Kemenag Dorong Riset dan Industri Halal di Perguruan Tinggi

Kemenag meluncurkan program Halal Goes to Campus di Universitas Padjadjaran untuk meningkatkan literasi halal dan mendorong penguatan ekosistem industri halal di kalangan mahasiswa.

Diterbitkan 03 Maret 2026, 22:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Halal Goes to Campus bertema Ngobral (Ngobrolin Halal) di Auditorium Bale Sawala Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor, Selasa (3/3/2026).

Program ini bertujuan memperkuat literasi halal di kalangan mahasiswa sekaligus membangun kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan ekosistem industri halal.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad mengatakan, masyarakat Indonesia kerap menganggap produk yang beredar otomatis halal karena mayoritas penduduknya muslim. Padahal, kepastian halal tetap membutuhkan sistem dan regulasi yang jelas.

Ia mengutip QS Al-Baqarah ayat 168 yang menyerukan manusia untuk mengonsumsi produk halal dan tayib.

“Ayat tersebut dimulai dengan ‘yaa ayyuhannas’, yang artinya ditujukan kepada seluruh manusia. Halal bukan hanya anjuran bagi umat Islam, tetapi prinsip universal tentang kebaikan dan kebermanfaatan,” jelasnya.

Menurut Abu Rokhmad, konsep halal dan tayib mencakup berbagai produk seperti makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, hingga produk lainnya. Indonesia sendiri telah memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mengatur sistem sertifikasi dan label halal sebagai jaminan bagi konsumen.

Ia menambahkan, halal kini berkembang menjadi gaya hidup global. Beberapa negara Asia seperti China dan Korea Selatan bahkan telah memiliki pusat halal dan banyak perusahaan asing mengajukan sertifikasi halal ke Indonesia.

“Kami ingin mengajak generasi muda agar memiliki pemahaman tentang halal. Banyak juga perusahaan besar China yang minta sertifikasi halal ke Indonesia. Ini kesempatan, khususnya buat mahasiswa agar mampu mengembangkan kemampuan dan jejaring dalam industri halal,” ujarnya.

Abu Rokhmad juga mendorong perguruan tinggi membuka program studi industri halal yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti kimia, fisika, dan farmasi.

 

Konsep Halal Fitrah Manusia

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Widya Setiabudi Sumadinata mengatakan konsep halal tidak hanya relevan bagi umat Islam, tetapi merupakan bagian dari fitrah manusia untuk hidup sehat dan sejahtera.

“Halal sebetulnya bukan sesuatu yang istimewa hanya untuk umat Islam. Halal adalah fitrah manusia. Jika ingin hidup sejahtera dan sehat secara fisik, ruhani, dan sosial, maka makanan yang dikonsumsi harus halal,” ujarnya.

Widya menilai kesadaran terhadap standar halal justru berkembang pesat di negara-negara Barat. Banyak negara nonmuslim mempercayai kualitas dan standar produk halal, sementara Indonesia masih perlu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sertifikasi dan ekosistem industri halal.

“Kita sebagai umat Islam kadang kurang aware dengan ekosistem halal itu sendiri, terutama dalam konteks bisnis dan sertifikasi. Mudah-mudahan kegiatan ini menginspirasi kita untuk mulai peduli dan sadar pentingnya mengonsumsi produk halal,” tambahnya.

Secara terpisah, Direktur Jaminan Produk Halal Fuad Nasar mengatakan kegiatan Halal Goes to Campus di Unpad menjadi agenda perdana yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap konsumsi dan gaya hidup halal.

“Halal telah menjadi isu populer di negara kita terutama sejak ekosistem halal dikenalkan kepada publik. Sertifikasi produk halal perlu terus ditingkatkan volumenya, namun tidak boleh berhenti sampai di situ. Riset halal perlu ditumbuhkan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik tentang jaminan produk halal perlu didorong di kampus PTN dan PTKIN,” ujarnya.

Program Halal Goes to Campus diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan untuk memperkuat literasi halal sekaligus mendorong lahirnya ekosistem industri halal yang inklusif, modern, dan berbasis riset.