Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memotong Kuku Menurut Islam, Banyak Masih Mengabaikannya

Kesalahan yang sering dilakukan saat memotong kuku menurut islam masih cukup banyak ditemukan, seharusnya tidak terjadi karena bagian kesunahan.

Diterbitkan 11 Juni 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kesalahan yang sering dilakukan saat memotong kuku menurut islam masih cukup banyak ditemukan di tengah masyarakat. Padahal memotong kuku termasuk bagian dari fitrah yang dianjurkan Rasulullah SAW dan berkaitan langsung dengan kebersihan serta kesehatan seorang Muslim.

Kesalahan yang sering dilakukan saat memotong kuku menurut islam tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kuku semata. Ada pula kekeliruan yang berhubungan dengan adab, waktu tertentu, hingga pemahaman yang keliru tentang hukum memotong kuku dalam syariat.

Memotong kuku merupakan salah satu sunnah fitrah yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya. Amalan sederhana ini memiliki nilai ibadah karena termasuk bentuk menjaga kebersihan diri.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menyebut memotong kuku sebagai bagian dari lima perkara fitrah. Karena itu, kebiasaan ini tidak boleh dianggap sepele oleh umat Islam.

 

Memotong Kuku Termasuk Sunnah Fitrah

Rasulullah SAW bersabda tentang lima perkara fitrah yang dianjurkan bagi umat Islam. Salah satunya adalah memotong kuku secara rutin agar tetap bersih dan terawat.

Hadis tersebut menjadi dasar penting bahwa kebersihan tubuh merupakan bagian dari ajaran Islam. Kuku yang terawat juga membantu menjaga kesehatan dan mencegah penumpukan kotoran.

Dalam kehidupan sehari-hari, kuku sering menjadi tempat berkumpulnya debu dan bakteri. Karena itu, Islam memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan bagian tubuh ini.

Para ulama menjelaskan bahwa memotong kuku secara berkala merupakan bentuk menjaga kesucian dan kebersihan yang sangat dianjurkan.

 

Kesalahan Membiarkan Kuku Terlalu Panjang

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah membiarkan kuku tumbuh terlalu panjang. Sebagian orang bahkan sengaja memanjangkannya untuk alasan gaya atau kebiasaan tertentu.

Padahal Rasulullah SAW telah memberikan batasan agar kuku tidak dibiarkan terlalu lama tanpa dipotong. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa batas maksimalnya adalah empat puluh hari.

Anas bin Malik RA meriwayatkan bahwa Rasulullah memberikan batas waktu bagi umat Islam untuk memotong kuku, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan tidak lebih dari empat puluh hari.

Jika kuku dibiarkan terlalu panjang, kotoran akan lebih mudah menempel dan sulit dibersihkan. Kondisi ini tentu bertentangan dengan semangat kebersihan dalam Islam.

 

Mengabaikan Adab Memulai dari Sebelah Kanan

Kesalahan berikutnya adalah memotong kuku secara sembarangan tanpa memperhatikan adab yang dianjurkan para ulama. Meski tidak wajib, tata cara ini termasuk sunnah yang baik untuk diikuti.

Banyak ulama menganjurkan memulai dari tangan kanan sebelum beralih ke tangan kiri. Setelah itu dilanjutkan ke kaki kanan lalu kaki kiri.

Adab mendahulukan bagian kanan juga berlaku dalam banyak aktivitas ibadah dan keseharian umat Islam. Prinsip ini menjadi bentuk penghormatan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW.

Meski terdapat beberapa pendapat mengenai urutan detail jari yang dipotong, inti dari anjuran tersebut adalah mendahulukan bagian kanan terlebih dahulu.

 

Membuang Potongan Kuku Sembarangan

Sebagian orang menganggap potongan kuku sebagai benda yang tidak penting. Akibatnya, kuku yang telah dipotong sering dibuang begitu saja tanpa diperhatikan.

Dalam tradisi para ulama, potongan kuku dianjurkan dibuang di tempat yang baik. Sebagian ulama bahkan menganjurkan untuk menguburnya sebagai bentuk penghormatan terhadap bagian tubuh manusia.

Tujuan utama anjuran ini adalah menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Potongan kuku yang berserakan juga dapat mengganggu kebersihan rumah maupun tempat ibadah.

Karena itu, membuang potongan kuku ke tempat sampah tertutup menjadi pilihan yang lebih baik dibanding membiarkannya tercecer.

 

Percaya Mitos Hari Tertentu untuk Potong Kuku

Kesalahan lain yang masih banyak dipercaya adalah anggapan bahwa memotong kuku pada hari tertentu akan membawa sial. Sebagian masyarakat mengaitkan hari tertentu dengan nasib buruk setelah memotong kuku.

Dalam ajaran Islam tidak ditemukan dalil sahih yang melarang memotong kuku pada hari Senin, Selasa, Sabtu, atau hari lainnya. Kepercayaan semacam itu lebih dekat kepada mitos daripada ajaran agama.

Para ulama menjelaskan bahwa kuku dapat dipotong kapan saja ketika sudah panjang dan membutuhkan perawatan. Tidak ada ketentuan khusus mengenai hari baik maupun hari buruk.

Karena itu, umat Islam sebaiknya tidak terjebak pada keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat yang jelas.

 

Larangan Memotong Kuku Saat Kondisi Tertentu

Ada kondisi khusus yang memang melarang seseorang memotong kuku. Salah satunya adalah bagi Muslim yang telah berniat melaksanakan ibadah kurban dan telah masuk awal Dzulhijjah.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا

Latin: Idza dakhalal 'asyru wa arada ahadukum an yudhahhiya fala yamassa min sya'rihi wa basyarihi syai'an.

Artinya: "Apabila telah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikit pun." (HR Muslim).

Larangan serupa juga berlaku bagi orang yang sedang berihram dalam ibadah haji maupun umrah. Mereka harus menunggu tahallul sebelum memotong kuku.

Memahami kondisi-kondisi khusus ini penting agar umat Islam dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat yang benar.

Pada akhirnya, kesalahan yang sering dilakukan saat memotong kuku menurut islam bukan hanya soal teknik memotong kuku. Kesalahan tersebut juga berkaitan dengan kebersihan, adab, pemahaman agama, dan kepatuhan terhadap sunnah Rasulullah SAW.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk lebih memperhatikan tata cara yang benar agar aktivitas sederhana ini bernilai ibadah. Dengan memahami kesalahan yang sering dilakukan saat memotong kuku menurut islam, seseorang dapat menjaga kebersihan sekaligus mengikuti tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW.

 

 

Pertanyaan Seputar Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memotong Kuku

1. Apa hukum memotong kuku dalam Islam?

Memotong kuku termasuk sunnah fitrah yang sangat dianjurkan karena merupakan bagian dari menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.

2. Berapa lama batas maksimal tidak memotong kuku?

Berdasarkan hadis riwayat Muslim, kuku tidak boleh dibiarkan lebih dari 40 hari tanpa dipotong.

3. Apakah ada hari yang dilarang untuk memotong kuku?

Tidak ada dalil sahih yang melarang memotong kuku pada hari tertentu. Larangan tersebut hanya mitos yang tidak memiliki dasar syariat.

4. Mengapa dianjurkan memulai potong kuku dari tangan kanan?

Karena Islam menganjurkan mendahulukan bagian kanan dalam berbagai aktivitas yang baik sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

5. Kapan seseorang dilarang memotong kuku dalam Islam?

Larangan berlaku bagi orang yang berniat berkurban sejak masuk 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih, serta bagi orang yang sedang berihram haji atau umrah.