7 Benda Pembawa Kesialan di Rumah Menurut Kepercayaan Feng Shui, Sebaiknya Jangan Diabaikan

7 benda pembawa kesialan di rumah menurut kepercayaan Feng Shui ini mungkin masih tersimpan di sudut ruangan. Kenali benda yang dipercaya menghambat energi.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 16:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah bukan sekadar tempat untuk beristirahat, tetapi juga ruang yang diharapkan memberikan kenyamanan, ketenangan, dan suasana positif bagi penghuninya. Karena itu, tidak sedikit orang yang memperhatikan tata letak ruangan, kebersihan, hingga benda-benda yang disimpan di dalam rumah.

Dalam kepercayaan feng shui, penataan rumah berkaitan dengan aliran energi atau qi. Sejumlah benda dipercaya dapat mengganggu keseimbangan energi apabila dibiarkan dalam kondisi tertentu, terutama barang rusak, benda yang menyimpan kesan negatif, atau dekorasi yang dianggap kurang tepat penempatannya.

Meski tidak ada bukti ilmiah bahwa benda-benda tersebut benar-benar mendatangkan kesialan, kepercayaan ini menarik untuk diketahui sebagai bagian dari tradisi penataan ruang. Lantas, apa saja benda pembawa kesialan di rumah menurut kepercayaan Feng Shui yang sebaiknya jangan diabaikan? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (30/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Cermin Retak atau Pecah

Cermin retak atau pecah termasuk benda yang kerap dikaitkan dengan energi kurang baik dalam berbagai kepercayaan tradisional. Dalam feng shui, cermin memiliki peran penting karena dipercaya dapat memantulkan dan menggandakan energi di dalam ruangan.

Cermin yang permukaannya rusak dianggap memberikan pantulan yang tidak utuh. Kondisi tersebut sering dimaknai sebagai simbol ketidakseimbangan, hubungan yang terganggu, atau suasana rumah yang kurang harmonis.

Terlepas dari kepercayaan tersebut, cermin retak memang sebaiknya tidak terus digunakan. Bagian yang pecah berisiko melukai penghuni rumah, terutama anak-anak. Jika kerusakannya cukup parah, lebih baik menggantinya dengan cermin baru yang aman dan memiliki permukaan utuh.

2. Jam Dinding yang Sudah Mati

Jam dinding yang sudah berhenti berdetak juga sering disebut sebagai benda yang perlu diperhatikan dalam feng shui. Jam melambangkan waktu, pergerakan, dan keberlangsungan aktivitas. Karena itu, jam yang mati kerap diasosiasikan dengan sesuatu yang terhenti atau tidak mengalami perkembangan.

Dalam interpretasi feng shui populer, membiarkan jam rusak menggantung di dinding dianggap kurang baik karena menciptakan simbol stagnasi. Terlebih jika jam tersebut berada di ruang keluarga atau area yang sering digunakan untuk berkumpul.

Jika baterainya habis, cukup ganti dengan yang baru. Namun, apabila mesinnya sudah rusak, pertimbangkan untuk memperbaiki atau menggantinya. Jam yang berfungsi dengan baik juga membantu penghuni rumah mengatur aktivitas sehari-hari.

3. Tanaman Hias yang Sudah Mati atau Layu

Tanaman hias biasanya digunakan untuk membuat rumah terlihat lebih segar dan asri. Namun, dalam kepercayaan feng shui, tanaman yang mati atau dibiarkan layu terlalu lama sering dikaitkan dengan energi stagnan karena tidak lagi melambangkan pertumbuhan dan kehidupan.

Tanaman yang sehat dipercaya dapat merepresentasikan perkembangan, kesuburan, dan energi positif. Sebaliknya, daun menguning, batang mengering, serta bunga yang membusuk dianggap kurang baik jika terus dibiarkan menghiasi ruangan.

Karena itu, periksa kondisi tanaman secara rutin. Pangkas bagian yang kering, perbaiki perawatannya, atau singkirkan tanaman yang sudah mati. Selain mengikuti prinsip penataan feng shui, langkah ini juga membantu menjaga kebersihan dan keindahan rumah.

4. Barang Rusak yang Terus Disimpan

Barang rusak seperti kursi patah, peralatan elektronik mati, laci macet, hingga perabot dengan bagian terkelupas juga sering dikaitkan dengan energi negatif dalam feng shui.

Benda-benda tersebut dianggap melambangkan kondisi yang tidak terawat dan stagnasi. Jika terus menumpuk, barang rusak juga dapat membuat rumah terlihat berantakan dan mengurangi ruang gerak penghuni.

Sebaiknya, periksa kembali barang yang sudah lama tidak berfungsi. Jika masih bisa diperbaiki dan memang dibutuhkan, segera jadwalkan perbaikannya. Namun, jika sudah tidak layak digunakan, pertimbangkan untuk mendaur ulang atau membuangnya dengan cara yang bertanggung jawab.

5. Benda Tajam yang Dipajang Terbuka

Dalam beberapa interpretasi feng shui, benda dengan ujung tajam seperti pisau, pedang dekoratif, atau pajangan berbentuk runcing dikaitkan dengan energi agresif yang dikenal sebagai sha qi.

Bentuk yang terlalu tajam dipercaya dapat menciptakan kesan keras dan kurang harmonis, terutama jika diarahkan ke tempat beristirahat atau area berkumpul keluarga. Karena itu, penempatan benda-benda tersebut perlu diperhatikan.

Untuk menjaga ruangan tetap nyaman, simpan pisau dapur di tempat khusus dan tidak terbuka. Jika memiliki koleksi senjata atau dekorasi tajam, gunakan lemari pajangan yang aman dan hindari menempatkannya di area yang sering dilalui anak-anak.

6. Bunga Kering yang Sudah Rapuh

Bunga kering memang sering dimanfaatkan sebagai dekorasi karena memiliki tampilan estetik dan tidak membutuhkan perawatan seperti tanaman hidup. Namun, dalam sejumlah kepercayaan feng shui, bunga yang sudah kering dikaitkan dengan energi yang tidak lagi berkembang.

Bunga segar dianggap melambangkan kehidupan dan pertumbuhan, sedangkan bunga yang layu atau rapuh sering dimaknai sebagai simbol sesuatu yang telah berlalu. Itulah sebabnya sebagian orang memilih tidak menyimpan rangkaian bunga kering terlalu lama di dalam rumah.

Jika menyukai dekorasi bunga, pastikan kondisinya tetap bersih dan tidak berdebu. Bunga kering yang mulai hancur atau berubah warna bisa diganti dengan dekorasi lain yang lebih terawat. Pilihan ini juga membantu ruangan terlihat lebih segar.

7. Cermin yang Menghadap Langsung ke Tempat Tidur

Selain kondisi cermin yang retak, arah penempatannya juga menjadi perhatian dalam feng shui. Cermin yang menghadap langsung ke tempat tidur sering dianggap kurang ideal karena pantulannya dipercaya dapat mengganggu ketenangan energi di area istirahat.

Dalam beberapa aliran feng shui, pantulan tubuh ketika tidur dianggap dapat membuat suasana kamar terasa kurang tenang. Meskipun tidak ada bukti ilmiah bahwa posisi cermin tersebut mendatangkan kesialan, pantulan cahaya atau gerakan dari cermin memang bisa mengganggu kenyamanan sebagian orang.

Jika posisi cermin tepat berhadapan dengan tempat tidur, penghuni bisa memindahkannya ke sisi lain ruangan. Alternatifnya, gunakan cermin dengan pintu penutup atau atur posisinya agar tidak memantulkan area kasur secara langsung.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Benda Pembawa Kesialan di Rumah

1. Apa saja benda yang dipercaya membawa kesialan menurut feng shui?

Beberapa benda yang sering dikaitkan dengan energi negatif adalah cermin retak, jam mati, tanaman layu, barang rusak, benda tajam yang dipajang terbuka, bunga kering, dan cermin yang menghadap langsung ke tempat tidur.

2. Apakah benda tertentu benar-benar bisa membawa kesialan?

Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa benda tertentu dapat menyebabkan kesialan. Anggapan tersebut berasal dari tradisi, simbol, dan kepercayaan feng shui.

3. Mengapa jam mati dianggap membawa energi negatif?

Jam yang berhenti berdetak sering dimaknai sebagai simbol waktu dan perkembangan yang terhenti. Karena itu, sebagian kepercayaan feng shui menyarankan agar jam rusak segera diperbaiki atau diganti.

4. Apakah tanaman berduri termasuk benda pembawa kesialan?

Dalam beberapa interpretasi feng shui, tanaman berduri dikaitkan dengan energi tajam atau agresif. Namun, bukan berarti semua tanaman berduri harus disingkirkan. Penempatan dan kondisi ruangan tetap perlu dipertimbangkan.

5. Bagaimana cara menyikapi kepercayaan tentang benda pembawa kesialan?

Sikapi secara bijak dengan mempertimbangkan fungsi, keamanan, dan kenyamanan. Tidak perlu merasa takut terhadap benda tertentu. Jika barang sudah rusak, tidak digunakan, atau mengganggu aktivitas, membersihkan dan menatanya kembali merupakan langkah yang masuk akal.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6