Cara Menanam Sawi Hijau di Botol Bekas yang Mudah Dirawat, Praktis untuk Pemula

Cara menanam sawi hijau di botol bekas yang mudah dirawat, cocok untuk lahan terbatas.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam sawi hijau di botol bekas yang mudah dirawat bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin berkebun meski memiliki lahan terbatas. Selain praktis, cara ini juga memanfaatkan botol bekas agar lebih bernilai guna.

Menerapkan cara menanam sawi hijau di botol bekas yang mudah dirawat tidak memerlukan peralatan yang rumit. Dengan media tanam yang tepat dan perawatan sederhana, sawi hijau dapat tumbuh dengan baik di rumah.

Sebelum mulai, siapkan botol bekas, media tanam, dan benih sawi hijau. Dengan langkah yang tepat, cara menanam sawi hijau di botol bekas yang mudah dirawat dapat menjadi solusi berkebun yang hemat, mudah, dan ramah lingkungan.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menanam sawi hijau di botol bekas yang mudah dirawat, Selasa (21/7/2026).

1. Siapkan Botol Bekas dan Buat Lubang Drainase

Langkah pertama adalah menyiapkan botol plastik bekas berukuran sekitar 1–1,5 liter yang masih bersih dan layak digunakan. Botol dapat dipotong menjadi dua bagian atau dibuat lubang pada salah satu sisinya sesuai dengan model pot yang diinginkan.

Setelah itu, buat beberapa lubang kecil di bagian bawah botol menggunakan paku atau benda tajam sebagai saluran drainase. Lubang ini berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air sehingga media tanam tidak terlalu basah dan akar sawi hijau terhindar dari risiko pembusukan.

2. Isi Botol dengan Media Tanam yang Subur

Gunakan media tanam yang gembur agar akar sawi hijau dapat berkembang dengan baik. Anda dapat mencampurkan tanah, pupuk kandang atau kompos matang, serta sekam bakar atau cocopeat agar media lebih poros dan kaya nutrisi.

Masukkan media tanam ke dalam botol hingga hampir penuh, lalu padatkan secara perlahan tanpa menekannya terlalu kuat. Media yang subur dan memiliki sirkulasi udara yang baik akan membantu tanaman tumbuh lebih cepat serta menghasilkan daun yang lebat dan segar.

3. Tanam Benih atau Bibit Sawi Hijau

Sawi hijau dapat ditanam langsung dari benih atau menggunakan bibit hasil penyemaian. Jika memakai bibit, pilih tanaman yang sudah memiliki 3–4 helai daun agar lebih mudah beradaptasi setelah dipindahkan. Buat lubang tanam kecil di tengah media, kemudian masukkan bibit secara hati-hati agar akarnya tidak rusak.

Setelah itu, tutup kembali dengan media tanam dan tekan perlahan di sekeliling batang supaya tanaman berdiri kokoh. Siram secukupnya setelah proses penanaman selesai untuk membantu tanaman beradaptasi.

4. Letakkan di Tempat yang Mendapat Sinar Matahari

Agar sawi hijau tumbuh optimal, letakkan botol di lokasi yang memperoleh sinar matahari sekitar 4–6 jam setiap hari, seperti teras, balkon, halaman, atau dekat jendela yang terang.

Paparan cahaya matahari membantu proses fotosintesis sehingga daun tumbuh lebih hijau dan pertumbuhan tanaman menjadi lebih maksimal. Namun, saat cuaca sangat panas, Anda dapat memberikan naungan ringan agar tanaman tidak cepat layu akibat paparan sinar matahari berlebihan.

5. Lakukan Penyiraman dan Pemupukan Secara Rutin

Penyiraman sebaiknya dilakukan setiap pagi atau sore hari dengan jumlah air yang cukup untuk menjaga kelembapan media tanam. Hindari menyiram terlalu banyak karena media yang terlalu basah dapat memicu pembusukan akar. Selain itu, berikan pupuk organik cair, kompos, atau pupuk sesuai kebutuhan setiap satu hingga dua minggu sekali. Nutrisi tambahan akan membantu pertumbuhan daun menjadi lebih lebar, hijau, dan sehat sehingga hasil panen lebih maksimal.

6. Rawat Tanaman hingga Siap Dipanen

Selama masa pertumbuhan, lakukan pengecekan secara rutin terhadap kondisi tanaman. Bersihkan gulma yang tumbuh di dalam media tanam, buang daun yang menguning, serta periksa apakah terdapat hama seperti ulat atau kutu daun. Jika ditemukan hama, segera lakukan penanganan agar tidak menyebar ke tanaman lain.

Dengan perawatan yang konsisten, sawi hijau umumnya dapat dipanen dalam waktu sekitar 30–45 hari setelah tanam. Daun yang segar dan berwarna hijau cerah menandakan tanaman siap dipetik dan dikonsumsi.

Alat dan Bahan Menanam Sawi Hijau di Botol Bekas

Alat

  • Botol plastik bekas ukuran 1–1,5 liter
  • Gunting atau cutter untuk memotong botol
  • Paku, solder, atau bor kecil untuk membuat lubang drainase
  • Sekop tangan atau sendok untuk memasukkan media tanam
  • Sprayer atau gembor kecil untuk menyiram tanaman

Bahan

  • Benih atau bibit sawi hijau
  • Tanah gembur
  • Pupuk kandang atau kompos matang
  • Sekam bakar atau cocopeat (opsional, untuk meningkatkan porositas media tanam)
  • Air bersih untuk penyiraman
  • Pupuk organik cair atau pupuk NPK (opsional, diberikan sesuai kebutuhan selama masa pertumbuhan)

Opsional:

  • Tali atau kawat jika botol akan digantung secara vertikal.
  • Kerikil kecil atau pecahan genting sebagai lapisan dasar agar drainase lebih lancar.

Tips Merawat Sawi Hijau di Botol Bekas

1. Siram Tanaman Secara Teratur

Sawi hijau membutuhkan kelembapan yang cukup agar dapat tumbuh optimal. Lakukan penyiraman setiap pagi atau sore hari secukupnya, terutama saat cuaca panas. Hindari menyiram terlalu banyak karena media tanam yang terlalu basah dapat menyebabkan akar membusuk.

2. Pastikan Tanaman Mendapat Sinar Matahari yang Cukup

Letakkan botol bekas di lokasi yang memperoleh sinar matahari sekitar 4–6 jam setiap hari. Cahaya matahari membantu proses fotosintesis sehingga daun sawi hijau tumbuh lebih lebar, hijau, dan segar. Jika cuaca terlalu terik, berikan naungan ringan agar tanaman tidak mudah layu.

3. Berikan Pupuk Secara Berkala

Tambahkan pupuk organik cair, kompos, atau pupuk sesuai kebutuhan setiap satu hingga dua minggu sekali. Pemberian nutrisi secara rutin membantu memenuhi kebutuhan unsur hara sehingga pertumbuhan daun menjadi lebih cepat, sehat, dan hasil panen lebih maksimal.

4. Jaga Kebersihan Media Tanam

Periksa media tanam secara berkala dan segera cabut gulma yang tumbuh di dalam botol. Gulma dapat bersaing dengan sawi hijau dalam menyerap air dan nutrisi sehingga menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, pastikan lubang drainase tidak tersumbat agar air dapat mengalir dengan lancar.

5. Cek Hama dan Penyakit Sejak Dini

Amati kondisi daun dan batang secara rutin untuk mengetahui adanya serangan hama, seperti ulat, kutu daun, atau siput. Jika ditemukan daun yang berlubang, menguning, atau terserang penyakit, segera buang bagian yang rusak agar tidak menyebar ke bagian tanaman lainnya.

6. Panen pada Waktu yang Tepat

Sawi hijau umumnya sudah dapat dipanen sekitar 30–45 hari setelah tanam, tergantung varietas dan perawatannya. Panenlah saat daun sudah lebar, berwarna hijau segar, dan batang terasa kokoh. Memanen tepat waktu akan menghasilkan sawi hijau dengan tekstur yang renyah, rasa yang lebih segar, dan kualitas yang lebih baik.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Sawi Hijau di Botol Bekas 

Apa saja alat dan bahan umum yang dibutuhkan untuk menanam sawi hijau di botol bekas?

Alat dan bahan umum meliputi botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter, gunting atau pisau, solder atau paku untuk membuat lubang, serta bibit benih sawi yang telah disemai.

Bagaimana cara kerja metode hidroponik sistem sumbu dasar?

Pada metode ini, botol dipotong dua; bagian atas dibalik dan diletakkan di atas bagian bawah. Sumbu kain menghubungkan media tanam (abu sekam atau rockwool) di bagian atas dengan larutan nutrisi hidroponik di bagian bawah botol, menjaga kelembaban media secara otomatis melalui kapilaritas.

Metode apa yang cocok untuk menanam sawi hijau di lahan sempit?

Metode penanaman vertikal sangat cocok untuk lahan sempit. Botol bekas dipotong atau dilubangi di sisi-sisinya, kemudian digantung secara vertikal pada dinding atau pagar, memungkinkan penanaman banyak tanaman dalam ruang terbatas.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6