Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama membuka dialog bersama generasi Z dari berbagai negara, membahas kurikulum cinta yang sering digaungkan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pelbagai kesempatan.
Menurut Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron, kurikulum cinta menjadi topik penting dalam penguatan nilai spiritual dalam kurikulum pendidikan tinggi.
“Konsep Love-Based Curriculum atau Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai salah satu inovasi pendidikan dari Kementerian Agama. Kurikulum ini menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi utama pendidikan, dimulai dari kecintaan kepada Tuhan yang kemudian diwujudkan dalam kepedulian terhadap manusia dan alam semesta,” kata Sahiron di Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto, seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (8/3/2026).
Advertisement
Sahiron menambahkan, KBC dirancang untuk memperkuat akal sekaligus rohani, sehingga manusia mampu mengelola emosi dan membangun kehidupan yang harmonis.
“Konsep ini tidak menggantikan kurikulum yang sudah ada, tetapi menyisipkan nilai spiritualitas dalam proses pembelajaran agar pendidikan melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter,” jelas dia.
Dalam sesi dialog bersama mahasiswa, Sahiron juga menyoroti pentingnya penguatan kepemimpinan generasi muda melalui program AKMINAS (Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional). Pada 2025, program ini telah melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam.
Ruang Dialog
Senada dengan itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno yang turut hadir merespons dialog lintas generasi tersebut. Dia meyakini, hal itu menjadi ruang dialog tentang masa depan pendidikan tinggi Islam yang semakin mendunia.
“Forum tidak hanya mempertemukan mahasiswa lokal dan internasional, tetapi juga membahas strategi besar internasionalisasi kampus serta penguatan nilai spiritual dalam kurikulum pendidikan tinggi,” yakin Suyitno.
Dia pun mengapresiasi capaian UIN Saizu kembali dipercaya menjadi tuan rumah karena dinilai berhasil menarik minat mahasiswa asing dari berbagai negara. Sebab, internasionalisasi kampus kini menjadi salah satu prioritas utama Kementerian Agama dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam.
“Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah program fast track, yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 dalam waktu lima tahun. Program ini dirancang untuk mahasiswa berprestasi, baik dari dalam maupun luar negeri, dengan dukungan skema beasiswa khusus,” ungkap Suyitno.
Selain itu, lanjut Suyitno, Kementerian Agama juga membuka peluang karier global bagi lulusan PTKI dengan menyediakan ijazah dalam versi bahasa Inggris dan Arab, sehingga memudahkan alumni melanjutkan studi maupun bekerja di luar negeri.
Sementara itu, Rektor UIN Saizu Purwokerto, Ridwan, menambahkan, kampusnya mengusung tagline “Kampus Desa Mendunia.” Tercatat, UIN Saizu telah menjadi rumah bagi 56 mahasiswa asing dari 17 negara.
“Kami menargetkan jumlah tersebut meningkat hingga 117 mahasiswa internasional pada tahun 2027. Untuk mencapai target tersebut, kampus tengah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari pengajuan penilaian QS Stars dengan target tiga bintang, persiapan masuk QS World University Rankings, hingga rencana mengikuti pemeringkatan Times Higher Education (THE) pada 2027.
“Kami juga memperluas kolaborasi global melalui program international teaching yang melibatkan dosen dari 22 negara serta menjalankan 10 riset internasional sepanjang tahun ini,” tutur Ridwan.
Sebagai informasi, ke depan, kampus juga berencana membangun research center baru sekaligus memperkuat program student mobility, termasuk kegiatan KKN dan PPL di sejumlah negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3341307/original/037033900_1609899603-cek_fakta_kosmetik_cega_covid-19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320548/original/068244200_1786355298-cek_fakta_-_bansos_hut_ri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524458/original/010955100_1772948901-WhatsApp_Image_2026-03-08_at_12.08.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306335/original/075578900_1784874762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T133156.067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308884/original/022176700_1785207726-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-28T100127.665.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390489/original/006123400_1761278823-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__96_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5277085/original/093898600_1751978295-WhatsApp_Image_2025-07-08_at_16.26.32__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5409318/original/069617100_1762852713-1000518292.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295180/original/064690600_1783917113-cek_fakta_-_cpns_kemenag_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)