Gontor Menerima Ribuan Santri Baru pada Awal Tahun Ajaran 2025, Jumlah Peserta Meningkat

Proses yudisium tahun ini digelar secara serentak di seluruh kampus putra Gontor melalui siaran daring, termasuk untuk capel yang berdomisili di Malaysia dan Thailand.

Diperbarui 16 April 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali menyambut ribuan santri baru di awal tahun ajaran 2025/Syawwal 1446 H.

Prosesi pengumuman kelulusan calon pelajar (capel) putra Kulliyyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) berlangsung pada Rabu (16/4/2025) pagi, pukul 07.00 WIB, di Kampus 2 Gontor, Siman, Ponorogo.

Acara pengumuman tersebut dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok, Direktur KMI, serta para asatidz. Proses yudisium tahun ini digelar secara serentak di seluruh kampus putra Gontor melalui siaran daring, termasuk untuk capel yang berdomisili di Malaysia dan Thailand. Mereka mengikuti proses tersebut dari kantor perwakilan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) setempat.

Direktur KMI PMDG, Al-Ustadz KH Masyhudi Subari, menyampaikan bahwa pelaksanaan yudisium kali ini menunjukkan semangat kebersamaan seluruh elemen Gontor.

"Yudisium capel Gontor kali ini diikuti serentak oleh semua kampus putra melalui Zoom. Bahkan capel dari Malaysia dan Thailand juga turut serta secara daring dari lokasi IKPM masing-masing," jelasnya.

Panitia Ujian Masuk (Panjimas) melaporkan adanya peningkatan jumlah pendaftar dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan pesantren. “Ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan terhadap pendidikan agama, akhlak, dan mental di pesantren seperti Gontor masih sangat kuat di tengah masyarakat,” ujar perwakilan Panjimas.

Pimpinan PMDG, KH Amal Fathullah Zarkasyi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran santri sebagai calon pemimpin umat di masa depan. “Umat ini akan tercerahkan oleh alumni-alumni kita (PMDG),” tegasnya memberikan motivasi.

Sementara itu, K.H. Hasan Abdullah Sahal, salah satu pimpinan senior Gontor, mengingatkan para capel agar senantiasa menjaga keikhlasan dan semangat dalam menuntut ilmu. “Dipuji tidak sombong, dihina tidak kecil hati,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini para orang tua seolah sedang “mengantarkan anak-anaknya ke surga”.

"Kelak, setelah dewasa, giliran anak-anak yang akan mengantarkan orang tuanya ke surga," imbuhnya.

Tangis Haru Anak Papua Diterima di Gontor

Salah satu capel yang dinyatakan lulus, Muhammad Andi Mambrasar, santri asal Papua Barat, tak kuasa menahan rasa harunya. Ia menyebut kelulusannya sebagai hadiah untuk kedua orang tuanya di kampung.

“Alhamdulillah saya diterima di Gontor 1 pusat, semua doa bapak ibu saya di kampung terwujud. Anakmu insyaAllah akan belajar dengan giat dan tekun di Pesantren Gontor,” ungkap Andi penuh semangat.

Dengan kelulusan ribuan capel tersebut, PMDG berharap seluruh santri baru dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dan pengajaran secara maksimal. Para capel yang telah diterima ini diproyeksikan menjadi kader-kader tangguh bagi umat, sebagai mundzirul qaum dan munqidzul ummah — pemberi peringatan dan penyelamat umat — yang menegakkan nilai-nilai keislaman serta tradisi kepondokmodernan di masa depan.