Doa Sebelum Salam Sesuai Sunnah: Ragam Bacaan, Hukum dan Dalilnya

Hukum membaca doa sebelum salam menurut mayoritas ulama adalah sunnah muakkadah

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 20:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa sebelum salam sesuai sunnah dalam sholat menjadi salah satu amalan penting yang dianjurkan dalam Islam. Setelah membaca tasyahud akhir, sebelum salam Rasulullah SAW menganjurkan menganjurkan umatnya untuk memanjatkan doa, terutama memohon perlindungan dari empat perkara, yaitu siksa neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

Anjuran ini didasarkan pada hadis shahih riwayat Muslim, di mana Nabi SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian selesai membaca tasyahud akhir, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara.”

Hukum membaca doa sebelum salam menurut mayoritas ulama, termasuk Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Imam Nawawi menjelaskan bahwa setelah tasyahud akhir, disunnahkan berdoa dengan doa yang diajarkan Nabi atau doa lain yang baik.

Berikut ini adalah ragam bacaan doa sebelum salam sebagaimana diriwayatkan para sahabat dan salafus salih, lengkap penjelasannya.

 

Doa Sebelum Salam Sesuai Sunnah

Ada cukup banyak doa tahiyat akhir sebelum salam yang bisa dibaca oleh umat Islam. Berikut ini adalah doa sebagaimana disebut dalam hadis di atas.

1. Doa Sebelum Salam 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرَفِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ.

Latin: Allaahumma inni a'uudzubika min 'adzaabi jahannam, wa min 'adzaabil qabri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fit- natil masiihid dajjaal

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari pedihnya siksa neraka jahannam, dari pedihnya siksa kubur, dari kerasnya fitnah hidup dan mati, dan dari keburukan perbuatan Dajjal."

Doa ini termaktub dalam kitab Shahih Bukhari-Muslim. Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Jika kalian telah selesai membaca tasyahud akhir, maka bacalah doa memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara; dari pedihnya siksa neraka jahannam, dari pedihnya siksa kubur, dari kerasnya fitnah hidup dan mati, dan dari keburukan perbuatan Dajjal."

Doa Sebelum Salam Riwayat Muadz RA

Selanjutnya, ada doa sebelum salam yang diriwayatkan oleh sahabat Muadz RA, seorang sahabat Nabi SAW yang juga pemimpin Bani Aus, Yatsrib (madinah) dan dikenal alim allamah.

Doa Tahiyat Akhir sebelum Salam

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Latin: Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik

Artinya: "Ya Allah, tolonglah aku dalam berzikir, bersyukur, dan beribadah yang baik kepada-Mu."

Doa ini merupakan wasiat Rasulullah SAW ini disampaikan kepada sahabat beliau, Mu'adz RA, dan berlaku bagi umat Islam secara keseluruhan. Rasulullah SAW bersabda,

يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فَقَالَ أُوصِيْكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرٍ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُوْلُ : اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Artinya: "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku mencintaimu." Lalu beliau berkata, "Aku wasiatkan kepadamu, wahai Mu'adz, janganlah engkau sekali-kali meninggalkan doa ini di akhir setiap salat, 'Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik.'" (HR Abu Daud dan an-Nasa'i. Al-Hafiz Abu Thahir mengatakan hadits ini sanadnya shahih)

Doa Sebelum Salam Riwayat Aisyah RA

Berikutnya adalah bacaan doa sebelum salam dengan redaksi yang mirip dengan doa sebelum salam yang tercantum dalam Shahih Bukhari-Muslim. Doa ini termaktub dalam Kitab Fikih Manhajus Salikin karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di.

Berikut ini bacaan doa sebelum salam

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Latin: Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qabri, wa a’udzu bika min fitnatil masihid dajjal, wa a’udzu bika min fitnatil mahyaa wa fitnatil mamaat. Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom.

Artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa kubur, aku meminta perlindungan pada-Mu dari cobaan Al Masih Ad Dajjal, aku meminta perlindungan pada-Mu dari musibah ketika hidup dan mati. Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari perbuatan dosa dan sulitnya berutang).” (HR. Bukhari, no. 832 dan Muslim, no. 589).

Doa ini diriwayatkan Dari ‘Aisyah -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aisyah mengabarkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di dalam shalatnya:

“ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAL, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WA FITNATIL MAMAAT. ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM.

Artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa kubur, aku meminta perlindungan pada-Mu dari cobaan Al Masih Ad Dajjal, aku meminta perlindungan pada-Mu dari musibah ketika hidup dan mati. Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari perbuatan dosa dan sulitnya berutang).” (HR. Bukhari, no. 832 dan Muslim, no. 589).

Doa Sebelum Salam Riwayat Abu Bakar RA

 Berikutnya adalah doa sebelum salam riwayat Abu Bakar RA. Berikut ini bacaannya:

اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ 

Latin: Allahumma inni zholamtu nafsii zhulman katsiroo wa laa yaghfirudz dzunuuba illa anta. Faghfir lii maghfiratan min ‘indik, warhamnii innaka antal ghofurur rohiim

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang besar. Tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu. Kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).” (HR. Bukhari, no. 834 dan Muslim, no. 2705).

Doa ini termaktub dalam hadis riwayat Abu Bakar RA:

عَنْ أَبِى بَكْرٍ الصِّدِّيقِ – رضى الله عنه – . أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَلِّمْنِى دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِى صَلاَتِى . قَالَ « قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ »

Artinya: Dari Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ajarkanlah padaku suatu doa yang aku baca dalam shalatku.” Beliau menjawab, ucapkanlah, “ALLAHUMMA INNI ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIROO WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA. FAGHFIR LII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIK, WARHAMNII INNAKA ANTAL GHOFURUR ROHIIM (artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang besar. Tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu. Kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).” (HR. Bukhari, no. 834 dan Muslim, no. 2705).

Doa di atas juga dimasukkan oleh Imam Bukhari dalam Bab “Doa Sebelum Salam”. Doa semacam itu bukan khusus berada di akhir shalat sebelum salam setelah tasyahud akhir, namun boleh juga di tempat lainnya di dalam shalat.

Sholawat Ibrahimiyah sebelum Doa dan Salam

Merujuk buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap, Dilengkapi Dzikir dan Doa-Doa Mustajab karya Ustadz Abu Quro, pada tahiyat akhir disunnahkan membaca sholawat Ibrahimiyah sebelum salam.

Berikut ini bacaan sholawat dirangkai sholawat ibrahimiyah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ 

Latin: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, kama shallaita ‘ala Ibrahima wa ‘ala aali Ibrahima innaka hamidum majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, kama barakta ‘ala Ibrahima wa ‘ala aali Ibrahima innaka hamidum majid.

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Sholawat Ibrahimiyah adalah bacaan sholawat yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ kepada para sahabat ketika mereka bertanya tentang cara bershalawat yang benar.

عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ: قَالَ الْمُسْلِمُونَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ؟ فَقَالَ: قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ 

Latin:Dari Ka’b bin ‘Ujrah, ia berkata: Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?” Beliau bersabda: Ucapkanlah: (bacaan sholawat di atas...) Arti:(HR. Bukhari no. 3370, HR. Muslim no. 406)

Sholawat Ibrahimiyah adalah bacaan sholawat yang paling utama dan shahih, dibaca pada tasyahud akhir shalat. Hukum membaca sholawat Ibrahimiyah pada tasyahud akhir adalah wajib menurut sebagian ulama (mazhab Syafi’i), dan sunnah muakkadah menurut lainnya.

Lazimnya, shalawat ibrahimiyah dibaca sebelum doa sebelum salam.

Hukum Doa Sebelum Salam, Pendapat Ulama dan Dalilnya

Mayoritas ulama dari kalangan mazhab Syafi’i, Maliki, Hanbali, dan sebagian Hanafiyah berpendapat bahwa membaca doa sebelum salam dalam sholat adalah sunnah muakadah (sangat dianjurkan).

Sayyid Sabiq dalam Buku Fiqih Sunnah dan  Imam Nawawi dalam Al-Adzkar dan Al-Majmu’ menjelaskan doa tersebut disunnahkan. “Disunnahkan berdoa setelah tasyahud akhir sebelum salam dengan doa-doa yang ma’tsur dari Nabi ﷺ atau doa lain yang baik," tulis Imam Nawawi.

Dalil kesunnahannya hadis sahih dari Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الْآخِرِ، فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ، يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Latin: Iza faragha ahadukum minat-tasyahhudi al-akhir, falyata’awwadz billahi min arba’in, yaqulu: Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

Arti: "Jika salah seorang di antara kalian selesai membaca tasyahud akhir, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara: dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal."(HR. Muslim No. 588, HR. Bukhari No. 832).

People also Ask:

1. Apa doa sebelum salam?

Allahhumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim.

2. Apa artinya fil alamina innaka hamidun majid?

Frasa "Fil 'aalamiin innaka hamidun majeed" yang merupakan bagian dari doa tahiyat akhir berarti "Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung". Frasa ini menegaskan bahwa Allah adalah Yang Maha Terpuji dan Maha Mulia di antara semua ciptaan-Nya.

3. Bolehkah menambahkan doa di tahiyat akhir sebelum salam?

Imam an-Nawawi juga menjelaskan, membaca doa setelah tahiyat akhir sebelum salam hukumnya boleh.

4. Apa yang diucapkan sebelum memulai berdoa?

Mukadimah sebelum berdoa adalah bagian pembuka doa yang berisi pujian kepada Allah SWT, mengucapkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan kadang dilanjutkan dengan permohonan ampunan serta permohonan agar acara atau hajat dapat berjalan lancar.