Sukses

Maroko Tumbangkan Spanyol di Piala Dunia 2022 dan Jejak Kejayaan Islam di Andalusia

Liputan6.com, Banyumas - Secara mengejutkan wakil Afrika Maroko yang juga negara Islam berhasil menjungkalkan tim kuat Spanyol dalam babak 16 besar Piala Dunia 2022, Qatar.

Singa Atlas membungkam para analis atau penonton yang lebih menjagokan Spanyol melalui adu tendangan 12 pas. Maroko mampu memaksa kandidat juara piala dunia itu angkat koper lebih cepat.

Perlu diketahui, meski berada di benu berbeda, Maroko dan Spanyol sejak masa lalu memiliki pertalian sejarah. Maklum, negara mereka hanya dibatasi selat Gibraltar, yang pada masa kini hanya berjarak selemparan batu.

Maroko berada di negeri Maghribi, sebuah kawasan Afrika Utara dan bertetangga dengan negara Aljazair, Tunisia, dan Libya. Penjelajahan dan perluasan dakwah Islam yang dilakukan pada masa Dinasti Umayyah sudah mencapai Eropa, di antaranya menyasar Andalusia dan Kepulauan Sisilia.

Ekspedisi ke Eropa pada masa Umayyah dikomandoi oleh Gubernur Afrika Utara, Musa bin Nushair pada tahun 710 M. Awalnya, Musa mengutus Tharif, orang kepercayaannya untuk menuju kepulauan paling selatan benua Eropa.

Semenanjung yang menjadi penjelajahan Tharif saat ini disebut Tarifa. Sejak saat itulah kawasan itu disebut Jazirah Tharif.

Keberhasilan Tharif membuat Musa bin Nushair menginginkan penjelajahan dikembangkan sehingga pada tahun 711 M, dia mengutus seorang budak Berber yang sudah dibebaskan, Thariq bin Ziyad. Thariq mendarat di dekat gunung besar yang kelak mengabadikan namanya, Jabal Thariq (Gibraltar). 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Perkembangan Islam di Spanyol

Seperti tertulis di laman NU, Islam kemudian berkembang di daratan Andalusia dan memusatkan pengelolaannya di Kordova. Di kota tersebut juga dibangun masjid dan perpustakaan yang kelak menjadi Universitas Kordova yang masyhur hingga sekarang.

Tata pengelolaan pemerintahan Islam di Andalusia pada masa Umayyah runtuh akibat keluarga amir saling menjatuhkan satu sama lain. Secara umum, riwayat tersebut merupakan kebangkitan Dinasti Umayyah II.

Philip K. Hitti dalam History of The Arabs (2014) mencatat bahwa runtuhnya Umayyah di Andalusia memunculkan negara-negara kecil seperti Dinasti Murabithun dan Muwahidun. Kekuasaan Murabithun tidak hanya berkembang di Andalusia, tetapi juga mencakup wilayah Maghribi hingga ke Senegal.

Dari kekuasaan yang luas tersebut, Yusuf Ibnu Tasyfin yang merupakan salah satu pendiri Dinasti Murabithun sekaligus menjadi penguasa atau Raja Maghribi (Maroko, Aljazair, Spanyol). Yusuf Ibnu Tasyfin memerintah pada 1061-1106 M.

Baik Murabithun maupun Muwahidun mengembangkan pusat-pusat kemajuan negara di beberapa kota seperti Granada, Sevilla, dan Murcia, selain Kordova pada masa Umayyah.

Tim Rembulan

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS