Liputan6.com, Jakarta Cara menanam pisang dimulai dari pemilihan bibit anakan yang sehat serta lahan yang subur dan gembur. Setelah itu, bibit ditanam pada lubang tanam, disiram secara teratur, lalu dirawat sampai berbuah.
Pisang merupakan tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah beriklim hangat seperti Indonesia. Dengan teknik yang tepat, cara menanam pisang bisa dilakukan di kebun, pekarangan rumah, bahkan di dalam pot.
Dilansir dari Home Depot, pisang sebenarnya bukan tumbuh di pohon berkayu, melainkan pada tanaman berbunga herba terbesar di dunia, dengan sebagian varietas mampu tumbuh hingga sekitar tiga meter.
Advertisement
Persiapan Bibit dan Lahan Sebelum Menanam Pisang

Tahap awal cara menanam pisang yang paling menentukan adalah menyiapkan bibit unggul dan mengolah lahan tanam. Persiapan yang matang membuat tanaman tumbuh sehat sekaligus mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.
-
Memilih bibit anakan yang sehat: Pilih bibit anakan (tunas) dari pohon induk yang subur dan bebas penyakit. Idealnya anakan memiliki tinggi sekitar 1-1,5 meter dengan diameter bonggol 15-20 cm. Bibit dengan daun sempit menyerupai pedang menandakan tunas sudah cukup dewasa dan siap ditanam.
-
Menentukan lokasi tanam: Pilih lokasi terbuka yang menerima enam sampai delapan jam sinar matahari penuh dan memiliki tanah berdrainase baik untuk mencegah genangan. Cahaya sangat dibutuhkan untuk fotosintesis dan pembentukan buah.
-
Mengolah dan menggemburkan lahan: Bersihkan lahan dari gulma dan alang-alang, lalu cangkul tanah hingga gembur. Campurkan pupuk kandang atau kompos untuk menambah kesuburan, kemudian diamkan beberapa hari sebelum penanaman.
-
Membuat lubang tanam: Gali lubang berukuran sekitar 50 x 50 x 50 cm pada tanah gembur, atau 60 x 60 x 60 cm pada tanah berat, dengan jarak antar-lubang sekitar 3 meter agar tiap tanaman memiliki ruang tumbuh.
Sebagaimana dilaporkan FAO, lubang tanam sebaiknya dibuat sekitar satu hingga dua bulan sebelum penanaman dengan ukuran 60 cm untuk kedalaman, lebar, maupun panjangnya, lalu diisi kompos dan pupuk kandang. Bibit terbaik diambil dari anakan pohon pisang yang berumur antara tiga hingga enam tahun.
Menggali lubang yang cukup lebar penting agar perakaran leluasa berkembang. Frank Regan, pemilik sekaligus manajer hortikultura Orange Lake Nursery di Florida, dikutip dari AOL menyatakan, "Ini memberi akar banyak ruang untuk menyebar dan mengukuhkan diri."
Untuk skala rumahan, varietas populer seperti Cavendish, Raja, Ambon, dan Kepok kerap menjadi pilihan. Mengenali jenis pisang di Indonesia serta beragam macam pisang lain seperti pisang barangan membantu Anda menyesuaikan pilihan dengan iklim dan tujuan menanam, apalagi tercatat ada lebih dari 246 jenis pisang tumbuh di Indonesia. Bahkan varietas Cavendish kini bisa dibudidayakan di pot besar untuk lahan sempit.
Advertisement
Langkah-Langkah Cara Menanam Pisang yang Benar

Setelah bibit dan lahan siap, cara menanam pisang berikutnya adalah proses menanam bibit ke dalam lubang tanam. Lakukan tahap ini dengan cermat agar bibit tumbuh tegak dan tidak mudah roboh.
-
Memilih waktu tanam: Waktu paling ideal adalah menjelang atau pada awal musim hujan sehingga bibit memperoleh pasokan air yang cukup selama masa awal pertumbuhan.
-
Memasukkan bibit ke lubang: Letakkan bibit tegak lurus di tengah lubang. Pastikan bagian pangkal berada sejajar atau sedikit di atas permukaan tanah agar tunas tidak terpendam.
-
Menimbun dan memadatkan tanah: Timbun kembali dengan tanah yang sudah dicampur pupuk, lalu padatkan perlahan di sekitar pangkal agar bibit kokoh menghadapi angin dan hujan.
-
Menyiram setelah tanam: Siram bibit hingga tanah lembap merata segera setelah penanaman untuk membantu akar cepat beradaptasi.
-
Memberikan mulsa: Tambahkan lapisan mulsa dari jerami, daun kering, atau kompos di sekeliling pangkal. Sisakan jarak beberapa sentimeter dari batang agar tidak memicu pembusukan.
Membuat gundukan kecil di sekitar bibit juga dapat memperbaiki drainase pada perakaran. Saat menanam, buatlah gundukan di sekeliling pisang untuk memperbaiki drainase di area akar. Angie, pakar berkebun yang dikutip dari Better Homes and Gardens, menyatakan, "Penting menjaga tanah tetap lembap secara konsisten sehingga sangat membantu bila kita memberikan banyak mulsa."
Jika seluruh langkah dijalankan dengan benar, tanaman berpeluang tumbuh subur. Teknik serupa juga bisa diterapkan saat menanam pisang di halaman rumah agar cepat berbuah, sekaligus menyiapkan kebun untuk hasil panen yang melimpah.
Cara Merawat Pisang agar Cepat Berbuah dan Panen Melimpah

Perawatan rutin adalah kunci keberhasilan cara menanam pisang hingga masa panen. Tanaman yang dirawat dengan baik cenderung lebih cepat berbuah dan menghasilkan buah berkualitas.
-
Penyiraman teratur: Pisang membutuhkan kelembapan yang konsisten tetapi tidak tahan terhadap genangan air. Siram rutin terutama pada musim kemarau, dan hindari air yang menggenang karena bisa membusukkan akar.
-
Pemupukan berkala: Pisang termasuk tanaman rakus nutrisi. Para ahli menyarankan pemupukan setiap dua bulan sekali dan menambah frekuensinya saat tanaman berbunga dan berbuah. Pilih pupuk yang kaya kalium untuk mendukung pembuahan.
-
Penyiangan gulma: Bersihkan rumput dan gulma di sekitar tanaman agar tidak bersaing memperebutkan air dan unsur hara.
-
Penjarangan anakan: Sisakan satu hingga dua tunas terkuat per rumpun dan buang selebihnya agar energi tanaman terfokus pada pembentukan buah.
-
Pemangkasan daun: Pangkas daun tua yang mengering untuk merangsang pertumbuhan baru yang sehat sekaligus memperbaiki sirkulasi udara.
-
Pengendalian hama dan penyakit: Waspadai hama seperti kutu daun, tungau, dan siput, serta penyakit layu. Semburkan air atau gunakan pestisida organik seperti minyak nimba untuk mengatasinya.
-
Pemanenan: Panen saat buah menunjukkan tanda kematangan, lalu potong seluruh tandan dan biarkan matang pada suhu ruang. Gunakan pisau tajam agar pohon tidak rusak.
Berdasarkan panduan MasterClass, pisang tumbuh dari bonggol (corm) di bawah tanah sehingga rumpun cepat memadat, dan cara terbaik memperbanyaknya adalah dengan membelah serta memisahkan anakan menggunakan alat tajam.
Lisa Tadewaldt, pendiri sekaligus pemilik Urban Forest Professionals di Portland, dikutip dari Homes and Gardens menyatakan, "Penyiraman sangat penting. Jaga tanah tetap lembap merata, tetapi tidak becek."
Chris Link, salah satu pemilik PlantAddicts.com, dikutip dari AOL menyatakan, "Akar yang cokelat dan lembek menandakan pembusukan akibat tanah yang terlalu basah."
Untuk menekan biaya, Anda bisa membuat sendiri pupuk dari kulit pisang yang kaya kalium dan fosfor. Ada pula trik menambah nutrisi tanaman dengan kulit pisang yang mudah dipraktikkan di rumah.
Bagi yang memiliki lahan terbatas, pertimbangkan teknik membuat pohon pisang kerdil agar cepat berbuah atau cara memendekkan pohon pisang supaya tandan lebih mudah dijangkau saat panen.
Advertisement
Faktor yang Menentukan Keberhasilan Menanam Pisang

Selain teknik penanaman, keberhasilan cara menanam pisang juga ditentukan oleh sejumlah faktor lingkungan. Memahaminya sejak awal membantu Anda menciptakan kondisi tumbuh yang ideal.
Mengacu pada laporan Aggie Horticulture Texas A&M AgriLife, sekitar 10 hingga 15 bulan setelah tanaman baru muncul, batang sejatinya tumbuh naik melalui pusat batang semu dan keluar sebagai bunga yang kemudian berkembang menjadi tandan buah.
-
Sinar matahari cukup: Pisang menyukai sinar matahari penuh dan idealnya menerima enam sampai delapan jam cahaya langsung setiap hari untuk tumbuh optimal dan berbuah lebat.
-
Suhu dan kelembapan stabil: Sebagai tanaman tropis, pisang tumbuh optimal pada suhu 20-32 derajat Celsius dengan kelembapan di atas 50 persen.
-
Tanah subur dan berdrainase baik: Pisang adalah tanaman rakus nutrisi yang menyukai tanah kaya dan berdrainase baik dengan pH sedikit asam hingga netral, sekitar 5,5-7,0.
-
Perlindungan dari angin kencang: Angin kencang dapat merobek daun pisang sehingga tanaman terlihat rusak, karena itu tanam di dekat pagar, tembok, atau secara berkelompok.
-
Ketersediaan air: Pisang butuh air dalam jumlah banyak, tetapi tidak tahan genangan, jadi pastikan pasokan air konsisten tanpa membuat akar terendam.
-
Pemberian mulsa: Mulsa menjaga kelembapan tanah, menekan gulma, dan menambah bahan organik ketika terurai.
-
Jarak tanam ideal: Beri jarak yang cukup antar-tanaman, umumnya sekitar 3 meter, agar tiap rumpun memperoleh cahaya dan nutrisi memadai.
Merujuk publikasi UF/IFAS, pisang sebaiknya diberi mulsa setebal sekitar 5 hingga 15 sentimeter menggunakan daun atau serpihan kayu karena membutuhkan kelembapan tinggi, dan batang serta daun pisang yang mudah terurai bahkan bisa dijadikan mulsa sendiri.
Craig Morley, pakar berkebun dari Budget Seeds, dikutip dari Woman and Home menyatakan, "Kulit pisang mengandung kalium, kalsium, dan magnesium yang bermanfaat bagi tanaman bila kita memanfaatkannya kembali. Kalium membantu tanaman melawan penyakit sekaligus menghasilkan lebih banyak buah atau bunga."
Bila tujuan Anda bernilai ekonomi, cermati pula jenis pohon pisang yang buahnya paling laku di pasaran agar hasil panen lebih menguntungkan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Pisang

Berapa lama pohon pisang berbuah setelah ditanam?
Umumnya tanaman pisang mulai berbuah sekitar 9 hingga 15 bulan setelah ditanam, tergantung varietas dan iklim. Pemupukan rutin, penyiraman yang cukup, dan penjarangan anakan dapat membantu tanaman lebih cepat memasuki masa produktif.
Apakah pisang bisa ditanam di dalam pot?
Bisa, terutama varietas kerdil seperti Dwarf Cavendish. Varietas kerdil tumbuh baik di pot besar yang berdrainase baik dengan pemupukan teratur. Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari agar tanaman tetap sehat meski di lahan terbatas.
Kapan waktu terbaik untuk menanam pisang?
Waktu terbaik menanam pisang adalah menjelang atau pada awal musim hujan. Pada periode ini ketersediaan air melimpah sehingga bibit tidak mudah kekeringan dan akar lebih cepat beradaptasi di lahan baru.
Menanam pisang di pekarangan tidak hanya memberi buah segar, tetapi juga menghadirkan nuansa hijau yang menyejukkan. Setelah panen, buahnya bisa dinikmati langsung, diolah menjadi aneka makanan khas berbahan pisang, atau digoreng dengan memilih jenis pisang untuk digoreng yang tepat. Anda juga dapat mempelajari cara memilih pisang yang pas, bahkan memanfaatkan pisang mentah untuk kebutuhan tertentu.
Yang tak kalah penting, konsumsi rutin buah dari kebun sendiri memberi banyak manfaat buah pisang bagi tubuh. Kandungan kalium, serat, dan vitaminnya menjadikan pisang salah satu buah dengan manfaat kesehatan yang menyehatkan jantung hingga pencernaan, sehingga rutin makan pisang layak dijadikan kebiasaan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344778/original/063010900_1789002904-email-attachment_2026_09_09_adyanugrahadi_mendes-yandri-ungkap-program-untuk-gerakkan-ekonomi-desa-ada-beasiswa-ke-jepang_IMG_9539.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253059/original/096793100_1749987049-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_18.37.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354846/original/034440000_1790065260-eaCUSjZjMQ9ZQHvomNAZLaRzl0o0JndkPQHzXnyd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367285/original/082269600_1791342266-HL_Kol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365334/original/045652600_1791173456-6L8vcIzhYP0hjgZRTzj2Fdye2iEJ8eNj771KdHsy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365333/original/035732200_1791173455-Dmmv3aSTpXj0n8W8JklFNuX4kW46G9DTQHq8gEe9.jpg)