Tidur Bisa jadi Ibadah Terbaik di Akhir Zaman Menurut Imam al-Ghazali, Gus Baha Jelaskan Maksudnya

Ibadah terbaik ketika memasuki akhir zaman, di mana waktu kiamat sudah semakin dekat diungkap Gus Baha.

Diterbitkan 10 Juli 2025, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Cilacap - Dalam berbagai kesempatan, para ulama seringkali membahas tentang tanda-tanda kiamat atau akhir zaman dan bagaimana umat Islam harus bersiap-siap menghadapi masa-masa sulit tersebut.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah tentang ibadah apa yang paling baik dilakukan di zaman akhir menjelang tibanya hari kiamat.

KH. Ahmad Bahuddin Nursalim atau Gus Baha, seorang ulama ahli Al-Qur’an yang merupakan murid Mbah Moen ini memberikan penjelasan tentang hal ini.

Lalu ibadah terbaik apa yang mesti dilakukan umat Islam saat telah memasuki akhir zaman yang mendekati kehancuran alam raya ini? Simak ulasannya berikut ini!

Gus Baha mengutip pernyataan Imam al-Ghazali yang mengatakan bahwa di zaman akhir, tidur bisa menjadi ibadah yang paling baik.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Ibadah Terbaik di Akhir Zaman

Gus Baha juga menambahkan bahwa sholat saja bisa kalah dengan tidur dalam hal keutamaan di zaman akhir.

“Imam al-Ghazali bilang, “suatu saat ibadah yang paling baik di zaman akhir itu tidur,” katanya dikutip dari YT Short @Ngajigusbaha-lp3ia, Rabu (09/07/25).

“Sholat saja kalah sama tidur,” sambungnya.

Namun, Gus Baha juga mengingatkan bahwa kewajiban sholat tetap harus dijalankan dan tidak bisa dianggap remeh. Pernyataan Gus Baha ini disambut dengan tawa oleh hadirin, menunjukkan bahwa Gus Baha menyampaikan pesan dengan cara yang santai dan humoris.

Gus Baha memberikan penjelasan tentang bagaimana pandangan Imam al-Ghazali tentang ibadah di zaman akhir, sambil tetap mengingatkan tentang pentingnya menjalankan kewajiban sholat.

“Tapi itu luh ya, yang wajib tetap luh, trus nanti kamu anggap sholat tidak wajib…he..he..he..,”

“Ha..ha..ha..,” sahut tawa hadirin.

Kriteria Tidur yang Bernilai Ibadah

Merangkum laman baznas.go.id, Rabu (09/07/25) berikut ini beberapa kriteria tidur yang termasuk ibadah.

1. Niat Tidur sebagai Ibadah

Salah satu adab tidur dalam Islam yang paling awal adalah meluruskan niat. Seorang Muslim dianjurkan untuk tidur bukan hanya karena lelah, tetapi dengan niat agar esok hari dapat bangun dalam keadaan segar untuk beribadah.

Niat yang benar dalam tidur menjadikan aktivitas ini bernilai pahala. Sebagaimana dalam hadis, setiap amal tergantung pada niatnya. Oleh karena itu, adab tidur dalam Islam selalu dimulai dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT.

2. Membersihkan Diri dan Berwudhu Sebelum Tidur

Salah satu adab tidur dalam Islam yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah berwudhu sebelum tidur. Ini tercantum dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim bahwa Nabi bersabda: “Apabila engkau hendak menuju tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana engkau berwudhu untuk shalat.”

Berwudhu sebelum tidur menunjukkan bahwa kita ingin mengakhiri hari dengan keadaan suci. Ini adalah bentuk kehati-hatian dan kesiapan seorang Muslim jika dipanggil menghadap Allah saat tidur. Maka dari itu, adab tidur dalam Islam juga mengajarkan kesucian lahir dan batin sebelum terlelap.

3. Posisi Tidur yang Dianjurkan Rasulullah

Posisi tidur juga menjadi bagian penting dalam adab tidur dalam Islam. Rasulullah SAW menganjurkan untuk tidur miring ke kanan dan meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanan. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Al-Bukhari.

Tidur miring ke kanan diyakini memberikan manfaat kesehatan dan menunjukkan sikap siap sedia. Dalam adab tidur dalam Islam, posisi ini dianggap lebih mulia karena lebih sesuai dengan sifat tawadhu (rendah hati) dan bukan posisi yang lengah.

4. Membaca Doa dan Dzikir Sebelum Tidur

Membaca doa sebelum tidur merupakan bagian dari adab tidur dalam Islam yang sangat ditekankan. Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa sebelum tidur, salah satunya: “Bismika Allahumma ahyaa wa amuut” (Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati) – HR. Al-Bukhari.

5. Tidak Tidur Terlalu Larut dan Menghindari Tidur Pagi

Rasulullah SAW tidak menyukai tidur setelah shalat Subuh. Ini termasuk dalam adab tidur dalam Islam yang bertujuan untuk menjaga produktivitas dan keberkahan waktu pagi.

Tidur terlalu larut di malam hari juga tidak dianjurkan, kecuali untuk hal-hal penting seperti ibadah atau diskusi ilmiah. Islam mengajarkan keseimbangan hidup, dan adab tidur dalam Islam menjaga agar tidur tidak melalaikan kewajiban kepada Allah.

Penulis: Khazim Mahrur / Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul