Bacaan Tahiyat Awal dan Tahiyat Akhir, Arab, Latin, dan Terjemahannya

Pelajari bacaan tahiyat awal lengkap dengan Arab, Latin, arti, perbedaan dengan tahiyat akhir, serta tata caranya agar sholat lebih sempurna.

Diterbitkan 02 Juli 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam setiap gerakan salat, umat Islam diajarkan untuk melafalkan doa-doa yang sarat makna dan hikmah. Salah satu bagian penting dari salat adalah tahiyat, atau sering disebut juga tasyahud. Bacaan ini mengandung penghormatan kepada Allah, salam kepada Nabi Muhammad SAW, serta doa-doa penuh keberkahan yang memperkuat spiritualitas seorang hamba. Tahiyat terbagi menjadi dua, yaitu tahiyat awal dan tahiyat akhir, yang masing-masing memiliki posisi dan bacaan khusus.

Tahiyat tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian gerakan salat, tetapi juga termasuk dalam rukun salat. Mengabaikannya dapat memengaruhi keabsahan ibadah yang kita lakukan. Oleh karena itu, memahami tata cara, bacaan, serta doa-doa yang terkandung di dalamnya sangat penting bagi setiap Muslim. Bacaan ini menjadi bentuk komunikasi yang khidmat antara seorang hamba dan Rabb-nya di tengah kekhusyukan salat.

Di bawah ini, Liputan6.com akan membahas lebih dalam mengenai bacaan tahiyat awal dan akhir, hukum serta keutamaannya, dan doa-doa penting sebelum salam sebagai penyempurna salat, Rabu (2/7/2025).

Tahiyat Awal: Kedudukan dan Bacaannya

Tahiyat awal dibaca pada rakaat kedua dalam salat yang memiliki lebih dari dua rakaat. Posisi duduk tahiyat ini disebut duduk iftirasy, yaitu dengan menegakkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri. Bacaan tahiyat awal ini merupakan sunnah ab’adh, yang apabila tertinggal disunnahkan untuk mengganti dengan sujud sahwi, sebagaimana dijelaskan dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Prof. Wahbah Az-Zuhaili.

Menurut buku Menyelami Makna Bacaan Shalat oleh Fajar Kurnianto, bacaan tahiyat awal adalah sebagai berikut,

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ أَشْهدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi.

Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiina.

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.

Artinya: Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah.

Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi Muhammad.

Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang saleh.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Tahiyat Akhir: Penutup Salat yang Penuh Doa

Tahiyat akhir dibaca pada rakaat terakhir sebelum salam. Berbeda dengan tahiyat awal, bacaan tahiyat akhir dilengkapi dengan sholawat Nabi. Bacaan ini wajib, dan menjadi bagian dari rukun salat yang jika tidak dilakukan maka salat tidak sah.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

At-tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaahi.

Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiina.

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah.

Allaahumma shalli 'alaa Muhammad, wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim, wa baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim.

Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya: Ya Allah, limpahilah rahmat atas Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah melimpahkan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Doa Sebelum Salam

Setelah membaca tahiyat akhir, Rasulullah SAW menganjurkan membaca doa-doa perlindungan dari berbagai azab. Salah satunya adalah doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Allahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabin-naar, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dari azab neraka, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari fitnah Dajjal.

FAQ Seputar Tahiyat Awal dan Akhir

1. Apa perbedaan utama antara tahiyat awal dan tahiyat akhir?

Tahiyat awal dibaca pada rakaat kedua dan tidak menyertakan sholawat Nabi secara lengkap. Tahiyat akhir dibaca pada rakaat terakhir dan disertai dengan sholawat Nabi dan keluarganya.

2. Apakah salat batal jika tahiyat awal lupa dibaca?

Tidak batal. Namun, karena tahiyat awal termasuk sunnah ab’adh, maka disunnahkan untuk sujud sahwi sebagai pengganti.

3. Bolehkah menambahkan kata “sayyidina” pada tahiyat akhir?

Menurut NU, boleh sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi. Namun Muhammadiyah menganjurkan agar tetap sesuai lafaz asli dalam hadits tanpa tambahan.

4. Kapan doa sebelum salam dibaca?

Doa sebelum salam dibaca setelah selesai membaca tahiyat akhir dan sholawat Nabi, sebelum mengucapkan salam.

5. Apakah anak-anak wajib menghafal tahiyat?

Ya, karena bacaan tahiyat merupakan bagian penting dari salat. Anak-anak perlu dibimbing secara bertahap agar dapat memahami dan menghafalnya dengan baik.