Liputan6.com, Jakarta - Zakat fitrah menjadi penutup ibadah puasa Ramadan, sekaligus sebagai penanda Idul Fitri akan segera tiba. Namun, dalam kesibukan menjelang hari raya, tidak jarang kewajiban ini terlupa. Kelalaian tersebut lantas menimbulkan pertanyaan mengenai langkah yang harus diambil untuk menunaikan zakat fitrah yang terlewat.
Penting bagi umat Muslim untuk memahami hukum dan tata cara penanganan lupa zakat fitrah. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan kewajiban, tetapi juga menjaga kesucian ibadah dan memastikan hak fakir miskin terpenuhi. Pasalnya, ibadah ini tertulis jelas sebagai aturan yang tidak boleh ditinggalkan oleh seluruh umat Muslim.
Lantas bagaimana seharusnya langkah kita saat terlupa membayar zakat fitrah? Lalu, apakah boleh dibayarkan di waktu lainnya dan tetap sah? Untuk mengetahui jawabannya, simak informasi selengkapnya berikut, dihadirkan Liputan6, berikut.
Advertisement
Hukum Membayar Zakat Fitrah Bagi Umat Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5087411/original/003801200_1736406649-1736398582844_perbedaan-zakat-fitrah-dan-zakat-mal.jpg)
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Hukumnya adalah fardhu ain, yang berarti wajib bagi setiap individu Muslim. Kewajiban ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan, dewasa maupun anak-anak, selama mereka hidup pada sebagian bulan Ramadan dan sebagian bulan Syawal.
Dasar hukum zakat fitrah bersumber dari Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Perintah zakat secara umum terdapat dalam Al Baqarah ayat 177, yang berbunyi sebagai berikut:
۞ لَيْسَ الْبِرَّاَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْا ۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
Laisal-birra an tuwallū wujūhakum qibalal-masyriqi wal-magribi wa lākinnal-birra man āmana billāhi wal-yaumil ākhiri wal-malā'ikati wal-kitābi wan-nabiyyīn(a), wa ātal-māla ‘alā ḥubbihī żawil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīna wabnas-sabīl(i), was-sā'ilīna wa fir-riqāb(i), wa aqāmaṣ-ṣalāta wa ātaz-zakāh(ta), wal mūfūna bi‘ahdihim iżā ‘āhadū, waṣ-ṣābirīna fil-ba'sā'i waḍ-ḍarrā'i wa ḥīnal-ba's(i), ulā'ikal-lażīna ṣadaqū, wa ulā'ika humul-muttaqūn(a).
"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." dikutip dari laman Al Quran, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kemudian, hadis Nabi Muhammad SAW juga menjadi dasar tentang aturan zakat fitrah yang diwajibkan sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dan untuk memberi makan orang miskin. Berikut dalilnya merujuk Hadist Riwayat Muslim dalam laman NU Online:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ، صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ، عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ، ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى، مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Sesungguhnya Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah bagi manusia berupa satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum atas setiap orang yang merdeka ataupun budak, laki-laki atau perempuan dari golongan umat muslim,"
Dapat disimpulkan bahwa, hukum membayar zakat fitrah adalah wajib bagi yang mampu. Mampu di sini diartikan memiliki kelebihan rezeki serta bahan makanan, dan bisa membaginya dengan kalangan membutuhkan. Terkait waktu pembayaran, zakat fitrah memiliki beberapa kategori. Waktu wajib adalah sejak terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri hingga sebelum salat Idul Fitri. Pembayaran zakat fitrah setelah salat Idul Fitri tanpa alasan syar'i dapat menjadikan zakat tersebut hanya bernilai sedekah biasa.
Advertisement
Apa yang Harus Dilakukan saat Lupa Zakat Fitrah?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4790280/original/046057200_1711942335-2149359432.jpg)
Lantas apa yang harus dilakukan oleh umat Muslim jika dirinya terlupa membayar zakat fitrah? Dalam laman Baznaz disebutkan bahwa, apabila seseorang terlupa menunaikan zakat fitrah hingga melewati batas waktu yang ditentukan, langkah pertama adalah segera memohon ampun kepada Allah SWT. Kelalaian dalam menunaikan kewajiban ini merupakan dosa, sehingga pengakuan kesalahan dan permohonan ampunan menjadi tindakan awal yang penting.
Setelah memohon ampun, kewajiban zakat fitrah tidak gugur. Mayoritas ulama sepakat bahwa zakat fitrah yang terlambat tetap menjadi utang yang wajib dibayar atau diqadha. Proses qadha ini berarti menunaikan zakat yang tertunda sesuai dengan jumlah dan jenis yang semestinya.
Qadha zakat fitrah harus dilakukan sesegera mungkin setelah menyadari kelupaan. Tidak ada batas kedaluwarsa untuk kewajiban ini, karena zakat fitrah yang terlambat tetap merupakan utang kepada Allah yang harus dilunasi.
Bentuk Pembayaran Zakat Fitrah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167134/original/006016500_1742313513-zakat_fitrah.jpg)
Secara syariat, zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk makanan pokok. Takaran yang ditetapkan adalah satu sha', yang setara dengan sekitar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras. Bahan makanan pokok ini harus memiliki kualitas yang sama dengan yang biasa dikonsumsi oleh pembayar zakat sehari-hari.
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang. Mazhab Hanafi memperbolehkan pembayaran dengan uang tunai yang senilai dengan bahan makanan pokok. Beberapa ulama kontemporer juga mendukung pandangan ini, mempertimbangkan kondisi masyarakat saat ini.
Di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah menetapkan besaran zakat fitrah dalam bentuk uang tunai. Misalnya, untuk tahun 2026, BAZNAS menetapkan besaran zakat fitrah sebesar Rp50.000 per jiwa, atau setara dengan 2,5 kilogram beras premium.
Advertisement
Cara Membayar Zakat Fitrah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150411/original/049484300_1741074740-1741072342542_batas-bayar-zakat-fitrah.jpg)
Pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan melalui lembaga amil zakat resmi, seperti BAZNAS atau lembaga amil zakat lainnya. Penyaluran melalui amil zakat memastikan bahwa zakat terdistribusi secara merata dan tepat sasaran kepada delapan golongan penerima zakat.
Selain melalui amil, zakat fitrah juga dapat diserahkan langsung kepada mustahik atau orang yang berhak menerima zakat. Namun, disarankan untuk menyerahkan melalui amil agar distribusi lebih terorganisir dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Agar tidak lupa di masa mendatang, umat Islam dapat memanfaatkan teknologi seperti alarm atau kalender digital sebagai pengingat. Pembayaran zakat fitrah juga dapat dilakukan lebih awal, yaitu sejak awal bulan Ramadan, untuk memastikan kewajiban ini tertunaikan sebelum batas waktu.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apakah zakat fitrah yang lupa dibayar tetap wajib?
A: Ya, zakat fitrah yang terlupa dibayar tetap menjadi kewajiban dan harus diqadha.
Q: Apa hukumnya jika seseorang lupa membayar zakat fitrah?
A: Seseorang yang lupa membayar zakat fitrah dianggap berdosa, tetapi kewajiban zakatnya tidak gugur.
Q: Kapan batas akhir pembayaran zakat fitrah?
A: Batas akhir pembayaran zakat fitrah adalah sebelum salat Idul Fitri.
Q: Bolehkah membayar zakat fitrah dengan uang?
A: Terdapat perbedaan pendapat ulama, tetapi di Indonesia, BAZNAS memperbolehkan pembayaran dengan uang.
Q: Apa yang harus dilakukan pertama kali jika menyadari lupa zakat fitrah?
A: Langkah pertama adalah segera memohon ampun kepada Allah SWT dan menunaikan qadha zakat fitrah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864018/original/051307000_1737543005-WhatsApp_Image_2025-01-22_at_17.47.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4400005/original/008170900_1681813298-20230418-Zakat-Fitrah-Herman-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3451142/original/061694800_1620380110-20210507-Zakat-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3131336/original/096796200_1589779341-17073.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5159323/original/011934800_1741710369-zakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521378/original/058769000_1772688582-074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533411/original/033287600_1773736065-SAVE_20260317_114806.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529738/original/071053200_1773379113-beras_zakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5151391/original/073739400_1741159076-rice-3506194_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531529/original/097781100_1773619716-2.jpg)