Sholawat Nabi Yunus AS Arab, Latin dan Artinya: Doa Melepas Kesulitan

Sholawat Nabi Yunus AS mengingatkan kita bahwa dalam kesulitan apa pun, Allah SWT selalu menolong hamba-Nya yang berdoa dengan tulus dan ikhlas.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 09:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholawat Nabi Yunus AS, atau yang juga dikenal dengan doa dzun nun, dikenal memiliki kekuatan dan keutamaan yang luar biasa sebagai pelepas kesulitan dan pembawa kemudahan dalam hidup. Sholawat Nabi Yunus AS, juga sangat istimewa dan sering diamalkan terutama ketika seorang muslim berada dalam cobaan dan kesulitan hidup.

Keistimewaan lain dari Sholawat Nabi Yunus AS ada dalam konteks historis dan spiritualnya, yaitu ketika Nabi Yunus AS berada di kegelapan di perut ikan paus, beliau memanjatkan doa ini dengan penuh keiklasan. Allah SWT kemudian mengabulkan doanya dan menyelamatkan beliau dari kesulitan tersebut.

Sholawat Nabi Yunus AS juga menjadi bentuk pelajaran, bahwa dalam situasi tersulit pun, Allah SWT akan senantiasa memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang berdoa dengan tulus dan ikhlas. Untuk Anda yang ingin mengamalkannya, berikut ini bacaan lengkap Sholawat Nabi Yunus AS dan penjelasannya, yang telah Liputan6 susun pada Rabu (29/10).

 

Memahami Sholawat Nabi Yunus AS dan Dasar Hukumnya

Sholawat Nabi Yunus AS merupakan doa yang terdapat dalam Al Quran, tepatnya pada surat Al-Anbiya ayat 87. Doa ini merupakan, doa yang dipanjatkan Nabi Yunus AS saat beliau berada dalam situasi yang sangat sulit, tepatnya ketika dia bermuda dalam kegelapan perut ikan paus. Doa ini menekankan pada seberapa pentingnya berserah diri kepada Allah SWT dan mengakui kesalahan ketika berdasa dalam kesulitan.

Sedangkan penamaan sebagai sholawat merupakan bentuk kemuliaan dan keistimewaan doa ini, Sholawat Nabi Yunus AS menjadi bentuk dzikir yang jika dibaca dengan penuh ketulusan, keikhlasan dan pengharapan, maka Allah SWT akan mengabulkan doa yang dipanjatkan seperti Dia mengabulkan doa Nabi Yunus AS saat berada dalam perut ikan paus.

Bentuk kalimat dzikir sholawat ini juga tidak hanya digunakan sebagai media memohon pertolongan, tapi juga berserah diri dan keyakinan akan kasih Allah SWT dalam berbagai situasi, bahkan ketika situasi paling sulit sekalipun.

Bacaan Sholawat Nabi Yunus AS (QS. Al-Anbiya: 87):

Arab:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin:

La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin

Artinya:

"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."

 

Sejarah dan Kisah Nabi Yunus AS

Dalam Al Quran, kisah Nabi Yunus AS adalah kisah yang memberikan pembelajaran berharga tentang kesabaran, taubat dan tawakal kepada Allah SWT. Dimana Nabi Yunus AS diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah dan menuntun warga kota Ninawa di Irak, yang saat itu sangat terkenal karena kemaksiatan dan kedurhakaannya, untuk kembali kejalan yang benar.

Namun setelah bertahun-tahun berdakwa, kaumnya tetap tidak mau beriman, melihat hal ini Nabi Yunus AS pun merasa putus asa dan meninggalkan suaminya tanpa izin dari Allah SWT. Saat Nabi Yunus AS meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah, Allah SWT memberikan ujian kepada beliau dengan membuatnya tertelan ikan paus ketika sedang di kapal.

Didalam perut ikan paus yang gelap gulita, Nabi Yunus AS menyadari kesalahannya dan memanjatkan doa yang saat ini dikenal sebagai Sholawat Nabi Yunus AS. Dimana dalam doa ini, beliau mengakui kesalahannya meninggalkan tugas dakwah tanpa izin Allah SWT. Doa yang beliau panjatkan ini juga menunjukan kerendahan hati, kepasrahan dan pengakuan dosa kepada Allah SWT.

Ayat Lengkap dalam Konteks (QS. Al-Anbiya: 87):

Arab:

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin:

Wa dzan-nuuni idz dzahaba mughadhiban fazhanna an lan naqdira 'alaihi fanada fidz-dzulumati an la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin

Artinya:

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka ia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap: 'Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.'"

 

Tata Cara dan Waktu yang Tepat Mengamalkan Sholawat Nabi Yunus AS

Mengikuti anjuran para ulama, Sholawat Nabi Yunus AS umumnya dapat diamalkan dengan berbagai cara dan dalam berbagai kondisi sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Cara yang paling umum, adalah dengan mengamalkannya sebanyak 40 kali setelah sholat subuh. Hal ini diyakini dapat mendatangkan kemudahan dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan yang akan datang, dan mendatangkan keberkahan.

Sholawat Nabi Yunus AS juga bisa menjadi media bertaubat dan memohon ampunan Allah SWT. Sholawat ini bisa dinamakan sebanyak 1.000 kali, dimana pengamalannya ini memerlukan kesabaran dan istiqomah yang tinggi. Selain itu beberapa umat muslim juga umum menggunakan sholawat ini untuk mendoakan orang yang sedang sakit, dengan cara membacanya sebanyak 40 kali sambil menyertakan doa kesembuhan.

Hadis tentang Keutamaan untuk Orang Sakit:

Dari Sa'ad bin Abi Waqqash, Nabi SAW bersabda: "Barang siapa yang berdoa dengannya kepada orang yang sakit sebanyak 40 kali maka jika ia mati, ia mati dalam keadaan membawa pahala mati syahid. Jika sembuh maka sembuh dalam keadaan dosanya terampuni." (HR Imam Hakim).

 

Keutamaan dan Manfaat Sholawat Nabi Yunus AS

Sholawat Nabi Yunus AS dikenal memiliki dan memberikan berbagai keutamaan dan manfaat yang baik, bagi mereka yang mengamalkannya, hal ini juga telah disebutkan dalam Al Quran dan hadist shahih, serta sudah banyak diamalkan. Keutamaan yang paling utama ialah sebagai pelepas kesulitan sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Al Anbiya ayat 88, yang menjelaskan bagaimana Allah SWT mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan menyelamatkannya dari kedukaan.

Selain itu doa ini juga berfungsi sebagai media untuk bertaubat yang ringkas namun tetap khusyuk. Karena Sholawat Nabi Yunus AS mengandung pengakuan dosa dan pujian kepada Allah SWT dalam satu kalimat yang padat, namun mengandung makna yang mendalam.

Ayat tentang Pengabulan Doa (QS. Al-Anbiya: 88):

Arab:

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۗ وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Latin:

Fastajabna lahu wa najjainahu minal-ghammi wa kadhalika nunjil-mu'minin

Artinya:

"Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman."

Sholawat Nabi Yunus AS juga mengajarkan introspeksi diri yang penting dilakukan oleh manusia untuk menjaga diri, jiwa dan kesehatan mental mereka. Dengan mengakui kesalahan dan kelemahan diri di hadapan Allah SWT, seseorang dapat melepaskan bebas psikologis yang selama ini dipikul sendiri.

 

Tanya Jawab (Q&A) Seputar Sholawat Nabi Yunus AS

Q: Mengapa doa Nabi Yunus AS disebut juga sebagai sholawat?

A: Meskipun secara teknis bukan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, doa ini disebut sholawat karena mengandung pujian kepada Allah SWT dan merupakan doa yang sangat mulia dari salah satu nabi Allah.

Q: Kapan waktu terbaik untuk membaca sholawat Nabi Yunus AS?

A: Waktu terbaik adalah setelah shalat Subuh sebanyak 40 kali, atau kapan saja ketika sedang menghadapi kesulitan. Doa ini juga sangat baik dibaca pada sepertiga malam terakhir.

Q: Berapa kali sebaiknya membaca sholawat Nabi Yunus AS?

A: Para ulama menganjurkan 40 kali setelah shalat Subuh untuk amalan rutin, atau 1.000 kali untuk taubat intensif. Untuk mendoakan orang sakit, dibaca 40 kali.