7 Perbedaan Vape dan Rokok Elektrik, Kenali Istilah, Cara Kerja, hingga Risikonya bagi Kesehatan

7 perbedaan vape dan rokok elektrik ini bikin masyarakat paham akan fungsi dan risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan.

Diterbitkan 02 November 2026, 19:35 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Vape dan rokok elektrik sering dianggap sama oleh masyarakat karena bentuk dan cara penggunaannya yang serupa. Keduanya juga kerap disebut dengan istilah yang terkadang sama, meski secara kegunaan berbeda. Padahal, ada sejumlah aspek yang perlu diketahui untuk mengenali keduanya, termasuk dampak bagi kesehatan pengguna.

Merujuk Illinois Department of Public Health (IDPH) yang merupakan lembaga kesehatan masyarakat di negara bagian Illinois, Amerika Serikat, dalam E-Cigarettes and Vaping, dijelaskan perbedaanya secara spesifik. Di sana, disebut jika terdapat jenis-jenis perangkat vape maupun rokok elektrik, kandungan nikotin, paparan bahan kimia dan adanya unsur aerosol yang menjadi risiko utama penggunaannya.

Lantas, apakah vape dan rokok elektrik memang memiliki kesamaan? Simak 7 perbedaan tentang vape dan rokok elektrik yang perlu diketahui, dihadirkan Liputan6 selengkapnya, Senin (2/11).

1. Vape Merujuk pada Istilah yang Populer sedangkan Rokok Elektrik Umum

Diterangkan dalam laman Illinois Public Health tersebut bahwa, vape dan rokok elektrik sebenarnya merujuk pada perangkat yang sama. Istilah rokok elektrik atau e-cigarette lebih sering digunakan dalam konteks kesehatan, penelitian, dan pembahasan mengenai produk tembakau elektronik.

Sementara itu, vape merupakan sebutan yang populer di masyarakat untuk perangkat tersebut. Istilah ini juga sering digunakan dalam percakapan sehari-hari ketika membicarakan produk maupun aktivitas penggunaannya.

Karena itu, perbedaan keduanya lebih terletak pada penyebutan daripada jenis produk. Seseorang yang menyebut vape atau rokok elektrik pada umumnya sedang membicarakan perangkat elektronik yang memanaskan cairan untuk menghasilkan aerosol.

2. Vaping Adalah Aktivitas dan Rokok Elektronik Merupakan Perangkat

Perbedaan berikutnya terletak pada makna istilah yang digunakan. Rokok elektronik merupakan sebutan untuk perangkat elektrik yang digunakan untuk menghasilkan aerosol dari cairan tertentu.

Adapun vaping merujuk pada aktivitas menggunakan perangkat tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan menghirup aerosol yang dihasilkan setelah cairan di dalam perangkat dipanaskan.

Dengan demikian, kedua istilah tersebut sebenarnya serupa. Sederhananya, E-cigarette menunjukkan benda atau alatnya, sedangkan vaping menjelaskan tindakan seseorang ketika menggunakan alat tersebut.

3. Rokok Elektrik Memiliki Beragam Bentuk dan Ukuran

Rokok elektrik tidak selalu memiliki bentuk seperti rokok konvensional. Beberapa perangkat memang dibuat menyerupai rokok, cerutu, atau pipa, tetapi ada pula yang bentuknya menyerupai pena, penanda warna, dan perangkat USB.

Perkembangan desain membuat perangkat ini memiliki tampilan yang beragam. Ada produk berukuran kecil yang mudah dibawa, sedangkan perangkat lain memiliki ukuran lebih besar dengan bagian tangki yang terlihat.

Perangkat berukuran besar sering disebut tank system atau mods. Bentuknya tidak selalu menyerupai produk tembakau sehingga pengguna perlu mengenali fungsinya, bukan hanya melihat tampilan luarnya.

4. Vape dan Rokok Elektrik Menggunakan Cairan dengan Beberapa Sebutan

Cairan yang digunakan dalam perangkat rokok elektrik memiliki beberapa nama. Istilah yang sering ditemukan antara lain e-liquid, e-juice, vape juice, dan vape liquid.

Cairan tersebut umumnya mengandung nikotin, bahan perasa, serta bahan kimia lain yang membantu menghasilkan aerosol ketika dipanaskan. Komposisi setiap produk bisa berbeda, bergantung pada jenis dan formulasi cairannya.

Keberadaan bahan perasa membuat cairan vape tersedia dalam berbagai pilihan aroma dan rasa. Namun, aroma atau rasa yang beragam tidak berarti cairan tersebut bebas dari zat yang berisiko bagi kesehatan.

5. Cara Kerjanya Melibatkan Pemanasan Cairan, Bukan Pembakaran Tembakau seperti Rokok Konvensional

Rokok elektrik bekerja menggunakan tenaga baterai untuk memanaskan cairan di dalam perangkat. Proses tersebut menghasilkan aerosol yang kemudian dihirup oleh pengguna melalui bagian mulut perangkat.

Cara kerja ini berbeda dari rokok konvensional yang membakar tembakau untuk menghasilkan asap. Pada rokok elektrik, proses utamanya adalah pemanasan cairan sehingga menghasilkan aerosol.

Meski tidak melalui pembakaran tembakau seperti rokok biasa, aerosol yang dihasilkan tetap bisa mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, tidak tepat menganggap perangkat ini sepenuhnya aman hanya karena tidak menghasilkan asap dari pembakaran tembakau.

6. Pengguna dan Orang di Sekitarnya Bisa Terpapar Aerosol

Paparan aerosol tidak hanya berhubungan dengan orang yang menggunakan rokok elektrik. Ketika pengguna mengembuskan aerosol ke udara, orang-orang yang berada di sekitarnya juga berpotensi menghirup partikel tersebut.

Aerosol rokok elektrik bisa mengandung nikotin dan berbagai bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan. Kandungannya bergantung pada cairan dan perangkat yang digunakan.

Kondisi ini membuat penggunaan vape di dalam ruangan perlu diperhatikan, terutama ketika ada anak-anak, ibu hamil, atau orang lain yang tidak menggunakan perangkat tersebut. Paparan dari lingkungan sekitar tetap perlu menjadi pertimbangan.

7. Apa yang Bahaya dari Vape dan Rokok Elektrik?

Meskipun sering dianggap sebagai alternatif rokok konvensional, rokok elektrik tetap memiliki risiko kesehatan. Aerosolnya bisa mengandung nikotin, bahan kimia pemicu kanker, serta logam berat seperti nikel, timah, dan timbal.

Kandungan nikotin juga menjadi perhatian karena zat ini bersifat adiktif. Pada anak-anak dan remaja, paparan nikotin berpotensi mengganggu perkembangan otak yang masih berlangsung hingga awal atau pertengahan usia 20-an.

Penggunaan vape juga dikaitkan dengan gangguan kesehatan mulut dan paru-paru. Paparan dalam jangka waktu tertentu berpotensi meningkatkan risiko batuk kronis, produksi dahak, bronkitis, dan asma. Penggunaannya selama kehamilan juga perlu dihindari karena berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi ibu dan bayi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Vape dan Rokok Elektrik

1. Apakah vape dan rokok elektrik merupakan produk yang sama?

Ya. Vape dan rokok elektrik umumnya merujuk pada perangkat elektronik yang memanaskan cairan untuk menghasilkan aerosol yang dihirup pengguna.

2. Apa perbedaan vape dan vaping?

Vape merupakan sebutan populer untuk perangkat rokok elektrik, sedangkan vaping adalah aktivitas menggunakan perangkat tersebut dengan menghirup aerosol yang dihasilkan.

3. Apakah vape mengandung nikotin?

Ya. Sebagian besar produk rokok elektrik mengandung nikotin, meskipun kandungannya bisa berbeda pada setiap produk. Nikotin bersifat adiktif dan berisiko menimbulkan ketergantungan.

4. Apakah vape lebih aman daripada rokok biasa?

Vape tidak bisa dianggap aman. Meskipun tidak membakar tembakau seperti rokok konvensional, aerosolnya tetap bisa mengandung nikotin, logam berat, dan bahan kimia berbahaya.

5. Apakah asap vape berbahaya bagi orang di sekitarnya?

Aerosol yang diembuskan pengguna bisa terhirup oleh orang di sekitarnya. Paparan tersebut berpotensi membuat orang lain menghirup nikotin dan zat kimia yang terkandung di dalam aerosol.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6