Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menantikan datangnya malam yang penuh berkah di pertengahan bulan Syaban. Namun, masih banyak yang belum memahami secara mendalam mengenai apa itu malam Nisfu Syaban dan keutamaannya dalam ajaran Islam. Malam yang jatuh pada tanggal 15 Syaban ini memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam kalender Hijriah, di mana Allah SWT memberikan rahmat dan keberkahan yang luar biasa kepada hamba-Nya yang menghidupkannya dengan ibadah dan ketaatan.
Pemahaman yang benar tentang apa itu malam Nisfu Syaban sangat penting untuk diamalkan oleh setiap Muslim agar tidak terjadi kesalahpahaman atau praktik yang menyimpang dari ajaran yang shahih. Secara etimologi, Nisfu berarti pertengahan dan Syaban adalah nama bulan kedelapan dalam penanggalan Islam, sehingga malam ini disebut juga sebagai malam pertengahan Syaban yang dimulai sejak Maghrib tanggal 14 Syaban hingga terbit fajar tanggal 15 Syaban.
Berikut ini telah Liputan6 rangkum tentang apa itu malam Nisfu Syaban berdasarkan dalil-dalil yang shahih dari Al-Qur'an dan hadis, serta pendapat para ulama salaf dan khalaf yang termuat dalam kitab-kitab muktabar, pada Kamis (29/1). Dengan memahami apa itu malam Nisfu Syaban secara benar, umat Muslim diharapkan dapat mengambil manfaat spiritual yang maksimal dari malam yang penuh berkah ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Advertisement
Definisi dan Hakikat Malam Nisfu Syaban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/891623/original/096881200_1433311500-header_2.jpg)
Secara bahasa, istilah Nisfu Syaban terbentuk dari dua kata Arab, yaitu "Nisfu" (نصف) yang berarti pertengahan atau separuh, dan "Syaban" (شعبان) yang merujuk pada bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Dalam konteks syar'i, malam Nisfu Syaban adalah periode waktu yang dimulai sejak terbenamnya matahari pada tanggal 14 Syaban dan berakhir saat terbitnya fajar pada tanggal 15 Syaban. Pada malam istimewa ini, Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan yang besar kepada hamba-hamba-Nya.
Para ulama memberikan beberapa sebutan mulia untuk malam ini, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Latha'if al-Ma'arif karya Imam Ibnu Rajab al-Hanbali. Malam ini dikenal sebagai Lailatul Mubarakah (الليلة المباركة), yang berarti Malam yang Diberkahi, Lailatul Ghufran (ليلة الغفران), yakni Malam Pengampunan, dan Lailatul Ijabah (ليلة الإجابة), yaitu Malam Dikabulkannya Doa. Imam Nawawi dalam karyanya Al-Majmu' Syarh al-Muhazzab juga menegaskan bahwa malam Nisfu Syaban termasuk dalam waktu-waktu mustajab di mana doa-doa hamba sangat diharapkan untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Advertisement
Dalil-Dalil Keutamaan Malam Nisfu Syaban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133883/original/093519600_1739592116-1739589297861_arti-malam-nisfu-syaban.jpg)
Dalil dari Hadis Shahih
Keutamaan malam Nisfu Syaban didukung oleh beberapa hadis yang dinilai shahih oleh para muhaddits. Salah satu hadis yang paling dikenal adalah riwayat dari Sayyidina Muaz bin Jabal radhiyallahu anhu, di mana Rasulullah SAW bersabda:
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: "Sesungguhnya Allah SWT memperhatikan makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang mempersekutukan-Nya (musyrik) dan orang yang bermusuhan (musyahin)." Hadis ini dinilai shahih oleh Syeikh Nashiruddin al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah.
Hadis lain yang juga penting diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha, yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ
Artinya: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni (dosa hamba-Nya) lebih banyak dari jumlah bulu domba milik suku Kalb." Suku Kalb adalah kabilah Arab yang terkenal memiliki ternak domba dalam jumlah yang sangat banyak, sehingga perumpamaan ini menunjukkan betapa luasnya ampunan Allah pada malam tersebut.
Pandangan Ulama dalam Kitab Muktabar
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya yang monumental, Latha'if al-Ma'arif, menjelaskan bahwa para tabi'in besar di wilayah Syam, seperti Makhul, Khalid bin Ma'dan, dan Luqman bin Amir, sangat mengagungkan malam Nisfu Syaban. Mereka biasa berkumpul di masjid-masjid untuk melaksanakan shalat malam, membaca Al-Qur'an, dan berzikir hingga fajar. Imam Ibnu Rajab menyebutkan bahwa tradisi ini telah berlangsung sejak masa tabi'in dan diterima dengan baik oleh masyarakat Muslim di berbagai wilayah.
Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya, Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an, membahas perbedaan pendapat ulama mengenai ayat "في ليلة مباركة" (pada malam yang diberkahi) dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud adalah Lailatul Qadar, namun sebagian lainnya menafsirkannya sebagai malam Nisfu Syaban. Meskipun mayoritas ulama menafsirkannya sebagai Lailatul Qadar, pendapat yang menyebutkan malam Nisfu Syaban tetap memiliki dasar yang kuat dan menunjukkan keutamaan malam tersebut.
Amalan-Amalan yang Dianjurkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990620/original/094439500_1730716549-tata-cara-malam-nisfu-syaban.jpg)
Shalat Sunnah dan Tilawah Al-Qur'an
Berdasarkan referensi dalam kitab Kanzun Najah was-Surur karya Syekh Abdul Hamid Al-Qudsi, yang populer di kalangan santri Indonesia, amalan yang sangat dianjurkan pada malam Nisfu Syaban adalah melaksanakan shalat sunnah seperti shalat Tasbih, Tahajud, atau shalat Hajat. Selain itu, membaca Al-Qur'an, terutama Surah Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda, juga menjadi tradisi yang masyhur. Niat tersebut meliputi: pertama, dipanjangkan umur dalam ketaatan; kedua, dijauhkan dari berbagai bencana dan malapetaka; dan ketiga, diberikan kemandirian ekonomi dan keteguhan hati.
Kitab Kanzun Najah was-Surur juga merinci bahwa pembacaan Surah Al-Waqi'ah dan Al-Mulk pada malam ini memiliki keutamaan tersendiri. Surah Al-Waqi'ah dibaca dengan harapan dijauhkan dari kemiskinan dan diberikan rezeki yang berlimpah, sedangkan Surah Al-Mulk dibaca sebagai perlindungan di alam kubur. Amalan ini, meskipun tidak memiliki dalil khusus yang menyebutkan malam Nisfu Syaban, namun masuk dalam kategori fadhail al-a'mal (keutamaan amalan) yang dibolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat.
Istighfar, Zikir, dan Puasa
Mengingat malam Nisfu Syaban disebut sebagai Lailatul Ghufran (Malam Pengampunan), maka istighfar menjadi amalan yang sangat diutamakan. Para ulama menganjurkan untuk memperbanyak bacaan:
استغفر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."
Dan juga bacaan:
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Dalam berbagai risalah Nisfu Syaban yang disusun oleh ulama kontemporer, puasa pada hari ke-15 Syaban juga sangat dianjurkan. Puasa ini sering digabungkan dengan puasa Ayyamul Bidh (hari-hari putih), yaitu tanggal 13, 14, dan 15 Syaban. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:
صوم ثلاثة أيام من كل شهر صوم الدهر، وأيام البيض صبيحة ثلاث عشرة وأربع عشرة وخمس عشرة
Artinya: "Puasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa setahun penuh, yaitu hari-hari putih: tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas."
Advertisement
Catatan Penting dan Pandangan Ulama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/890502/original/073682100_1433156867-Supermoon2.jpg)
Penting untuk dicatat bahwa meskipun keutamaan malam Nisfu Syaban memiliki dasar dalil yang kuat, namun tidak ada tata cara ibadah khusus yang diajarkan secara eksplisit oleh Rasulullah SAW. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidha' ash-Shirath al-Mustaqim menyebutkan bahwa umat Muslim bebas menghidupkan malam ini dengan berbagai ibadah yang disyariatkan secara umum, seperti shalat sunnah, tilawah Al-Qur'an, zikir, dan istighfar, namun tanpa membuat ritual atau tata cara khusus yang tidak ada dalilnya.
Imam Ahmad bin Hanbal, sebagaimana dikutip dalam kitab Al-Adab asy-Syar'iyyah karya Ibnu Muflih, juga menyatakan bahwa yang terpenting adalah menghindari bid'ah dalam merayakan malam ini. Beliau menganjurkan agar umat Muslim menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah-ibadah yang sudah jelas tuntunannya dalam Al-Qur'an dan Sunnah, bukan dengan menciptakan ritual-ritual baru yang tidak memiliki landasan syar'i.
Malam Nisfu Syaban 1447 Hijriah sendiri telah ditetapkan akan jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, yang berlanjut hingga Selasa, 3 Februari 2026. Penetapan tanggal ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara Kementerian Agama (Kemenag), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Muhammadiyah di Indonesia. Keseragaman ini penting untuk memastikan umat Islam dapat merayakan dan beribadah pada waktu yang sama.
Pertanyaan dan Jawaban
Q: Apakah malam Nisfu Syaban benar-benar memiliki keutamaan berdasarkan dalil yang shahih?
A: Ya, keutamaan malam Nisfu Syaban memiliki dasar hadis yang dinilai shahih oleh para ulama muhaddits seperti Syeikh Albani. Hadis dari Muaz bin Jabal dan Aisyah RA yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Tirmidzi, dan Ahmad menunjukkan bahwa malam ini adalah malam pengampunan besar dari Allah SWT.
Q: Bagaimana cara yang benar menghidupkan malam Nisfu Syaban?
A: Cara yang benar adalah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah yang umum seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan beristighfar. Hindari ritual-ritual khusus yang tidak memiliki dalil dalam Al-Qur'an dan Sunnah, sebagaimana ditekankan oleh Ibnu Taimiyah dalam Iqtidha' ash-Shirath al-Mustaqim.
Q: Apakah ada bacaan khusus yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban?
A: Berdasarkan kitab Kanzun Najah was-Surur, membaca Surah Yasin tiga kali, Al-Waqi'ah, dan Al-Mulk dianjurkan. Namun yang paling penting adalah memperbanyak istighfar dan zikir, karena malam ini disebut sebagai Lailatul Ghufran (Malam Pengampunan).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423472/original/065770100_1764063704-masjid_di_malam_nisfu_syaban.png)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4975448/original/020264400_1729564664-nisfu-syaban-adalah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263847/original/059626700_1782021744-000_B7RA6W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263738/original/072928200_1781986742-Crysencio_Summerville.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259148/original/073901100_1781485988-diallo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261495/original/061029900_1781712600-Ivory_Coast_s_Elye_Wahi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7942892/original/090201900_1780778139-AP26157707967919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4975448/original/020264400_1729564664-nisfu-syaban-adalah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133883/original/093519600_1739592116-1739589297861_arti-malam-nisfu-syaban.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3429248/original/019447900_1618459697-pexels-michael-burrows-7129429.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3411147/original/043564300_1616663367-Ilustrasi_Nisfu_Syaban.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5404559/original/095860000_1762410282-malik-shibly-lKbz2ejxYbA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5434701/original/094776700_1764947923-WhatsApp_Image_2025-12-05_at_20.58.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3963557/original/071899600_1647343681-Ilustrasi_puasa_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)