Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Aidilqurban, umat Islam di Indonesia kerap menghadapi kebingungan: apakah idul adha mengucapkan minal aidin wal faidzin? Pertanyaan ini relevan mengingat kalimat itu begitu akrab dan populer, terutama pada perayaan Idul Fitri.
Secara bahasa, frasa "Minal Aidin wal Faizin" berasal dari bahasa Arab yang berarti "Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (kepada fitrah) dan orang-orang yang menang."
Kata "Al-'Aidun" berarti "golongan yang kembali," merujuk pada kembalinya seseorang ke keadaan suci seperti saat baru lahir. Sementara "Al-Faizun" berarti "golongan yang menang," yakni orang-orang yang berhasil melawan hawa nafsu dan meraih kemenangan di sisi Allah SWT.
Advertisement
Merujuk ebook Bekal-bekal di Dalam Menyambut Idul Adha, karya Ustadz Abū Salmâ al-Atsarî, Jurnal Wawasan As-Sunnah tentang Qurban dan Idul Adha oleh Sulidar serta sumber kredibel lainnya, artikel ini akan mengulas hukum, makna, hingga alternatif ucapan dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.
Hukum Mengucapkan Minal Aidin pada Idul Adha, Pendapat Ulama
Para ulama sepakat bahwa mengucapkan selamat di hari raya (tahniah), seperti minal aidin wal faidzin secara umum adalah diperbolehkan, bahkan dianjurkan, selama tidak mengandung unsur yang diharamkan.
Syekhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa tahniah di hari raya hukumnya boleh dan tidak ada larangan syar'i. Beliau menegaskan barang siapa yang melakukannya, maka ia telah mengikuti teladan (para sahabat), dan siapa yang meninggalkannya, ia juga telah mengikuti teladan (yang lain). Artinya, Islam memberi kelapangan dalam hal ini.
Dalam kitab Al-Hawi Lil Fatawi, Imam Jalaluddin As-Suyuthi mengutip pendapat Al-Hafizh Abul Hasan Al-Maqdisi yang menyatakan bahwa ucapan selamat di hari raya hukumnya mubah (boleh), bukan sunnah dan bukan bid'ah.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin RA ketika ditanya tentang hukum mengucapkan selamat hari raya, beliau menjawab: "Ucapan selamat ketika Hari Raya dibolehkan. Tidak ada ucapan tertentu saat itu. Apa yang biasa diucapkan manusia dibolehkan selama di dalamnya tidak mengandung kesalahan (dosa)."
Advertisement
Makna Minal Aidin wal Faidzin sebagai Doa
Perlu diluruskan bahwa "Minal Aidin wal Faizin" bukanlah ungkapan permintaan maaf, melainkan sebuah doa. Kalimat lengkapnya adalah "Ja'alanallahu minal aidin wal faizin" (جَعَلَنَا اللهُ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ), yang artinya "Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang kembali (fitrah) dan menjadi pemenang."
Ucapan ini umumnya dikenal sebagai bagian dari tradisi masyarakat Nusantara yang populer setelah dipopulerkan oleh lagu "Hari Lebaran" karya Ismail Marzuki pada tahun 1954.
Sayangnya, di masyarakat luas, frasa ini sering disalahartikan sebagai "permohonan maaf lahir dan batin," yang tidak tepat secara kaidah bahasa. Akibatnya, esensi dari doa ini menjadi kabur.
Keutamaan sesungguhnya dari tradisi ini justru terletak pada nilai-nilai positif yang ingin disampaikan: harapan untuk kembali ke fitrah suci dan meraih kemenangan melawan hawa nafsu, terutama setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji atau sekadar menyambut hari raya.
Ucapan Minal Aidin pada Idul Adha, Diperbolehkan tapi Kurang Tepat
Perlu dipahami dengan jelas bahwa lafal "Minal Aidin wal Faizin" tidak ditemukan dalam Al-Qur'an maupun dalam satu pun hadis Nabi SAW. Ucapan ini merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat, terutama di Nusantara, dan lebih populer digunakan saat Idul Fitri.
Beberapa ulama kontemporer menilai bahwa ucapan ini kurang tepat jika digunakan untuk Idul Adha. Sebab, esensi Idul Adha bukanlah "kembali ke fitrah" (seperti makna Idul Fitri setelah sebulan berpuasa), melainkan momentum pengorbanan dan ketaatan yang meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.
Idul Adha adalah hari raya al-Udhhiyah (kurban), di mana nilai utamanya adalah itsar (mendahulukan orang lain), solidaritas sosial, serta ketundukan total kepada perintah Allah SWT.
Meskipun demikian, secara syariat, para ulama menjelaskan bahwa ucapan ini termasuk dalam kategori tahniah (ungkapan selamat) yang secara garis besar diperbolehkan, asalkan tidak dianggap sebagai kewajiban ibadah yang harus dilaksanakan. Jadi, jika seseorang mengucapkannya di Idul Adha sebagai bentuk doa dan kegembiraan, hal itu tidaklah berdosa.
Advertisement
Ucapan Idul Adha yang Lebih Utama: Taqabbalallahu minna wa minkum
Meskipun "Minal Aidin" diperbolehkan, para ulama sepakat bahwa ada ucapan yang lebih utama dan lebih sesuai dengan tuntunan sunnah, yaitu "Taqabbalallahu minna wa minkum" (تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ), yang berarti "Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian."
Riwayat yang paling kuat dalam hal ini berasal dari Jubair bin Nufair. Ia berkata:
كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا الْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
"Jika para sahabat Rasulullah SAW berjumpa dengan hari 'Id (Idul Fitri atau Idul Adha), satu sama lain di antara mereka saling mengucapkan: 'Taqabbalallahu minna wa minkum' (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)."
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fath al-Bari menyatakan bahwa sanad hadis ini hasan (baik).
Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya mengenai apa yang seharusnya diucapkan di hari raya Id (Idul Fitri atau Idul Adha), apakah dengan ucapan "Taqabbalallahu minna wa minkum?" Beliau menjawab: "Tidak mengapa mengucapkan seperti itu." (HR. Harb).
Bolehkah Gabungkan 2 Ucapan?
Banyak ulama kontemporer yang tidak mempermasalahkan penggabungan kedua ucapan tersebut, karena sama-sama mengandung doa kebaikan. Umat Islam dapat menggabungkan kedua kalimat tersebut menjadi:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ جَعَلَنَا اللهُ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ
Latin: "Taqabbalallahu minna wa minkum, ja'alanallahu minal 'aidin wal faizin."
Artinya: "Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian, dan semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali (kepada fitrah) dan orang-orang yang menang."
Dengan menggabungkan keduanya, kita telah mengamalkan doa yang dicontohkan para sahabat sekaligus melestarikan tradisi baik yang telah mengakar di masyarakat, tanpa kehilangan esensi dan makna dari masing-masing ucapan.
Advertisement
Jawaban untuk Ucapan Tersebut
Ucapan "Taqabbalallahu minna wa minkum" adalah sebuah doa. Maka, ketika seseorang mengucapkannya kepada kita, sangat dianjurkan untuk menjawabnya dengan doa yang lebih baik atau setidaknya semisal, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 86:
وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَا
"Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)."
Dalam praktiknya, jawaban yang umum diucapkan adalah "Taqabbalallahu minna wa minkum" juga, atau "Taqabbal ya Karim" (Semoga Allah Yang Maha Pemurah menerima).
Amalan-Amalan yang Dilakukan pada Hari Raya Idul Adha
Selain ucapan selamat, Hari Raya Idul Adha juga diisi dengan berbagai amalan mulia yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
1. Takbiran (Mengagungkan Allah)
Mengumandangkan takbir merupakan syiar utama Idul Adha. Untuk Idul Adha, takbir dimulai sejak pagi hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) hingga akhir hari Tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah). Lafal takbir yang disunnahkan antara lain: Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamd.
2. Shalat Idul Adha
Shalat Idul Adha dilaksanakan pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah setelah matahari terbit. Berikut tata cara ringkasnya:
Jumlah rakaat: Dua rakaat.
- Takbir tambahan: 7 kali pada rakaat pertama (setelah takbiratul ihram) dan 5 kali pada rakaat kedua. Di sela-sela takbir, disunnahkan membaca Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.
- Bacaan surat: Disunnahkan membaca Surah Al-A'la pada rakaat pertama dan Surah Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua, atau Surah Qaf dan Al-Qamar.
- Tanpa azan dan iqamah: Cukup dengan seruan ash-shalata jami'ah.
3. Khutbah Setelah Shalat
Berbeda dengan shalat Jumat, khutbah Idul Adha disampaikan setelah shalat, bukan sebelumnya. Khutbah ini mengandung nasihat tentang ketakwaan, keutamaan kurban, dan semangat berbagi.
4. Berkurban
Ini adalah puncak ibadah Idul Adha. Waktu penyembelihan kurban dimulai setelah shalat Id (10 Dzulhijjah) hingga terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah (hari tasyrik terakhir). Adabnya: menyebut nama Allah (Bismillah, Allahu Akbar), menghadap kiblat, dan menyembelih dengan pisau yang tajam.
5. Silaturahmi dan Berbagi
Hari raya adalah momentum untuk saling mengunjungi, memaafkan, dan berbagi kebahagiaan. Dianjurkan untuk mempererat tali persaudaraan serta membagikan daging kurban kepada fakir miskin, kerabat, dan tetangga.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Topik
Apakah boleh Idul Adha mengucapkan minal aidin wal faizin?
Meski di hari raya Idul Adha, diperbolehkan mengucapkan "Minal Aidin wal Faizin" sebagai bentuk tradisi dan doa kebaikan.
Ucapan Idul Adha yang benar menurut Islam?
Ucapan Islami Penuh Doa
“Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah dan kurban kita semua. Selamat Hari Raya Iduladha 1446 H.” “Di hari yang penuh keberkahan ini, semoga pengorbananmu menjadi pahala, dan doamu dikabulkan oleh Allah SWT.
Apakah Idul Adha taqabbalallahu minna wa minkum?
Di samping itu, menurut Sayyid Sabiq dalam bukunya “Fiqih Sunnah” dijelaskan bahwa ucapan taqabbalallahu minna wa minkum tidak hanya untuk hari raya Idulfitri saja, tetapi juga Idul Adha.
Lebaran Idul Adha mengucapkan apa?
Ucapan Idul Adha Singkat dan Penuh Makna
Taqabbalallahu minna wa minkum, selamat Idul adha 1447 H, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Hari raya penuh berkah telah tiba, semoga hidup kita semakin bermakna dengan berbagi dan bersyukur.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294561/original/045730600_1783843861-cek_fakta_-_pemutihan_pajak_kendaraan_gratis_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4860081/original/052651000_1718096377-Ilustrasi_Iduladha__Idul_Adha.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294841/original/008907800_1783891890-20260712_183218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294474/original/094305800_1783838406-063_2285709844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294171/original/030534100_1783819063-ing9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7831469/original/012176400_1780651630-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_13.01.18__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239408/original/049205600_1780024133-5808621281987571588.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675134/original/082353600_1780469988-1000336312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7517869/original/075662500_1780290249-Cara_Menghilangkan_Bau_Daging_di_Freezer_Usai_Idul_Adha.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7516880/original/051039500_1780289122-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239877/original/052325600_1780024780-17674852802150296434.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7147268/original/077510400_1779935388-5.jpg)