8 Ide Dekorasi Kolam Galon Bekas dengan Batu Alam dan Tanaman Air, Asri, Cantik dan Hemat Biaya

Ide dekorasi kolam galon bekas dengan batu alam dan tanaman air untuk membuat sudut rumah lebih menarik dan hemat biaya.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ide dekorasi kolam galon bekas dapat menjadi pilihan bagi siapa saja yang ingin menghadirkan nuansa berbeda di rumah dengan biaya hemat. Galon bekas yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan sebagai kolam mini dengan tambahan batu alam dan tanaman air sehingga tampil lebih rapi serta menyatu dengan area sekitar.

Pemanfaatan barang bekas sebagai dekorasi rumah semakin banyak diterapkan karena mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus. Berbagai jenis batu alam serta tanaman air juga mudah ditemukan sehingga proses pembuatannya bisa disesuaikan dengan ukuran halaman, teras, maupun balkon rumah.

Ada banyak cara menyusun kolam galon bekas agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat tanaman atau ikan, tetapi juga menjadi pelengkap sudut rumah. Berikut Liputan6 hadirkan 8 ide yang dapat dijadikan inspirasi, Kamis (23/7).

1. Kolam Galon Bekas dengan Batu Koral Putih dan Apu-Apu

Susunan batu koral putih di sekeliling galon bekas dapat menghadirkan tampilan yang rapi sekaligus menjadi pembatas antara kolam dan lantai. Bagian dalam kolam dapat diisi tanaman apu-apu agar permukaan air tidak terlihat kosong. Letakkan beberapa batu kali berukuran sedang di salah satu sisi sehingga tercipta susunan yang seimbang. Jika tersedia ruang lebih, tambahkan pot kecil berisi tanaman hijau di bagian belakang kolam sehingga tampilannya lebih menyatu dengan area sekitar.

Ide ini dapat dibuat dengan biaya yang relatif rendah karena memanfaatkan galon bekas air mineral dan batu koral sisa penataan taman. Tambahan pasir malang ekonomis, sedikit semen sisa, serta pot bekas sudah cukup untuk melengkapi dekorasi. Semua proses penyusunan dapat dilakukan sendiri tanpa perlu menggunakan jasa tukang sehingga anggaran menjadi lebih hemat.

Kolam mini seperti ini cocok ditempatkan di sudut teras atau dekat pintu masuk rumah. Bila dipasang pompa air mini, suara aliran air dapat menambah suasana yang lebih nyaman saat berada di sekitar kolam. Ganti sebagian air setiap beberapa hari dan tambahkan ikan guppy agar air tetap bersih sekaligus membantu mencegah munculnya jentik nyamuk.

2. Kolam Galon Bekas dengan Batu Kali Pipih dan Lotus Kerdil

Batu kali pipih dapat disusun bertingkat pada bagian luar galon sehingga membentuk tepian kolam yang terlihat rapi. Di bagian tengah, tanam lotus kerdil menggunakan pot tanam kecil agar pertumbuhannya lebih mudah diatur. Tambahkan beberapa batu koral hitam pada sela-sela batu kali untuk memberikan perpaduan warna yang serasi tanpa terlihat berlebihan.

Bahan yang digunakan mudah ditemukan dan sebagian dapat berasal dari sisa proyek rumah. Galon bekas, batu kali, pasir, serta sedikit semen sudah cukup untuk membentuk dekorasi sederhana. Bila ingin mempercantik bagian luar galon, gunakan cat piloks yang masih layak pakai sehingga tidak perlu membeli cat baru. Ide dekorasi kolam galon bekas seperti ini dapat dirakit sendiri dalam waktu singkat.

Penempatan kolam cocok di dekat jendela ruang tamu atau area taman depan yang memperoleh cahaya matahari. Tambahan pompa mini akan membuat permukaan air terus bergerak sehingga tampak lebih hidup. Bersihkan daun yang gugur secara berkala dan tambahkan ikan cupang agar air tetap terjaga.

3. Kolam Galon Bekas dengan Batu Tempel dan Eceng Gondok Mini

Batu tempel dapat disusun mengelilingi galon secara bertumpuk sehingga membentuk kesan alami. Bagian atas kolam dapat diisi eceng gondok mini yang memiliki ukuran lebih ringkas sehingga tidak memenuhi seluruh permukaan air. Tambahkan beberapa batu koral kecil pada bagian dasar kolam agar tampilannya lebih menarik ketika air terlihat jernih.

Pembuatan kolam ini tidak membutuhkan biaya besar karena batu tempel sering tersedia di toko material dengan harga terjangkau. Galon bekas menjadi wadah utama, sedangkan pasir malang dan semen sisa dapat dimanfaatkan sebagai penyangga batu. Semua proses penyusunan dapat dilakukan sendiri sehingga lebih hemat dibanding membuat kolam permanen.

Kolam dapat ditempatkan di balkon, halaman samping, atau dekat pagar rumah. Apabila ditambah pompa kecil, aliran air akan membantu menjaga sirkulasi sehingga air tidak mudah keruh. Bersihkan tanaman yang mulai menutupi permukaan air dan pelihara ikan guppy agar kolam tetap bersih sekaligus membantu mengurangi jentik nyamuk.

4. Kolam Galon Bekas dengan Batu Koral Hitam dan Sirih Gading Air

Perpaduan batu koral hitam dengan sirih gading air dapat menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang menginginkan dekorasi sederhana. Batu koral disusun mengelilingi galon secara merata, sedangkan sirih gading air ditempatkan pada bagian belakang kolam agar daunnya menjuntai mengikuti tepian. Tambahkan beberapa batu kali kecil sebagai pelengkap agar susunan terlihat lebih seimbang.

Biaya pembuatannya tetap terjangkau karena sebagian besar bahan berasal dari barang yang sudah tersedia di rumah. Galon bekas, batu koral, pasir, dan pot kecil sudah cukup digunakan sebagai bahan utama. Jika ingin mengubah warna galon, gunakan sisa cat piloks yang masih dapat dipakai. Ide dekorasi kolam galon bekas ini juga tidak memerlukan peralatan khusus sehingga mudah diterapkan.

Kolam dapat ditempatkan di teras belakang, dekat ruang keluarga yang menghadap taman, maupun di sudut halaman. Suara air dari pompa mini akan membuat area sekitar terasa lebih nyaman untuk digunakan bersantai. Jaga kebersihan air dengan mengganti sebagian air secara berkala dan pelihara ikan cupang agar kolam tetap bersih serta membantu mengurangi jentik nyamuk.

5. Kolam Galon Bekas dengan Batu Andesit dan Selada Air

Letakkan tanaman selada air pada bagian tengah kolam agar permukaan air tidak kosong. Beberapa batu koral putih dapat ditempatkan di sela batu andesit untuk memberikan perpaduan yang seimbang. Ide dekorasi kolam galon bekas ini cocok diterapkan pada halaman dengan ruang yang terbatas.

Pembuatan kolam dapat memanfaatkan galon bekas yang sudah dibersihkan, batu andesit sisa penataan halaman, dan pasir malang yang mudah diperoleh. Seluruh proses dapat dikerjakan sendiri dalam waktu singkat sehingga anggaran tetap terkendali dan hasilnya sesuai kebutuhan.

Kolam ini sesuai ditempatkan di sudut teras, dekat pintu samping rumah, atau pada taman kecil di halaman depan. Tambahan pompa mini dapat menghasilkan aliran air yang membuat suasana sekitar lebih nyaman. Bersihkan daun yang mengapung setiap beberapa hari dan tambahkan ikan hias agar air tetap jernih sekaligus membantu mengurangi jentik nyamuk.

6. Kolam Galon Bekas dengan Batu Kali Bulat dan Kiambang

Batu kali bulat dapat disusun mengelilingi galon dengan ukuran yang berbeda agar susunannya tidak terlihat datar. Bagian tengah kolam dapat diisi tanaman kiambang yang memiliki bentuk sederhana dan mudah tumbuh di air. Tambahkan beberapa batu tempeh sebagai pijakan di salah satu sisi kolam sehingga susunannya terlihat lebih menyatu. Penataan seperti ini membuat kolam mudah dipadukan dengan tanaman yang sudah ada di halaman rumah.

Biaya pembuatannya tetap hemat karena batu kali dapat berasal dari sisa penataan taman atau dibeli dalam jumlah sedikit. Galon bekas menjadi wadah utama, sedangkan pasir dan semen sisa cukup digunakan untuk menjaga batu tetap pada tempatnya. Jika ingin memberi sentuhan lain, gunakan pot bekas sebagai tempat tanaman pelengkap tanpa harus membeli wadah baru. Ide dekorasi kolam galon bekas ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba proyek DIY.

Kolam dapat ditempatkan di dekat pagar, sisi garasi, atau area terbuka yang mendapatkan cahaya matahari secukupnya. Bila menggunakan pompa mini, suara aliran air akan membuat area sekitar terasa lebih hidup. Ganti sebagian air secara berkala, buang daun yang mulai membusuk, dan pelihara ikan cupang agar kolam tetap bersih serta membantu mencegah berkembangnya jentik nyamuk.

7. Kolam Galon Bekas Bertingkat dengan Batu Koral dan Pakis Air

Galon bekas dapat disusun pada dudukan sederhana sehingga posisi kolam sedikit lebih tinggi dari permukaan lantai. Tepinya dihiasi batu koral putih dan batu kali kecil yang disusun mengelilingi galon secara merata. Pakis air dapat ditempatkan pada bagian dalam kolam agar memberikan variasi tanaman tanpa memenuhi seluruh permukaan air. Tambahkan beberapa pot kecil di bagian belakang agar susunan kolam terlihat lebih menyatu dengan area sekitar.

Dekorasi ini tidak memerlukan biaya besar karena dudukan kolam dapat dibuat dari bata sisa atau batako yang sudah tidak digunakan. Batu koral, pasir malang, dan sedikit semen cukup untuk menyelesaikan bagian luar kolam. Seluruh pekerjaan dapat dilakukan sendiri tanpa peralatan khusus sehingga menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang ingin memperbarui tampilan halaman dengan anggaran terbatas.

Kolam bertingkat cocok ditempatkan di dekat tangga teras, sudut taman, atau balkon yang memiliki ruang cukup. Pompa mini dapat dipasang untuk menghasilkan suara air yang mengalir pelan. Periksa kondisi air setiap minggu, bersihkan lumut yang mulai menempel, dan pelihara ikan guppy agar kualitas air tetap terjaga. Ide dekorasi kolam galon bekas ini juga memudahkan proses perawatan karena posisi kolam lebih mudah dijangkau.

8. Kolam Galon Bekas dengan Batu Campuran dan Kombinasi Tanaman Air

Kolam terakhir memadukan batu koral putih, batu kali pipih, dan batu tempeh dalam satu susunan. Batu berukuran besar ditempatkan di bagian bawah, sedangkan batu yang lebih kecil mengisi sela-selanya sehingga membentuk tepian yang rapi. Bagian dalam kolam dapat diisi apu-apu, lotus kerdil, dan sirih gading air dalam jumlah secukupnya agar setiap tanaman memiliki ruang tumbuh. Penataan ini membuat kolam terlihat lebih seimbang tanpa membutuhkan lahan yang luas.

Semua bahan dapat diperoleh dengan biaya yang terjangkau karena sebagian berasal dari barang yang sudah tersedia di rumah. Galon bekas menjadi wadah utama, sedangkan batu alam dapat menggunakan sisa penataan taman sebelumnya. Tambahan pasir malang, pot bekas, dan sedikit semen sudah cukup untuk menyelesaikan dekorasi. Ide dekorasi kolam galon bekas seperti ini dapat dirakit sendiri sehingga biaya pembuatan tetap rendah.

Kolam dapat ditempatkan di halaman depan, dekat gazebo, atau sudut teras yang sering digunakan berkumpul bersama keluarga. Jika dilengkapi pompa mini, suara air akan menambah kenyamanan saat beristirahat. Bersihkan kotoran yang mengapung, ganti sebagian air secara berkala, dan pelihara ikan cupang atau guppy untuk membantu menjaga kebersihan air sekaligus mengurangi risiko munculnya jentik nyamuk.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ide Dekorasi Kolam Galon Bekas dengan Batu Alam dan Tanaman Air

1. Apakah galon bekas aman digunakan sebagai kolam mini?

Ya. Galon bekas dapat digunakan sebagai kolam mini selama sudah dicuci hingga bersih dan tidak mengandung sisa cairan yang dapat memengaruhi kualitas air.

2. Batu alam apa yang cocok untuk dekorasi kolam galon bekas?

Beberapa pilihan yang sering digunakan ialah batu koral putih, batu kali pipih, batu kali bulat, batu tempeh, dan batu andesit karena mudah disusun serta mudah ditemukan.

3. Tanaman air apa yang cocok untuk kolam galon bekas?

Tanaman seperti apu-apu, lotus kerdil, eceng gondok mini, kiambang, selada air, pakis air, dan sirih gading air dapat menjadi pilihan sesuai ukuran kolam.

4. Bagaimana cara menjaga air kolam galon bekas tetap jernih?

Ganti sebagian air secara berkala, bersihkan daun atau kotoran yang mengapung, gunakan pompa mini jika diperlukan, serta tambahkan ikan cupang atau guppy untuk membantu mengurangi jentik nyamuk.

5. Berapa biaya membuat dekorasi kolam dari galon bekas?

Biayanya bergantung pada bahan yang digunakan. Jika memanfaatkan galon bekas, batu sisa proyek, dan tanaman hasil pembibitan sendiri, biaya pembuatan dapat ditekan sehingga lebih hemat dibanding membuat kolam permanen.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6