Doa yang Dibaca Ketika Menyembelih Hewan Kurban Arab dan Arti: Panduan Lengkap

Ketahui panduan lengkap doa yang dibaca ketika menyembelih hewan kurban, tata cara, dan hikmahnya. Pastikan ibadah kurban Anda sah dan berkah sesuai syariat Islam.

Diterbitkan 25 September 2025, 01:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ibadah kurban dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq. Membaca doa yang dibaca ketika menyembelih hewan kurban adalah bagian dari prosesi ini.

Pentingnya memahami doa yang dibaca ketika menyembelih hewan kurban bukan hanya untuk memenuhi syarat keabsahan, melainkan juga sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. 

Mengutip buku Tuntutan Berkurban dan Menyembelih Hewan karya Ali Ghufron, Lc., Al-Laits dalam Kitab Taju Al-Arusy min Jawahiri Al-Qamus menjelaskan bahwa al-qurba adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah demi meraih kedekatan dan wasilah.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (24/9/2025).

Doa yang Dibaca Ketika Menyembelih Hewan Kurban: Arab, Latin, dan Artinya

Membaca doa yang dibaca ketika menyembelih hewan kurban adalah bagian penting dari ibadah kurban itu sendiri. Selain sebagai syarat sah, membaca doa juga menjadi bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT.

Buku Pintar Agama Islam oleh Al-Baijury (2015) menjelaskan bahwa kurban merupakan hewan yang khusus pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) untuk disembelih dan juga hari-hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah) sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berikut adalah lafal doa yang dianjurkan untuk dibaca saat menyembelih hewan kurban, baik untuk diri sendiri maupun orang lain:

  1. Bacaan Basmalah dan Takbir

    Hukum mengucapkan basmalah sebelum menyembelih hewan kurban adalah wajib menurut mayoritas ulama. Kehalalan daging kurban dipengaruhi oleh bacaan basmalah sebelum daging disembelih, sebagaimana disinggung dalam Surah Al-An'am ayat 121.

    بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ

    Latin: Bismillahi Allahu Akbar.

    Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar."

  2. Doa atau Niat Kurban (untuk diri sendiri)

    Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir, dan Doa oleh dr KH Badruddin Hasyim dan Fikih Madrasah Ibtidaiyah/SD Kelas 5 oleh M Muhaimin Nur Idris menyebutkan doa atau niat kurban ini.

    اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

    Latin: Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minnii ya kariim.

    Artinya: "Ya Allah, Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari Engkau. Dan dengan ini aku berkurban kepada-Mu. Karena itu, Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah kurbanku."

  3. Membaca Surah Al-An'am Ayat 162-163

    قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُۥ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُسْلِمِينَ

    Latin: Qul inna salaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil-'aalamiin. Laa syariikalah, wa biżaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin.

    Artinya: "Katakanlah, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."

  4. Doa Kurban untuk Orang Lain

    Jika menyembelih hewan kurban orang lain, doa yang dibaca sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ (….)

    Latin: Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min … (nama pemilik hewan kurban).

    Artinya: "Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban dari (nama pemilik hewan kurban)."

  5. Membaca Shalawat

    اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Latin: Allahuma sholi ‘alaa sayyidina muhammad wa’ala alii muhammad.

    Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada nabi Muhammad dan kepada keluarga Muhammad."

Hukum Membaca Basmalah dalam Penyembelihan Kurban

Membaca basmalah saat menyembelih hewan kurban adalah salah satu aspek penting yang menjadi perdebatan di kalangan ulama mengenai status hukumnya. Kehalalan daging kurban sangat dipengaruhi oleh bacaan basmalah sebelum hewan disembelih. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah Al-An'am ayat 121:

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

Artinya: "Janganlah kamu memakan sesuatu dari (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah. Perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan benar-benar selalu membisiki kawan-kawannya agar mereka membantahmu. Jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu benar-benar musyrik."

Imam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al Fatawa juga menyebutkan kewajiban membaca basmalah sebelum hewan disembelih, dan hal ini disetujui oleh mayoritas ulama.

Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali menyatakan bahwa membaca basmalah adalah wajib. Jika seseorang sengaja meninggalkannya, maka daging sembelihan dianggap tidak halal. Pendapat ini merujuk langsung pada pemahaman literal Surah Al-An'am ayat 121.

Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Imam Syafi'i dan sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa hukum membaca basmalah adalah sunnah, bukan syarat sah. Mereka berargumen bahwa jika seseorang lupa membaca basmalah, sembelihannya tetap sah.

Meskipun demikian, di Indonesia, mayoritas umat Islam mengikuti mazhab Syafi'i, namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan pentingnya membaca basmalah demi menjaga kehalalan daging kurban. Oleh karena itu, sikap paling hati-hati adalah dengan selalu membaca basmalah setiap kali menyembelih hewan kurban.

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Sunnah

Penyembelihan hewan kurban harus dilakukan sesuai syariat Islam untuk memastikan kehalalan dan keberkahan dagingnya. Kementerian Agama dan Muhammadiyah telah menerbitkan panduan terkait tata cara penyembelihan yang benar.

Berikut adalah langkah-langkah tata cara menyembelih hewan kurban sesuai sunnah:

  1. Menggunakan Pisau Tajam

    Penyembelihan harus dilakukan dengan pisau yang sangat tajam untuk meminimalkan rasa sakit pada hewan.

    Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Syaddad ibn Aus RA, "Allah memerintahkan untuk berbuat kebaikan kepada segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, maka baguskanlah cara dan keadaan dalam membunuh, dan apabila kamu menyembelih, maka baguskanlah penyembelihannya, dan hendaklah menajamkan pisaunya, dan menenangkan hewan sembelihannya." (HR Muslim).

    Disunnahkan untuk tidak mengasah pisau di depan hewan yang akan disembelih agar hewan tidak merasa takut.

  2. Menghadapkan Hewan ke Arah Kiblat

    Hewan yang akan disembelih diarahkan ke kiblat, khususnya bagian leher yang akan dipotong. Ini merupakan simbol ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah.

    Hadits dari Abu Dawud menyebutkan bahwa Nabi SAW menghadap kiblat saat menyembelih, "Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tulus ikhlas dan menyerahkan diri dan aku bukanlah golongan orang-orang musyrik..."

  3. Membaringkan Hewan Kurban di Sisi Kiri

    Nabi Muhammad SAW membaringkan hewan di sisi kiri sebagai bentuk perlakuan baik. Hal ini disebutkan dalam HR Muslim, "...Lalu beliau membaringkan kambing itu."

  4. Menginjakkan Kaki pada Bagian Leher Hewan

    Menginjakkan kaki di sisi kanan hewan pada bagian leher dianjurkan untuk memudahkan penyembelihan dan memegang kepala hewan. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Nabi SAW menginjak kakinya di pangkal leher dua kambing saat menyembelihnya (HR Bukhari).

  5. Membaca Basmalah dan Takbir

    Ketika hendak menyembelih, sangat dianjurkan mengucapkan "Bismillahi wallahu akbar" diikuti dengan nama orang yang berkurban. Ini adalah bagian penting dari doa yang dibaca ketika menyembelih hewan kurban.

  6. Membaca Doa dan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

    Setelah membaca basmalah dan takbir, dilanjutkan dengan doa dan shalawat. Doa ini melengkapi prosesi penyembelihan yang sesuai syariat.

  7. Mulai Menyembelih Hewan

    Penyembelihan harus dilakukan dengan cepat untuk meringankan penderitaan hewan. Pastikan kerongkongan, tenggorokan, dan dua urat nadi di leher terputus sempurna. Leher hewan dilarang dipatahkan sebelum hewan benar-benar mati.

Syarat Hewan Kurban dan Orang yang Menyembelih

Agar ibadah kurban sah dan diterima, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, baik untuk hewan kurban maupun orang yang menyembelihnya. BAZNAS menjelaskan syarat-syarat ini sebagai pedoman bagi umat Muslim.

Syarat Hewan Kurban:

  • Jenis Hewan Ternak: Hewan kurban haruslah hewan ternak, seperti unta, sapi, kerbau, kambing, atau domba. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 34.
  • Usia Minimal: Unta minimal 5 tahun dan telah masuk tahun ke-6. Sapi/Kerbau minimal 2 tahun dan telah masuk tahun ke-3. Domba minimal 1 tahun atau minimal 6 bulan jika gemuk dan sehat. Kambing minimal 1 tahun dan telah masuk tahun ke-2.
  • Kondisi Sehat dan Tidak Cacat: Hewan harus dalam kondisi sehat, tidak buta, tidak pincang, tidak sakit yang jelas, dan tidak terlalu kurus. Hewan juga tidak boleh memakan kotoran atau najis dalam waktu lama.

Syarat Orang yang Menyembelih Hewan Kurban:

  • Beragama Islam: Penyembelih harus seorang Muslim. Jika dilakukan oleh non-Muslim, penyembelihan tidak sah.
  • Akil Baligh: Penyembelih harus sudah akil baligh dan berakal sehat.
  • Memiliki Kemampuan: Penyembelih harus memiliki keahlian dalam menyembelih hewan sesuai syariat Islam.
  • Memahami Tata Cara Syar'i: Penyembelih harus memahami tata cara penyembelihan yang benar sesuai syariat Islam.
  • Waktu Penyembelihan: Penyembelihan hendaknya dilakukan pada siang hari, tepatnya setelah terbit matahari pada hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq.

Hikmah Melaksanakan Ibadah Kurban

Ibadah kurban memiliki banyak hikmah dan pelajaran mendalam bagi umat Muslim. Hikmah Kisah Nabi dan Rasul oleh Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri (2021) menjelaskan bahwa salah satu hikmah utama adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT atas dasar ketaatan. Berikut adalah beberapa hikmah melaksanakan kurban:

  1. Meningkatkan Ketakwaan dan Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Kurban adalah bentuk ibadah yang paling dicintai Allah pada Hari Raya Idul Adha. Melalui kurban, umat Muslim dapat mengekspresikan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
  2. Menghidupkan Ajaran Nabi Ibrahim AS: Kurban mengingatkan umat Muslim akan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan kesediaannya untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan mutlak kepada Allah. Ini melatih keikhlasan dan ketaatan.
  3. Memupuk Rasa Peduli Sosial: Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa, yang merupakan upaya untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian antar sesama di masyarakat. Hal ini juga menjadi sarana pendidikan untuk bersedekah di jalan Allah.
  4. Melatih Keikhlasan dan Kesabaran: Pelaksanaan kurban melatih seorang Muslim untuk mengendalikan diri, bersikap tenang, dan ikhlas dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan. Ini adalah latihan keikhlasan yang nyata, di mana harta terbaik diserahkan semata-mata untuk mengharap ridha Allah.
  5. Mendapatkan Ganjaran Pahala: Setiap helai bulu hewan kurban akan memberikan ganjaran pahala bagi yang berkurban. Nabi SAW bersabda, "Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban."
  6. Menjadi Momen Evaluasi Spiritual: Ibadah kurban seharusnya menjadi momen evaluasi spiritual, memperbaiki niat, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT, bukan sekadar formalitas tahunan.

FAQ

Apa itu ibadah kurban?

Ibadah kurban adalah penyembelihan hewan tertentu pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq sebagai bentuk ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hewan apa saja yang boleh dijadikan kurban?

Hewan kurban berupa unta, sapi, kerbau, kambing, atau domba yang sehat, tidak cacat, dan telah mencapai usia minimal sesuai syariat.

Apakah doa wajib dibaca saat menyembelih kurban?

Membaca basmalah dan doa saat menyembelih hewan kurban sangat dianjurkan. Mayoritas ulama menyatakan basmalah wajib untuk memastikan kehalalan daging.

Bagaimana doa kurban untuk diri sendiri?

Doa: “Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minnii ya kariim” – artinya menyerahkan hewan kurban kepada Allah sebagai bentuk syukur dan penghambaan.

Bagaimana tata cara menyembelih hewan kurban sesuai sunnah?

Gunakan pisau tajam, arahkan hewan ke kiblat, baringkan di sisi kiri, injak leher bagian kanan, baca basmalah dan doa, lalu sembelih dengan cepat untuk meringankan hewan.

Siapa yang boleh menyembelih hewan kurban?

Penyembelih harus Muslim, sudah akil baligh, berakal sehat, memahami tata cara syar’i, dan memiliki kemampuan menyembelih dengan benar.

Apa hikmah utama melaksanakan kurban?

Kurban mendekatkan diri kepada Allah, meneladani kesabaran Nabi Ibrahim AS, melatih keikhlasan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendatangkan pahala dan evaluasi spiritual.