Liputan6.com, Jakarta - Untuk menjaga kesegaran buah-buahan dan memperpanjang masa simpannya, penting untuk memahami praktik penyimpanan yang benar. Salah satu kunci utama adalah mengetahui jenis buah-buahan yang sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan. Mencuci buah terlalu dini dapat memperkenalkan kelembapan berlebih, yang menjadi pemicu utama pembusukan dini dan pertumbuhan jamur.
Kelembapan ekstra ini dapat merusak tekstur buah dan mempercepat proses pembusukan, membuat buah cepat layu atau berjamur. Oleh karena itu, penting untuk hanya mencuci buah sesaat sebelum dikonsumsi. Melansir laman EatingWell, beberapa jenis buah memiliki karakteristik khusus yang membuatnya sangat rentan terhadap kelembapan jika dicuci sebelum disimpan.
Memahami karakteristik setiap buah dan cara penyimpanannya yang tepat akan membantu Anda menikmati buah segar lebih lama. Praktik ini tidak hanya mengurangi pemborosan makanan tetapi juga memastikan buah tetap lezat dan kaya nutrisi saat disantap.
Advertisement
1. Buah Beri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5176409/original/063567100_1743085370-Buah_beri.jpg)
Buah beri, termasuk stroberi, blueberry, raspberry, dan blackberry, memiliki tekstur berpori yang sangat sensitif terhadap air. Sifat ini membuat buah beri mudah menyerap kelembapan, sehingga mencucinya sebelum disimpan dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan pembusukan.Â
Untuk penyimpanan yang optimal, stroberi, raspberry, dan blackberry sebaiknya diletakkan dalam satu lapisan di dalam wadah yang dilapisi tisu dapur. Wadah tersebut bisa ditutup longgar atau memiliki ventilasi, lalu disimpan di lemari es. Penempatan dalam satu lapisan mencegah buah memar, sementara tisu dapur berfungsi menyerap kelembapan berlebih. Meskipun blueberry sedikit lebih tahan, metode penyimpanan yang sama dengan tisu dapur tetap disarankan.
Penting untuk tidak mencuci buah beri sampai sesaat sebelum dikonsumsi. Kecuali Anda menggunakan metode cuka atau Branch Basics, jangan mencuci buah beri sampai tepat sebelum makan. Ini adalah langkah krusial untuk menghindari kelembapan yang dapat memicu jamur.
Advertisement
2. Ceri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3451107/original/034974800_1620378222-pexels-photo-768009.jpeg)
Sama seperti buah beri, ceri juga tidak boleh terkena kelembapan sebelum disimpan karena dapat mempercepat pembusukan. Kelembapan dapat terserap di bagian tangkai yang bertemu buah, yang berpotensi menyebabkan pecah atau pembusukan. Oleh karena itu, simpan ceri tanpa dicuci hingga Anda siap mengonsumsinya.
Menyimpan ceri beserta tangkainya di lemari es akan membantu menjaga kesegarannya lebih lama. Selain ceri, buah-buahan lunak dengan kulit tipis dan halus seperti persik dan nektarin juga memerlukan penanganan serupa. Mencuci buah-buahan ini sebelum disimpan dapat menambah kelembapan pada kulitnya dan memperpendek kualitas penyimpanannya.
Â
3. ApelÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504396/original/011935800_1771234065-apples-red-fresh-mellow-juicy-perfect-whole-white-desk.jpg)
Apel dikenal lebih tahan lama dibandingkan buah beri yang rapuh, namun ketahanannya bukan berarti boleh dicuci sebelum disimpan. Apel memiliki lapisan lilin pelindung alami yang berfungsi mempertahankan kelembapan dan menjaga teksturnya tetap renyah. Mencuci apel sebelum disimpan dapat menghilangkan lapisan pelindung ini dan justru menambah kelembapan, yang mempercepat pembusukan.
Mencuci tepat sebelum Anda menyimpannya sebenarnya dapat memperpendek masa simpannya, karena menghilangkan lapisan pelindung alami apel dan dapat memperkenalkan kelembapan ekstra yang mempercepat pembusukan.
Untuk penyimpanan jangka pendek, apel dapat disimpan pada suhu ruangan jika Anda berencana mengonsumsinya dalam beberapa hari. Namun, untuk penyimpanan yang lebih lama, sebaiknya simpan apel di lemari es. Penting juga untuk menjauhkan apel dari buah-buahan lain karena apel yang matang menghasilkan gas etilen, yang dapat mempercepat pematangan dan pembusukan buah-buahan di sekitarnya.
Advertisement
4. Anggur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356044/original/042973900_1611250904-Ilustrasi_buah_anggur_1.jpg)
Anggur, terutama varietas merah dan ungu, seringkali memiliki lapisan putih berdebu atau seperti lilin di permukaannya. Lapisan ini bukanlah debu atau residu, melainkan lapisan pelindung alami yang disebut "bloom". Lapisan bloom ini berfungsi melindungi anggur dari serangga dan pembusukan. Mencuci anggur sebelum disimpan akan menghilangkan lapisan pelindung ini, mirip dengan efek pada apel, dan dapat menyebabkan anggur membusuk lebih cepat.
Oleh karena itu, anggur sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan. Kelembapan dapat menyebabkan anggur membusuk lebih cepat. Bilas anggur tepat sebelum dimakan, dan simpan di lemari es untuk menjaga kesegarannya.
5. Persik dan Nektarin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4391816/original/041176300_1681274450-pexels-pixabay-209416.jpg)
Stephanie Smith, seorang spesialis keamanan pangan konsumen dan profesor ilmu pangan di Washington State University dilansir dari laman Eating Well menekankan bahwa buah dan sayuran lunak yang mudah rusak atau rentan terhadap pertumbuhan jamur harus dijaga tetap kering dan dicuci tepat sebelum digunakan. Persik dan nektarin sebaiknya disimpan tanpa dicuci dalam kantong plastik di lemari es setelah matang. Cuci buah-buahan ini di bawah air mengalir bersih sesaat sebelum dimakan atau diolah, lalu keringkan.
Advertisement
Panduan Mencuci Buah yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324208/original/003485500_1786694079-b4a022c1-32b1-4fd8-97b7-b4ef3f80bda8.jpg)
Meskipun beberapa buah-buahan yang sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan, semua buah dengan kulit yang dapat dimakan tetap perlu dicuci sebelum disantap. Kuncinya adalah mencuci buah-buahan tersebut tepat sebelum dikonsumsi untuk memastikan kebersihan dan keamanan pangan. Berikut adalah beberapa tips untuk mencuci buah dengan benar:
- Gunakan Air Dingin Mengalir: Saat tiba waktunya untuk mencuci, lakukan di bawah air dingin yang mengalir.
- Gosok Kotoran: Gosok buah dengan tangan atau sikat bersih untuk menghilangkan kotoran atau residu yang terlihat, terlepas dari apakah Anda membeli produk organik atau konvensional.
- Hindari Sabun atau Bahan Kimia: Produk pertanian tidak boleh dicuci dengan sabun, deterjen, atau bahan kimia lain seperti cuka. Hal ini berpotensi memasukkan kontaminan ke dalam buah atau menyebabkan Anda sakit, karena buah bersifat berpori dan dapat menyerap residu sabun.
- Keringkan dengan Teliti: Setelah dicuci, keringkan buah dengan teliti menggunakan handuk atau tisu dapur yang bersih dan telah disanitasi.
- Hindari Pengering Salad untuk Buah Beri: Jika Anda mencuci buah beri yang mudah rusak, jangan mengeringkannya di alat pengering salad, karena dapat menyebabkan memar atau kerusakan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Buah-buahan yang Sebaiknya Tidak Dicuci Sebelum Disimpan
1. Mengapa buah beri tidak boleh dicuci sebelum disimpan?
Buah beri berpori dan mudah menyerap air. Mencucinya sebelum disimpan dapat menyebabkan kelembapan berlebih yang mempercepat pembusukan dan pertumbuhan jamur.
2. Bagaimana cara terbaik menyimpan ceri agar tetap segar?
Ceri sebaiknya disimpan tanpa dicuci, beserta tangkainya, di dalam lemari es. Ini menghindari kelembapan yang dapat diserap di bagian tangkai dan mempercepat pembusukan.
3. Apa fungsi lapisan lilin alami pada apel terkait penyimpanannya?
Lapisan lilin alami pada apel membantu mempertahankan kelembapan dan menjaga apel tetap renyah. Mencucinya sebelum disimpan dapat menghilangkan lapisan ini dan mempercepat pembusukan.
4. Kapan waktu yang tepat untuk mencuci buah-buahan yang akan dikonsumsi?
Buah-buahan sebaiknya dicuci tepat sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan kotoran dan bakteri, sekaligus menghindari kelembapan berlebih selama penyimpanan yang dapat menyebabkan pembusukan.
5. Apakah aman mencuci buah dengan sabun atau cuka?
Tidak disarankan mencuci buah dengan sabun, deterjen, atau cuka. Buah bersifat berpori dan dapat menyerap residu bahan kimia tersebut, berpotensi menyebabkan sakit. Cukup gunakan air dingin mengalir.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329887/original/014746300_1787301484-HOAX__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4712284/original/099342900_1704930645-cek_fakta_stiker_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3119451/original/013428600_1588606541-manki-kim-cI5KB6XF-EI-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3153865/original/001824700_1592288896-pexels-photo-1543793.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330291/original/005110300_1787369132-HL_Hidro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322841/original/002735800_1786591847-tWKkjoANc27TlE9Sib2CNppfydrPPbf2AP8r8wiH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326653/original/088734900_1787031130-718eb6d5-393e-4fe2-b266-562b06815cc1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1092125/original/057341200_1450794922-grebeg1.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330281/original/098179300_1787367405-Cara_Menanam_Pakcoy_di_Botol_Bekas_Sambil_Memelihara_Ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3225719/original/079772700_1599011517-photo-1527137342181-19aab11a8ee8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5397187/original/001577400_1761803406-ilustrasi_berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326639/original/065923800_1787030103-penyiram_otomatis_1.jpeg)