Cara Ternak Lele di Ember Sekaligus Hidroponik Kangkung, Panen Ganda di Lahan Sempit

Ingin tahu cara ternak lele di ember sekaligus hidroponik kangkung? Temukan panduan lengkap budikdamber untuk panen ganda di rumah dengan modal terjangkau.

Diterbitkan 20 April 2026, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Budikdamber menjadi solusi inovatif untuk memanfaatkan lahan terbatas di perkotaan dengan menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu wadah. Contohnya, cara ternak lele di ember sekaligus hidroponik kangkung.

Metode ini dikenal praktis, hemat biaya, dan mudah diterapkan oleh pemula untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Budikdamber merupakan pengembangan dari sistem akuaponik, di mana limbah kotoran ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi alami bagi tanaman.

Dengan perawatan yang sederhana dan fleksibel, Budikdamber dapat diterapkan di berbagai area sempit seperti teras atau pekarangan rumah. Simak ulasannya tentang cara ternak lele di ember sekaligus hidroponik kangkung, oleh Liputan6.com, Senin (20/4/2026).

Alat dan Bahan untuk Memulai Budikdamber

Untuk memulai cara ternak lele di ember sekaligus hidroponik kangkung, persiapan alat dan bahan yang tepat merupakan langkah penting.

  • Ember berukuran 80 liter atau 50 liter menjadi wadah utama dalam sistem ini, berfungsi sebagai kolam ikan sekaligus penopang tanaman.
  • Pemilihan benih ikan lele berukuran 5-12 cm sangat disarankan karena lele dikenal mudah beradaptasi, tahan terhadap kondisi air minim oksigen, serta memiliki siklus panen yang cepat.
  • Benih kangkung atau bibit kangkung yang sudah disemai untuk ditanam secara hidroponik.
  • Gelas plastik berukuran 250 ml, sekitar 10-15 buah, akan digunakan sebagai pot mini untuk menanam kangkung.
  • Media tanam yang umum digunakan adalah arang, baik arang batok kelapa maupun arang kayu, yang dimasukkan ke dalam gelas plastik tersebut.
  • Kawat sepanjang 12 cm untuk mengaitkan gelas ke ember
  • Solder untuk melubangi gelas.
  • Pakan pelet yang sesuai dengan ukuran ikan lele.
  • Strimin atau penutup ember juga penting disiapkan.
  • Meskipun opsional, aerator dapat ditambahkan untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air, terutama jika kepadatan ikan cukup tinggi.

Tahapan Pembuatan Sistem Budikdamber

  1. Proses pembuatan sistem cara ternak lele di ember sekaligus hidroponik kangkung dimulai dengan persiapan ember yang bersih. Ember harus dicuci bersih dari sisa bahan kimia, bahkan disarankan untuk menuangkan garam dan sedikit air, lalu diratakan ke seluruh permukaan sebelum dibilas hingga tuntas.
  2. Setelah itu, isi ember dengan air bersih sebanyak 60-70 liter atau sekitar 50 cm tinggi air, dan diamkan selama dua hari agar kualitas air stabil.
  3. Buat lubang kecil di bagian bawah samping ember untuk sistem pembuangan air, yang bisa dipasangi keran untuk memudahkan penggantian air berkala.
  4. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan gelas tanam kangkung. Gelas plastik perlu dilubangi pada bagian samping dan bawah menggunakan solder agar akar kangkung dapat tumbuh dan bersirkulasi dengan baik.
  5. Potong kawat sepanjang 12 cm dan bentuk menjadi kait sebagai pegangan gelas agar bisa digantung di pinggir ember.
  6. Untuk media tanam, masukkan arang sekam ke dalam gelas plastik. Jika menggunakan benih kangkung berukuran besar, letakkan langsung di atas arang yang sudah dihaluskan, lalu tutup kembali dengan arang.
  7. Untuk benih kecil, bisa diletakkan dalam kapas kemudian ditutup arang halus, atau jika menggunakan bibit kangkung yang sudah disemai (sekitar 10 cm), masukkan bersama akarnya ke dalam gelas yang sudah diisi arang batok kelapa sebanyak 50-80%.
  8. Setelah air di ember didiamkan, barulah benih ikan lele dapat ditebar. Masukkan benih lele berukuran 5-12 cm sebanyak 60-100 ekor untuk ember 80 liter, dengan asumsi kepadatan 1 ekor per liter air.
  9. Diamkan ikan selama 1-2 hari sebelum memasang rangkaian kangkung.
  10. Terakhir, pasang gelas-gelas kangkung yang sudah disiapkan di pinggir ember menggunakan kawat, pastikan akar kangkung dapat menyentuh air di dalam ember agar mendapatkan nutrisi dari kotoran ikan.

Pemeliharaan Lele dan Kangkung dalam Budikdamber

1. Penempatan Ember

  • Letakkan ember di area yang mendapat sinar matahari cukup
  • Hindari paparan matahari berlebihan agar air tidak terlalu panas
  • Cahaya penting untuk fotosintesis kangkung

2. Pemberian Pakan Lele

  • Beri pakan 2–3 kali sehari secara teratur
  • Sesuaikan jenis pakan dengan ukuran ikan: pakan PF800 untuk ikan 5-7 cm, PF100 untuk ikan 10 cm, dan 781-2, 781-1, 781 untuk ikan di atas 12 cm.
  • Beri pakan secukupnya (tidak berlebihan)

3. Pengelolaan Kualitas Air

  • Perhatikan tanda air buruk: bau, ikan menggantung, nafsu makan turun
  • Lakukan sipon (sedot kotoran) tiap 10–14 hari
  • Ganti air sebagian (±5–8 liter) atau total jika perlu
  • Pantau pH, suhu, dan oksigen secara rutin
  • Tambahkan air jika volume berkurang

4. Perawatan Lele

  • Lakukan penyortiran (grading) tiap 2 minggu
  • Pisahkan ikan berdasarkan ukuran
  • Mencegah kanibalisme dan mempercepat pertumbuhan

5. Perawatan Kangkung

  • Kangkung mulai tumbuh sekitar hari ke-3
  • Periksa hama seperti kutu pada daun
  • Buang bagian tanaman yang terserang
  • Tambahkan nutrisi jika diperlukan
  • Pastikan sirkulasi udara baik
  • Buang daun atau batang yang mati

Pemanenan Hasil Budikdamber

Kangkung dapat dipanen pertama kali dalam waktu yang relatif singkat, yaitu 14-21 hari sejak penanaman. Saat memanen, sisakan bagian bawah atau tunas kangkung agar dapat tumbuh kembali, memungkinkan panen berkelanjutan.

Panen kedua dan seterusnya bisa dilakukan setiap 10-14 hari sekali, dan tanaman kangkung ini dapat bertahan serta dipanen hingga 4 bulan. Dari satu ember Budikdamber, Anda bisa mendapatkan 2-3 ikat kangkung dalam sekali panen.

Untuk ikan lele, waktu panen sedikit lebih lama dibandingkan kangkung. Ikan lele umumnya dapat dipanen dalam waktu 1,5-2 bulan atau 2-3 bulan, tergantung pada kualitas benih dan jenis pakan yang diberikan.

Proses panen lele dapat dilakukan dengan diserok atau dengan menguras air ember. Tingkat ketahanan hidup lele dalam sistem Budikdamber berkisar antara 40-100 persen, menunjukkan potensi keberhasilan yang tinggi.

Penting untuk diingat bahwa panen ikan lele tidak selalu dilakukan secara serentak untuk seluruh populasi dalam satu ember, karena ukuran ikan bisa bervariasi. Berat lele pada masa panen dapat mencapai rata-rata 100 gram dengan panjang total tubuh sekitar 26,3 cm setelah 90 hari pemeliharaan.

FAQ

Apa itu Budikdamber?

Budikdamber adalah singkatan dari Budidaya Ikan dalam Ember, sebuah metode yang mengintegrasikan budidaya ikan (umumnya lele) dengan penanaman sayuran (seperti kangkung) secara hidroponik dalam satu wadah ember.

Apa saja keunggulan Budikdamber?

Keunggulan Budikdamber meliputi hemat lahan, hemat air, efisiensi ganda (menghasilkan ikan dan sayuran), ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah ikan sebagai nutrisi tanaman, modal awal relatif kecil, dan mudah dipelajari oleh pemula.

Berapa lama waktu panen lele dan kangkung dalam sistem Budikdamber?

Kangkung dapat dipanen pertama kali dalam 14-21 hari sejak tanam, dengan panen selanjutnya setiap 10-14 hari. Ikan lele dapat dipanen dalam waktu 1,5-3 bulan, tergantung kualitas benih dan pakan.

Apa saja alat dan bahan utama yang dibutuhkan untuk Budikdamber?

Alat dan bahan utama meliputi ember (80 atau 50 liter), benih ikan lele (5-12 cm), benih kangkung, gelas plastik, arang sebagai media tanam, kawat, solder, dan pakan pelet.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6