Liputan6.com, Jakarta - Abu Nawas merupakan sosok penyair dan sufi terkenal dalam sejarah perkembangan peradaban Islam. Namanya identik dengan kisah 1001 malam dan syairnya yang berjudul al a’tiraf atau pengakuan. Selain itu, ada pula doa Abu Nawas tentang jodoh.
Abu Nawas juga banyak dikisahkan oleh para penulis Indonesia. Di antaranya, dalam Buku Abu Nawas karya Nur Sutan Iskandar, penulis produktif awal 1900-an. Selain Abu Nawas, dia juga menerjemahkan beberapa buku asing ke bahasa Indonesia.
Advertisement
"Bagi sebagian orang, ia dikenal karena kisah jenakannya. Namun, bagi sebagian yang lain, ia adalah salah satu penyair terbesar dalam sejarah sastra Arab klasik," demikian dikutip dari uici.ac.id.
Abu Nawas, meskipun dikenal sangat cerdas, tetaplah manusia biasa yang juga ingin menikah dan membangun keluarga. Abu Nawaspun berdoa. Gaya sufistik dan tetap terbawa dalam doa tersebut. Doa Abu Nawas juga mengandung strategi brilian.
1. Doa Pertama Abu Nawas Tentang Jodoh
Dikisahkan di kanal YouTube Nurul Qolbi, suatu hari, ia jatuh hati pada seorang gadis yang sangat cantik, pintar, dan shalihah. Karena cintanya yang begitu besar, Abu Nawas pun berdoa dengan sungguh-sungguh setiap selesai shalat lima waktu, memohon kepada Allah agar gadis itu menjadi istrinya.
"Ya Allah, jika memang gadis itu baik untuk hamba, dekatkanlah kepadaku. Tetapi jika memang gadis itu tidak baik untuk hamba, tolong ya Allah, sekali lagi tolong pertimbangkan lagi ya Allah."
Transliterasi Arab:
اللَّهُمَّ إِنْ كَانَتِ الْفَتَاةُ هٰذِهِ خَيْرًا لِي فَقَرِّبْهَا إِلَيَّ، وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ خَيْرٍ لِي فَأُسْأَلُكَ يَا اللَّهُ، مَرَّةً أُخْرَى أَنْ تُفَكِّرَ فِيهَا يَا اللَّهُ.
Latin: Allahumma in kānat al-fatātu hādhihi khayran lī faqarribhā ilayya, wa in kānat ghayra khayrin lī fa-as’aluka yā Allāh, marratan ukhrā an tufakkira fīhā yā Allāh.
Doanya ini terkesan memaksa dan selalu menyebut nama gadis tersebut. Selama berbulan-bulan ia berdoa, namun tak ada tanda-tanda doanya dikabulkan. Abu Nawas pun mulai introspeksi diri.
Advertisement
2. Doa Kedua Abu Nawas Tentang Jodoh
Setelah merenung, Abu Nawas mengubah doanya:
"Ya Allah, berikanlah istri yang terbaik untukku."
Transliterasi Arab:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي زَوْجَةً هِيَ خَيْرٌ لِي.
Latin: Allāhumma urzuqnī zawjatan hiya khayrun lī.
Doa kali ini tidak lagi menyebut nama gadis tertentu, melainkan meminta yang terbaik menurut Allah. Namun, setelah berbulan-bulan, jodoh yang diharapkan belum juga datang. Abu Nawas mulai khawatir akan menjadi bujangan tua.
3. Doa Ketiga Abu Nawas
Karena cerdas dan tidak putus asa, Abu Nawas kembali mengubah strateginya. Ia berdoa:
"Ya Allah, kini aku tidak minta lagi jodoh untuk diriku. Aku hanya minta gadis sebagai menantu ibuku yang sudah tua dan sangat aku cintai. Sekali lagi aku minta jodoh ya Allah, bukan untukku tetapi untuk ibuku."
Transliterasi Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي لَا أَسْأَلُكَ الزَّوْجَةَ لِنَفْسِي، وَلَكِنْ أَسْأَلُكَ الْفَتَاةَ كَزَوْجَةٍ لِأُمِّي الْمُسِنَّةِ الَّتِي أُحِبُّهَا جِدًّا. مَرَّةً أُخْرَى أَسْأَلُكَ الزَّوْجَةَ يَا اللَّهُ، لَيْسَ لِي وَلَكِنْ لِأُمِّي.
Latin: Allāhumma innī lā as’aluka az-zawjata linafsī, walākin as’aluka al-fatāta kazawjatin li-ummī al-musinnah allatī uḥibbuhā jiddan. Marratan ukhrā as’aluka az-zawjata yā Allāh, laisa lī walākin li-ummī.
Doa ini tetap saja tujuannya untuk dirinya sendiri, namun ia memohon dengan cara yang berbeda.
Akhirnya, karena keikhlasan dan keluguan Abu Nawas, Allah pun mengabulkan doanya. Gadis cantik dan shalihah itu menjadi istrinya, dan kehidupan rumah tangga mereka dipenuhi mawaddah warahmah.
Advertisement
Hikmah Kisah Abu Nawas Mencari Jodoh
Doa Abu Nawas yang berubah-ubah menunjukkan proses spiritual seseorang dalam mendekatkan diri kepada Allah: dari memaksa kehendak, belajar ikhlas, hingga benar-benar berserah diri kepada Allah.
Dalam Kitab “Al-Mustatraf” karya Al-Absyihi, dicantumkan kisah hikmah, humor, dan nasihat, termasuk kisah-kisah Abu Nawas yang sarat pelajaran moral. Ditekankan pentingnya berdoa dengan penuh keikhlasan dan tidak memaksa kehendak kepada Allah.
Sikap ini sesuai dengan ajaran dalam Al-Qur’an dan hadits, bahwa doa yang terbaik adalah memohon yang terbaik menurut Allah, bukan menurut keinginan pribadi semata.
Kesimpulannya, hikmah kisah Abu Nawas sangat relevan untuk kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi keinginan dan harapan yang belum terwujud.
Kita diajak untuk terus berdoa, berikhtiar, dan tetap yakin bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya.
Bolehkah Doa Meminta Jodoh?
Berdoa meminta jodoh adalah bagian dari ikhtiar seorang Muslim untuk mendapatkan pasangan hidup yang baik dan diridhai Allah SWT. Dalam Islam, segala kebutuhan dan hajat, termasuk jodoh, dianjurkan untuk dimohonkan kepada Allah.
Dalam Buku Doa dan Zikir Mustajab karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas mengumpulkan doa-doa dari Al-Qur’an dan hadits termasuk doa meminta jodoh.
Kebolehan meminta jodoh ini berdasar dalil Al-Qur'an:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً
Artinya: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS. Ar-Rum: 21)
Ayat ini menunjukkan bahwa pernikahan dan pasangan adalah nikmat dari Allah yang patut dimohonkan.
Kemudian, berdasar sabda Nabi SAW:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ
Artinya: "Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah..." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menganjurkan untuk menikah, dan menikah tentu diawali dengan mencari dan memohon jodoh yang baik.
Dalam Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan berbagai macam doa, termasuk doa meminta jodoh, dan dianjurkan untuk memohon segala hajat kepada Allah.
Contoh Nabi yang meminta jodoh dan diabadikan dalam Al-Qur'an adalah Nabi Zakaria, termaktub dalam QS.Al-Anbiya: 89.
Advertisement
Berdoa dengan Wasilah Bahagiakan Ibunda
Berdoa dengan niat atau alasan ingin membahagiakan ibu adalah perbuatan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Membahagiakan orang tua, khususnya ibu, merupakan amal saleh yang sangat mulia dan termasuk bentuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua).
Bahkan, berdoa dengan menyertakan harapan membahagiakan ibu adalah bentuk niat baik yang diperbolehkan dan bisa menjadi sebab (wasilah) terkabulnya doa. Mendoakan sesuatu dengan alasan ingin membahagiakan ibu adalah bentuk wasilah dengan amal saleh (birrul walidain)
Wasilah secara bahasa artinya perantara atau sarana. Dalam konteks doa, wasilah adalah menggunakan perantara amal saleh, keikhlasan, atau niat baik agar doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah. Salah satu contoh yang sangat masyhur adalah kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua (HR. Bukhari dan Muslim), di mana setiap orang berdoa dengan menyebut amal saleh terbaiknya agar Allah menolong mereka.
Allah SWT berfirman:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu..." (QS. Al-Isra: 23)
Membahagiakan kedua orang tua juga merupakan perintah Rasulullah SAW:
رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
Artinya: "Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua." (HR. At-Tirmidzi No. 1899)
Bolehkah Berdoa dengan Bahasa Indonesia?
Para ulama sepakat bahwa berdoa boleh menggunakan bahasa apa saja, termasuk bahasa Indonesia, terutama dalam doa-doa di luar shalat atau doa yang bersifat permohonan pribadi (doa munajat).
Bahkan, jika seseorang belum mampu berbahasa Arab, dianjurkan menggunakan bahasa yang ia pahami agar doa lebih khusyuk dan penuh penghayatan.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyatakan boleh bagi setiap orang yang berdoa untuk berdoa dengan bahasa apapun yang ia kehendaki, baik dalam perkara dunia maupun akhirat, asalkan tidak mengandung dosa.
Senada itu, Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Jawabul Kafi juga menjelaskan tidak disyaratkan dalam berdoa harus dengan bahasa Arab. Bahkan, setiap orang boleh berdoa dengan bahasa yang ia pahami dan ia mampu.
Allah berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (QS. Ghafir: 60)
Ayat ini bersifat umum, tidak membatasi bahasa tertentu dalam berdoa.
Advertisement
People Also Ask
1. Apa itu syair doa Abu Nawas?
Doa Abu Nawas yang paling terkenal adalah syair Al-I'tiraf, yang berarti "pengakuan". Syair ini merupakan pengakuan Abu Nawas kepada Tuhan dan mengandung permohonan ampunan atas dosa-dosanya. Artinya:"Wahai Tuhanku! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka jahim.
2. Doa apa biar cepat dapat jodoh?
Untuk memohon agar cepat bertemu jodoh, Anda dapat membaca doa seperti Rabbana hablanaa min azwajina wa zurriyatina qurrota a'yun (Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penenang hati), atau Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban (Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu), dan juga dapat beristighfar serta memperbanyak ibadah seperti shalat tahajud, shalat hajat, dan membaca Al-Qur'an untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Apa doa Abu Nawas?
Apa doa Abu Nawas kepada Allah? "Wahai Tuhanku, hamba tak pantas menjadi penghuni surga. Namun, hamba pun tak sanggup menjadi penghuni neraka. Terimalah tobat-tobat hamba dan ampunilah dosa-dosa hamba.
4. Doa Nabi Zakaria meminta jodoh ayat berapa?
QS. Al Anbiya Ayat 89
Doa berikutnya berasal dari kisah nabi Zakaria yang sedang mendapatkan cobaan karena belum diberikan keturunan dalam beberapa puluh tahun lamanya. Walaupun demikian, doa ini juga bisa digunakan untuk meminta jodoh atau pasangan hidup.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4228558/original/012771500_1668591131-8-kumpulan-cerita-lucu-abu-nawas-yang-menggelitik-dan-undang-tawa.jpg)