Sukses

Top 3 Islami: Mbah Moen Ungkap Keistimewaan Luar Biasa Muharram yang Jarang Diketahui

kini umat telah memasuki tahun baru Islam 1446 Hijriyah, seturut datangnya 1 Muharram. Artikel kedua terpopuler yakni tata cara dan niat sholat Dhuha di Bulan Muharram dan waktu terbaik menurut Buya Yahya.

Liputan6.com, Jakarta - Ulasan mengenai keistimewaan Muharram yang diungkapkan Almaghfurlah KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) menjadi artikel terpopuler di kanal Islami Liputan6.com, Minggu (7/7/2024).

Diketahui, kini umat telah memasuki tahun baru Islam 1446 Hijriyah, seturut datangnya 1 Muharram.

Artikel kedua terpopuler yakni tata cara dan niat sholat Dhuha di Bulan Muharram dan waktu terbaik menurut Buya Yahya.

Sementara, artikel ketiga yaitu penjelasan Gus Baha mengenai analogi Tuhan satu.

Selengkapnya, mari simak Top 3 Islami.

 

Simak Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

1. Jarang Diketahui, Mbah Moen Ungkap Keistimewaan Bulan Muharram

Ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen semasa hidupnya pernah membahas tentang keistimewaan Muharram. Menurut Mbah Moen, keistimewaan bulan pertama Hijriah ini jarang diketahui umat Islam.

Hal tersebut disampaikan Mbah Moen ketika membahas bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam atau disebut asyhurul hurum dalam salah satu ceramahnya, dinukil dari tayangan YouTube ppalanwarsarang.

“Ada empat (bulan yang dimuliakan). Sekarang jarang orang yang mengetahui hal ini. Yang diketahui hanya bulan Ramadhan. Allah berfirman, bulan itu ada dua belas, ya. Dalam 12 bulan kalau kamu ingin tahu, yang mulia itu ada empat. Minha arba’atun hurum,” katanya, dikutip Sabtu (6/7/2024).

Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Guru Gus Baha ini pun mengungkapkan alasannya mengapa Muharram dan tiga bulan lainnya yang ia sebut tergolong bulan mulia.

“Kenapa ada arba’atun hurum? Karena bulan yang bisa menjadikan dekat sama Allah itu ada dua, yaitu bulan Rajab dan bulan Muharam. Jadi rajab syahrullah wa al muharram syahrullah,” tuturnya.

“Nah, yang dua itu yang menjadikan mulia. Dekat sama Allah itu enak. Yaitu bulan Selo (Dzulqo'dah) dan Besar (Dzulhijjah),” lanjut Mbah Moen.

Berdasarkan penjelasan Mbah Moen dapat diketahui bahwa keistimewaan Muharram adalah termasuk bulan yang dimuliakan Allah. Mbah Moen menyebut Muharram dan Rajab adalah bulannya Allah. Dua bulan ini yang bisa mendekatkan diri kepada Allah.

Selengkapnya baca di sini

3 dari 4 halaman

2. Mau Sholat Dhuha di Bulan Muharram? Ini Waktu Terbaik dan Paling Utama Kata Buya Yahya

Memasuki Muharram 1446 H, umat Islam sebaiknya memanfaatkan bulan tersebut dengan meningkatkan ibadah. Salah satunya adalah melaksanakan sholat Dhuha, seminimalnya dua rakaat.

Hukum melaksanakan sholat Dhuha adalah sunnah. Kesunnahan ini berlaku setiap hari, sebagaimana diwasiatkan Rasulullah SAW melaui Abu Hurairah ra.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال : " أوصاني خليلي بثلاثٍ : صيامِ ثلاثةِ أيامٍ من كل شهر ، وركعتي الضحى ، وأن أوتر قبل أن أنام " ( رواه البخاري  

Artinya: ”Rasulullah SAW, kekasihku itu berwasiat kepadaku tiga hal. Pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat Dhuha (setiap hari), dan ketiga sholat Witir sebelum tidur.”

Sholat Dhuha adalah ibadah sholat yang dilakukan mulai matahari terbit seukuran satu tombak sampai waktu zawâl alias sebelum masuk waktu Dzuhur. 

Sebagaimana diketahui, waktu Dhuha cukup panjang. Apakah ada waktu terbaik yang disarankan untuk sholat Dhuha? Kata Buya Yahya, tentu ada. 

Simak berikut penjelasan ulama bernama asli KH Yahya Zainul Ma’arif itu tentang waktu terbaik sholat Dhuha dan paling utama yang dapat dilakukan selama Muharram.

Selengkapnya baca di sini

4 dari 4 halaman

3. Gus Baha Paparkan Analogi Tuhan Satu, Bagaimana kalau Banyak?

KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Baha dalam sebuah pengajiannya mengisahkan betapa cerdasnya Nabi Muhammad SAW menganalogikan bahwa Tuhan satu, dengan perumpamaan yang sangat mudah dicerna siapapun.

Dalam ceramah yang diunggah di kanal YouTube @khairazzaadittaqwa, Gus Baha memberikan penjelasan mengenai konsep Tuhan yang satu. Ia menggunakan analogi yang mudah dipahami untuk menjelaskan betapa pentingnya memiliki satu Tuhan dalam kehidupan beragama.

"Orang-orang yang berpikir Tuhan harus banyak karena urusan itu banyak, problem banyak," ujar Gus Baha.

Menurutnya, banyak orang yang beranggapan bahwa dengan banyaknya masalah dalam hidup, harus ada lebih dari satu Tuhan untuk mengatasi semua itu.

Namun, Gus Baha dengan bijak menjelaskan kesalahan dari pemikiran tersebut. Ia memberikan analogi yang sederhana namun mendalam.

"Lalu Nabi bikin analogi, andaikan kamu sebagai pembantu yang punya majikan banyak, perintahnya beda-beda, kamu mau nggak? Nggak mau, nggak enak," katanya.

Selengkapnya baca di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.