Liputan6.com, Jakarta - Jenis ayam petelur rumahan yang cepat bertelur semakin diminati karena mampu memberikan hasil produksi dalam waktu relatif singkat. Banyak masyarakat mulai melirik usaha skala kecil ini sebagai sumber tambahan penghasilan sekaligus pemenuhan kebutuhan telur harian keluarga.
Memilih jenis ayam petelur rumahan yang cepat bertelur menjadi langkah penting agar budidaya berjalan efektif dan efisien. Dengan perawatan yang tepat, produktivitas unggas dapat optimal sehingga biaya pakan dan pemeliharaan sebanding dengan hasil yang diperoleh.
Permintaan pasar yang stabil membuat jenis ayam petelur rumahan yang cepat bertelur memiliki prospek cerah untuk dikembangkan. Selain tidak membutuhkan lahan luas, usaha ini juga relatif mudah dijalankan oleh pemula yang ingin memulai bisnis ternak dari rumah.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang jenis ayam petelur rumahan yang cepat bertelur, Rabu (4/3/2026).
1. Ayam Leghorn
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519831/original/036582500_1772598377-Ayam_Leghorn.jpeg)
Ayam Leghorn merupakan ras unggulan asal Italia yang dikenal sangat produktif dan efisien. Dalam satu tahun, ayam ini mampu menghasilkan sekitar 260–300 butir telur berwarna putih dengan ukuran sedang hingga besar. Produktivitasnya yang tinggi menjadikannya salah satu pilihan utama dalam usaha ternak petelur skala kecil maupun besar.
Secara fisik, Leghorn memiliki bulu putih bersih, tubuh ramping, kaki dan paruh berwarna kuning cerah, serta jengger merah besar yang menjadi ciri khasnya.
Karakternya aktif, lincah, dan cukup sensitif terhadap cuaca panas maupun kebisingan. Meski demikian, ayam ini terkenal hemat pakan dan memiliki konversi pakan yang baik, sehingga cocok untuk peternak rumahan yang ingin menekan biaya produksi.
Advertisement
2. Rhode Island Red (RIR)
Rhode Island Red berasal dari Amerika Serikat dan termasuk jenis ayam dual-purpose yang unggul sebagai petelur sekaligus pedaging. Produksi telurnya berkisar antara 250–300 butir cokelat per tahun. Ayam ini mulai bertelur pada usia 5–6 bulan dan dapat mempertahankan produktivitasnya hingga 2–3 tahun.
Ciri fisiknya adalah bulu merah kecokelatan mengilap dengan ekor dominan hitam serta kaki kuning yang kuat. RIR dikenal tangguh, tahan terhadap penyakit, dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim. Strain modernnya juga lebih jinak dibanding generasi lama, sehingga lebih aman dan nyaman dipelihara di lingkungan rumah.
3. ISA Brown
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519833/original/022117100_1772598378-ISA_Brown.jpg)
ISA Brown merupakan ayam hibrida asal Prancis yang dikembangkan khusus untuk menghasilkan telur dalam jumlah maksimal. Dalam kondisi ideal, ayam ini mampu memproduksi hingga 300–350 butir telur cokelat per tahun, bahkan hampir bertelur setiap hari selama masa produktifnya.
Tubuhnya berwarna cokelat keemasan dengan bagian ekor putih, memberikan tampilan yang khas. Meski sangat produktif, ISA Brown membutuhkan manajemen pakan dan kesehatan yang lebih terkontrol karena relatif lebih sensitif terhadap penyakit. Dengan nutrisi seimbang dan perawatan rutin, ayam ini sangat potensial untuk usaha petelur rumahan yang mengutamakan hasil tinggi.
Advertisement
4. Plymouth Rock
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519834/original/062127500_1772598378-Plymouth_Rock.jpg)
Plymouth Rock, atau dikenal juga sebagai Barred Rock, berasal dari Amerika Serikat. Ayam betinanya mampu menghasilkan sekitar 200–280 butir telur cokelat berukuran besar per tahun dan mulai bertelur pada usia 6–7 bulan.
Ayam ini memiliki pola bulu hitam putih yang khas, tubuh besar, dan sifat yang jinak. Selain sebagai petelur, Plymouth Rock juga cocok dijadikan ayam pedaging karena bobotnya cukup berat. Namun, pemilik perlu mengontrol asupan pakan karena ayam ini cenderung mudah gemuk jika tidak diatur dengan baik.
5. Sussex
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519835/original/002881100_1772598379-Sussex.jpg)
Sussex adalah ayam dual-purpose asal Inggris yang dikenal ramah dan mudah beradaptasi. Produksi telurnya berkisar antara 180–250 butir per tahun, dengan warna telur putih hingga krem dan bobot rata-rata sekitar 60 gram.
Ayam ini memiliki tubuh besar dan bulu lebat dengan kombinasi warna putih serta hitam. Temperamennya tenang, mudah dijinakkan, dan cukup tahan terhadap penyakit. Karakter tersebut menjadikannya pilihan ideal bagi pemula yang ingin memulai usaha ternak ayam petelur dari rumah.
Advertisement
6. Ayam Lokal Unggulan: KUB dan Arab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbang) merupakan hasil inovasi Badan Litbang Pertanian Indonesia melalui proses seleksi berkelanjutan. Produktivitasnya mencapai 160–180 butir per tahun, dengan usia pertama bertelur sekitar 20–22 minggu. Keunggulan lainnya adalah daya tahan tubuh yang lebih baik dibanding ayam kampung biasa, sehingga cocok untuk pemeliharaan skala rumahan.
Ayam Arab termasuk jenis ayam petelur bukan ras yang telah lama beradaptasi di Indonesia. Produksinya mencapai 190–250 butir telur per tahun. Salah satu kelebihannya adalah sifatnya yang hampir tidak mengeram, sehingga periode bertelurnya lebih panjang. Ayam ini juga mampu berproduksi dengan pakan sederhana dan cukup adaptif terhadap lingkungan tropis.
Tips Sukses Petelur Rumahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519836/original/071680600_1772598379-ternak_ayam_petelur__2_.jpg)
1. Pilih Bibit Berkualitas
Keberhasilan ternak dimulai dari pemilihan DOC (Day Old Chick) atau pullet yang sehat. Pastikan membeli dari penetasan atau supplier terpercaya agar mendapatkan ayam dengan riwayat vaksin jelas, aktif, dan bebas cacat fisik. Bibit unggul akan lebih cepat bertelur dan memiliki produktivitas stabil.
2. Siapkan Kandang Nyaman dan Bersih
Kandang harus memiliki sirkulasi udara baik, cukup cahaya, dan terlindung dari hujan maupun panas berlebih. Jaga kebersihan lantai serta tempat pakan dan minum agar ayam terhindar dari penyakit. Kepadatan kandang juga perlu diperhatikan supaya ayam tidak stres.
3. Berikan Pakan Bernutrisi Seimbang
Pakan menjadi faktor utama dalam produksi telur. Gunakan pakan khusus ayam petelur yang mengandung protein, kalsium, vitamin, dan mineral cukup. Tambahan grit atau sumber kalsium seperti tepung tulang dan cangkang kerang membantu menghasilkan telur bercangkang kuat.
4. Perhatikan Ketersediaan Air Bersih
Air minum harus selalu tersedia dan dalam kondisi bersih. Kekurangan cairan dapat menurunkan produksi telur secara signifikan. Ganti air setiap hari untuk menjaga kesehatan ayam.
5. Lakukan Vaksinasi dan Pencegahan Penyakit
Vaksinasi rutin sangat penting untuk mencegah penyakit seperti ND atau flu burung. Perhatikan tanda-tanda ayam sakit, seperti lesu atau nafsu makan menurun, agar penanganan bisa segera dilakukan.
6. Jaga Pencahayaan yang Cukup
Ayam petelur membutuhkan pencahayaan sekitar 14–16 jam per hari untuk merangsang produksi telur. Jika perlu, tambahkan lampu pada malam hari agar ritme bertelur tetap stabil.
7. Kurangi Stres pada Ayam
Hindari kebisingan berlebihan, perubahan pakan mendadak, atau pemindahan kandang tanpa adaptasi. Ayam yang stres cenderung mengalami penurunan produksi telur.
8. Catat Produksi Harian
Membuat catatan jumlah telur setiap hari membantu memantau performa ayam. Jika terjadi penurunan drastis, peternak bisa segera mencari penyebab dan melakukan evaluasi.
9. Kelola Pemasaran Sejak Awal
Pastikan sudah memiliki target pasar, seperti tetangga, warung, atau sistem pre-order. Pemasaran yang terencana membuat hasil panen langsung terserap dan perputaran modal lebih cepat.
Q & A Seputar Topik
Jenis ayam petelur apa yang paling produktif untuk rumahan?
Ayam ISA Brown dikenal sangat produktif, mampu menghasilkan hingga 350 butir telur per tahun, diikuti oleh Ayam Leghorn dengan 280-300 butir per tahun.
Apakah ada jenis ayam petelur yang juga cocok untuk produksi daging?
Ya, beberapa jenis seperti Rhode Island Red, Plymouth Rock, dan Sussex adalah ayam dual-purpose yang juga menghasilkan daging berkualitas tinggi.
Bagaimana karakteristik telur dari Ayam Leghorn?
Ayam Leghorn menghasilkan telur berwarna putih dan berukuran sedang hingga cukup besar, dengan produktivitas sekitar 280-300 butir per tahun.
Mengapa Ayam ISA Brown lebih rentan terhadap penyakit?
Ayam ISA Brown, meskipun ulet dan tangguh, memerlukan perhatian khusus karena lebih rentan terhadap penyakit, sehingga membutuhkan asupan nutrisi seimbang untuk menjaga produktivitas maksimalnya.
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519830/original/095111400_1772598376-ternak_ayam_petelur__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290340/original/085831500_1783473907-Narasumber.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256145/original/088033900_1781148969-6120192224553295209.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8136222/original/068434000_1780988365-16516081631538514809.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490690/original/055389000_1770021531-cGORzNvJpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7075190/original/027019100_1779854804-573704587084046651.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6687401/original/023584400_1779508781-HL_kandang.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5688254/original/018628100_1778562723-473e53a6-854c-42ff-aebe-4b122e82d459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672343/original/092328400_1778477544-37ffd3f0-db60-4e53-969f-51890a61283e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462379/original/000110500_1767574476-Ternak_Puyuh_di_Teras_Rumah_1.jpg)