Doa Niat Sholat Tahajud Arab, Latin, Arti: Lengkap Tata Cara dan Keutamaan

Ketahui doa niat sholat tahajud Arab, Latin, arti, tata cara lengkap, dan keutamaannya dalam artikel ini untuk meningkatkan keimanan.

Diterbitkan 28 Maret 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mengerti bacaan doa niat sholat tahajud sangat penting bagi umat Muslim. Sholat tahajud, sholat sunnah di malam hari setelah tidur sejenak, merupakan amalan mulia yang dikerjakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampun, dan memanjatkan doa-doa.

Siapa pun yang ingin meningkatkan kedekatan dengan Allah dan mendapatkan keberkahan bisa mempelajari doa niat sholat tahajud. Shalat tahajud memiliki keutamaan luar biasa, termasuk doa yang dipanjatkan di waktu mustajab, yaitu sepertiga malam terakhir. Memahami doa niat sholat tahajud, tata cara, dan keutamaannya akan membantu kita lebih semangat dalam melaksanakannya.

Sholat tahajud, sholat sunnah yang dikerjakan di sepertiga malam hari setelah tidur, merupakan amalan mulia yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW sendiri menekankan keutamaannya dan sering melaksanakannya. Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir, namun tetap sah jika dilakukan setelah Isya hingga sebelum subuh.

Jumlah rakaat tidak terbatas, namun dianjurkan 2 rakaat sekali salam. Selain niat dan bacaan sholat, ada juga doa-doa khusus setelah sholat yang bisa dibaca untuk menambah keberkahan. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Jumat (28/3/2025).

Doa dan Niat Sholat Tahajud Arab, Latin, dan Artinya

Melansir dari Kemenag RI dan MUI, berikut bacaan doa dan niat sholat tahajud:

NIAT

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

“Aku menyengaja shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta’ala.”

DOA

اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa‘dukal haqq. Wa liqâ’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ‘atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad ﷺ itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Doa niat sholat tahajud di atas merupakan inti dari ibadah ini. Maknanya menekankan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, memohon ampunan atas dosa-dosa, dan pengakuan atas kebesaran-Nya. Dengan memahami makna doa, kita akan lebih khusyuk dalam melaksanakan sholat tahajud.

Tata Cara Sholat Tahajud

Melansir dari Kemenag RI dan MUI, berikut tata cara sholat tahajud:

  1. Berwudhu: Sebelum melaksanakan sholat tahajud, pastikan untuk berwudhu terlebih dahulu. Wudhu yang bersih dan sah merupakan syarat utama untuk sahnya sholat. Kebersihan lahir dan batin akan membuat kita lebih khusyuk dalam beribadah. Gerakan wudhu harus sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, dimulai dari niat hingga pengeringan.

    Berwudhu dengan benar akan membersihkan diri kita dari hadas kecil dan mempersiapkan diri untuk beribadah kepada Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan kita cara berwudhu yang sempurna, sehingga kita perlu mempelajarinya dengan baik dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Menghadap Kiblat: Setelah berwudhu, pastikan untuk menghadap kiblat. Kiblat adalah arah yang menunjukkan Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah. Menghadap kiblat merupakan rukun dalam sholat, karena kita menghadap ke arah rumah Allah SWT. Pastikan arah kiblat benar agar sholat kita sah.

    Menghadap kiblat dengan benar menunjukkan kesungguhan dan ketaatan kita kepada Allah SWT. Kita harus memastikan arah kiblat dengan tepat, baik di rumah, masjid, atau di tempat lain. Menggunakan aplikasi penunjuk kiblat bisa membantu kita menemukan arah kiblat yang akurat.

  3. Membaca Niat: Niat sholat tahajud dibaca dalam hati seraya takbiratul ihram. Niat merupakan bagian penting dalam sholat, karena menentukan jenis sholat yang akan kita kerjakan. Niat sholat tahajud adalah “Ushalli sunnatat tahajjudi rak'ataini lillahi ta'ala”.

    Niat sholat tahajud harus diucapkan dengan khusyuk dan tulus. Kita harus memahami makna niat tersebut agar sholat kita lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT. Dengan niat yang benar, sholat tahajud akan menjadi ibadah yang lebih bernilai.

  4. Takbiratul Ihram: Setelah niat, ucapkan takbiratul ihram, yaitu “Allahu Akbar”. Takbiratul ihram menandai dimulainya sholat. Ucapkan takbir dengan khusyuk dan penuh kesadaran.

    Takbiratul ihram merupakan tanda dimulainya sholat dan menandakan kesiapan kita untuk beribadah kepada Allah SWT. Ucapkan takbir dengan suara yang lantang, namun tetap dengan khusyuk dan tidak berlebihan.

  5. Membaca Doa Iftitah: Setelah takbiratul ihram, bacalah doa iftitah. Doa iftitah merupakan doa pembuka sholat. Ada beberapa bacaan doa iftitah yang bisa dipilih.

    Membaca doa iftitah dengan khusyuk akan membuat sholat kita lebih bermakna. Kita harus memahami makna doa iftitah agar sholat kita lebih khusyuk dan lebih dekat kepada Allah SWT. Memilih bacaan doa iftitah yang sesuai dengan kondisi kita juga dianjurkan.

  6. Rakaat dan Gerakan Sholat: Lanjutkan sholat tahajud dengan gerakan-gerakan sholat seperti biasa, yaitu membaca surat Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, i'tidal, sujud, dan seterusnya. Lakukan setiap gerakan dengan khusyuk dan benar.

    Gerakan sholat tahajud sama seperti sholat sunnah lainnya. Perhatikan bacaan dan gerakan sholat agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Khusyuk dan khidmat dalam melaksanakan sholat akan meningkatkan kualitas ibadah kita.

Keutamaan Sholat Tahajud dalam Islam

Melansir dari MUI, berikut keutamaan sholat tahajud:

  1. Dikehendaki Allah SWT: Allah SWT menganjurkan sholat tahajud dalam Al-Quran (QS Al-Isra: 79). Ini menunjukkan betapa pentingnya sholat tahajud dalam pandangan Allah SWT. Shalat tahajud merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan yang besar.

    Allah SWT menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang melaksanakan sholat tahajud. Dengan melaksanakan sholat tahajud, kita menunjukkan ketaatan dan kecintaan kita kepada Allah SWT. Shalat tahajud juga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita.

  2. Meningkatkan Kualitas Ibadah: Sholat tahajud meningkatkan kedekatan dan kualitas hubungan kita dengan Allah SWT. Shalat tahajud merupakan bentuk ibadah yang sangat istimewa, karena dilakukan di malam hari ketika sebagian besar orang sedang tidur.

    Melaksanakan sholat tahajud dengan khusyuk dan penuh keikhlasan akan meningkatkan kualitas hubungan kita dengan Allah SWT. Dengan sholat tahajud, kita dapat lebih merasakan kehadiran Allah SWT dalam hidup kita.

  3. Doa yang Mustajab: Waktu sholat tahajud, khususnya sepertiga malam terakhir, merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Doa yang dipanjatkan dengan khusyuk dan tulus di waktu ini sangat besar kemungkinan dikabulkan Allah SWT.

    Doa yang dipanjatkan pada waktu sholat tahajud memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Oleh karena itu, manfaatkan waktu ini untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT segala hajat kita, baik untuk dunia maupun akhirat.

  4. Ketenangan Jiwa: Sholat tahajud memberikan ketenangan dan kedamaian batin. Shalat tahajud dapat menenangkan jiwa dan pikiran kita, sehingga kita dapat menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih tenang dan sabar.

    Shalat tahajud membantu kita untuk lebih fokus dan tenang dalam menghadapi masalah. Dengan melaksanakan sholat tahajud, kita akan merasa lebih damai dan tentram dalam menjalani kehidupan.

  5. Peningkatan Keimanan: Konsisten melaksanakan sholat tahajud meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Shalat tahajud merupakan ibadah yang sangat efektif untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

    Dengan konsisten melaksanakan sholat tahajud, kita akan semakin dekat kepada Allah SWT dan semakin memahami kebesaran-Nya. Shalat tahajud juga akan memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita dalam menjalani kehidupan.