Cara Atasi Sakit Kepala Selama Ramadan

Beberapa faktor termasuk haus atau dehidrasi, gula darah rendah, dan bisa memicu sakit kepala selama berpuasa di Bulan Ramadan.

Diterbitkan 13 Juni 2017, 06:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Primary Health Care Corporation (PHCC), layanan kesehatan di Qatar menuliskan beberapa tips menghindari sakit kepala selama bulan Ramadan. Beberapa faktor termasuk haus (dehidrasi) , gula darah rendah, dan bisa memicu sakit kepala selama bulan puasa.

"Ketegangan yang dirasakan saat sakit kepala menyebabkan kontraksi otot dan nyeri di sekitar kepala dan leher," jelas Dr Ahmed Mustafa, seorang dokter keluarga di PHCC.

Dikutip dari Gulf Times, Selasa (13/6/2017), dr Ahmed menyarankan, orang-orang yang menderita sakit kepala menghindari apa yang dapat meningkatkan kecemasan selama bulan Ramadan.

Anda bisa lakukan relaksasi dan tidur yang cukup. Hindari paparan sinar matahari langsung. Kebiasaan berlama-lama di depan layar televisi juga menyebabkan sakit kepala.

Anda dianjurkan untuk makan tiga kurma pada saat berbuka puasa untuk memulihkan kadar gula darah ke otak.

Selain itu, perhatikan porsi makan. Orang cenderung makan makanan dalam jumlah banyak menyebabkan darah lebih banyak dipompa melalui sistem pencernaan sehingga mengurangi aliran darah ke otak. Akibatnya, mengurangi oksigen dan glukosa sehingga timbul sakit kepala.

 

  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • Sakit Kepala
  • bulan ramadan