Apa Bacaan Dzikir yang Disunnahkan? Simak Penjelasan dan Keutamaannya

Apa bacaan dzikir yang disunnahkan perlu diketahui umat Islam, mengingat keutamaannya yang luar biasa. Selain ketenangan hati, dzikir adalah penggugur dosa

Diterbitkan 14 April 2026, 21:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dzikir merupakan amalan yang mengandung keutamaan besar. Maka itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui apa bacaan dzikir yang disunnahkan.

Sebelum membahanya dengan rinci, penting pula bagi kita untuk mengetahui syariat berdzikir. Perintah untuk memperbanyak dzikir termaktub dalam firman Allah SWT (QS. Al-Ahzab: 41), dan dalam ayat lain (QS. An-Nisa: 103).

Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa “Permisalan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dan mati” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam persktif berbeda, Isnan Ansory, Lc., M.Ag., dalam bukunya Qiyamul Lail dan Ramadhan menjelaskan, praktik dzikir pada hakikatnya adalah wujud pengakuan atas kesucian Allah SWT sekaligus permohonan perlindungan dari segala dosa. Berikut adalah panduan lengkap mengenai bacaan dzikir yang disunnahkan, di antaranya setelah setelah sholat fardhu.

Berikut ini adalah bacaan dzikir sesuai tuntunan sunnah berserta urutannya. Dzikir ini lazimnya dibaca setelah sholat, meski tak menutup kemungkinan dibacakan pada kesempatan lain. Sebab, dzikir dianjurkan dibaca kapan saja merujuk maknanya sebagai mengingat Allah SWT, asalkan bukan di tempat yang dilaranng syariat.

Berikut ini bacaan dan urutannya setelah sholat:

1. Istighfar

Dzikir diawali dengan membaca istighfar (HR. Muslim no. 591).

 أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3x)

Latin: Astaghfirullah (3x)

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."

2. Memuji Allah SWT dengan Doa Keselamatan

 للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Latin: Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikraam

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Memberi Keselamatan, dan dari-Mulah keselamatan itu. Mahasuci Engkau, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan."

 

3. Dzikir Tahlil, Tasbih, Tahmid, Takbir

Ini adalah inti dari dzikir setelah sholat. Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa yang bertasbih (33x), bertahmid (33x), dan bertakbir (33x) setelah shalat, lalu menggenapkannya menjadi seratus dengan kalimat tauhid, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan".

Tasbih (33x):

 سُبْحَانَ اللهِ

Latin: Subhanallah

Artinya: "Mahasuci Allah."

Tahmid (33x):

 الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alhamdulillah

Artinya: "Segala puji bagi Allah."

Takbir (33x):

 اللهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu Akbar

Artinya: "Allah Mahabesar."

Penutup (1x):

 لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir

Artinya: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

 

4. Bacaan Ayat Kursi

Ayat Kursi adalah bacaan yang agung dan dianjurkan untuk dibaca setelah sholat fardhu.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā nawm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man dzalladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi’idznih, ya‘lamu mā bayna aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’, wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, sedangkan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.

 

5. Bacaan Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Masing-masing surat dari Al-Mu'awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) dibaca 1x untuk sholat Dzuhur, Ashar, dan Isya. Khusus untuk sholat Subuh dan Maghrib, dianjurkan dibaca 3x. (HR. Abu Dawud)

Surat Al-Ikhlas (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

Dibaca 1 kali (sholat Dzuhur, Ashar, Isya) atau 3 kali (sholat Subuh dan Maghrib).

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾

Latin: Qul huwallāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakul-lahū kufuwan aḥad.

Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

Surat Al-Falaq (QS. Al-Falaq: 1-5)

Dibaca 1 kali (sholat Dzuhur, Ashar, Isya) atau 3 kali (sholat Subuh dan Maghrib).

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾

Latin: Qul a‘ūżu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri ghāsiqin idzā waqab, wa min syarrin-naffāthāti fil-‘uqad, wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad.

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”

Surat An-Nas (QS. An-Nas: 1-6)

Dibaca 1 kali (sholat Dzuhur, Ashar, Isya) atau 3 kali (sholat Subuh dan Maghrib).

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾

Latin: Qul a‘ūżu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min syarril-waswās al-khannās, alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās, minal-jinnati wan-nās.

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

 

Adab Berdzikir

Agar dzikir dan doa kita lebih sempurna dan diterima, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Ikhlas dan Yakin: Dzikir dan doa harus dilakukan semata-mata karena Allah SWT dengan penuh keyakinan akan dikabulkan.
  • Merendahkan Diri (Tawadhu): Dianjurkan untuk merendahkan diri, penuh rasa takut (khauf), dan harap (raja') kepada Allah.
  • Tidak Mengeraskan Suara: Dianjurkan untuk berdzikir dengan suara yang lembut, tidak terlalu keras, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.
  • Memperhatikan Adab Berdoa: Doa hendaknya dilakukan dengan tawadhu, ikhlas, dan berbaik sangka kepada Allah.
  • Tidak Buru-Buru Meninggalkan Tempat Sholat: Imam An-Nawawi juga menjelaskan bahwa Nabi SAW tidak langsung beranjak setelah salam, melainkan berdiam sejenak untuk berdzikir dan menjaga adab sosial.

 

Keutamaan Berdzikir

Dzikir memiliki keutamaan yang luar biasa bagi seorang muslim, antara lain:

  • Menjadi Sebab Hidupnya Hati: Orang yang berdzikir diibaratkan seperti orang yang hidup, sementara yang lalai seperti orang mati.
  • Diampuni Dosanya: Amalan dzikir setelah sholat menjadi sebab diampuninya dosa, sekalipun sebanyak buih di lautan.
  • Mendapat Ampunan, Rahmat, dan Ridha Allah: Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa orang yang berdoa akan mendapatkan ampunan, rahmat, ridha, serta petunjuk dari Allah SWT.
  • Disaksikan Malaikat dan Mendapat Pahala Besar: Para malaikat mencari orang-orang yang berdzikir untuk memberikan mereka kebutuhan dan pahala yang besar.
  • Mendapatkan Perlindungan dari Syaitan dan Keburukan: Di antara keutamaan dzikir, terutama setelah Subuh, adalah dilindungi dari segala keburukan dan dipelihara dari syaitan serta perbuatan dosa pada hari tersebut.

People Also Ask:

Zikir apa yang paling disukai Allah?

Subhanallah wa bihamdih, subhanallahil adziim.

Apa bacaan dzikir yang paling utama?

Salah satu lafal dzikir yang paling utama adalah kalimat tauhid la ilaha illallah, yang artinya tiada tuhan selain Allah.

Bagaimana tata cara zikir yang baik dan benar?

Tiga Adab dalam Dzikir Kepada Allah yang Harus Diperhatikan Umat...Berdzikir Dilakukan dengan Suara Pelan. Hal ini merujuk pada firman Allah dalam Q.S. al-A`raf [7] ayat 205. ...Tidak Dianjurkan Berdzikir dengan Suara Keras. ...Dzikir Dilakukan secara Individu.

Dzikir apa yang dibaca 100 kali?

22. Dzikir Pagi dan Petang, Dibaca 100 Kali