8 Barang yang Bisa Bawa Sial Jika Disimpan di Rumah, Cek Tempat Tinggalmu Sekarang

Kenali 8 barang yang dipercaya membawa sial jika disimpan di rumah serta asal-usul dan cara menyikapinya.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Segelintir masyarakat mempercayai adanya sejumlah barang yang disinyalir membawa kesialan jika masih nekat menyimpannya di rumah. Berdasarkan arsip cerita rakyat James T. Callow di laman resmi University of Detroit, keyakinan ini semakin kuat, karena diceritakan oleh kakek dan nenek yang diwariskan dari generasi ke generasi berdasarkan feng shui maupun keyakinan lokal setempat.

Petaka-petaka tersebut kabarnya akan membuat susah siapapun yang masih nekat menyimpannya, mulai dari pertengkaran, kesulitan rezeki, hingga kegagalan dalam berbagai urusan sehari-hari akibat energi negatif yang dibawanya.

Lantas sebenarnya, barang apa saja yang kerap dikaitkan dengan kesialan dan apakah Anda masih menyimpannya? Berikut 8 benda tersebut yang perlu Anda cek di rumah, dihadirkan Liputan6, Rabu (26/8).

1. Cermin Retak

Cermin retak menjadi barang yang sering dikaitkan dengan kesialan dalam berbagai kepercayaan. Pandangan ini muncul dari anggapan lama bahwa cermin memiliki hubungan dengan gambaran diri dan kehidupan seseorang sehingga kerusakan pada cermin dianggap sebagai pertanda perubahan atau masalah.

Kepercayaan tersebut berkembang dalam berbagai budaya, termasuk tradisi Eropa yang mengaitkan pecahnya cermin dengan masa sial selama beberapa tahun. Tidak ada bukti bahwa cermin dapat menyebabkan kesialan, tetapi cerita itu terus dikenal melalui tradisi dan kebiasaan masyarakat.

Solusinya cukup sederhana, yaitu mengganti cermin yang retak jika kondisinya dapat membahayakan penghuni rumah. Dengan begitu, keputusan tersebut didasarkan pada keamanan dan kenyamanan, bukan karena rasa takut terhadap pertanda.

2. Jam yang Berhenti

Jam yang berhenti juga masuk dalam daftar barang yang dipercaya membawa sial. Dalam sejumlah kepercayaan, jam melambangkan perjalanan waktu sehingga jarum yang berhenti dianggap sebagai tanda terhentinya urusan atau perubahan dalam kehidupan penghuni rumah.

Pandangan tersebut berangkat dari simbolisme, bukan hubungan sebab akibat yang dapat dibuktikan. Jam yang berhenti sebenarnya dapat terjadi karena baterai habis, mesin bermasalah, atau perangkat tidak lagi bekerja.

Jika jam masih dapat diperbaiki, periksa sumber dayanya atau bawa ke tempat servis. Jika sudah tidak digunakan, simpan komponen yang masih berguna atau keluarkan dari ruangan agar tidak menjadi barang yang menumpuk.

3. Kalender Lama

Kalender lama sering dikaitkan dengan kepercayaan bahwa menyimpan tanggal yang sudah berlalu dapat membuat seseorang terus terikat dengan masa sebelumnya. Pemaknaan ini muncul dari kebiasaan masyarakat yang melihat pergantian tahun sebagai penanda dimulainya periode baru.

Tidak ada bukti bahwa kalender lama dapat mendatangkan kesialan. Anggapan tersebut lebih berkaitan dengan simbol waktu dan kebiasaan untuk meninggalkan catatan yang sudah tidak diperlukan.

Solusinya adalah mengganti kalender ketika tahun berganti. Kalender lama yang berisi catatan penting dapat disimpan sebagai arsip, sedangkan yang tidak lagi digunakan dapat didaur ulang agar ruang penyimpanan tetap teratur.

4. Benda Rusak yang Tidak Dipakai

Benda rusak yang terus disimpan kerap dianggap membawa energi yang tidak baik dalam sejumlah kepercayaan rumah tangga. Barang tersebut biasanya dikaitkan dengan kondisi kehidupan yang tertahan karena pemiliknya belum menyelesaikan atau melepaskan sesuatu.

Asal-usul pandangan ini dapat ditemukan dalam berbagai kebiasaan budaya yang mendorong penghuni rumah menjaga barang yang digunakan dan menyingkirkan benda yang tidak memiliki fungsi. Jadi, maknanya lebih dekat dengan simbol keteraturan daripada bukti tentang kesialan.

Periksa barang yang rusak satu per satu. Jika masih dibutuhkan, perbaiki dalam waktu yang jelas. Jika tidak lagi diperlukan, berikan kepada pihak yang membutuhkan, manfaatkan bagiannya, atau buang sesuai jenis barangnya.

5. Tanaman yang Sudah Mati

Tanaman yang sudah mati kadang dipercaya membawa sial karena kematian tanaman dianggap sebagai simbol berakhirnya pertumbuhan dan kehidupan. Kepercayaan semacam ini muncul dari hubungan masyarakat dengan alam yang kemudian berkembang menjadi simbol dalam kehidupan rumah tangga.

Secara nyata, tanaman mati dapat terjadi karena kekurangan air, kelebihan air, penyakit tanaman, atau kondisi tempat tumbuh yang tidak sesuai. Tidak ada bukti bahwa tanaman tersebut menyebabkan kesialan bagi penghuni rumah.

Jika tanaman masih memiliki bagian yang dapat tumbuh kembali, pangkas bagian yang rusak dan pindahkan sesuai kebutuhannya. Jika sudah tidak dapat dipulihkan, keluarkan dari rumah dan gunakan wadahnya untuk tanaman lain.

6. Sepatu yang Diletakkan di Atas Meja

Meletakkan sepatu di atas meja pernah dikaitkan dengan pertanda buruk dalam sebagian tradisi. Salah satu penjelasan yang berkembang berasal dari kebiasaan masyarakat Eropa pada masa lalu yang menghubungkan sepatu dengan kematian atau kondisi tertentu setelah seseorang meninggal.

Makna tersebut kemudian berkembang menjadi kepercayaan bahwa sepatu yang diletakkan di meja dapat membawa masalah bagi penghuni rumah. Namun, hubungan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan simbol, bukan fakta yang menunjukkan bahwa sepatu dapat menyebabkan sial.

Solusinya adalah menyimpan sepatu pada rak atau tempat yang memang digunakan untuk alas kaki. Selain mengikuti kebiasaan rumah tangga, cara ini membantu menjaga meja tetap digunakan untuk aktivitas yang sesuai.

7. Barang Pemberian yang Tidak Disukai

Barang pemberian yang tidak disukai kadang dianggap dapat membawa sial, terutama jika pemberi atau asal barang tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman. Kepercayaan ini biasanya muncul dari anggapan bahwa benda dapat membawa kenangan atau hubungan dari orang yang memberikannya.

Tidak ada bukti bahwa sebuah hadiah dapat memindahkan kesialan kepada penerimanya. Perasaan tidak nyaman justru dapat membuat penghuni terus mengingat pengalaman yang berkaitan dengan benda tersebut.

Jika barang masih layak digunakan tetapi tidak diperlukan, pemilik dapat memberikannya kepada orang lain atau menyimpannya di tempat yang tidak mengganggu. Keputusan sebaiknya didasarkan pada fungsi dan kondisi penghuni, bukan semata-mata pada ketakutan terhadap sial.

8. Barang Peninggalan yang Tidak Diketahui Asalnya

Barang peninggalan yang tidak diketahui asal-usulnya sering dikaitkan dengan kesialan karena pemilik baru tidak mengetahui sejarah benda tersebut. Dalam sejumlah budaya, benda dari orang yang telah meninggal atau tempat yang tidak dikenal dapat diberi makna tertentu.

Pandangan tersebut berasal dari cerita keluarga, tradisi, dan kepercayaan masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tidak ada bukti bahwa benda tersebut secara otomatis membawa masalah kepada orang yang menyimpannya.

Jika benda memiliki nilai keluarga, cari informasi mengenai asal dan kegunaannya sebelum memutuskan. Jika tidak memiliki fungsi atau menimbulkan rasa tidak nyaman, simpan secara terpisah, serahkan kepada keluarga terkait, atau keluarkan dari rumah dengan cara yang dianggap sesuai.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Barang yang Bisa Bawa Sial Jika Disimpan di Rumah

Apa saja barang yang dipercaya membawa sial di rumah?

Beberapa benda yang sering dikaitkan dengan kesialan antara lain cermin retak, jam berhenti, kalender lama, barang rusak, tanaman mati, sepatu di atas meja, hadiah yang tidak disukai, dan benda yang tidak diketahui asal-usulnya.

Apakah barang tertentu benar-benar bisa membawa sial?

Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan benda tertentu dapat menyebabkan kesialan. Anggapan tersebut umumnya berasal dari kepercayaan, simbol, dan tradisi masyarakat.

Mengapa cermin retak dianggap membawa sial?

Kepercayaan itu berkaitan dengan pandangan lama mengenai cermin sebagai gambaran diri. Dalam sebagian tradisi, cermin pecah kemudian dianggap sebagai pertanda perubahan atau masalah.

Apakah barang rusak sebaiknya disimpan di rumah?

Barang rusak dapat disimpan jika masih memiliki fungsi atau akan diperbaiki. Jika tidak digunakan, barang tersebut sebaiknya dipindahkan agar tidak memenuhi ruang dan menjadi sumber masalah dalam aktivitas sehari-hari.

Bagaimana menyikapi barang yang dipercaya membawa sial?

Sikapi berdasarkan kondisi nyata, fungsi barang, dan nilai budaya yang dipercaya keluarga. Jika benda tidak diperlukan atau mengganggu, keluarkan dengan cara yang sesuai tanpa harus menganggapnya sebagai penyebab kesialan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6