9 Tanaman Penutup Tanah untuk Area Drainase, Halaman Lebih Rapi dan Bebas Erosi

Tanaman penutup tanah untuk area drainase, mencegah erosi, mengurangi banjir, dan menyuburkan tanah.

Diterbitkan 26 Juli 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman penutup tanah untuk area drainase menjadi pilihan tepat untuk mempercantik taman sekaligus menjaga kondisi tanah tetap stabil. Selain menciptakan hamparan hijau yang menarik, tanaman ini juga membantu mengurangi erosi dan membuat area sekitar saluran air terlihat lebih rapi.

Memilih tanaman penutup tanah untuk area drainase sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan, seperti tingkat kelembapan, intensitas sinar matahari, dan kekuatan akar. Tanaman yang tepat akan tumbuh optimal tanpa mengganggu fungsi saluran drainase di sekitarnya.

Beragam tanaman penutup tanah untuk area drainase memiliki keunggulan masing-masing, mulai dari pertumbuhan yang cepat, kemampuan menahan tanah, hingga perawatan yang mudah. Dengan memilih jenis yang sesuai, area drainase dapat berfungsi dengan baik sekaligus menjadi elemen lanskap yang lebih asri dan sedap dipandang.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang tanaman penutup tanah untuk area drainase, Rabu (22/7/2026).

1. Rumput Gajah Mini

Rumput gajah mini menjadi salah satu tanaman penutup tanah yang paling populer untuk area drainase karena memiliki akar serabut yang rapat sehingga mampu membantu mengikat tanah dan mengurangi risiko erosi.

Tanaman ini juga tahan terhadap paparan sinar matahari maupun curah hujan tinggi, sehingga tetap tumbuh baik di lingkungan tropis. Selain mempercantik area sekitar saluran drainase, hamparan rumput gajah mini juga membantu mengurangi cipratan lumpur saat hujan serta membuat halaman terlihat lebih rapi dan hijau.

2. Rumput Jepang

Rumput Jepang memiliki tekstur daun yang halus, rapat, dan tumbuh membentuk hamparan hijau yang indah. Tanaman ini cocok digunakan pada area drainase yang memiliki aliran air tidak terlalu deras dan kondisi tanah yang tidak mudah tergenang.

Lapisan rumput yang padat membantu mengurangi percikan tanah saat hujan serta menjaga kelembapan tanah tetap stabil. Agar tampilannya tetap rapi, rumput Jepang perlu dipangkas secara berkala sesuai pertumbuhannya.

3. Liriope (Liriope muscari)

Liriope memiliki daun hijau memanjang yang menyerupai rumput dengan bunga kecil berwarna ungu yang tumbuh di sela-selanya.

Tanaman ini mampu beradaptasi pada tanah yang lembap maupun lokasi dengan drainase baik, sehingga cocok ditanam di sepanjang saluran air atau taman resapan.

Perakarannya cukup kuat untuk membantu menahan tanah agar tidak mudah terkikis, sementara tampilannya yang rapi membuat area drainase terlihat lebih menarik dan tertata.

4. Mondo Grass (Ophiopogon japonicus)

Mondo grass dikenal sebagai tanaman penutup tanah berukuran mungil dengan pertumbuhan yang padat dan teratur. Tanaman ini mampu tumbuh baik pada area yang lembap maupun setengah teduh, sehingga sering dimanfaatkan sebagai penghias jalur taman dan pinggir drainase.

Akar serabutnya membantu menjaga struktur tanah tetap stabil sekaligus mengurangi risiko pengikisan akibat aliran air. Perawatannya pun cukup mudah karena hanya memerlukan penyiraman dan pemangkasan sesekali.

5. Wedelia (Sphagneticola trilobata)

Wedelia merupakan tanaman rambat rendah yang tumbuh sangat cepat dan mampu menutupi permukaan tanah dalam waktu relatif singkat. Sistem perakarannya membantu menjaga kestabilan tanah sehingga cocok ditanam di sekitar drainase yang rentan mengalami pengikisan akibat aliran air hujan.

Bunga berwarna kuning cerah yang muncul hampir sepanjang tahun juga menambah nilai estetika taman. Namun, karena pertumbuhannya cukup agresif, Wedelia sebaiknya dipangkas secara berkala agar tidak menyebar ke area tanaman lain.

6. Cyperus Mini (Cyperus alternifolius var. dwarf)

Cyperus mini merupakan tanaman yang menyukai kondisi tanah lembap sehingga sangat cocok ditanam di sekitar drainase, kolam, maupun taman hujan (rain garden). Daunnya yang menyerupai payung memberikan tampilan unik sekaligus mempercantik area hijau di sekitar rumah.

Selain membantu menyerap kelebihan air, tanaman ini juga mampu bertahan pada kondisi tanah yang sering basah tanpa mudah membusuk. Dengan perawatan sederhana, Cyperus mini dapat tumbuh subur sepanjang tahun.

7. Akar Wangi (Vetiver)

Vetiver atau akar wangi merupakan tanaman yang terkenal memiliki sistem akar sangat dalam, bahkan dapat mencapai beberapa meter ke dalam tanah. Karakteristik ini membuatnya sangat efektif untuk menahan tanah pada area yang rawan erosi, termasuk di sekitar saluran drainase dan lereng.

Selain membantu memperkuat struktur tanah, vetiver juga tahan terhadap genangan sementara, kekeringan, serta perubahan cuaca ekstrem. Tanaman ini banyak dimanfaatkan dalam proyek konservasi tanah karena kemampuannya menjaga kestabilan lahan.

8. Peperomia (Peperomia spp.)

Peperomia merupakan tanaman penutup tanah berdaun tebal yang mampu tumbuh baik di area teduh hingga setengah teduh dengan kondisi tanah cukup lembap. Bentuk daunnya yang beragam membuat tanaman ini sering digunakan sebagai penghias taman maupun sudut drainase yang kurang mendapat sinar matahari langsung.

Selain mempercantik lingkungan, Peperomia membantu menjaga kelembapan tanah dan mengurangi pertumbuhan gulma. Tanaman ini juga relatif mudah dirawat karena tidak membutuhkan penyiraman berlebihan.

9. Kacang Hias (Arachis pintoi)

Kacang hias atau Arachis pintoi merupakan tanaman penutup tanah yang membentuk hamparan hijau dengan bunga kuning kecil yang menarik. Sebagai tanaman legum, akarnya mampu mengikat nitrogen dari udara sehingga membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

Pertumbuhannya yang rapat membuat tanaman ini efektif mengurangi erosi, menekan pertumbuhan gulma, dan menjaga kelembapan tanah di sekitar area drainase. Kacang hias juga tahan terhadap cuaca tropis dan cocok dijadikan alternatif penutup tanah yang fungsional sekaligus dekoratif.

Cara Merawat Tanaman Penutup Tanah agar Tetap Rapi

1. Pangkas Tanaman Secara Berkala

Pemangkasan rutin penting dilakukan agar tanaman penutup tanah tidak tumbuh terlalu lebat hingga menutupi saluran drainase. Selain menjaga bentuk tanaman tetap rapi, pemangkasan juga merangsang pertumbuhan tunas baru sehingga hamparan tanaman terlihat lebih padat dan sehat. Sesuaikan frekuensi pemangkasan dengan kecepatan pertumbuhan masing-masing jenis tanaman.

2. Bersihkan Gulma dan Daun Kering

Gulma yang tumbuh di sela-sela tanaman dapat bersaing dalam menyerap air dan nutrisi sehingga menghambat pertumbuhan tanaman penutup tanah. Selain itu, daun kering yang menumpuk berpotensi menyumbat saluran drainase saat terbawa air hujan. Karena itu, lakukan pembersihan secara rutin agar area tetap bersih dan fungsi drainase tetap optimal.

3. Siram Sesuai Kebutuhan

Meskipun banyak tanaman penutup tanah cukup tahan terhadap kondisi cuaca, penyiraman tetap diperlukan terutama pada masa awal penanaman atau saat musim kemarau. Hindari penyiraman berlebihan karena dapat membuat media tanam terlalu lembap dan memicu pembusukan akar. Lakukan penyiraman secukupnya agar tanaman tetap tumbuh subur.

4. Berikan Pupuk Secara Berkala

Tambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang setiap beberapa bulan untuk menjaga kesuburan tanah. Jika diperlukan, pupuk NPK dengan dosis ringan juga dapat diberikan agar daun tetap hijau dan pertumbuhan tanaman lebih merata. Pemupukan yang tepat akan membantu tanaman membentuk hamparan yang padat dan sehat.

5. Pastikan Saluran Drainase Tidak Tertutup

Periksa area drainase secara berkala untuk memastikan tanaman tidak menjalar hingga menghalangi aliran air. Pangkas bagian yang tumbuh ke dalam saluran dan bersihkan ranting atau daun yang menumpuk. Perawatan ini penting agar drainase tetap berfungsi dengan baik, terutama saat hujan deras.

6. Ganti Tanaman yang Rusak atau Mati

Apabila terdapat bagian tanaman yang mengering, mati, atau terserang hama dan penyakit, segera lakukan penggantian dengan bibit baru. Langkah ini menjaga hamparan tanaman tetap rapat dan mencegah munculnya area kosong yang mudah ditumbuhi gulma. Dengan peremajaan secara berkala, area drainase akan tetap terlihat hijau, rapi, dan menarik sepanjang tahun.

Pertanyaan Seputar Tanaman Penutup Tanah untuk Area Drainase

Apa manfaat tanaman penutup tanah untuk area drainase?

Tanaman penutup tanah membantu mengurangi erosi, menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, serta membuat area sekitar saluran drainase terlihat lebih hijau dan rapi.

Tanaman apa yang cocok ditanam di sekitar saluran drainase?

Beberapa pilihan yang cocok antara lain rumput gajah mini, Wedelia, Liriope, mondo grass, akar wangi (vetiver), Cyperus mini, rumput Jepang, Peperomia, dan kacang hias (Arachis pintoi).

Apakah tanaman penutup tanah bisa menghambat aliran drainase?

Tidak, selama jenis tanaman dipilih dengan tepat dan ditanam di sekitar saluran, bukan menutupi jalur aliran air. Perawatan rutin seperti pemangkasan juga diperlukan agar tanaman tidak tumbuh berlebihan.

Bagaimana cara memilih tanaman penutup tanah untuk area drainase?

Pilih tanaman yang memiliki akar kuat tetapi tidak merusak struktur drainase, tahan terhadap kondisi lembap, mudah dirawat, serta sesuai dengan intensitas sinar matahari di lokasi penanaman.

Apakah tanaman penutup tanah perlu perawatan khusus?

Sebagian besar hanya membutuhkan penyiraman pada masa awal tanam, pemangkasan berkala, serta pemupukan secukupnya. Setelah tumbuh rapat, tanaman umumnya lebih mudah dirawat dan mampu menjaga area drainase tetap bersih serta estetik.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6