Dzikir Pagi dan Petang Selama Ramadhan, Bacaan Lengkap dan Keutamaannya

Dzikir pagi dan petang selama Ramadhan punya keistimewaan tersendiri. Selain terkait waktunya yang berkah, Ramadhan adalah saat ketika tiap detiknya mustajabah

Diterbitkan 06 Maret 2026, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memperbanyak dzikir kepada Allah sangat dianjurkan di setiap waktu, terlebih di bulan suci. Dzikir pagi dan petang selama Ramadhan menjadi amalan yang dianjurkan untuk mengingat Allah dan mendapatkan rahmat-Nya.

Dzikir pagi dan petang merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SAW berfirman dalam Al-Qur'an, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang" (QS. Al-Ahzab: 41-42)

Waktu-waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan antara lain saat sahur, saat berbuka, waktu antara adzan dan iqamah, serta di sepertiga malam terakhir.

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan waktu pagi (bukrah) adalah waktu setelah shalat Subuh hingga matahari terbit, sedangkan waktu petang (ashiil) adalah waktu setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam. Bahkan sebagian ulama seperti Imam Syafi'i rahimahullah memperluas makna petang hingga mencakup waktu Magrib dan Isya, sehingga dzikir petang tetap sah dilakukan setelah Magrib, terutama bagi yang memiliki uzur.

Waktu dzikir pagi dimulai dari terbit fajar hingga matahari terbit, dan waktu yang paling utama adalah setelah shalat Subuh berjamaah hingga matahari terbit. Berikut adalah bacaan-bacaan dzikir pagi yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih:

1. Membaca Ayat Kursi

Dibaca 1 kali pada waktu pagi dan petang.

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyūm, lā ta'khużuhū sinatuw wa lā na'ūm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bi syai'im min 'ilmihī illā bimā syā', wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.

Artinya: "Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Baqarah: 255).

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa barangsiapa membaca Ayat Kursi pada pagi hari, maka ia akan dilindungi dari gangguan setan hingga petang, dan barangsiapa membacanya pada petang hari, maka ia akan dilindungi hingga pagi.

2. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas

Dibaca 3 kali pada waktu pagi dan petang.

a. Surat Al-Ikhlas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾

Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." .

b. Surat Al-Falaq

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾

Latin: Qul a'ūżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki" .

c. Surat An-Naas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾

Latin: Qul a'ūżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal jinnati wan-nās.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia" .

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas tiga kali pada pagi dan petang hari akan mencukupi seseorang dari segala sesuatu .

 

3. Dzikir Pagi (Ashbahna...)

Dibaca 1 kali pada waktu pagi.

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Latin: Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba'dahu, wa a'udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba'dahu. Robbi a'udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a'udzu bika min 'adzabin fin naari wa 'adzabin fil qobri.

Artinya: "Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur".

 

4. Membaca Sayyidul Istighfar

Dibaca 1 kali pada waktu pagi dan petang. Sayyidul Istighfar adalah penghulu istighfar karena keutamaan dan kandungannya yang agung.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allāhumma anta rabbī, lā ilāha illā anta khalaqtanī. Wa anā 'abduka, wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'ūdzu bika min syarri mā shana'tu. Abū'u laka bini'matika 'alayya. Wa abū'u bidzanbī. Faghfirlī. Fa innahū lā yaghfirudz dzunūba illā anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau, Engkau-lah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau".

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari itu sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa membacanya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga" (HR. Bukhari).

Dzikir Petang, Mengakhiri Hari dengan Perlindungan Allah

Waktu dzikir petang dimulai dari waktu Ashar hingga matahari terbenam. Namun menurut sebagian ulama, termasuk Imam Syafi'i, waktu petang mencakup juga waktu Magrib dan Isya . Berikut adalah bacaan-bacaan dzikir petang:

1. Membaca Ayat Kursi

Dibaca 1 kali (sama seperti pada dzikir pagi).

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, membaca Ayat Kursi pada petang hari akan memberikan perlindungan dari gangguan setan hingga pagi hari .

2. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas

Dibaca 3 kali (sama seperti pada dzikir pagi) .

3. Dzikir Petang (Amsaina...)

Dibaca 1 kali pada waktu petang.

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Latin: Amsaynā wa amsal mulku lillah walhamdulillah, lā ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr. Robbi as-aluka khoiro mā fī hāżihil lailah wa khoiro mā ba'dahā, wa a'ūżu bika min syarri mā fī hāżihil lailah wa syarri mā ba'dahā. Robbi a'ūżu bika minal kasali wa sū'il kibar. Robbi a'ūżu bika min 'ażābin fin nāri wa 'ażābin fil qabri.

Artinya: "Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur" .

4. Membaca Sayyidul Istighfar

Dibaca 1 kali (sama seperti pada dzikir pagi) .

 

5. Doa Perlindungan dari Segala Bahaya

Dibaca 3 kali pada waktu pagi dan petang.

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Latin: Bismillāhillażī lā yaḍurru ma'asmihī syai'un fil-arḍi wa lā fis-samā'i wa huwas-samī'ul-'alīm.

Artinya: "Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" .

Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa membacanya tiga kali pada pagi hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya hingga petang. Dan barangsiapa membacanya tiga kali pada petang hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya hingga pagi" (HR. Abu Dawud, Tirmidzi) .

6. Dzikir Petang Lainnya

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Latin: Allāhumma bika amsainā, wa bika aṣbaḥnā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaikal-maṣīr.

Artinya: "Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk)"

Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang di Bulan Ramadhan

Para ulama menjelaskan berbagai keutamaan dzikir pagi dan petang, terutama ketika diamalkan di bulan Ramadhan:

1. Bentuk Ketaatan kepada Perintah Allah

Allah SWT secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk memperbanyak dzikir, terutama pada waktu pagi dan petang. Dalam surat Al-Mu'min ayat 55, Allah berfirman:

"Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi".

2. Mendapatkan Perlindungan Allah Sepanjang Hari

Dengan membaca dzikir pagi, seorang muslim akan mendapatkan perlindungan Allah dari berbagai gangguan dan bahaya hingga petang. Demikian pula dengan dzikir petang, ia akan dilindungi hingga pagi.

3. Mendatangkan Ketenangan Hati

Allah ﷻ berfirman:

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28).

Di bulan Ramadhan, ketenangan hati sangat diperlukan agar ibadah puasa dapat dijalani dengan khusyuk dan penuh kekuatan spiritual.

4. Menjaga Lisan Tetap Basah dengan Dzikir

Rasulullah ﷺ bersabda: "Hendaklah lisanmu selalu basah untuk berdzikir pada Allah" (HR. Ahmad, sanad shahih).

Menjaga lisan tetap basah dengan dzikir akan melindungi seseorang dari perkataan sia-sia, ghibah, dan namimah yang dapat mengurangi pahala puasa.

5. Mendapatkan Keberkahan di Awal dan Akhir Hari

Dzikir pagi dan petang membuat seorang muslim memulai dan mengakhiri harinya dengan mengingat Allah. Hal ini mendatangkan keberkahan dalam seluruh aktivitas yang dilakukan di siang maupun malam hari.

6. Amalan yang Dicintai Allah

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di antara amalan yang paling dicintai Allah adalah dzikir yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit. Dzikir pagi dan petang yang diamalkan secara rutin, terutama di bulan Ramadhan, akan menjadi amalan yang sangat dicintai Allah.

People also Ask:

Apa saja bacaan dzikir pagi dan petang?

Apa Beda Dzikir Pagi, Dzikir Petang dan Dzikir Harian ...Dzikir pagi dan petang adalah amalan sunnah yang penting, mencakup pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an (seperti Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), doa-doa perlindungan (ta'awwuz), dan kalimat-kalimat pujian/pengakuan kebesaran Allah seperti “Asbahnaa wa ashbahal mulku lillah” di pagi hari dan "Amsainaa wa amsal mulku lillah" di petang hari, serta doa "Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an, rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan" (pagi hari) dan "Allahumma bika ashbahnaa wa bika amsaynaa".

Apa saja 5 amalan di bulan Ramadhan?

Lima amalan utama di bulan Ramadan adalah Puasa Ramadan (wajib), Salat Tarawih, Tadarus Al-Qur'an, Sedekah, dan Memperbanyak Doa serta Ibadah Malam (Qiyamul Lail) (seperti i'tikaf, terutama 10 hari terakhir), karena Ramadan adalah bulan peningkatan ibadah, kebaikan, dan kedekatan dengan Allah SWT.

10 hari pertama Ramadhan dapat apa?

Di 10 hari pertama Ramadan, Allah membuka pintu rahmat seluas-luasnya. Inilah waktu terbaik untuk meluruskan niat, memperbaiki ibadah, dan menata hati sebelum melangkah lebih jauh di bulan suci.

Zikir apa yang paling dahsyat?

Dzikir paling dahsyat meliputi kalimat tauhid (Laa ilaaha illallah), empat kalimat mulia (Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar), serta kalimat istighfar dan pujian lainnya yang ringan diucapkan namun berat timbangannya, seperti "Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil adzim" dan "La hawla wa la quwwata illa billah", yang semuanya memiliki keutamaan besar untuk menghapus dosa, mendatangkan pahala, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dzikir pagi petang dibaca jam berapa?

Kapan Batas Waktu Membaca Dzikir Pagi Dan Petang? - Jadwal ...Waktu dzikir pagi dimulai dari setelah Subuh hingga matahari terbit, sementara dzikir petang dimulai dari waktu Ashar hingga Maghrib; namun, ada kelonggaran, yaitu dzikir pagi bisa dibaca hingga sebelum Zuhur dan dzikir petang hingga sebelum tengah malam jika terlewat waktu utama, dengan waktu paling utama (afdhol) adalah antara Subuh-terbit matahari dan Ashar-Maghrib, berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan Sunnah.