Liputan6.com, Jakarta Kaktus termasuk tanaman hias yang paling digemari karena bentuknya unik, tahan banting, dan perawatannya ringan. Memahami cara menanam kaktus dengan benar akan membuat tanaman ini tumbuh sehat tanpa mudah membusuk.
Kunci utamanya terletak pada media tanam yang cepat kering, pot berdrainase baik, dan penyiraman secukupnya. Dengan urutan langkah yang tepat, cara menanam kaktus sebenarnya mudah dipraktikkan siapa saja.
Dilansir dari Gardening Know How, ada banyak jenis kaktus dan sukulen yang dapat ditanam di rumah dan sebagian besar tergolong mudah dirawat. Kaktus menyimpan cadangan air pada batangnya yang tebal, sehingga sanggup bertahan pada kondisi kering sekalipun sesekali terlambat disiram.
Advertisement
Baca juga: 8 Manfaat Kaktus bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
Cara Menanam Kaktus di Dalam Pot

Menanam kaktus dalam pot menjadi pilihan paling praktis untuk hunian dengan lahan terbatas. Siapkan pot, media porous, kerikil, sarung tangan tebal, dan penjepit terlebih dahulu, kemudian cara menanam kaktus di pot bisa diikuti langkah demi langkah berikut.
-
Pilih pot berdrainase: Sebagian besar kaktus berakar dangkal dan tumbuh lambat, jadi gunakan pot dangkal yang memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang di dasar.
-
Siapkan media tanam porous: Sebarkan lapisan kerikil tipis di dasar pot, lalu isi dengan campuran khusus kaktus atau sukulen. Media pot biasa menahan terlalu banyak air, sehingga perlu ditambah perlit, pumice, atau pasir kasar.
-
Pilih waktu tanam yang tepat: Tanam saat kaktus sedang aktif tumbuh, umumnya ketika cuaca hangat, agar akar cepat pulih dan mapan di media baru.
-
Keluarkan kaktus dengan aman: Kenakan sarung tangan tebal dan gunakan penjepit atau lipatan koran maupun karton untuk mengangkat tanaman, sebab duri dapat menembus sarung tangan.
-
Tanam pada kedalaman yang tepat: Buat lubang pada media, lalu tempatkan kaktus pada kedalaman yang sama seperti sebelumnya. Menanam terlalu dalam adalah salah satu penyebab utama kegagalan.
-
Padatkan media: Tambahkan campuran media dan padatkan perlahan dengan sendok atau alat kecil agar tanaman berdiri kokoh, kemudian beri kerikil hias bila ingin mempercantik tampilan.
-
Tunda penyiraman: Jangan langsung menyiram. Tunggu sekitar lima sampai tujuh hari agar akar yang mungkin terluka mengering, baru siram tipis-tipis.
Berdasarkan panduan PlantIn, penanaman yang keliru, terutama menanam terlalu dalam dan menyiram berlebihan, menjadi penyebab utama kegagalan menanam kaktus. Mengacu pada University of Arizona Cooperative Extension, kaktus justru sebaiknya ditanam pada media kering dan tidak langsung disiram setelah dipindahkan.Sonja, pakar tanaman hias yang dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Anda memerlukan sesuatu sebagai pembatas antara tangan dan duri-duri yang menutupi tanaman."
Advertisement
Cara Menanam Kaktus Koboi dari Stek Batang Tanpa Akar

Cara menanam kaktus juga bisa dilakukan tanpa akar melalui stek batang, metode yang populer untuk memperbanyak kaktus koboi. Teknik ini murah, sederhana, dan tetap ramah bagi pemula asalkan luka potongannya dibiarkan mengering lebih dulu.
-
Potong batang secara steril: Semprot gunting atau pisau dengan alkohol, lalu potong pada bagian cabang untuk meminimalkan risiko pembusukan akibat luka sayatan.
-
Keringkan luka selama 5-7 hari: Simpan potongan di tempat teduh selama lima sampai tujuh hari sampai bekas potongan benar-benar kering dan menutup (callus).
-
Siapkan media porous: Gunakan campuran pasir malang, pumice, sekam bakar, dan sedikit pupuk agar air cepat mengalir dan tidak tergenang.
-
Beri perangsang akar (opsional): Oleskan zat perangsang akar pada pangkal stek untuk membantu mempercepat pertumbuhan akar baru.
-
Tanam dan letakkan dengan benar: Tanam stek pada media, lalu simpan di tempat teduh yang tetap terkena sinar matahari agar tidak busuk terkena hujan, dan hindari sering memindahkannya.
-
Siram saat media kering: Penyiraman berikutnya cukup 7-10 hari sekali atau ketika media benar-benar kering. Akar biasanya mulai tumbuh lebat dalam waktu 4-8 minggu.
Lina Cowley, master botanist di Trimmed Roots, dikutip dari Livingetc menyatakan, "Pastikan Anda mengambil stek dari tanaman induk yang sudah dewasa dan sehat."
Baca juga: Cara Merawat Bunga Wijaya Kusuma, Kerabat Dekat Keluarga Kaktus
Cara Menanam Kaktus dari Biji

Selain stek, menanam kaktus dari biji memberi pengalaman menyaksikan seluruh siklus tumbuh tanaman. Proses ini termasuk salah satu cara menanam kaktus yang paling menantang karena butuh kesabaran, tetapi hasilnya sepadan.
-
Siapkan biji dan media halus: Gunakan biji kaktus dan campuran media yang halus serta cepat kering agar mudah berkecambah dan tidak busuk.
-
Dinginkan dan rendam biji: Simpan biji di lemari es sekitar sebulan untuk meniru dinginnya malam gurun, lalu rendam dalam air hangat selama 24 jam agar kulit biji melunak.
-
Isi wadah dan basahi media: Isi wadah berlubang dengan media, padatkan perlahan, lalu basahi merata sebelum menabur agar biji tidak hanyut.
-
Tabur biji di permukaan: Sebar biji setipis mungkin di permukaan media dan jangan menanamnya terlalu tebal; biji yang halus cukup ditaburkan.
-
Jaga kelembapan: Tutup wadah dengan penutup transparan atau taburi vermikulit halus untuk mempertahankan kelembapan hingga berkecambah, sambil sesekali dibuka agar ada sirkulasi udara.
-
Letakkan di tempat hangat dan terang: Simpan wadah di tempat terang tidak langsung, seperti dekat jendela, dengan suhu hangat untuk memicu perkecambahan.
-
Bersabar dan pindahkan bibit: Bibit tumbuh lambat, hanya sekitar satu sentimeter dalam setahun, lalu pindahkan ke pot masing-masing setelah cukup besar.
Mengutip BBC Gardeners' World, kaktus tergolong menyenangkan, mudah, dan murah untuk ditumbuhkan dari biji, termasuk bagi pemula. Merujuk Epic Gardening, menanam dari biji memberi kendali penuh atas kondisi tumbuh sejak awal sehilaupun tanaman terbiasa beradaptasi dengan lingkungan rumah Anda.
Advertisement
Cara Merawat Kaktus agar Tumbuh Subur dan Tidak Busuk

Menanam kaktus tidak berhenti pada proses tanam; perawatan yang konsisten menentukan apakah tanaman tumbuh subur atau justru membusuk. Beberapa aspek berikut wajib diperhatikan agar kaktus tetap sehat sepanjang tahun.
Sebagaimana diungkapkan ScottsMiracle-Gro, kunci keberhasilan memelihara kaktus adalah memberi cahaya, media, air, dan nutrisi sesuai kebutuhannya. Anggapan bahwa kaktus tidak butuh air sama sekali pun keliru. Desert Botanical Garden, lembaga hortikultura di Arizona, dikutip dari dbg.org menyatakan, "Sepenuhnya keliru menganggap bahwa kaktus tidak membutuhkan air."
-
Penyiraman secukupnya: Siram hanya ketika media benar-benar kering, umumnya 1-2 minggu sekali pada musim tumbuh dan lebih jarang saat dorman. Gunakan air bersuhu ruang, karena air dingin dapat mengejutkan tanaman dan memicu akar membusuk.
Gene Caballero, salah satu pendiri GreenPal, dikutip dari Real Homes menyatakan, "Kaktus tumbuh subur dengan jadwal penyiraman yang jauh lebih jarang dibanding kebanyakan tanaman."
-
Pencahayaan yang cukup: Kaktus menyukai cahaya terang. Sebagaimana dilaporkan HGTV, sebagian besar jenis membutuhkan setidaknya delapan jam sinar matahari langsung per hari, idealnya dekat jendela menghadap selatan atau timur. Jika warnanya menguning atau memutih, kurangi paparan cahayanya.
-
Media dan pot yang tepat: Sebagaimana dikutip dari Gardenia, kaktus dan sukulen memerlukan media berdrainase baik, misalnya campuran media kaktus dengan pasir kasar, perlit, atau pumice. Pot tanah liat atau terakota membantu mengalirkan kelembapan menjauhi akar.
-
Pemupukan berkala: Beri pupuk seimbang dengan dosis setengah dari anjuran hanya pada musim tumbuh, dan hentikan saat kaktus sedang dorman.
-
Penggantian pot: Sebagaimana disampaikan University of Florida Gardening Solutions, kaktus perlu diganti pot ketika akarnya keluar dari lubang, biasanya setiap dua hingga empat tahun, saat mulai aktif tumbuh.
-
Sirkulasi udara dan putar pot: Kaktus menyukai udara segar, jadi buka ventilasi saat cuaca hangat. Putar pot seperempat putaran secara berkala agar pertumbuhannya merata ke segala arah.
-
Cegah busuk akar: Penyiraman berlebih adalah penyebab kematian kaktus paling umum. Bila batang terasa lembek dan berair, itu tanda kelebihan air.
Alex Worley, master gardener bersertifikat sekaligus pemilik Gardenine.com, dikutip dari Real Simple menyatakan, "Kebanyakan orang justru mematikan kaktus karena cara menyiram yang keliru."
Penerapan penyiraman yang benar akan membuat kaktus lebih awet dan tampil menarik sebagai penghias ruangan maupun taman.
Baca juga: 3 Tips Merawat Kaktus di Rumah ala Pebisnis Tanaman Hias
Baca juga: Hindari 7 Kesalahan Fatal Pemula dalam Merawat Tanaman Hias
Baca juga: Rahasia Merawat Tanaman Hias agar Tetap Subur untuk Pemula
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Kaktus

Kaktus disiram berapa hari sekali?
Kaktus umumnya cukup disiram satu hingga dua minggu sekali dan hanya ketika media tanam benar-benar kering sampai ke bagian bawah pot. Frekuensinya berkurang saat cuaca dingin atau masa dorman, sebab menyiram terlalu sering justru menjadi penyebab utama akar membusuk, terutama pada kaktus mini di pot kecil.
Apakah kaktus bisa ditanam dari potongan batang?
Bisa. Kaktus mudah diperbanyak lewat stek batang tanpa akar, mulai dari memotong batang secara steril, mengeringkan lukanya selama beberapa hari, hingga menanamnya di media porous. Cara serupa juga dipakai untuk menanam kerabatnya, seperti buah naga yang termasuk jenis kaktus.
Media tanam apa yang paling cocok untuk kaktus?
Kaktus membutuhkan media porous yang cepat kering, misalnya campuran media khusus kaktus dengan pasir kasar, perlit, atau pumice, dan bukan tanah pot biasa yang menahan air. Media semacam ini cocok untuk jenis kaktus hias tahan panas dengan ciri khas menyimpan air pada batangnya.
Pada akhirnya, cara menanam kaktus yang berhasil bergantung pada tiga hal, yaitu media cepat kering, pencahayaan cukup, dan penyiraman yang tidak berlebihan. Mulailah dari jenis yang mudah dirawat, dan Anda pun bisa menikmati koleksi kaktus yang sehat sekaligus mempercantik hunian sekaligus memberi manfaat bagi kualitas udara ruangan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364021/original/072430000_1790928361-cek_fakta_-_aturan_pembelian_bbm_pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354858/original/057352400_1790065285-VpFssGwNUArbj9xgkZevPpRxBXLdR9PE0Jiq0rWw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360472/original/069118200_1790648364-pexels-jakubzerdzicki-35052791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355797/original/002573300_1790142081-01M34AWQGCZ008Y6RW6P9HG9J3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363811/original/044429500_1790920902-pexels-designecologist-887352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356324/original/048411300_1790159451-01M36SMY4DNB0GRQT1T6QMCZ46.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356996/original/093073300_1790229308-pexels-rdne-7035501.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353856/original/090958700_1789981282-gUFUl9XfXrSjz2oEE19ShT7DI8d7drbsOUuitLhn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363281/original/077734800_1790849167-HLL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363270/original/002779100_1790848371-9489c56b-c921-42a5-a3d0-0115dbadb412.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535000/original/090461800_1773907608-Daging_Rebus_Beku_Kering_1.jpeg)