Liputan6.com, Jakarta - Mengenal tanda datangnya tahun baru islam yang perlu diketahui umat muslim merupakan langkah penting untuk memperkuat ketakwaan. Fenomena astronomis pergeseran bulan qamariah ini menjadi penanda utama beralihnya waktu menuju bulan Muharram yang penuh kemuliaan.
Secara syar'i, kedatangan bulan suci ini ditandai dengan munculnya hilal atau metode istikmal Dzulhijjah. Ketetapan ini bersandar langsung pada dalil Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36 mengenai jumlah dua belas bulan yang telah ditetapkan di sisi Allah.
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam kitab Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram menerangkan bahwa Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah). Penanda spiritual ini menegaskan keagungan derajatnya, di mana setiap amal shalih akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah.
Advertisement
Oleh sebab itu, penentuan awal tahun baru Hijriah sudah sepatutnya disikapi dengan peningkatan ibadah, bukan mistisisme. Kesadaran batin untuk berbenah diri menjadi esensi utama umat Islam dalam menyambut datangnya pergantian tahunnya.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah tanda-tanda datangnya tahun baru Islam yang perlu diketahui:
1. Berakhirnya Bulan Dzulhijjah sebagai Penutup Tahun
Tanda paling fundamental yang menandai akan datangnya tahun baru Islam adalah berakhirnya bulan Dzulhijjah. Dalam sistem penanggalan Hijriyah yang disepakati para sahabat di masa Khalifah Umar bin Khattab RA, Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 sekaligus bulan terakhir dalam setahun.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah menjelaskan hakikat ini dengan sangat indah: “Sesungguhnya Allah telah membuka awal tahun dengan bulan haram (Muharram) dan menjadikan akhir tahun dengan bulan haram (Dzulhijjah).”
Pernyataan ini sebagaimana dinukil dalam kitab Latha’iful Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, menunjukkan bahwa pergantian tahun dalam Islam bukanlah sekadar perputaran waktu yang hampa makna, melainkan sebuah siklus yang diapit oleh dua bulan yang dimuliakan Allah.
Secara praktis, datangnya tahun baru Islam ditandai dengan terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Dzulhijjah, bertepatan dengan masuknya waktu Maghrib. Saat itu pulalah 1 Muharram secara resmi dimulai.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026, sehingga pergantian tahun berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026 setelah Maghrib.
Advertisement
2. Masuknya 1 Muharram, Bulan Haram
Ketika 1 Muharram telah tiba, umat Islam memasuki salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
Dalam kitab Bimbingan Islam Seputar Bulan Muharram yang disusun oleh Tim Bimbingan Islam, Yayasan Bimbingan Islam, dijelaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Rasulullah SAW bersabda: “Waktu berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)
Ibnu Rajab rahimahullah dalam Latha’iful Ma’arif menegaskan, demikian itu menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut. Dan Allah tidaklah menyandarkan sesuatu kepada diri-Nya kecuali sesuatu tadi terhitung makhluk pilihan-Nya.
Datangnya bulan Muharram adalah tanda bahwa umat Islam memasuki bulan yang dimuliakan, sehingga wajib menjauhi segala bentuk kezaliman terhadap diri sendiri dan meningkatkan amal kebaikan. Sebagaimana disebutkan dalam buku Misteri Bulan ‘Asyuro Antara Mitos dan Fakta karya Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman Abu Ubaidah Yusuf, bahwa bulan Muharram atau dalam istilah Jawa dikenal dengan nama bulan Suro adalah bulan Allah yang sangat agung.
3. Tibanya Waktu untuk Memperbanyak Puasa Sunnah
Salah satu tanda paling jelas dari datangnya tahun baru Islam adalah dianjurkannya puasa sunnah di bulan Muharram. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling afdhal setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah, Al-Muharram.” (HR. Muslim no. 1163)
Dalam kitab Bulan Muharram dan Keutamaan Berpuasa di Dalamnya, Ustadz Abu Ahmad Said Yai menjelaskan bahwa puasa di bulan Muharram adalah puasa sunnah yang paling utama dibandingkan puasa sunnah di bulan-bulan lainnya.
Hal ini tidak menafikan bahwa hari-hari tertentu seperti hari Arafah, enam hari di bulan Syawal, atau hari Senin-Kamis juga memiliki keutamaan tersendiri. Namun secara umum, keutamaan puasa di bulan Muharram sangat istimewa karena bulan ini dinisbatkan secara khusus kepada Allah SWT sebagai Syahrullah (Bulan Allah).
Lebih khusus lagi, kedatangan bulan Muharram membawa kabar gembira tentang datangnya hari Asyura—tanggal 10 Muharram. Dalam kitab 33 Faidah Seputar Asyura dan Muharram, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menjelaskan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu, berdasarkan hadits: “Berpuasa pada hari Asyura, sungguh saya berharap (ihtisab) kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Syaikh Al-Munajjid juga memberikan peringatan penting dalam kitabnya yang sama: “Puasa Asyura itu menggugurkan seluruh dosa-dosa kecil, bukan menggugurkan dosa-dosa besar.” Jika tidak terdapat dosa kecil, maka akan ditetapkan kebaikan baginya dan diangkat derajatnya.
Namun jika terdapat dosa besar tanpa disertai dosa kecil, maka diharapkan dapat meringankan dosa besarnya, sebagaimana dijelaskan dalam Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi. Maka datangnya bulan Muharram menjadi tanda untuk segera mempersiapkan diri melaksanakan puasa sunnah, terutama puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram).
Advertisement
4. Terjadinya Peristiwa-Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam
Tanda lain yang mengiringi datangnya tahun baru Islam adalah peringatan akan berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan ini. Sebagaimana dicatat dalam literatur sejarah, bulan Muharram menyimpan sejumlah momen penting dalam perjalanan dakwah Islam.
Menurut buku Muharram Bulan Keramat: Mitos atau Realita? karya Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman (Pustaka Syahrul Fatwa, 2021), dalam riwayat Ibnu Abbas RA, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura.
Saat ditanya alasannya, mereka menjawab bahwa hari itu adalah hari di mana Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mendengar itu, Rasulullah SAW bersabda: “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim), kemudian beliau pun ikut berpuasa. Peristiwa ini menjadi salah satu bukti bahwa bulan Muharram—terutama hari Asyura—memiliki keterkaitan erat dengan sejarah para nabi terdahulu.
Selain itu, menurut kalangan ulama dan ahli sejarah, pada bulan Muharram pula Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS setelah beliau dimurkai dan diturunkan ke bumi, serta berbagai peristiwa agung lainnya yang mengajarkan umat Islam tentang pentingnya taubat dan kembalinya seorang hamba kepada Sang Pencipta.
5. Beredarnya Mitos dan Keyakinan yang Keliru di Masyarakat
Memasuki bulan Muharram, atau yang dalam tradisi Jawa disebut bulan Suro, sering kali dibarengi dengan beredarnya berbagai mitos dan keyakinan keliru di tengah masyarakat. Hal ini justru menjadi “tanda” penting bahwa umat Islam perlu lebih waspada dan kembali merujuk kepada tuntunan syariat.
Dalam buku Muharram Bulan Keramat: Mitos atau Realita?, Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman mengupas secara mendalam tentang keyakinan sebagian masyarakat yang menganggap bulan Muharram sebagai bulan keramat, bulan sial, bulan angker, atau bulan nestapa.
Beliau menegaskan bahwa keyakinan semacam ini adalah sisa-sisa pemahaman jahiliyah yang tidak memiliki landasan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dari segi syariat, bulan Muharram adalah bulan yang mulia dan termasuk dalam golongan empat bulan istimewa yang diharamkan Allah untuk dizalimi, bukan bulan yang penuh kesialan atau larangan-larangan mistis.
Sebagai contoh, masih banyak ditemukan tradisi seperti melakukan kenduri kuburan, membuat sesajen, atau pantangan menikah di bulan Suro—semua ini adalah bentuk-bentuk kesyirikan dan bid’ah yang perlu diluruskan. Bahkan, sebagian masyarakat meyakini bahwa jika tidak memanjatkan doa-doa tertentu pada malam 1 Muharram akan mendapat kesialan—keyakinan yang sangat bertentangan dengan tauhid.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah menegaskan: “Sesungguhnya Allah telah membuka awal tahun dengan bulan haram (Muharram) dan menjadikan akhir tahun dengan bulan haram (Dzulhijjah). Tidak ada bulan dalam setahun, setelah bulan Ramadan yang lebih mulia di sisi Allah daripada bulan Muharram.”
Maka sudah seharusnya umat Islam menyambut bulan mulia ini dengan penuh rasa hormat dan ibadah, bukan dengan ketakutan terhadap mitos.
Advertisement
6. Momentum untuk Bertobat, Muhasabah, dan Hijrah
Dari perspektif spiritual, datangnya tahun baru Islam adalah tanda yang paling agung bagi setiap Muslim untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah), bertobat dari segala dosa dan maksiat, serta bertekad untuk melakukan hijrah, baik secara maknawi maupun lahiriah, menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih taat kepada Allah SWT.
Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang menjadi titik awal penetapan kalender Hijriyah, mengandung pesan mendalam: bahwa perubahan menuju perbaikan diri membutuhkan kesungguhan, keberanian, dan keteguhan hati.
Dalam kitab Latha’iful Ma’arif, Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebutkan bahwa para ulama salaf sangat memanfaatkan sepuluh hari pertama bulan Muharram, sebagaimana mereka memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadhan dan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh. Ini menjadi bukti bahwa datangnya Muharram adalah seruan untuk segera berbenah.
Sebagaimana disampaikan dalam literatur Bimbingan Islam Seputar Bulan Muharram, bulan ini juga disebut sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Penyandaran bulan ini kepada Allah SWT merupakan bentuk pemuliaan yang luar biasa, sehingga sudah selayaknya umat Islam menyambutnya dengan penuh hormat, syukur, dan ketaatan.
“Bulan Muharram adalah bulan mulia, maka jangan sia-siakan dan rusak dengan kemaksiatan!” demikian pesan yang tersirat dari para ulama.
7. Kembalinya Umat kepada Sunnah dan Jauhi Bid’ah
Bulan Muharram juga menjadi “tanda” bagi umat Islam untuk mengevaluasi amalan-amalan yang biasa dilakukan pada awal tahun, apakah sesuai dengan sunnah atau justru termasuk bid’ah yang menyimpang. Di antara amalan yang tidak memiliki tuntunan syar’i dan tergolong bid’ah adalah:
Melapangkan belanjaan keluarga secara khusus di bulan Muharram yang sering ditandai dengan pembuatan bubur suro atau tajin sorah—sebuah tradisi yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.
Membaca surah Yasin secara berjamaah pada akhir Dzulhijjah dan awal Muharram dengan meyakini adanya keutamaan khusus di waktu tersebut. Jawaban dari lembaga fatwa menjelaskan bahwa amalan yang tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW—apalagi jika disertai keyakinan adanya keutamaan khusus yang tidak diajarkan—dapat dikategorikan sebagai bid’ah.
Rasulullah SAW sendiri dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengingatkan: “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan itu tertolak.” Maka ketika bulan Muharram tiba, tanda yang paling baik adalah kembalinya umat kepada sunnah dengan memperbanyak puasa, memperbaiki shalat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan meningkatkan silaturahmi, bukan dengan amalan-amalan yang tidak memiliki landasan syar’i.
Islam tidak mengenal ritual khusus yang wajib dilakukan pada malam 1 Muharram selain amalan-amalan umum yang dianjurkan sepanjang tahun.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Tanda Datangnya Tahun Baru Islam
Apa 4 larangan di bulan Muharram?
4 LARANGAN DI BULAN MUHARRAM YANG WAJIB DIKETAHUI UMAT ISLAM. Larangan Mendzalimi Diri Sendiri. Larangan Berbuat Maksiat. Larangan Berperang. Larangan Melakukan Bidah.
1 Muharram 2026 jatuh pada tanggal berapa?
1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada tanggal 16 Juni 2026, yang menandai awal tahun baru dalam kalender Islam.
Apa saja yang harus dilakukan umat Islam saat menyambut tahun baru Hijriyah?
Umat Islam dianjurkan untuk mengisi pergantian Tahun Baru Hijriyah dengan memperbanyak ibadah, muhasabah (introspeksi diri), dan melakukan amalan baik untuk meraih keberkahan.
Apa yang identik dengan tahun baru Islam?
Tahun Baru Islam (1 Muharram) sangat identik dengan refleksi spiritual, amalan ibadah, dan tradisi budaya lokal. Peringatan ini menandai peristiwa bersejarah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.
1 Muharram disunnahkan apa saja?
Pada 1 Muharram (Tahun Baru Islam), umat Islam disunnahkan untuk melakukan amalan ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan utamanya meliputi membaca doa awal tahun, memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur'an (seperti Surah Al-Mulk), bersedekah, serta bersiap untuk melaksanakan puasa sunnah Muharram.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309020/original/020803400_1785215556-Penelusuran_cek_fakta__klaim_pendaftaran_e-toll_gratis_dari_Jasa_Marga_adalah_hoaks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308884/original/022176700_1785207726-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-28T100127.665.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7805374/original/007527000_1780621590-Tugas__25_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3214081/original/074063100_1597893428-ramadan-2366301_1280.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419222/original/009460000_1763646900-Menag_Tafsir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4749999/original/079429500_1708587393-masjid-pogung-raya-owQ3N7FZgIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4957023/original/069684800_1727722364-WhatsApp_Image_2024-10-01_at_01.49.05_65253c26.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8260685/original/091098500_1781620959-pg16-1-muharam-jkt-bdg-madura-458e72.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260662/original/098410500_1781618317-1390f36d-756d-4b68-89cc-a0a142bbb51c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259210/original/093812700_1781491958-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3600664/original/072986500_1634092608-13_oktober_2021-1a.jpeg)