Liputan6.com, Jakarta Sholawat adalah salah satu bentuk amalan ibadah berupa doa dan pujian yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud penghormatan dan kecintaan umat Islam kepadanya. Diantara berbagai jenis sholawat yang populer di indonesia, sholawat nuridzati adalah sholawat yang memiliki keistimewaan. Di mana sholawat nuridzati ini dipercaya memiliki keutamaan yang luar biasa dan keberkahan yang melimpah bagi siapapun yang mengamalkannya.
Tidak hanya itu, sholawat nuridzati juga dikenal karena memiliki asal-usul yang tidak kalah istimewa. Bahkan menurut riwayat Imam Abul Hasan As Syadzili, membaca sholawat nuridzati satu kali, bisa memiliki nilai yang setara dengan membaca 100.000 sholawat biasa. Nama sholawat nuridzati juga memiliki makna yang sangat indah dan mulia.
Lantas bagaimana bacaan sholawat nuridzati dan bagaimana tata cara mengamalkannya? Berikut ini telah Liputan6 rangkum penjelasan lengkapnya, pada Jumat (14/11/2025).
Advertisement
Sejarah dan Bacaan Sholawat Nuridzati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412332/original/071809100_1763087008-Sholawat_Nuridzati_2.png)
Asal usul sholawat nuridzati dimulai dengan penyusunnya yang didasarkan pada ilham ruh yang diterima oleh Imam Abul Hasan As Syadzili, yang merupakan seorang ulama besar dan juga pendiri tarekat syadziliyah. Sholawat nuridzati lalu diijazahkan kepada para muridnya dan terus secara turun-temurun dari generasi ke generasi, hingga akhirnya sampai kepada banyak umat muslim di seluruh dunia.
Selain itu, karena keutamaannya yang luar biasa, sholawat nuridzati menjadi sangat populer dan banyak diamalkan oleh para sufi dan umat muslim. Para ulama juga meyakini bahwa sholawat ini memiliki kekuatan spiritual yang bisa membawa berbagai manfaat dan berkah bagi mereka yang mengamalkannya.
اَللّٰهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىٰ سّيِّدِنَا مُحَمَّدِ نِالنُّوْرِ الذَّاتِى وَالسِّرِّ السَّارِى فِى سَائِرِ الْأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Allahumma sholli wa sallim wa baarik 'ala syayyidina Muhammadin-nuridzati wassirris saari fii sairil asmai washifaati wa 'ala alihi wa sohbihi wa sallim.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah rahmat, keselamatan, dan berkah kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan cahaya Dzat Allah dan rahasia yang mengalir pada seluruh nama dan sifat Allah, dan berikanlah pula rahmat, keselamatan, dan berkah kepada keluarga dan para sahabatnya."
Sholawat ini juga memiliki makna yang sangat mendalam dari sisi namanya, dimana frasa ‘An-Nuridzati’ yang merupakan sana sholawat ini, jika diartikan dalam bahasa indonesia memiliki arti ‘Cahaya Dzat’ yang memiliki makna bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk manifestasi cahaya Allah SWT di dunia ini.
Isinya juga mengandung makna yang sangat luar biasa, dimana bagian ‘wassirris saari fii sairil asmai washifaati’ mengandung makna bahwa rahasia ketuhanan mengalir melalui seluruh asma dan sifat Allah SWT melalui perantara Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukan kedudukan istimera Rasulullah sebagai perantara antara Allah SWT dan makhluk-Nya, dimana berkah dan rahmat Allah mengalir melalui beliau kepada seluruh alam semesta.
Advertisement
Tata Cara Mengamalkan Sholawat Nuridzati dan Keutamaannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412333/original/011210300_1763087009-Sholawat_Nuridzati_3.png)
Cara mengamalkan sholawat nuridzati bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing individu. Cara yang paling umum dan dianjurkan untuk mengamalkan sholawat nuridzati, adalah setelah sholat fardhu lima waktu, minimal tiga kali setiap selesai sholat.
Mengamalkan sholawat nuridzati membawa banyak kebaikan dan keutamaan yang baik untuk mereka yang mengamalkannya, berikut ini adalah beberapa keutamaan dan manfaat yang bisa didapat dengan mengamalkan sholawat nuridzati:
1. Memperlancar Rezeki dan Membuka Pintu Kemudahan
Keutamaan pertama dari mengamalkan sholawat nuridzati adalah dapat memperlancar rezeki dan membuka berbagai pintu kemudahan dalam hidup. Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa Allah akan memberikan kemudahan bagi hambaNya yang senantiasa mengingat dan memuji RasulNya.
Rezeki yang diperoleh melalui keberkahan sholawat nuridzati bukan hanya berlimpah secara kuantitas, tetapi juga berkah secara kualitas, yang artinya rezeki tersebut akan memberikan manfaat yang besar dan tidak akan habis dengan cepat.
Para ulama juga menjelaskan bahwa keberkahan ini terjadi karena sholawat merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan ketika seseorang dekat dengan Allah, maka Allah akan memudahkan segala urusannya termasuk urusan rezeki.
Dalil:
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Ath-Thalaq ayat 2-3:
"...وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ"
Artinya: "...Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya."
2. Menyembuhkan Berbagai Penyakit Jasmani dan Rohani
Keutamaan kedua yang sangat luar biasa dari sholawat nuridzati adalah kemampuannya untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, baik penyakit jasmani maupun rohani. Banyak pengamal sholawat ini yang telah merasakan kesembuhan dari penyakit yang mereka derita setelah mengamalkan sholawat nuridzati secara istiqamah.
Untuk pengobatan, cara mengamalkannya adalah dengan membaca sholawat nuridzati pada air putih sebanyak 3, 7, 21, atau 41 kali, kemudian air tersebut diminum dengan penuh keyakinan. Penyembuhan melalui sholawat ini bukan semata-mata karena sugesti, tetapi karena adanya barakah dan nur yang terkandung dalam sholawat tersebut.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 82:
"وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ"
Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
3. Pelindung Diri dari Marabahaya dan Gangguan Makhluk Halus
Keutamaan ketiga yang sangat penting dari sholawat nuridzati adalah sebagai pelindung diri dari berbagai marabahaya dan gangguan makhluk halus. Perlindungan ini mencakup perlindungan dari gangguan sihir, jin, dan berbagai energi negatif yang dapat mengganggu kehidupan manusia.
Cara mengamalkannya untuk perlindungan adalah dengan membaca sholawat nuridzati sebelum keluar rumah, terutama ketika akan bepergian ke tempat yang jauh atau asing. Setelah membaca sholawat nuridzati satu kali, kemudian dilanjutkan dengan membaca "لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ" (Laa haula wa laa quwwata illa billah) satu kali. Kombinasi ini akan memberikan perlindungan yang sangat kuat dari berbagai marabahaya yang mungkin dihadapi di perjalanan.
4. Mendapatkan Syafaat di Hari Akhir
Keutamaan keempat dari mengamalkan sholawat nuridzati adalah jaminan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat kelak. Syafaat merupakan pertolongan yang sangat berharga dan dinanti-nantikan oleh setiap muslim, karena di hari tersebut tidak ada yang dapat menolong manusia kecuali izin Allah SWT. Nabi Muhammad SAW telah berjanji untuk memberikan syafaat kepada umatnya yang senantiasa bersholawat kepadanya.
Para ulama menjelaskan bahwa syafaat Rasulullah SAW memiliki beberapa tingkatan, mulai dari syafaat untuk dikeluarkan dari neraka, syafaat untuk dimasukkan ke dalam surga, hingga syafaat untuk ditinggikan derajatnya di surga.
Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani:
"مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِينَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ"
Artinya: "Barangsiapa bersholawat kepadaku pada waktu pagi dan sore sebanyak sepuluh kali maka ia akan memperoleh pertolonganku (syafaat) pada hari kiamat nanti." (HR. Thabrani)
5. Ditinggikan Derajat dan Dihapuskan Segala Dosa
Keutamaan kelima yang sangat mulia dari mengamalkan sholawat nuridzati adalah dijanjikan peningkatan derajat di sisi Allah SWT dan penghapusan segala dosa. Allah SWT akan meninggikan kedudukan hambaNya yang senantiasa bersholawat kepada RasulNya, baik di dunia maupun di akhirat. Peningkatan derajat ini bukan hanya dalam konteks spiritual, tetapi juga dapat berdampak pada kehidupan sosial dan karier seseorang.
Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Nasa'i, dan Hakim:
"مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا وَمَحَا عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَرَفَعَ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ"
Artinya: "Siapa yang bersholawat kepadaku (Muhammad) satu kali maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali, dan Allah akan menghapuskan sepuluh kesalahannya serta meninggikan sepuluh derajat untuknya." (HR. Ahmad, Nasa'i, dan Hakim)
6. Menenangkan Jiwa dan Menghilangkan Kegelisahan
Keutamaan keenam yang tidak kalah penting dari sholawat nuridzati adalah kemampuannya untuk menenangkan jiwa dan menghilangkan berbagai kegelisahan yang menghantui pikiran. Dalam kehidupan modern yang penuh dengan tekanan dan stres, banyak orang yang mengalami gangguan kecemasan dan kegelisahan. Sholawat nuridzati jadi salah satu cara untuk mengatasi masalah-masalah psikologis tersebut.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Ar-Ra'd ayat 28:
"الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ"
Artinya: "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."
Questions & Answers (Q&A)
Q: Apa saja keutamaan mengamalkan sholawat nuridzati?
A: Ada enam keutamaan utama: 1) Memperlancar rezeki dan membuka kemudahan, 2) Menyembuhkan berbagai penyakit jasmani dan rohani, 3) Melindungi dari marabahaya dan gangguan makhluk halus, 4) Mendapatkan syafaat di hari akhir, 5) Ditinggikan derajat dan dihapuskan dosa, 6) Menenangkan jiwa dan menghilangkan kegelisahan.
Q: Bagaimana cara menggunakan sholawat nuridzati untuk pengobatan?
A: Bacalah sholawat nuridzati pada segelas air putih sebanyak 3, 7, 21, atau 41 kali sesuai keyakinan, kemudian tiupkan ke dalam air dan minum dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT.
Q: Apakah ada dalil yang mendukung keutamaan sholawat nuridzati?
A: Ya, ada banyak dalil dari Al-Qur'an dan hadits yang mendukung keutamaan bersholawat, seperti QS. Al-Ahzab: 56 dan berbagai hadits sahih tentang keutamaan bersholawat kepada Nabi SAW.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412331/original/030602800_1763087008-Sholawat_Nuridzati.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261666/original/017552200_1671070721-Manisnya_Bromance_Achraf_Hakimi_dan_Kylian_Mbappe-AP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288984/original/089270000_1783373925-063_2284950359-Spanyol_vs_Portugl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261477/original/074496300_1671047490-AP22348710214768.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288261/original/009625500_1783308426-eng4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4251091/original/011186900_1670306483-latihanspanyol2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259009/original/093710600_1781434062-gabriel_magalhaes_ismael_saibari_brasil_maroko_ap_matt_slocum.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339733/original/047775700_1757121903-MAROKO_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578218/original/043626100_1782536515-Fyq4bXXn1T50XXKM61qkf7VNO2GT7lL1Po9x1gp1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5397187/original/001577400_1761803406-ilustrasi_berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386573/original/090419000_1761016022-sholawat_waqtu_sahar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5503960/original/063186300_1771217350-unnamed.jpg)