Liputan6.com, Jakarta Doa sujud syukur arab menjadi bacaan penting yang menyertai gerakan sujud tersebut agar ibadah menjadi lebih sempurna. Bacaan ini mengandung pujian dan pengagungan kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya.
Sujud syukur merupakan bentuk ibadah yang menunjukkan rasa syukur seorang muslim kepada Allahatas segala nikmat yang diberikan. Gerakan sujud ini dilakukan dengan merendahkan diri, menyentuhkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki ke tanah sebagai tanda ketundukan kepada Sang Maha Pencipta.
Menurut Fiqh al-Sunnah karya Sayyid Sabiq, sujud syukur adalah sunnah muakkad yang dianjurkan ketika menerima kabar baik atau nikmat dari Allah SWT. Praktik ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat sebagai bentuk kesyukuran yang konkret kepada Allah. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (25/9/2025).
Advertisement
Pengertian Sujud Syukur dalam Islam
Sujud syukur merupakan salah satu bentuk ibadah dalam agama Islam yang bertujuan untuk mengekspresikan rasa terima kasih kepada Allah SWT. Ibadah ini dilakukan atas nikmat yang diterima atau musibah yang berhasil dihindari oleh seorang hamba. Melalui sujud ini, seorang Muslim menunjukkan kesadaran akan kebesaran Allah dan karunia-Nya.
Secara bahasa, sujud berarti tunduk sepenuhnya dengan meletakkan kening di tanah yang melambangkan ketundungan dan kepasrahan. Dalam konteks Islam, sujud syukur adalah tanda bahwa seorang hamba telah selamat dari bahaya atau mendapatkan nikmat besar. Keselamatan dan nikmat tersebut diyakini sebagai anugerah langsung dari Allah SWT.
Hukum sujud syukur dalam Islam adalah sunnah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan namun tidak wajib. Hal ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW yang sering melakukan sujud syukur saat menerima kabar baik atau nikmat besar. Menurut buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VII, sujud syukur adalah bentuk rasa syukur mendalam seorang hamba kepada Tuhannya.
Advertisement
Doa Sujud Syukur Arab, Latin, dan Terjemahnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3274105/original/054191000_1603275591-316-pai003662-ae.jpg)
Ada beberapa pilihan doa sujud syukur Arab, latin, dan terjemahannya yang bisa dibaca saat melaksanakan sujud syukur. Doa-doa ini merupakan bentuk pujian dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT, serta permohonan ampunan. Membaca doa-doa ini dengan penuh penghayatan akan menambah makna dari ibadah sujud syukur.
1. Doa Sujud Syukur Pertama
Arab: سُبْحَانَ اللهِ والْحَمْدُ لِلَّهِ ولا إِلَهَ إِلَّا اللهُ واللهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhaanallaahu wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."
2. Doa Sujud Syukur Kedua
Arab: سُبحانَ ربِّيَ الأعلَى وبحمدِه
Latin: Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdihi
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya."
3. Doa Sujud Syukur Ketiga
Arab: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
Latin: Subhaanaka allahumma rabbanaa wa bihamdika allahummaghfirli
Artinya: "Maha Suci Engkau ya Allah, wahai Tuhan kami, dengan memuji-Mu ya Allah, ampunilah aku."
4. Doa Sujud Syukur Keempat
Arab: سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ
Latin: Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu washowwarohu wasyaqo sam'ahu wa bashorohu bihaulili wa quwwatihi fatabaarakallaahu ahsanul khooliqiin
Artinya: "Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta."
Beberapa ulama juga berpendapat bahwa doa sujud tilawah dapat dijadikan sebagai salah satu doa sujud syukur Arab. Hal ini karena keduanya memiliki esensi yang sama dalam mengungkapkan ketundukan dan pujian kepada Allah.
Waktu Pelaksanaan Sujud Syukur
Sujud syukur dapat dilakukan kapan saja ketika seseorang menerima kabar baik atau nikmat dari Allah SWT. Tidak ada batasan waktu khusus untuk melaksanakan ibadah sunnah ini, namun ada beberapa momen yang sangat dianjurkan.
Waktu utama untuk melakukan sujud syukur adalah ketika menerima kabar gembira seperti kelahiran anak, kesembuhan dari penyakit, keberhasilan dalam usaha, atau tercapainya cita-cita. Pada momen-momen inilah doa sujud syukur arab sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai ungkapan rasa syukur.
Selain itu, sujud syukur juga dapat dilakukan setelah selesai shalat sebagai tambahan ibadah. Beberapa ulama juga menganjurkan sujud syukur ketika terhindar dari musibah atau bencana sebagai bentuk syukur atas perlindungan Allah SWT.
Menurut Ensiklopedia Fiqih Islam yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, sujud syukur tidak terikat dengan waktu-waktu tertentu seperti shalat wajib. Fleksibilitas waktu ini memungkinkan umat muslim untuk senantiasa mengingat dan bersyukur kepada Allah SWT dalam setiap kondisi.
Advertisement
Tata Cara Melakukan Sujud Syukur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4463244/original/094524400_1686574543-syed-aoun-abbas-e7DEidxrfDU-unsplash.jpg)
Tata cara sujud syukur memiliki aturan yang relatif sederhana namun harus dilakukan dengan penuh khusyuk. Prosedur ini mencerminkan adab seorang muslim dalam menghadap Allah SWT dengan penuh ketundukan.
- Memastikan dalam keadaan suci: Sebelum melakukan sujud syukur, pastikan tubuh dan pakaian dalam keadaan bersih dari najis. Meskipun tidak wajib berwudhu, namun dianjurkan dalam keadaan bersuci untuk kesempurnaan ibadah.
- Menghadap kiblat: Posisikan tubuh menghadap kiblat sebagaimana layaknya shalat. Hal ini menunjukkan penghormatan dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.
- Mengucapkan takbir: Mulai sujud syukur dengan mengucapkan "Allahu Akbar" sebagai tanda dimulainya ibadah dan pengagungan kepada Allah SWT.
- Melakukan sujud sekali: Berbeda dengan sujud dalam shalat, sujud syukur hanya dilakukan satu kali. Posisi sujud dengan menyentuhkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki ke tanah.
- Membaca doa sujud syukur: Selama dalam posisi sujud, bacakan doa sujud syukur arab pilihan dengan penuh penghayatan dan kerendahan hati kepada Allah SWT.
Berdasarkan Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq, kesederhanaan tata cara sujud syukur menunjukkan kemudahan agama Islam dalam memberikan ruang bagi umatnya untuk senantiasa bersyukur. Tidak ada persyaratan rumit yang membebani, sehingga setiap muslim dapat melakukannya dengan mudah di mana pun dan kapan pun.
Keutamaan dan Hikmah Sujud Syukur
Melakukan sujud syukur bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga mengandung banyak manfaat dan hikmah mendalam bagi seorang Muslim. Ibadah ini adalah cara efektif untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT dan menumbuhkan kesadaran akan nikmat-Nya yang tak terhingga. Sujud syukur merupakan bentuk terima kasih yang membawa beberapa hikmah penting.
Salah satu hikmah utama adalah mengingatkan dan mendekatkan diri kepada Zat yang memberi nikmat dan keselamatan, yaitu Allah SWT. Sujud syukur membantu menghindarkan diri dari sifat sombong, karena semua yang diperoleh berasal dari Allah SWT.
Selain itu, sujud syukur dapat mengundang tambahan nikmat dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ibrahim ayat 7, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu." Ayat ini menegaskan bahwa syukur adalah jalan bertambahnya nikmat, dan sujud syukur adalah manifestasi nyata dari rasa syukur tersebut.
Advertisement
Adab dan Syarat Sujud Syukur
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5340294/original/093142100_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-01.JPG)
Meskipun sujud syukur adalah ibadah sunnah yang spontan, terdapat adab dan syarat-syarat yang dianjurkan untuk dipenuhi agar ibadah ini lebih sempurna dan diterima oleh Allah SWT. Para ulama memiliki pandangan yang sedikit berbeda tentang beberapa syarat dalam pelaksanaan sujud syukur, namun prinsip dasarnya tetap sama.
Beberapa adab dan syarat sujud syukur yang dianjurkan adalah suci dari hadas dan najis, baik badan, pakaian, maupun tempat sujud. Dianjurkan pula untuk menghadap kiblat, meskipun ada pendapat yang menyatakan tidak disyaratkan karena sujud syukur bukan salat. Menutup aurat juga merupakan adab yang penting, sebagaimana dalam salat.
Sujud syukur harus dilakukan di luar salat. Jika dilakukan di dalam salat, maka salatnya batal. Selain itu, dianjurkan untuk segera melakukan sujud syukur setelah menerima nikmat atau terhindar dari musibah tanpa menunda-nunda.
Perbedaan Sujud Syukur dengan Sujud dalam Shalat
Meskipun sama-sama merupakan bentuk sujud, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara sujud syukur dan sujud dalam shalat. Pemahaman ini penting agar umat muslim dapat melaksanakan kedua jenis ibadah ini dengan benar.
1. Berbeda dari Segi Jumlah dan Durasi
Pertama, dari segi jumlah dan durasi. Sujud dalam shalat dilakukan dua kali setiap rakaat dengan durasi yang relatif singkat, sementara sujud syukur hanya dilakukan sekali dengan durasi yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan spiritual.
2. Berbeda Bacaan
Kedua, dari aspek bacaan. Dalam sujud shalat, bacaan yang dibaca umumnya adalah tasbih standar seperti "Subhaana rabbiyal a'laa". Sedangkan dalam sujud syukur, doa sujud syukur arab yang dibaca lebih bervariasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi atau nikmat yang diterima.
3. Berbeda Waktu Pelaksanaan
Ketiga, dari segi waktu pelaksanaan. Sujud dalam shalat terikat dengan waktu-waktu shalat yang telah ditentukan, sementara sujud syukur dapat dilakukan kapan saja ketika menerima kabar baik atau nikmat dari Allah SWT.
4. Berbeda Syarat dan Rukun
Keempat, dari aspek syarat dan rukun. Sujud dalam shalat memiliki syarat dan rukun yang ketat sebagai bagian dari ibadah wajib. Sedangkan sujud syukur lebih fleksibel meskipun tetap mengikuti adab-adab dasar dalam beribadah.
Berdasarkan Fiqh al-Ibadah yang diterbitkan Institut Agama Islam Negeri Jakarta, perbedaan-perbedaan ini menunjukkan fleksibilitas ajaran Islam dalam memberikan ruang bagi umatnya untuk beribadah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan spiritual masing-masing.
Advertisement
FAQ
1. Apa itu doa sujud syukur Arab? Doa sujud syukur Arab adalah bacaan pujian dan permohonan dalam bahasa Arab saat bersujud sebagai tanda terima kasih kepada Allah SWT.
2. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan sujud syukur? Sujud syukur dilakukan secara spontan ketika mendapatkan nikmat besar, kabar gembira, atau terhindar dari musibah.
3. Apakah sujud syukur harus dalam keadaan berwudhu? Mayoritas ulama menganjurkan sujud syukur dilakukan dalam keadaan suci dari hadas dan najis.
4. Berapa kali sujud dilakukan dalam sujud syukur? Sujud syukur dilakukan sebanyak satu kali.
5. Apakah sujud syukur boleh dilakukan di dalam salat? Tidak, sujud syukur dilakukan di luar salat; jika dilakukan di dalam salat, maka salatnya batal.
6. Apa manfaat utama dari sujud syukur? Manfaat utama sujud syukur adalah meningkatkan rasa syukur, mendekatkan diri kepada Allah, dan mengundang tambahan nikmat.
7. Apakah ada niat khusus untuk doa sujud syukur Arab? Niat sujud syukur cukup diucapkan dalam hati, yaitu berniat melakukan sujud syukur karena Allah Ta'ala.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5006099/original/087840000_1731633063-prayer-1008385_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)