Bacaan Bilal Jumat Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Pahami bacaan bilal jumat secara lengkap, mulai dari teks Arab, Latin, hingga artinya, serta tata cara pelaksanaannya dalam ibadah sholat Jumat.

Diterbitkan 17 Juli 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sholat Jumat merupakan salah satu ibadah istimewa dalam agama Islam, di mana umat Muslim berkumpul untuk melaksanakan sholat berjamaah dan mendengarkan khutbah.

Dalam rangkaian pelaksanaannya, terdapat momen penting yang melibatkan peran bilal. Peran bilal sangat krusial sebagai pengantar khatib dan pengingat bagi jamaah untuk fokus.

Salah satu aspek penting dalam ibadah ini adalah bacaan bilal Jumat, yang menjadi tanda dimulainya khutbah hingga sholat berjamaah. 

Menurut buku Doa dan Zikir Makbul karya Abu Hurairah Abdul Salam, Lc., M.A, istilah bilal telah dikenal sejak masa Nabi Muhammad SAW, di mana Bilal bin Rabah menjadi muazin pertama.

Peran bilal dalam sholat Jumat sangat penting, terutama dalam melantunkan bacaan tarqiyah yang menandakan khatib akan naik mimbar.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (16/7/2025).

Apa Itu Bilal Jumat dan Perannya?

Istilah bilal dalam konteks sholat Jumat merujuk pada seseorang yang bertugas mengumandangkan azan dan melantunkan bacaan-bacaan tertentu sebagai bagian dari prosesi ibadah.

Peran ini memiliki akar sejarah yang kuat, merujuk pada Bilal bin Rabah, sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai muazin pertama dalam Islam. Tugas utamanya adalah memastikan kelancaran pelaksanaan sholat Jumat.

Dalam ibadah sholat Jumat, bilal memiliki peran sentral, terutama dalam melantunkan bacaan tarqiyah. Tarqiyah, secara bahasa, berarti "menaikkan," dan secara istilah, bacaan ini menjadi penanda bahwa khatib akan segera naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbah.

Fungsi utama bacaan bilal Jumat ini adalah mengingatkan jamaah untuk mempersiapkan diri dan mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian.

Selain tarqiyah, bilal juga bertanggung jawab melantunkan iqomah setelah khutbah selesai, sebagai tanda bahwa sholat berjamaah akan segera dimulai. Peran ini memastikan transisi yang mulus dari khutbah ke sholat, menjaga ketertiban, dan membimbing jamaah dalam setiap tahapan ibadah.

Kehadiran bilal dengan bacaannya yang khas menjadi penanda penting dalam setiap pelaksanaan sholat Jumat.

Bacaan Bilal Jumat: Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan bilal Jumat terdiri dari beberapa bagian yang dilantunkan pada waktu-waktu krusial selama sholat Jumat. Setiap bacaan memiliki fungsi dan makna tersendiri, membimbing jamaah dari awal hingga akhir prosesi.

Berikut adalah urutan bacaan bilal Jumat yang umum dilantunkan, melansir dari antaranews.com dan buku Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam Syafi'i dan Lukman Hakim:

1. Bacaan Sebelum Khatib Naik Mimbar (Tarqiyah)

Bilal akan melantunkan bacaan ini setelah azan pertama dan jamaah selesai melaksanakan sholat sunnah qobliyah Jumat. Bacaan ini berfungsi sebagai pengingat bagi jamaah untuk bersiap mendengarkan khutbah.

مَعَاشِرَالْمُسْلِمِينَ، وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللهِ، رُوِيَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ، وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ (أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا رَحِمَكُمُ اللهِ ٢×) أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Latin: Ma’asyiral muslimin, wa zumratal mukminina rahimakumullah, ruwiya ‘an abi hurairata radliyallahu’anhu annahu qal, qala rasulullahi shallallahu alaihi wasallam, idza qulta lishahibika yaumal jumuati anshit, wal imamu yakhtubu faqad laghout. Anshitu wasma’u wa athi’u rahimakumullah (2x), Anshitu wasma’u la’allakum turhamun.

Artinya: "Wahai golongan kaum Muslim dan kaum mukmin, semoga Allah selalu memberikan rahmat-Nya kepada kamu sekalian. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah bersabda: 'Ketika kamu berkata 'ansit' kepada temanmu pada hari Jumat (sholat Jumat), sedangkan khatib sedang berkhutbah, maka kamu telah melakukan hal yang sia-sia. Barang siapa yang melakukan hal sia-sia, maka tidak ada Jumat baginya, maka perhatikan, kebaikan dan taatilah, semoga Allah memberikan kepada kamu sekalian.'"

2. Bacaan Saat Khatib Naik Mimbar

Setelah bilal selesai melantunkan bacaan tarqiyah dan khatib naik ke mimbar, bilal melanjutkan dengan membaca shalawat berikut ini:

اللَّـٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ٢× ، اللَّـٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيبِنَا وَشَفِيعِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ أَجْمَعِينَ

Latin: Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad 2x, Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa habibinaa wa syafi’iina wa maulanaa Muhammadin wa sallim wa radliyallahu tabaaraka wa ta’ala ‘an saadatinaa ashaabi rasuulillahi ajma’in.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah rahmat dan kesejahteraan dengan keagungan dan kesempurnaan-Mu kepada hamba-Mu yang paling mulia dan baginda kami, Muhammad, serta semua sahabat Rasulullah."

3. Bacaan Setelah Khatib Naik Mimbar (Sebelum Khutbah Pertama)

Ketika khatib sudah berada di atas mimbar dan menghadap jamaah, bilal Jumat masih menghadap kiblat dan membaca doa berikut:

اللَّـٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّـٰهُمَّ قَوِّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلإِيمَانَ، مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِينَ رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، يَاخَيْرَ النَّاصِرِينَ، بِرَحْمَتِكَ يآأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Latin: Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina wa mawlana Muhammad, wa ‘ala aali sayyidina Muhammad. Allahumma qawwil Islama wal Iman, minal muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, al-ahyai minhum wal amwat. Wanshurhum ‘ala mu’anidid din. Rabbikhtim lana minka bil khair, Ya Khairan nashirina bi rahmatika Ya Arhamar Rahimin.

Artinya: "Ya Allah, kuatkanlah keislaman dan keimanan kaum muslimin (pria) dan muslimat (wanita), kaum mukminin (pria) dan mukminat (wanita), yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, mudahkanlah mereka untuk mengokohkan agama, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang."

4. Bacaan di Antara Dua Khutbah

Setelah khutbah pertama selesai, bilal membaca shalawat berikut ini sebagai jeda sebelum khatib melanjutkan khutbah kedua.

أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ، وَزِدْ وَاَتِمْ وَتَفَضَّلْ وَبَارِكْ، بِجَلاَلِكَ وَكَمَالِكَ عَلَى زَيْنِ عِبَادِكْ، وَأَشْرَفِ عِبَادِكَ سَيِّدِ الْعَرَبِ وَالْعَجَمِ، وَإِمَامِ طَيْبَةَ وَالْحَرَامْ، وَمَنْبَعِ الْعِلْمِ وَالْحِلْمِ وَالْحِكْمَةِ وَالْحِكَمْ, أَبِي الْقَاسِمِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وأَلِهِ وَسَلَّمَ، وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.

Latin: Allahumma shalli wa sallim, wa zid wa atim wa tafadhdhal wa barik, bi jalalika wa kamalika 'ala zayni 'ibadik, wa asyrafi 'ibadik sayyidil 'arabi wal 'ajam, wa imami thoybah wal haram, wa manba'il 'ilmi wal hilm wal hikmah wal hikam, abil qasim sayyidina wa maulana Muhammadin shallallahu 'alayhi wa alihi wa sallam. Wa radhiyallahu tabaraka wa ta'ala 'an kulli shahabati Rasulillahi ajma'in.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam, tambahkan, sempurnakan, karuniakan, dan berkahilah dengan keagungan dan kesempurnaan-Mu kepada hamba-Mu yang paling mulia, dan hamba-Mu yang paling agung, pemimpin bangsa Arab dan non-Arab, imam kota Thaibah dan Haram, sumber ilmu, kesabaran, hikmah, dan kebijaksanaan, Abu al-Qasim, junjungan dan pelindung kami Muhammad SAW. Dan semoga Allah SWT meridhai semua sahabat Rasulullah."

Tata Cara Bilal Jumat dalam Pelaksanaan Sholat Jumat

Peran bilal dalam sholat Jumat tidak hanya terbatas pada bacaan, tetapi juga mencakup serangkaian tata cara yang terstruktur untuk memastikan kelancaran ibadah. Setiap langkah yang dilakukan bilal memiliki tujuan dan makna tersendiri, membimbing jamaah dari persiapan hingga dimulainya sholat.

Melansir dari antaranews, berikut adalah tata cara bilal Jumat:

  1. Mengumandangkan Azan Pertama: Bilal memulai tugasnya dengan menghadap kiblat dan mengumandangkan azan pertama. Azan ini berfungsi sebagai pengingat bagi jamaah bahwa waktu sholat Jumat telah tiba, sehingga disarankan dikumandangkan dengan suara yang jelas dan panjang agar terdengar oleh seluruh jamaah.
  2. Mempersilakan Sholat Sunnah Qobliyah: Setelah azan pertama selesai, jamaah dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah qobliyah Jumat. Bilal memberikan waktu bagi jamaah untuk menunaikan sholat sunnah ini sebagai persiapan sebelum mendengarkan khutbah.
  3. Melantunkan Bacaan Tarqiyah: Setelah sholat sunnah, bilal berdiri di dekat mimbar sambil membawa tongkat. Ia kemudian melantunkan bacaan tarqiyah (seperti yang disebutkan di bagian sebelumnya), yang menandakan bahwa khatib akan naik mimbar.
  4. Menyerahkan Tongkat kepada Khatib: Setelah selesai melantunkan tarqiyah, bilal menghadap kiblat. Khatib akan menghampiri bilal untuk mengambil tongkat, lalu naik ke atas mimbar.
  5. Membaca Shalawat dan Doa Setelah Khatib di Mimbar: Saat khatib sudah berada di atas mimbar dan menghadap jamaah, bilal Jumat masih menghadap kiblat dan melanjutkan dengan membaca shalawat dan doa (seperti yang disebutkan di bagian bacaan).
  6. Membaca Shalawat di Antara Dua Khutbah: Setelah khutbah pertama selesai, bilal membaca shalawat sebagai jeda sebelum khatib melanjutkan khutbah kedua.
  7. Mengumandangkan Iqomah: Setelah khutbah kedua selesai, bilal kembali berdiri di dekat mimbar untuk mengumandangkan iqomah. Iqomah ini menjadi penanda bahwa sholat Jumat akan segera dimulai, sehingga jamaah segera merapatkan shaf dan bersiap untuk sholat.

Tugas Tambahan Bilal Jumat Selain Membaca Doa

Selain melantunkan berbagai bacaan bilal Jumat, seorang bilal juga memiliki beberapa tugas penting lainnya yang berkontribusi pada kelancaran dan kekhusyukan ibadah sholat Jumat.

Tugas-tugas ini menunjukkan bahwa peran bilal lebih dari sekadar pembaca doa, melainkan juga sebagai fasilitator dan penanggung jawab ketertiban di masjid.

Salah satu tugas utama bilal adalah memastikan ketertiban jamaah selama pelaksanaan sholat Jumat. Ini bisa berarti memberikan isyarat non-verbal atau mengingatkan jamaah untuk tetap tenang dan fokus. Ketertiban ini sangat penting agar jamaah dapat menyimak khutbah dan melaksanakan sholat dengan khusyuk tanpa gangguan.

Bilal juga berperan dalam membantu khatib dalam hal-hal yang dibutuhkan, seperti menyerahkan tongkat atau mempersiapkan mimbar. Selain itu, bilal mungkin juga membantu dalam pengaturan tempat sholat, memastikan shaf lurus dan rapi, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan area ibadah.

Tugas-tugas ini, meskipun terlihat sederhana, sangat mendukung kelancaran seluruh prosesi sholat Jumat.

Variasi Bacaan Bilal Jumat di Berbagai Daerah

Meskipun ada bacaan bilal Jumat yang umum digunakan, penting untuk diketahui bahwa tidak ada satu bacaan baku yang seragam di seluruh masjid atau wilayah. Variasi ini seringkali dipengaruhi oleh tradisi lokal, mazhab yang dianut, atau kebiasaan yang telah turun-temurun di suatu komunitas.

Setiap masjid mungkin memiliki sedikit perbedaan dalam redaksi atau urutan bacaan yang dilantunkan oleh bilal.

Beberapa masjid mungkin menggunakan bacaan yang lebih singkat, sementara yang lain memilih bacaan yang lebih panjang atau menambahkan doa-doa spesifik. Misalnya, ada masjid yang mungkin hanya mengulang "Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad" dua kali sebagai tarqiyah, sedangkan yang lain menggunakan redaksi yang lebih lengkap. Variasi ini adalah hal yang wajar dalam praktik keagamaan Islam yang kaya akan tradisi.

Oleh karena itu, jika Anda berada di masjid baru atau ingin mengetahui bacaan yang spesifik di masjid tertentu, sebaiknya menanyakan kepada pengurus masjid setempat.

Hal ini akan membantu Anda memahami tradisi yang berlaku di sana dan mengikuti ibadah dengan lebih baik. Variasi ini menunjukkan fleksibilitas dan adaptasi praktik keagamaan dalam berbagai konteks budaya.

Pentingnya Pelatihan Keterampilan Bilal bagi Generasi Muda

Peran bilal Jumat tidak hanya membutuhkan pemahaman akan bacaan, tetapi juga keterampilan dalam melantunkannya dengan baik dan benar. Oleh karena itu, pelatihan keterampilan bilal menjadi sangat penting, terutama bagi generasi muda.

Program pelatihan semacam ini tidak hanya membekali mereka dengan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat pemahaman agama dan karakter spiritual.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Pengabdian Sosial oleh Maulana Iqbal dan Abdullah (2024) berjudul Pendampingan dalam Pelatihan Keterampilan Bilal Sebagai Upaya Membangun Generasi Muda yang Beriman dan Berilmu di MAN Kota Palangka Raya menyoroti pentingnya program ini.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman agama, keterampilan, serta antusiasme siswa dalam praktik keagamaan. Pelatihan ini juga menumbuhkan sikap inklusif dan toleransi.

Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar tata cara dan bacaan bilal Jumat, tetapi juga didorong untuk aktif terlibat dalam kegiatan islami. Hal ini sejalan dengan tujuan membentuk generasi muda yang memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat, siap berkontribusi positif di lingkungan sosial.

Keterampilan ini juga memberikan bekal praktis yang dapat diaplikasikan di berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Sumber:

  • Abdul Salam, Abu Hurairah. (2018). Doa dan Zikir Makbul. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
  • Antaranews.com
  • Iqbal, Maulana & Abdullah. (2024). Pendampingan dalam Pelatihan Keterampilan Bilal Sebagai Upaya Membangun Generasi Muda yang Beriman dan Berilmu di MAN Kota Palangka Raya. Jurnal Pengabdian Sosial, 1(12), 2319-2324. 
  • Syafi'i, Nasrul Umam & Hakim, Lukman. (2019). Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis. Jakarta: Pustaka Ilmu.

FAQ Seputar Bilal Jumat

1. Apa itu bilal Jumat?

Bilal Jumat adalah seseorang yang bertugas dalam pelaksanaan sholat Jumat untuk mengumandangkan azan, membacakan tarqiyah, dan melantunkan shalawat serta doa tertentu sebelum dan saat khutbah berlangsung. Peran ini sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dan berfungsi sebagai penghubung antara jamaah dan khatib dalam menjaga ketertiban prosesi ibadah.

2. Apa tugas utama bilal dalam sholat Jumat?

Tugas utama bilal dalam sholat Jumat adalah menyampaikan bacaan tarqiyah sebelum khutbah dimulai, membaca shalawat saat khatib naik mimbar, serta mengumandangkan iqamah setelah khutbah selesai. Semua bacaan tersebut berfungsi sebagai penanda transisi dan pengingat bagi jamaah agar fokus dan tertib.

3. Apa itu bacaan tarqiyah dan kapan dibaca?

Bacaan tarqiyah adalah seruan khusus yang dibacakan bilal setelah azan pertama dan sholat sunnah qobliyah, tepat sebelum khatib naik mimbar. Bacaan ini berisi seruan untuk diam, mendengarkan khutbah, dan mempersiapkan diri secara khusyuk, serta mengandung pesan hadits Nabi tentang pentingnya mendengarkan khutbah Jumat.

4. Mengapa bacaan bilal Jumat dianggap penting?

Bacaan bilal Jumat dianggap penting karena tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu dan transisi dalam rangkaian ibadah, tetapi juga memiliki kandungan makna spiritual yang dalam. Bacaan ini membantu membangun suasana khidmat dan mengingatkan jamaah akan adab serta kesiapan menyambut khutbah.

5. Apa yang dibaca bilal saat khatib naik mimbar?

Saat khatib naik mimbar, bilal membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan doa untuk para sahabat Rasul. Bacaan ini dilantunkan untuk memberkahi majelis dan sebagai pengantar sebelum khutbah dimulai, sekaligus menjadi bagian dari syiar Islam yang mengagungkan Rasulullah.

6. Apakah bilal juga membaca doa setelah khutbah pertama?

Ya, setelah khutbah pertama dan sebelum khutbah kedua, bilal membaca shalawat pendek sebagai pengisi jeda. Bacaan ini menjadi pelengkap prosesi khutbah dan menjaga kesinambungan suasana ibadah agar tetap tenang, tertib, dan penuh kekhusyukan.

7. Apakah bacaan bilal Jumat memiliki dalil atau dasar dalam syariat?

Bacaan bilal Jumat, seperti tarqiyah dan shalawat, memiliki landasan dalam tradisi Islam yang berkembang sejak zaman Nabi dan sahabat, khususnya peran Bilal bin Rabah sebagai muazin pertama. Beberapa bagian bacaan mengutip hadits dan doa-doa yang umum digunakan dalam berbagai majelis keagamaan.