Liputan6.com, Jakarta - Bagi masyarakat umum, cara menghitung berat badan ideal dengan rumus Broca sering dijadikan langkah sederhana sebelum menerapkan pola hidup lebih sehat. Perhitungan tersebut membantu seseorang untuk memahami apakah berat badannya berada pada kisaran ideal, atau masih memerlukan penyesuaian. Meski tergolong metode lama, rumus ini tetap relevan sebagai panduan awal saat memantau kondisi fisik.
Tidak sedikit orang mencari cara menghitung berat badan ideal dengan rumus Broca saat mulai menjalani program diet, meningkatkan massa otot, ataupun menjaga kebugaran tubuh. Perhitungan sederhana tersebut memberikan gambaran cepat, mengenai target berat badan berdasarkan tinggi badan. Hasilnya memang bersifat estimasi, tetapi tetap bermanfaat sebagai referensi sebelum menggunakan metode penilaian kesehatan lain.
Memahami cara menghitung berat badan ideal dengan rumus Broca, juga bisa membantu menetapkan target kesehatan secara lebih realistis. Berat badan ideal bukan hanya berkaitan soal penampilan, melainkan turut berhubungan dengan kebugaran, mobilitas, hingga upaya menurunkan risiko berbagai penyakit. Oleh sebab itu, mengetahui dasar perhitungannya menjadi langkah awal membangun kebiasaan hidup lebih sehat secara berkelanjutan.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (5/8/2026).
Apa Itu Rumus Broca?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4453744/original/053343800_1685953334-ashraf-ali-JLW-T4LiJCw-unsplash.jpg)
Rumus Broca atau Indeks Broca merupakan metode sederhana untuk memperkirakan berat badan ideal berdasarkan tinggi badan. Rumus ini diperkenalkan oleh Pierre Paul Broca, seorang dokter bedah dan antropolog asal Prancis, pada tahun 1871.
Metode ini hanya menggunakan tinggi badan sebagai dasar perhitungan sehingga sangat mudah diterapkan oleh siapa saja. Walaupun demikian, hasilnya bersifat estimasi dan belum memperhitungkan faktor lain seperti usia, massa otot, persentase lemak tubuh, bentuk rangka, maupun tingkat aktivitas fisik.
Cara Menghitung Berat Badan Ideal dengan Rumus Broca
Perhitungan rumus Broca dibedakan berdasarkan jenis kelamin.
Rumus Broca untuk Wanita
Berat badan ideal = (Tinggi badan – 100) – [(Tinggi badan – 100) × 10%]
Contoh:
Seorang wanita memiliki tinggi badan 160 cm.
Perhitungannya adalah:
160 – 100 = 60
10% × 60 = 6
60 – 6 = 54 kg
Jadi, berat badan ideal wanita dengan tinggi 160 cm adalah sekitar 54 kilogram.
Rumus Broca untuk Pria
Berat badan ideal = (Tinggi badan – 100) – [(Tinggi badan – 100) × 15%]
Contoh:
Seorang pria memiliki tinggi badan 170 cm.
Perhitungannya adalah:
170 – 100 = 70
15% × 70 = 10,5
70 – 10,5 = 59,5 kgÂ
Berat badan ideal pria dengan tinggi 170 cm menurut rumus Broca adalah sekitar 59,5 kilogram.
Tabel Berat Badan Ideal Wanita
| Tinggi Badan (cm) | Bentuk Badan Kecil | Bentuk Badan Sedang | Bentuk Badan Besar |
|---|---|---|---|
| 147 | 42–45 kg | 44–45 kg | 47–54 kg |
| 150 | 43–46 kg | 45–50 kg | 48–56 kg |
| 152 | 44–47 kg | 46–51 kg | 50–58 kg |
| 153 | 45–49 kg | 47–53 kg | 51–59 kg |
| 157 | 46–50 kg | 49–54 kg | 52–60 kg |
| 160 | 48–51 kg | 50–56 kg | 54–61 kg |
| 162 | 49–53 kg | 51–57 kg | 55–63 kg |
| 166 | 51–54 kg | 53–58 kg | 57–65 kg |
| 168 | 52–56 kg | 55–61 kg | 58–66 kg |
| 170 | 54–58 kg | 56–63 kg | 60–68 kg |
| 173 | 56–60 kg | 58–65 kg | 62–70 kg |
| 176 | 57–61 kg | 60–67 kg | 64–72 kg |
| 178 | 60–64 kg | 62–70 kg | 66–74 kg |
| 180 | 61–66 kg | 64–71 kg | 67–76 kg |
| 183 | 63–67 kg | 66–72 kg | 70–79 kg |
Tabel Berat Badan Ideal Pria
| Tinggi Badan (cm) | Bentuk Badan Kecil | Bentuk Badan Sedang | Bentuk Badan Besar |
|---|---|---|---|
| 157 | 51–53 kg | 54–59 kg | 57–64 kg |
| 160 | 52–56 kg | 55–60 kg | 59–66 kg |
| 162 | 54–57 kg | 56–62 kg | 60–67 kg |
| 165 | 55–59 kg | 58–65 kg | 61–69 kg |
| 168 | 56–60 kg | 60–65 kg | 63–71 kg |
| 170 | 58–62 kg | 62–68 kg | 65–73 kg |
| 173 | 60–64 kg | 63–69 kg | 67–75 kg |
| 175 | 62–66 kg | 66–73 kg | 69–77 kg |
| 178 | 64–68 kg | 66–73 kg | 71–79 kg |
| 180 | 66–70 kg | 68–75 kg | 72–81 kg |
| 183 | 67–72 kg | 70–77 kg | 75–84 kg |
| 185 | 68–74 kg | 72–80 kg | 76–86 kg |
| 188 | 71–76 kg | 74–82 kg | 79–88 kg |
| 190 | 73–78 kg | 76–84 kg | 80–91 kg |
| 193 | 75–80 kg | 78–86 kg | 83–93 kg |
Advertisement
Tips Menjaga Berat Badan Tetap Ideal
Mempertahankan berat badan ideal membutuhkan kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Setelah mengetahui perkiraan berat badan sesuai tinggi badan, langkah berikutnya adalah menjaga keseimbangan antara asupan makanan, aktivitas fisik, dan pola hidup agar kondisi tubuh tetap optimal.
1. Terapkan Pola Makan Seimbang
Salah satu cara utama menjaga berat badan tetap ideal adalah memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pilih menu yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, serta mineral dalam jumlah seimbang.
Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, sumber protein seperti ikan, telur, ayam, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Asupan nutrisi lengkap membantu tubuh mendapatkan energi cukup tanpa meningkatkan risiko penumpukan kalori berlebihan.
2. Atur Porsi Makan
Selain memilih jenis makanan, jumlah porsi juga perlu diperhatikan. Mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah berlebihan tetap dapat menyebabkan peningkatan berat badan.
Gunakan porsi makan sesuai kebutuhan tubuh dan hindari kebiasaan makan terlalu banyak dalam satu waktu. Makan secara perlahan juga membantu tubuh mengenali rasa kenyang sehingga asupan makanan lebih terkendali.
3. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik
Olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga berat badan tetap stabil. Aktivitas fisik membantu membakar kalori, meningkatkan metabolisme, serta menjaga massa otot.
Tidak harus melakukan olahraga berat, kegiatan sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, senam, atau latihan ringan di rumah dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara rutin.
4. Batasi Konsumsi Makanan Tinggi Gula dan Lemak
Makanan maupun minuman tinggi gula, lemak jenuh, dan kalori berlebih dapat menyebabkan berat badan mudah meningkat. Contohnya seperti minuman manis, makanan cepat saji, camilan berlebihan, dan makanan yang digoreng terlalu sering.
Bukan berarti harus menghindari seluruh makanan tersebut, tetapi konsumsinya perlu dibatasi agar keseimbangan energi tubuh tetap terjaga.
5. Cukupi Kebutuhan Air Putih
Air putih memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh dan membantu proses metabolisme. Kekurangan cairan dapat membuat tubuh terasa lemas serta terkadang membuat seseorang sulit membedakan rasa haus dan lapar.
Usahakan memenuhi kebutuhan air setiap hari sesuai kondisi tubuh dan aktivitas. Kebiasaan minum cukup juga dapat membantu mendukung program menjaga berat badan.
6. Tidur yang Cukup
Kualitas tidur turut memengaruhi keseimbangan berat badan. Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur rasa lapar sehingga seseorang lebih mudah mengalami peningkatan nafsu makan.
Usahakan tidur cukup sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malam agar tubuh memiliki waktu untuk beristirahat dan memperbaiki fungsi metabolisme.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menghitung Berat Badan Ideal dengan Rumus Broca
Apa yang dimaksud dengan rumus Broca?
Rumus Broca adalah metode sederhana untuk memperkirakan berat badan ideal berdasarkan tinggi badan. Cara ini menggunakan pengurangan tertentu dari tinggi badan sehingga menghasilkan estimasi berat badan ideal.
Bagaimana cara menghitung berat badan ideal dengan rumus Broca?
Perhitungan dilakukan menggunakan tinggi badan dalam satuan sentimeter. Setelah dikurangi 100, hasilnya dikurangi lagi sesuai persentase yang berlaku untuk pria atau wanita.
Apakah rumus Broca masih digunakan hingga sekarang?
Ya. Meskipun telah diperkenalkan sejak lama, rumus Broca masih sering digunakan sebagai acuan awal untuk memperkirakan berat badan ideal karena mudah diterapkan.
Mengapa rumus Broca cukup populer?
Metode ini tidak membutuhkan alat khusus maupun proses perhitungan yang rumit. Seseorang hanya perlu mengetahui tinggi badannya untuk memperoleh estimasi berat badan ideal.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315988/original/057519300_1785907171-Screenshot_2026-08-05_115928.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3441401/original/072207200_1619532374-Ilustrasi_pembekuan_lemak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5751244/original/037596000_1778651848-asian-woman-dreaming-while-sleeping-bed-bedroom.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304925/original/041164300_1784776879-NYUEaB9jmN8vkHOhnDWODBzTBkF9mRYu8ovsWVrf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575355/original/097947000_1778045663-Dokter_Spesialis_Gizi_Klinik__dr._Nadhira_Afifa__MPH__SpGK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575356/original/065399200_1778045664-Dokter_Spesialis_Gizi_Klinik__dr._Nadhira_Afifa__MPH__SpGK__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146649/original/096455900_1740841259-Kurang_Tidur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297961/original/024587500_1784112264-pexels-moe-magners-6669363.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574663/original/092387900_1777970435-063_2274553322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289191/original/052786300_1783395688-hrZuHEokGrxbouWYUq3zk4MddelQk5IlHUStMMfb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288493/original/024813600_1783322938-Ketua_Umum_Perkumpulan_Endokrinologi_Indonesia__PERKENI___Prof._Dr._dr._Em_Yunir__SpPD-KEMD.jpg)