedangkan sholawat Nariyah dikenal karena keutamaannya sebagai
Advertisement
Sholawat Ibrahimiyah adalah sholawat yang paling akrab di lidah umat Islam karena dibaca setiap kali duduk tasyahud akhir dalam salat, minimal lima kali dalam sehari semalam. Sementara, sholawat nariyah disebut Tafrijiyah atau Qurthubiyah, lantaran keutamaannya untuk menghadapi kesulitan dan memohon terkabulnya hajat.
Memahami perbedaan kedua sholawat ini tak hanya soal makna, namun juga ketepatan pengamalannya. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah perbedaan sholawat Ibrahimiyah dan Nariyah.
Perbedaan Sholawat Ibrahimiyah dan Nariyah
1. Perbedaan Definisi dan Klasifikasi
Sholawat Ibrahimiyah
Sholawat Ibrahimiyah adalah sholawat ma'tsurah, yaitu sholawat yang redaksi susunan kalimatnya langsung disusun oleh Rasulullah SAW. Sholawat ini dinamakan Ibrahimiyah karena mengandung doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam untuk Nabi Muhammad SAW dan umatnya.
Sholawat ini merupakan sholawat yang paling sempurna shighat-nya (redaksinya) dibanding sholawat-shalawat yang lain, baik yang ma'tsurah maupun yang tidak. Karena kesempurnaannya ini, para ulama menentukannya sebagai sholawat yang dibaca ketika seorang Muslim melaksanakan salat, di samping karena adanya kesepakatan perihal kesahihan haditsnya.
Sholawat Nariyah
Sholawat Nariyah adalah sholawat ghairu ma'tsurah, yaitu sholawat yang disusun oleh selain Nabi Muhammad SAW. Sholawat ini memiliki banyak nama; di antaranya Kamilah, Tafrijiyah (sholawat agar dilepaskan dari kesusahan), Taziyah, dan Qurthubiyah.
Menurut pendapat Al-Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa, sholawat ini dikarang oleh Syaikh Ibrahim at-Tazy al-Maghribi, seorang ulama sufi dari Kota Taza, Maroko. Dinamakan "Nariyah"—dari kata nār yang berarti api—karena sifat manfaatnya yang seperti api, artinya jika sholawat ini dibaca untuk suatu hajat, maka hajat itu akan cepat sekali terkabul, secepat dan sehebat lahapnya api.
2. Perbandingan Teks Bacaan Sholawat Ibrahimiyah dan Nariyah
Teks Sholawat Ibrahimiyah
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin: Allāhumma shalli 'alā Muhammadin wa 'alā āli Muhammad, kamā shallayta 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīm, wa bārik 'alā Muhammadin wa 'alā āli Muhammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīm, fil 'ālamīna innaka Ḥamīdun Majīd.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."
Teks Sholawat Nariyah
Arab: اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Latin: Allāhumma shalli shalātan kāmilatan wa sallim salāman tāmmā 'alā sayyidinā Muhammadinilladzī tanhallu bihil-'uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdā bihil-hawā'iju wa tunālu bihir-raghā'ibu wa ḥusnul-khawātimi wa yustasqal-ghamāmu biwajhihil-karīmi wa 'alā ālihi wa ṣahbihi fī kulli lamḥatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'lūmin lak.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujan pun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau."
3. Perbedaan Status (Ma'tsurah vs Ghairu Ma'tsurah)
Perbedaan paling fundamental terletak pada status keabsahannya. Sholawat Ibrahimiyah adalah sholawat ma'tsurah yang diriwayatkan langsung oleh Rasulullah SAW, baik secara redaksi maupun keutamaannya.
Banyak perawi hadits yang meriwayatkan sholawat ini, di antaranya Imam Malik dalam kitab Al-Muwaththa', Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kedua kitab shahihnya, serta para imam lainnya seperti Abu Dawud, An-Nasa'i, dan At-Turmudzi. Imam Al-Iraqi dan Imam As-Sakhawi menuturkan bahwa haditsnya muttafaq 'alaih (disepakati keshahihannya).
Sementara itu, sholawat Nariyah adalah sholawat ghairu ma'tsurah yang disusun oleh ulama, dalam hal ini Syaikh Ibrahim at-Tazy al-Maghribi. Tidak ada riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan redaksi ini secara langsung.
4. Waktu dan Tempat Pembacaan
Sholawat Ibrahimiyah memiliki waktu dan tempat yang sangat spesifik: dibaca setiap kali duduk tasyahud akhir dalam salat, baik salat fardhu maupun sunnah. Minimal lima kali dalam sehari semalam umat Islam membacanya. Selain itu, sholawat ini juga dapat dibaca di luar salat sebagai amalan sunnah.
Sholawat Nariyah tidak terikat dengan waktu atau tempat tertentu. Sholawat ini dapat dibaca kapan saja dan di mana saja, terutama ketika seseorang menghadapi kesulitan atau memohon terkabulnya suatu hajat.
5. Kandungan dan Fokus Doa
Sholawat Ibrahimiyah berfokus pada permohonan rahmat dan keberkahan bagi Nabi Muhammad dan keluarganya, dengan menyamakannya dengan rahmat dan keberkahan yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Doa ini bersifat universal dan menjadi bagian dari ibadah salat yang rutin.
Sholawat Nariyah memiliki kandungan yang lebih spesifik, yaitu memohon agar segala kesulitan terpecahkan, kesusahan dilenyapkan, keperluan terpenuhi, dan hajat tercapai, dengan menjadikan Nabi Muhammad sebagai wasilah. Kandungan ini menjadikan sholawat Nariyah sangat populer sebagai amalan untuk menghadapi problematika hidup.
6. Jumlah Bacaan yang Dianjurkan
Sholawat Ibrahimiyah dibaca dalam jumlah yang sudah ditentukan oleh tata cara salat, yaitu satu kali dalam setiap tasyahud akhir. Di luar salat, sebagian ulama menyebutkan bahwa membacanya sebanyak seribu kali dapat menjadikan pembacanya bermimpi bertemu Rasulullah SAW.
Sholawat Nariyah memiliki variasi jumlah bacaan yang dianjurkan, tergantung pada kebutuhan. Imam Al-Qurthubi menyatakan bahwa barangsiapa membaca sholawat ini sebanyak 41 kali, 100 kali, atau lebih, Allah akan melapangkan kesulitannya dan memudahkan urusannya.
Sholawat Nariyah juga dikenal dengan pembacaan 4444 kali untuk hajat tertentu. Menurut Imam As-Sanusy, membaca sholawat Nariyah sebanyak 11 kali ibarat baginya telah diturunkan rezeki dari langit dan tumbuh di bumi.
Fadhilah Bersholawat
Terlepas dari perbedaan sholawat Ibrahimiyah dan Nariyah, kedua sholawat ini merupakan bacaan yang dianjurkan, dengan keutamaan (fadhilah) besar.
1. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW di Hari Kiamat
Ini adalah keutamaan yang paling agung dari sholawat. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membaca sholawat ini (Sholawat Ibrahimiyah), maka aku bersaksi baginya di hari kiamat dengan kesaksianku, dan aku akan memberi syafaat baginya.” (HR. Bukhari).
2. Dihapuskan Dosa dan Dilipatgandakan Pahala
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh sholawat, menghapus darinya sepuluh dosa, dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.” (HR. An-Nasa’i).
3. Dimudahkan Rezeki dan Urusan
Membaca sholawat, terutama sholawat Nariyah, dipercaya dapat memudahkan datangnya rezeki dan melancarkan segala urusan. Imam Dainuri menyatakan bahwa siapa membaca shalawat Nariyah sehabis salat fardhu 11 kali sebagai wiridan, maka rezekinya tidak akan putus.
4. Dikabulkan Hajat dan Doa
Sholawat menjadi salah satu sarana untuk mempercepat terkabulnya doa. Membaca sholawat di awal, tengah, dan akhir doa akan memperkuat potensi dikabulkannya doa tersebut.
5. Mendapat Ketenangan Hati dan Perlindungan Allah
Membaca sholawat secara rutin dapat mendatangkan ketenangan jiwa dan perlindungan dari berbagai bahaya. Sholawat Nariyah, misalnya, diyakini dapat menjauhkan dari penyakit dan bahaya.
Pertanyaan Seputar Perbedaan Sholawat Ibrahimiyah dan Nariyah
1. Apa perbedaan utama antara Sholawat Ibrahimiyah dan Sholawat Nariyah?
Perbedaan utama terletak pada status keabsahannya: Sholawat Ibrahimiyah adalah sholawat ma'tsurah yang langsung diajarkan oleh Rasulullah SAW dan dibaca dalam tasyahud akhir salat, sedangkan Sholawat Nariyah adalah sholawat ghairu ma'tsurah yang disusun oleh ulama Syaikh Ibrahim at-Tazy al-Maghribi dan diamalkan untuk memohon terkabulnya hajat dan dilenyapkannya kesulitan.
2. Mana yang lebih utama, Sholawat Ibrahimiyah atau Sholawat Nariyah?
Keduanya memiliki keutamaan masing-masing. Sholawat Ibrahimiyah lebih utama dari sisi keabsahan dan kesempurnaan redaksi karena langsung diajarkan Nabi SAW, sedangkan Sholawat Nariyah lebih utama untuk konteks memohon pertolongan dan hajat tertentu karena kandungan doanya yang spesifik. Keduanya sama-sama dianjurkan.
3. Apakah membaca Sholawat Nariyah termasuk bid'ah?
Tidak. Sholawat Nariyah termasuk sholawat ghairu ma'tsurah yang disusun oleh ulama dan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat. Para ulama besar seperti Imam Al-Qurthubi, Imam As-Sanusy, dan Syekh Muhammad Haqqi An-Nazili telah mengamalkan dan mengajarkan sholawat ini.
4. Kapan waktu terbaik membaca Sholawat Ibrahimiyah?
Waktu terbaik adalah setiap tasyahud akhir dalam salat, baik salat fardhu maupun sunnah. Di luar salat, sholawat ini dapat dibaca kapan saja sebagai amalan sunnah, terutama pada pagi dan sore hari serta hari Jumat.
5. Berapa kali sebaiknya membaca Sholawat Nariyah untuk hajat tertentu?
Jumlah bacaan bervariasi tergantung kebutuhan. Imam Al-Qurthubi menganjurkan 41, 100, atau lebih. Untuk hajat yang mendesak, sebagian ulama menganjurkan 4444 kali dalam satu majelis. Sedangkan untuk wirid harian, 11 kali setelah salat fardhu sudah cukup untuk menjaga kelancaran rezeki.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306465/original/055972000_1784879501-tavares.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307459/original/072669200_1785036834-197514.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307378/original/027762400_1785019759-1001498690.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307172/original/049725600_1784962184-mayat_tanpa_kepala.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307368/original/005039900_1785000809-1001493847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4458178/original/050647500_1686209005-earthquake-g477b52052_640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307360/original/066583000_1784998111-3465dc30-964d-4de6-880a-6e5588afe7e9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306856/original/058275600_1784908399-aff.jpg)