Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat vertikal garden di belakang rumah penting dipahami. Memiliki taman hijau di rumah adalah impian banyak orang, terutama di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Untungnya, konsep taman vertikal atau vertical garden menawarkan solusi cerdas untuk mewujudkan impian tersebut.
Dengan sedikit kreativitas dan modal terbatas, Anda bisa menciptakan vertical garden di tembok belakang rumah modal Rp200 ribu yang indah dan fungsional. Proyek ini sangat cocok bagi pemula yang ingin berkebun tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Vertical garden tidak hanya mempercantik tampilan rumah, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas udara dan menciptakan suasana yang lebih sejuk. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (04/03/2026).
Advertisement
Perencanaan dan Anggaran Rp200 Ribu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513734/original/070503400_1772062959-Vertical_Garden_Minimalis_Modern__Hijau_Vertikal_yang_Rapi_dan_Efisien.jpg)
Langkah pertama dalam membuat vertical garden adalah perencanaan yang matang, terutama dalam hal anggaran. Dengan modal Rp200 ribu, fokus utama adalah memanfaatkan bahan-bahan yang sudah ada atau yang bisa didapatkan dengan harga sangat terjangkau. Perencanaan yang baik akan membantu Anda mengoptimalkan setiap rupiah yang dikeluarkan.
Setiap rancangan mempertimbangkan keterbatasan ruang, anggaran yang terjangkau, serta kemudahan perawatan sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh mereka yang tidak memiliki pengalaman khusus dalam berkebun.
Pilihlah lokasi tembok belakang rumah yang mendapatkan pencahayaan matahari yang cukup sesuai kebutuhan tanaman yang akan ditanam. Penting juga untuk memastikan dinding tersebut kuat menopang beban media tanam dan tanaman. Untuk menjaga anggaran tetap di bawah Rp200 ribu, hindari membeli modul atau sistem vertical garden siap pakai yang cenderung mahal.
Sebaliknya, fokuslah pada solusi DIY (Do It Yourself) dengan memanfaatkan barang bekas atau material yang harganya sangat terjangkau. Kreativitas dalam memilih dan mengolah bahan akan menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Advertisement
Memilih Material Daur Ulang dan Murah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449784/original/083103200_1766115250-kebun_tanpa_tanah_4a.jpg)
Memilih material yang tepat adalah esensi dari vertical garden hemat biaya, terutama untuk cara membuat vertical garden di tembok belakang rumah modal Rp200 ribu. Banyak barang bekas di sekitar kita yang bisa disulap menjadi wadah tanam fungsional dan estetik. Pemanfaatan material daur ulang tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
Botol plastik bekas adalah salah satu pilihan paling populer dan mudah didapatkan untuk wadah tanam. Anda bisa memotong botol menjadi dua bagian, membuat lubang drainase di bagian bawah, dan mengisinya dengan tanah. Botol-botol ini kemudian dapat digantung secara vertikal menggunakan tali atau kawat yang digantungkan pada paku di dinding, atau disusun pada rak sederhana.
Selain botol plastik, pipa PVC bekas juga bisa dimanfaatkan dengan melubanginya untuk tempat tanam dan menyusunnya secara horizontal atau vertikal. Palet kayu bekas, rak sepatu gantung, atau talang air yang tidak terpakai juga merupakan alternatif yang sangat baik. Material-material ini dapat diubah menjadi struktur vertical garden yang unik dan kokoh dengan sedikit sentuhan kreativitas.
Langkah-langkah Pemasangan Struktur Vertikal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429702/original/008271000_1764642630-teras_jemur_tanaman_1.jpg)
Setelah material terkumpul, langkah selanjutnya adalah memasang struktur vertical garden pada tembok belakang rumah. Proses ini memerlukan ketelitian agar struktur kokoh dan aman bagi tanaman. Pastikan Anda memiliki alat dasar seperti bor, palu, dan obeng. Jika menggunakan botol plastik, buatlah lubang tanam di bagian tengah botol dan lubang drainase kecil di bagian bawah.
Susun botol-botol tersebut secara vertikal, bisa dengan mengikatnya pada tali atau kawat yang digantungkan pada paku di dinding, atau menempatkannya pada rak kayu/besi sederhana yang sudah terpasang. Untuk melindungi dinding dari kelembaban, lapisi dinding dengan plastik sebelum memasang rangka atau struktur.
Untuk media tanam, gunakan campuran yang ringan namun kaya nutrisi seperti cocopeat, sekam bakar, dan kompos. Campuran ini memastikan drainase baik dan nutrisi cukup bagi tanaman. Setelah struktur terpasang dan media tanam siap, Anda bisa mulai menanam bibit pilihan Anda.
Advertisement
Pemilihan Tanaman Hemat dan Mudah Dirawat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420545/original/093133900_1763792422-Konsep_Vertikal_Garden__Manfaatkan_Dinding___Pagar.jpg)
Pemilihan tanaman adalah kunci untuk vertical garden yang indah dan berkelanjutan dengan anggaran terbatas, selaras dengan tujuan cara membuat vertical garden di tembok belakang rumah modal Rp200 ribu. Prioritaskan tanaman yang murah, mudah didapat, dan tidak memerlukan perawatan intensif. Banyak tanaman hias dan herbal yang cocok untuk kondisi vertical garden di Indonesia.
Sirih Gading adalah pilihan yang sangat populer karena mudah tumbuh, tahan banting, dan dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi cahaya. Tanaman ini juga memiliki daun hijau cerah yang memberikan sentuhan alami yang indah. Sukulen seperti lidah buaya atau echeveria juga cocok karena membutuhkan sedikit air dan perawatannya minimal.
Tanaman hias daun seperti Monstera, Philodendron, dan Pakis juga dapat mempercantik vertical garden sekaligus membantu meningkatkan kualitas udara. Untuk tanaman herbal, Anda bisa menanam mint, kemangi, atau rosemary yang tidak hanya indah tetapi juga fungsional untuk dapur. Membeli bibit kecil atau meminta stek dari teman bisa sangat menghemat biaya.
Sistem Irigasi Sederhana dan Efisien
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5397157/original/044002000_1761802933-teras_rumah_sempit_1.jpg)
Sistem irigasi yang efisien sangat penting untuk menjaga vertical garden tetap subur, terutama dengan anggaran terbatas. Karena posisi vertikal, media tanam cenderung lebih cepat kering dibandingkan pot biasa. Oleh karena itu, penyiraman yang tepat dan teratur sangat diperlukan.
Salah satu cara paling hemat adalah dengan sistem irigasi tetes sederhana menggunakan botol plastik bekas. Anda bisa melubangi tutup botol atau bagian bawah botol dan mengisinya dengan air, lalu menempatkannya di atas setiap wadah tanam agar air menetes perlahan. Metode ini memastikan air langsung terserap ke akar tanaman dan mengurangi pemborosan.
Penyiraman manual juga bisa dilakukan, namun perlu diperhatikan frekuensinya. Monitor kelembaban media tanam setiap hari dan siram hingga air keluar dari lubang drainase, tetapi jangan sampai menggenang. Penggunaan sprayer atau selang kecil dapat membantu menjangkau semua bagian tanaman secara merata.
Advertisement
Tips Perawatan Agar Taman Vertikal Tahan Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5396542/original/090820400_1761739244-Vertical_Garden_dengan_Sistem_Hidroponik_NFT__Nutrient_Film_Technique_.jpg)
Perawatan rutin adalah kunci agar vertical garden Anda tetap subur dan indah dalam jangka panjang, bahkan dengan modal terbatas. Meskipun terlihat sederhana, vertical garden memerlukan perhatian khusus karena kondisi pertumbuhannya yang berbeda dari taman biasa. Perawatan yang tepat akan memastikan tanaman tumbuh optimal dan struktur tetap awet.
Selain penyiraman yang teratur, berikan pupuk secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Anda bisa menggunakan pupuk organik cair yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Pemangkasan juga penting untuk menjaga bentuk tanaman, mendorong pertumbuhan baru, dan mencegah tanaman terlalu rimbun yang bisa menghalangi cahaya ke tanaman lain.
Perhatikan juga tanda-tanda serangan hama atau penyakit. Lakukan pemeriksaan rutin dan segera tangani jika ditemukan masalah, misalnya dengan menggunakan pestisida organik buatan sendiri dari bahan alami. Terakhir, periksa kekuatan struktur vertical garden secara berkala dan bersihkan dari debu atau kotoran untuk menjaga tampilannya tetap menarik.
FAQ
- Apa itu vertical garden? Vertical garden adalah metode menanam tanaman secara vertikal di dinding atau permukaan tegak lainnya, memanfaatkan ruang terbatas.
- Apakah vertical garden bisa dibuat dengan modal Rp200 ribu? Ya, sangat mungkin dengan memanfaatkan bahan daur ulang dan memilih tanaman yang hemat biaya.
- Material apa saja yang bisa digunakan untuk vertical garden murah? Botol plastik bekas, pipa PVC, palet kayu bekas, dan rak sepatu gantung adalah beberapa contoh material murah.
- Tanaman apa yang cocok untuk vertical garden dengan budget terbatas? Sirih Gading, Pothos, Sukulen, Pakis, dan beberapa jenis tanaman herbal adalah pilihan yang baik.
- Bagaimana cara membuat sistem irigasi sederhana untuk vertical garden? Sistem irigasi tetes dari botol plastik bekas atau penyiraman manual yang teratur adalah cara yang efisien.
- Apakah vertical garden memerlukan perawatan khusus? Ya, perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama diperlukan agar tanaman tetap subur.
- Bagaimana cara melindungi dinding dari kelembaban vertical garden? Lapisi dinding dengan plastik atau material kedap air sebelum memasang struktur vertical garden untuk mencegah kelembaban.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487351/original/053451500_1769662771-Konsep_Vertikal_Garden__Teras_Sempit_yang_Hijau_ke_Atas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8202238/original/098497300_1781060891-rak_tanaman_4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549010/original/094739800_1775559171-Ide_Teras_dengan_Pagar_Tanaman_Sirih_Gading_Rambat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460165/original/053250800_1767237776-kebun_cabe_mini_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7602222/original/069801100_1780386037-Gemini_Generated_Image_g0k92ng0k92ng0k9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7583886/original/024683300_1780365343-Untitled5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6478253/original/094597900_1779338391-rak_kayu_pokcoy_6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6377277/original/032739700_1779252426-pakcoy_vertikal_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5590084/original/038336500_1778145830-rafia_vertikal_3a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566938/original/027408700_1777261275-Kebun_Vertikal_Gang_Sempit_2.jpg)