Bus Shalawat Kembali Beroperasi, Siap Angkut Jemaah Haji ke Masjidil Haram

Jumlah armada bus shalawat nantinya akan menurun seiring pergerakan jemaah haji Indonesia di Makkah.

Diterbitkan 01 Juni 2026, 12:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali mengoperasikan layanan bus shalawat untuk mengangkut jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Masjidil Haram setelah berakhirnya puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sebanyak 458 armada bus disiagakan untuk melayani jemaah di 23 rute selama 24 jam penuh.

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman mengatakan, operasional bus shalawat pasca-Armuzna semula dijadwalkan mulai 14 Zulhijah atau Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00, waktu Arab Saudi. Namun, jadwal tersebut diundur selama 12 jam dan baru dimulai pada pukul 13.00 di hari yang sama.

Menurut Syarif, penundaan dilakukan setelah adanya evaluasi dari pihak-pihak terkait dengan mempertimbangkan kondisi jemaah yang baru menyelesaikan rangkaian puncak haji.

“Biar waktunya digunakan untuk istirahat demi kesehatan dan keselamatan jemaah. Menurut kami itu masih sangat relevan jika kemudian ditunda 12 jam,” kata Syarif pada tim Media Center Haji di Makkah, Minggu, 31 Mei 2026.

Syarif memastikan seluruh rute bus shalawat beroperasi penuh di Makkah. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan jemaah yang akan melaksanakan tawaf ifadah, tawaf wada, maupun ibadah lainnya di Masjidil Haram.

Selain melayani mobilitas ibadah, bus shalawat juga mendukung pergerakan jemaah yang bersiap pulang ke Tanah Air maupun menuju Madinah. Pada tahap awal pemulangan pada Senin (1/6/2026), sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan kembali ke Indonesia.

Seiring berkurangnya jumlah jemaah di Makkah akibat pemulangan ke Indonesia dan pergerakan ke Madinah, jumlah armada bus shalawat akan disesuaikan secara bertahap. Pada akhir masa operasional, armada yang beroperasi diperkirakan tinggal 54 unit.

Di sisi lain, petugas telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mengurai kepadatan di terminal bus shalawat, terutama di Terminal Ajyad dan Syib Amir. Sejumlah pintu akses yang sebelumnya tertutup kini dibuka dan jalur masuk diperbanyak untuk memperlancar arus jemaah.

Petugas juga meminta jemaah memanfaatkan titik-titik antrean yang telah diberi penanda nomor dan tidak berdesakan saat menunggu bus. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kelelahan dan dehidrasi di tengah cuaca panas Makkah.