Liputan6.com, Jakarta - Setelah menyelesaikan ibadah sholat, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca doa wirid.
Amalan ini memiliki dasar yang kuat dalam hadis-hadis Rasulullah SAW dan telah dipraktikkan oleh umat Muslim selama berabad-abad, termasuk masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan.
Wirid berasal dari bahasa Arab yang berarti "datang" atau "hadir." Namun dalam ibadah, wirid mengacu pada bacaan-bacaan zikir, doa, atau amalan lain yang diamalkan setelah sholat.
Advertisement
Berbeda dengan zikir yang dapat dilakukan kapan saja, wirid memiliki waktu dan ketentuan khusus, serta jumlah bacaan yang telah ditentukan.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (13/08/2025).
1. Bacaan Istighfar Tiga Kali dan Allahumma Anta As-Salaam
Arab:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ (3x)
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin:
Astaghfirullaahal 'adziim alladzii laaailaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x)
Allaahumma antas salaam waminkas salaam tabarokta yaa dzal jalaali wal ikraam
Artinya:
"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya" (3x)
"Ya Allah, Engkau adalah As-Salaam (Yang Maha Sejahtera) dan dari-Mu lah kesejahteraan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan."
Dasar Hadis: Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Tsauban, bahwa Rasulullah SAW setelah selesai sholat selalu membaca istighfar tiga kali kemudian dilanjutkan dengan bacaan Allahumma anta as-salaam.
2. Bacaan La Ilaha Illallah Wahdahu La Syarika Lahu
Arab:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin:
Laaailaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa 'alaa kulli syain qodiir
Artinya:
"Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Keutamaan: Menurut hadis yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim, barangsiapa membaca kalimat ini sepuluh kali setelah sholat Subuh dan Maghrib akan mendapat pahala seperti memerdekakan empat budak dari keturunan Nabi Ismail AS.
3. Bacaan Perlindungan dari Api Neraka
Arab:
اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ (7x untuk Subuh, 3x untuk Maghrib)
Latin:
Allaahumma ajirnii minan naar
Artinya:
"Ya Allah, lindungi aku dari api neraka."
Berdasarkan Hadis: Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca doa perlindungan ini dengan jumlah berbeda sesuai waktu sholat untuk memohon perlindungan dari siksa neraka.
4. Membaca Surat Al-Fatihah
Surat Al-Fatihah, yang disebut sebagai "Ummul Qur'an" (induk Al-Qur'an), memiliki keutamaan luar biasa. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, surat ini disebut sebagai cahaya yang tidak pernah diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya.
Keutamaan: Setiap huruf yang dibaca dari Al-Fatihah merupakan doa dan akan dikabulkan Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi tentang dialog antara Allah dan hamba-Nya ketika membaca surat ini.
5. Membaca Ayat Kursi
Arab:
اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَات وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Keutamaan: Menurut hadis dalam Al-Mu'jam Al-Kabir karya Imam Thabrani, barangsiapa membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.
6. Doa Allahumma A'inni 'Ala Dzikrika
Arab:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Latin:
Allahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatika
Artinya:
"Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu."
Berdasarkan Hadis: Doa ini diajarkan Rasulullah SAW kepada Muadz bin Jabal sebagai doa yang harus dibaca setelah setiap selesai sholat, sebagaimana diriwayatkan dalam Sunan Abu Daud.
Advertisement
7. Tasbih, Tahmid, dan Takbir (33-33-33)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2241533/original/091710500_1528333806-20180606-Muslim-Afghanistan-Berburu-Berkah-Lailatul-Qadar-AP-1.jpg)
Arab:
سُبْحَانَ اللهِ (33x) الْحَمْدُ لِلهِ (33x) اللهُ أَكْبَرُ (33x)
Kemudian ditutup dengan: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin:
Subhaanallaah (33x) Alhamdulillaah (33x) Allahu Akbar (33x)
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa 'alaa kulli syai'in qadiir
Artinya:
"Maha Suci Allah" (33x) "Segala puji bagi Allah" (33x) "Allah Maha Besar" (33x)
"Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Keutamaan: Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa barangsiapa membaca rangkaian dzikir ini setelah setiap sholat fardhu, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih lautan.
8. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Ketiga surat ini, yang dikenal sebagai "Al-Mu'awwidzat" (surat-surat perlindungan), sangat dianjurkan untuk dibaca setelah sholat berdasarkan hadis dari Uqbah bin Amir yang diriwayatkan Abu Daud.
Keutamaan: Surat-surat ini memberikan perlindungan dari berbagai macam kejahatan dan gangguan, baik yang tampak maupun yang tidak tampak.
9. Doa Allahumma La Mani'a Lima A'tayta
Arab:
اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Latin:
Allaahumma laa maani'a limaa a'thoita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu
Artinya:
"Ya Allah, tiada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tiada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, serta tiada berguna kekayaan dan kemuliaan seseorang (untuk menolak takdir-Mu)."
Berdasarkan Hadis: Doa ini tercantum dalam Shahih Bukhari dan Muslim sebagai salah satu doa yang rutin dibaca Rasulullah SAW setelah sholat.
Wirid dalam Tradisi Masyarakat Banjar
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap berbagai masjid di Kalimantan Selatan, ditemukan bahwa masyarakat Banjar memiliki tradisi wirid yang sangat kuat. Penelitian ini mengungkap bahwa:
- Rujukan Hadis: Semua bacaan wirid yang dipraktikkan masyarakat Banjar bersumber dari hadis-hadis shahih dan minimal hasan.
- Variasi Susunan: Terdapat variasi dalam urutan bacaan wirid di berbagai daerah, namun inti bacaannya tetap sama dan mengacu pada ajaran Rasulullah SAW.
- Pengaruh Ulama: Variasi dalam tradisi wirid sangat dipengaruhi oleh ulama-ulama berpengaruh di masing-masing daerah, seperti pengaruh Guru Sekumpul (KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani) di daerah Martapura.
- Kitab Rujukan: Masyarakat Banjar merujuk pada kitab-kitab karangan ulama Nusantara seperti:
- Kitab Sabilal Muhtadin karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari
- Kitab Parukunan karya Fatimah binti Abdul Wahhab
- Risalah Amaliah karya H.M. Qusairi Hamzah
- Kitab Imdad karya KH. Zaini bin Abdul Ghani
Advertisement
Manfaat dan Hikmah Wirid Setelah Sholat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2241544/original/039258100_1528334197-20180606-Muslim-Afghanistan-Berburu-Berkah-Lailatul-Qadar-AP-4.jpg)
Melansir dari Tarekat Syattariyah Nusantara, Jurnal Studi Keislaman, Volume 17 Nomor 2 (Desember) 2013, tradisi wirid setelah sholat memiliki beberapa manfaat:
- Memperpanjang Hubungan dengan Allah: Wirid menjadi jembatan antara kewajiban (sholat) dengan kehidupan sehari-hari.
- Penguatan Iman: Bacaan-bacaan dalam wirid mengandung pengakuan akan keesaan Allah, pujian, dan permohonan perlindungan.
- Pembersihan Dosa: Banyak hadis yang menyebutkan bahwa wirid dapat menghapus kesalahan dan dosa.
- Perlindungan: Wirid memberikan perlindungan spiritual dari berbagai gangguan.
- Ketenangan Jiwa: Rutinitas wirid setelah sholat memberikan ketenangan dan kedamaian batin.
Kapan Wirid Dilakukan?
Berdasarkan jurnal Konsep Wirid Qur'ani (Studi Atas Kitab Al-Ma'surat Karya Hasan Al-Bana), wirid dilakukan setelah melaksanakan sholat wajib. Hal ini sesuai dengan hadis dari Tsauban yang menceritakan: "Jika Rasulullah SAW selesai sholat, beliau beristighfar tiga kali."
Perbedaan Wirid dan Dzikir
Wirid dan dzikir memiliki perbedaan mendasar:
Dzikir:
- Dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan waktu
- Tidak ada ketentuan jumlah tertentu
- Tujuan utama untuk mengingat Allah SWT
Wirid:
- Dilakukan pada waktu tertentu (setelah sholat)
- Memiliki ketentuan jumlah bacaan yang spesifik
- Memiliki susunan bacaan yang telah ditentukan
- Beragam tujuan: mengingat Allah, memuji, berdoa, dan memohon perlindungan
Advertisement
Daftar Sumber
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, berikut adalah sumber-sumber utama yang dirujuk:
- Al-Mu'jam Al-Kabir karya Imam Thabrani
- Tarekat Syattariyah Nusantara, Jurnal Studi Keislaman, Volume 17 Nomor 2 (Desember) 2013
- Konsep Wirid Qur'ani (Studi Atas Kitab Al-Ma'surat Karya Hasan Al-Bana)
- Tradisi Wiridan Masyarakat Banjar Sesudah Salat Fardu: Studi Varian dan Rujukan oleh Akhmad Sagir dan Mubarak.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah wajib membaca wirid setelah sholat?
Wirid setelah sholat hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Rasulullah SAW secara konsisten melakukannya, sehingga umat Muslim sangat dianjurkan untuk mengamalkannya.
2. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membaca wirid lengkap?
Waktu yang diperlukan bervariasi tergantung panjang pendek wirid yang dibaca. Wirid pendek dapat diselesaikan dalam 3-5 menit, sementara wirid lengkap memerlukan waktu 10-15 menit.
3. Apakah boleh membaca wirid dengan membaca teks dalam bahasa Indonesia?
Sebaiknya wirid dibaca dalam bahasa Arab sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Namun, untuk pemahaman, sangat baik jika kita juga memahami artinya dalam bahasa Indonesia.
4. Bagaimana jika lupa membaca wirid setelah sholat?
Jika lupa, dapat dibaca kapan saja setelah mengingat, selama waktu sholat berikutnya belum tiba. Yang terpenting adalah konsistensi dalam mengamalkannya.
5. Apakah wirid harus dibaca secara berurutan sesuai susunan tertentu?
Meskipun ada variasi urutan di berbagai daerah, yang terpenting adalah substansi bacaannya sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Namun, mengikuti susunan yang sudah baku akan lebih memudahkan dan konsisten.
6. Bolehkah wirid dibaca secara berjemaah?
Boleh dan bahkan dianjurkan, terutama setelah sholat berjemaah. Tradisi wirid berjemaah banyak dipraktikkan di berbagai masjid dan memiliki nilai positif dalam mempererat ukhuwah islamiyah.
7. Apakah anak kecil sudah harus diajarkan wirid setelah sholat?
Sangat dianjurkan mengajarkan wirid kepada anak sejak dini sebagai bagian dari pendidikan agama. Dimulai dari bacaan-bacaan yang sederhana kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan anak.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3449234/original/037900000_1620241442-000_99C2KR.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659756/original/038409700_1782684252-063_2283754697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368169/original/069389400_1679530201-Salat_Tarawih_Pertama_di_Hagia_Sophia_mosque-AP__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368604/original/007079000_1679547739-20230323-Sholat-Tarawih-Ramadhan-Masjid-Raya-Baiturrahman-Banda-Aceh-AFP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)