Liputan6.com, Jakarta - Rakaat tarawih menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah malam selama Ramadan. Setelah salat Isya, umat Muslim menunaikan salat sunnah ini dengan penuh kekhusyukan untuk meraih pahala dan keberkahan.
Perbedaan jumlah rakaat tarawih sering kali menjadi pembahasan di tengah masyarakat. Ada yang memilih delapan, sementara lainnya melaksanakan dua puluh sesuai tradisi dan keyakinan masing-masing.
Pelaksanaan rakaat tarawih juga menghadirkan suasana tenang melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an. Momen ini menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus mempererat kebersamaan selama bulan suci.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan jumlah rakaat tarawih, Senin (16/2/2026).
Perdebatan Jumlah Rakaat Tarawih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4398538/original/021682500_1681724902-pray-g2e7ab62ad_1280.jpg)
Mengutip buku berjudul Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW (2016) oleh Ustadz Arif Rahman, ada dua pendapat mengenai jumlah rakaat shalat tarawih. Pendapat pertama menyebutkan bahwa jumlah rakaat shalat tarawih sebanyak dua puluh rakaat. Pendapat kedua menyebutkan bahwa jumlah rakaat shalat tarawih sebanyak delapan rakaat. Masing-masing dikerjakan dua rakaat dan salam. Disertai dengan witir.
Keduanya memiliki dasar yang kuat. Rasulullah SAW mengerjakan shalat tarawih di masjid, kemudian para sahabat mengikutinya. Karena khawatir diwajibkan atas umatnya, beliau mengerjakannya di rumah.
Mengutip buku berjudul Kitab Lengkap Panduan Shalat (2017) oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani, Ma, Ust. M. Khalilurrahman Al Mahfani, Abdurrahim Hamdi, MA, menurut mayoritas ulama, dan ini telah dilaksanakan oleh salafus shalih sejak dahulu, pelaksanaan shalat Tarawih yang paling utama adalah setelah shalat Isya dengan berjamaah di masjid.
Ada pun jumlah rakaat shalat Tarawih yang dilaksanakan oleh Rasulullah ﷺ adalah 11 rakaat atau 13 rakaat dengan ditambah 2 rakaat shalat iftitah (2 rakaat pembuka).
Dari Aisyah r.a., ia berkata:
مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُصَلِّي أَرْبَعًا، فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا، فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا
Artinya: "Rasulullah ﷺ tidak pernah menambah salat malam, baik pada bulan Ramadan maupun di luar Ramadan, lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat—jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya—kemudian salat empat rakaat lagi—jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya—kemudian beliau salat tiga rakaat (witir)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadis tersebut, Ummul Mukminin Aisyah r.a. menjelaskan bahwa jumlah salat malam Rasulullah ﷺ adalah sebelas rakaat, termasuk witir.
Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى، وَيُوتِرُ بِرَكْعَةٍ
Artinya: "Nabi ﷺ melaksanakan salat malam dua rakaat dua rakaat dan berwitir dengan satu rakaat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjelaskan tata cara pelaksanaan salat malam yang dilakukan secara berpasangan (dua rakaat salam), kemudian ditutup dengan witir.
Dari Qasim bin Muhammad, ia berkata:
سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ مِنَ اللَّيْلِ عَشْرَ رَكَعَاتٍ وَيُوتِرُ بِرَكْعَةٍ
Artinya: "Aku mendengar Aisyah berkata, ‘Salat malam Rasulullah ﷺ adalah sepuluh rakaat dan beliau berwitir dengan satu rakaat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Advertisement
Rasulullah SAW Tidak Membatasi Jumlah Rakaat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3965834/original/043222700_1647500264-Ilustrasi_sholat_tasbih.jpg)
Selain delapan dan dua puluh rakaat, terdapat pula variasi jumlah rakaat salat Tarawih. Mazhab Maliki berpendapat Tarawih berjumlah 36 rakaat, berdasarkan praktik penduduk Madinah pada masa awal Islam. Beberapa riwayat juga menyebutkan pelaksanaan sebanyak 12, 13, 21, bahkan hingga 40 rakaat, sesuai tradisi di masing-masing daerah.
Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa seluruh jumlah tersebut diperbolehkan. Menurutnya, pelaksanaan salat malam sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan jamaah. Perbedaan ini terjadi karena tidak ada hadis sahih yang secara tegas membatasi jumlah rakaat Tarawih, serta adanya perbedaan dalam memahami dalil.
Masih mengutip buku berjudul Kitab Lengkap Panduan Shalat (2017) oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani, Ma, Ust. M. Khalilurrahman Al Mahfani, Abdurrahim Hamdi, MA, namun demikian, Rasulullah SAW tidak membatasi jumlah rakaat shalat Tarawih. Mayoritas ulama juga berpendapat bahwa tidak ada riwayat yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW membatasi jumlah rakaat shalat Tarawih.
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan dalam At-Tamhid bahwa sesungguhnya shalat malam tidak memiliki batasan jumlah rakaat tertentu. Shalat malam adalah shalat nafilah (yang dianjurkan), termasuk amalan dan perbuatan baik. Siapa saja boleh mengerjakan sedikit rakaat. Siapa yang mau juga boleh mengerjakan dengan jumlah rakaat yang banyak.
Jadi, shalat Tarawih dengan 11 (sebelas rakaat) dengan witir atau 23 (dua puluh tiga rakaat) dengan witir boleh saja, karena kedua-duanya dilakukan oleh para sahabat dan tabi’in.
Waktu Pelaksanaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145757/original/060582900_1740732778-muslim-praying-sujud-posture_53876-25222.jpg)
Mengutip buku berjudul Fiqih Sunnah Jilid 1 (2017) oleh Sayyid Sabiq, Qiyâmu Ramadhan atau shalat Tarawih disunahkan bagi laki-laki dan perempuan. Shalat Tarawih dikerjakan dua rakaat-dua rakaat setelah shalat isya sebelum mengerjakan shalat witir.
Niat sholat Tarawih:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى. اللهُ أَكْبَرُ.
Ushalli sunnata-t-tarâwîh rak‘ataini lillâhi ta‘âla. Allâhu akbar.
"Saya berniat mengerjakan sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Mahabesar."
Shalat tarawih boleh juga dikerjakan setelah shalat witir, tapi cara ini menyalahi cara yang lebih utama. Waktunya berlangsung sampai akhir malam. Para perawi meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW menganjurkan kaum muslim mengerjakan shalat Tarawih tanpa mengharuskannya. Beliau bersabda,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
"Siapa yang mengerjakan qiyâm Ramadhan atas dasar keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah, maka dosanya yang telah lalu diampuni (oleh Allah)."
Mengutip buku berjudul Kitab Lengkap Panduan Shalat (2017) oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani, Ma, Ust. M. Khalilurrahman Al Mahfani, Abdurrahim Hamdi, MA, Shalat Tarawih akan lebih utama jika dilaksanakan pada akhir-akhir bulan Ramadhan. Sebab, di sepertiga akhir bulan Ramadhan terdapat malam yang sangat utama, yakni Lailatul Qadar. Siapa pun yang beribadah di malam tersebut akan dicatat beribadah sepanjang seribu bulan.
Allah SAW berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (القدر: ٣)
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al-Qadar: 3)
Q & A Seputar Topik
Berapa jumlah rakaat shalat Tarawih yang umum dilakukan?
Jumlah rakaat shalat Tarawih yang umum dilakukan adalah 8 rakaat ditambah 3 rakaat Witir (total 11 rakaat) atau 20 rakaat ditambah 3 rakaat Witir (total 23 rakaat). Beberapa mazhab juga mengenal 36 rakaat Tarawih.
Mengapa terdapat perbedaan jumlah rakaat dalam shalat Tarawih?
Perbedaan jumlah rakaat dalam shalat Tarawih muncul karena tidak adanya hadis sahih yang secara tegas menetapkan jumlah rakaat yang pasti dari Rasulullah SAW, serta adanya perbedaan penafsiran hadis dan amalan para sahabat setelah Nabi wafat.
Apakah shalat Tarawih 8 rakaat sah dan berpahala?
Ya, shalat Tarawih 8 rakaat sah dan berpahala. Pandangan ini didasarkan pada hadis Aisyah RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah shalat malam lebih dari 11 rakaat (termasuk witir).
Kapan waktu pelaksanaan shalat Tarawih?
Shalat Tarawih dilaksanakan setelah shalat Isya (dan setelah shalat sunah ba'diyah Isya) hingga terbit fajar (waktu Subuh). Waktu yang paling utama adalah di sepertiga malam terakhir, namun umumnya dikerjakan langsung setelah Isya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428249/original/078718400_1618374148-053339400_1559536727-iStock-1134972492.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458975/original/034009900_1782358096-Antoine_Semenyo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291495/original/010123400_1783565898-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288956/original/060181200_1783352729-Yuran_Fernandes__dok._Persebaya_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)