Puasa Rajab Berapa Hari yang Dianjurkan? Simak Keutamaan dan Landasan Hukumnya

Ingin tahu puasa Rajab berapa hari sebaiknya dilaksanakan? Temukan panduan lengkap mengenai keutamaan dan jadwal puasa Rajab 1447 H/2025-2026 untuk menyambut Ramadhan.

Diterbitkan 19 Desember 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang datangnya bulan Rajab, umat Islam mulai meningkatkan perhatian terhadap ibadah sunnah. Salah satu topik paling sering dibahas ialah puasa rajab berapa hari sesuai anjuran keagamaan. Bulan Rajab dikenal sebagai masa penuh keutamaan dalam kalender Hijriah, karena kesempatan ini kerap dimanfaatkan untuk memperbaiki kebiasaan ibadah harian. 

Topik puasa rajab berapa hari juga ramai dibahas melalui kajian, ceramah, serta media digital. Banyak orang berusaha memahami anjuran puasa Rajab secara lebih mendalam, di mana antusiasme tersebut terlihat dari meningkatnya minat belajar fikih ibadah. Informasi jelas dianggap penting, agar pelaksanaan puasa berjalan tertib. 

Pemahaman mengenai puasa rajab berapa hari berkaitan erat pada dalil Al-Qur’an serta hadits Nabi. Setiap umat memiliki kebebasan menentukan jumlah hari puasa sesuai kemampuan pribadi. Niat ikhlas serta konsistensi ibadah menjadi landasan utama pelaksanaan amalan sunnah. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (19/12/2025).

Memahami Bulan Rajab dan Kedudukannya dalam Islam

Mengacu pada penetapan resmi kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, serta perhitungan waktu dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) milik Muhammadiyah, permulaan bulan Rajab tahun 1447 Hijriah telah ditentukan secara jelas. Penetapan ini menjadi rujukan penting bagi umat Islam dalam menentukan waktu dimulainya berbagai aktivitas keagamaan yang berkaitan dengan bulan Rajab.

Berdasarkan hasil perhitungan dan kesepakatan tersebut, tanggal 1 Rajab 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Ahad, 21 Desember 2025. Adapun datangnya malam pertama bulan Rajab telah dimulai lebih awal, yakni sejak terbenamnya matahari atau masuknya waktu Maghrib pada hari Sabtu, 20 Desember 2025. Dalam penanggalan Islam, pergantian hari memang dimulai sejak waktu Maghrib, sehingga malam tersebut sudah termasuk dalam rangkaian awal bulan Rajab.

Jadwal Puasa Sunnah Rajab (Desember 2025 – Januari 2026)

1. Puasa Senin – Kamis

Puasa rutin mingguan yang sangat dianjurkan:

  • Senin, 22 Desember 2025 (2 Rajab 1447 H)
  • Kamis, 25 Desember 2025 (5 Rajab 1447 H)
  • Senin, 29 Desember 2025 (9 Rajab 1447 H)
  • Kamis, 1 Januari 2026 (12 Rajab 1447 H)
  • Senin, 5 Januari 2026 (16 Rajab 1447 H)
  • Kamis, 8 Januari 2026 (19 Rajab 1447 H)
  • Senin, 12 Januari 2026 (23 Rajab 1447 H)
  • Kamis, 15 Januari 2026 (26 Rajab 1447 H)
  • Senin, 19 Januari 2026 (30 Rajab 1447 H – Akhir Rajab)

2. Puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Rajab)

  • Puasa di pertengahan bulan Hijriah saat bulan purnama:
  • Jumat, 2 Januari 2026 (13 Rajab 1447 H)
  • Sabtu, 3 Januari 2026 (14 Rajab 1447 H)
  • Ahad, 4 Januari 2026 (15 Rajab 1447 H)

3. Puasa Sunnah Mutlak (Kapan Saja)

Puasa sunnah mutlak di bulan Rajab bisa dilakukan kapan saja selama tidak pada hari yang dilarang (seperti hari raya). Namun, ada beberapa tanggal yang sering diutamakan oleh umat Muslim karena nilai sejarahnya:

  • Ahad, 21 Desember 2025 (1 Rajab 1447 H – Awal bulan)
  • Jumat, 16 Januari 2026 (27 Rajab 1447 H – Peringatan Isra Mikraj)

 

Niat Puasa Sunnah di Bulan Rajab

Jika Anda berniat melakukan puasa sunnah secara umum di bulan Rajab, berikut niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma syahri rajaba sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah ta’âlâ.”

Atau dengan lafal yang sederhana,

نَوَيْتُ صَوْمَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya berniat puasa sunnah karena Allah Ta’ala

Adapun puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis, Puasa Ayyamul Bidh, bisa dilafalkan sebagaimana biasanya.

Karena 1 Rajab 1447 H jatuh pada hari Minggu, 21 Desember 2025, maka malam 1 Rajab sudah dimulai sejak Sabtu sore tanggal 20 Desember 2025. Anda bisa mulai mempersiapkan diri untuk makan sahur pada Minggu dini hari.

Keutamaan di Bulan Rajab

Merujuk pada informasi yang disampaikan melalui laman resmi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam artikel berjudul Sejarah Singkat Bulan Rajab dan Keistimewaannya, dijelaskan bahwa kemuliaan bulan Rajab berakar dari keterangan dalam berbagai riwayat hadits. Riwayat tersebut menjelaskan keberadaan empat bulan istimewa atau bulan haram, yang penjelasannya berkaitan erat dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 36. Ayat ini menegaskan adanya waktu-waktu tertentu yang memiliki kedudukan khusus dalam Islam.

Menurut penjelasan Ibnu Abbas RA, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal luas memiliki keilmuan mendalam di bidang tafsir Al-Qur’an, keempat bulan tersebut dipandang sebagai bulan suci. Pada masa ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan tercela serta meningkatkan amal ibadah. Pandangan Ibnu Abbas menjadi rujukan penting dalam memahami makna dan kedudukan bulan-bulan tersebut, termasuk bulan Rajab, di dalam tradisi keislaman.

Dalam sejumlah riwayat hadits, juga disebutkan keutamaan puasa sunnah yang dilaksanakan pada bulan Rajab. Diterangkan bahwa menjalankan puasa selama satu hari pada bulan ini memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan digambarkan setara dengan menjalankan puasa selama satu bulan penuh. Selain itu, terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa melaksanakan puasa selama tujuh hari di bulan Rajab diyakini dapat menjadi sebab tertutupnya tujuh pintu neraka, sementara berpuasa delapan hari dipercaya membuka delapan pintu surga bagi orang yang mengamalkannya.

 

Ketentuan Hukum Pelaksanaan Puasa Sunnah di Bulan Rajab

Pembahasan mengenai status hukum puasa yang dilaksanakan pada bulan Rajab telah banyak dijelaskan oleh berbagai institusi keislaman di Indonesia. Lembaga-lembaga seperti Kementerian Agama Republik Indonesia serta organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama telah memberikan penjelasan resmi terkait praktik ibadah ini.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, puasa pada bulan Rajab termasuk dalam kategori ibadah sunnah, yakni amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan dan akan mendatangkan pahala, meskipun tidak diwajibkan bagi setiap Muslim. Setiap Muslim memiliki kebebasan untuk melaksanakannya sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing. Puasa tersebut dapat dijalankan hanya pada beberapa hari tertentu, atau dipadukan dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis maupun puasa Daud. Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan dalam pelaksanaan ibadah tanpa memberatkan umatnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia juga kerap menegaskan bahwa selama suatu amalan tidak memiliki dalil yang melarang atau mengharamkannya, maka pelaksanaannya dapat dinilai sebagai perbuatan baik. Puasa sunnah yang dilakukan pada bulan mulia seperti Rajab dipandang sebagai ibadah yang bernilai positif serta berpotensi mendatangkan pahala bagi pelakunya. Dengan demikian, menjalankan puasa di bulan Rajab dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat keimanan.

 

FAQ Seputar Topik

Puasa Rajab berapa hari sebaiknya dilaksanakan?

Puasa Rajab adalah amalan sunnah tanpa batasan hari tertentu, bisa satu hari atau beberapa hari sesuai kemampuan. Dianjurkan pada awal, pertengahan, akhir bulan, serta Senin, Kamis, dan Ayyamul Bidh.

Apa hukum puasa Rajab dalam Islam?

Hukum puasa Rajab secara umum adalah sunnah, karena Rajab termasuk bulan-bulan haram di mana amal saleh sangat dianjurkan.

Kapan 1 Rajab 1447 H jatuh pada tahun 2025?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 dari Kementerian Agama RI, 1 Rajab 1447 H diperkirakan jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025.

Apa keutamaan puasa di bulan Rajab?

Puasa Rajab dianggap dapat melipatgandakan pahala, bahkan satu hari puasa di Rajab disebut setara sebulan puasa, serta sebagai persiapan Ramadhan.