Apa Itu Valentine? Simak Asal-usul dan Tradisi Perayaan Hari Kasih Sayang di Berbagai Negara

Ingin tahu apa itu Valentine? Jelajahi asal-usul, makna, dan tradisi unik hari kasih sayang di berbagai negara.

Diterbitkan 07 Februari 2026, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apa Itu Valentine? sebagian orang mungkin masih belum mengetahui tentang perayaan Hari Kasih Sayang satu ini. Hari Valentine atau yang sering disebut Hari Kasih Sayang, adalah momen yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari setiap tahunnya.

Perayaan ini secara universal dikenal sebagai waktu untuk mengungkapkan perasaan cinta dan kasih sayang kepada orang-orang terkasih. Secara umum, hari ini identik dengan pemberian hadiah seperti cokelat, bunga, dan kartu ucapan, namun maknanya melampaui sekadar pertukaran materi.

Momen ini sering dimaknai untuk mempererat ikatan emosional serta menghargai semua jenis hubungan penting dalam hidup. Perayaan ini memiliki akar sejarah yang dalam dan telah berkembang menjadi tradisi yang beragam di berbagai negara. Berikut Liputan6.coma ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (05/02/2026).

Apa Itu Valentine?

Hari Valentine adalah perayaan tahunan yang jatuh pada tanggal 14 Februari, didedikasikan untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ini adalah hari di mana individu menunjukkan apresiasi mereka terhadap orang-orang yang mereka cintai, seringkali melalui pemberian hadiah dan tindakan romantis. Perayaan ini telah menjadi fenomena budaya dan komersial yang signifikan di banyak bagian dunia.

Pada perayaan Valentine, biasanya setiap orang saling bertukar hadiah seperti bunga, cokelat, dan kartu ucapan kepada pasangan. Simbol-simbol modern yang terkait dengan Valentine meliputi sketsa hati, burung dara, dan figur Cupid bersayap. Momen ini juga sering dimanfaatkan untuk makan malam romantis atau menghabiskan waktu berkualitas bersama.

Namun, makna Hari Valentine telah meluas, tidak hanya terbatas pada hubungan romantis. Banyak orang juga menggunakannya sebagai kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang kepada keluarga, teman, dan bahkan melakukan tindakan kebaikan sosial. Ini menjadi pengingat untuk menghargai dan memperkuat semua jenis hubungan yang penting dalam hidup.

Asal-usul Perayaan Valentine's Day

Asal-usul Hari Valentine memiliki sejarah yang kompleks dan beragam, menggabungkan tradisi Romawi kuno, legenda Kristen, dan puisi abad pertengahan. Salah satu teori yang paling sering disebut adalah hubungannya dengan Santo Valentinus. Ada beberapa martir Kristen awal yang bernama Valentinus, dan dua di antaranya yang dihormati pada 14 Februari adalah Valentinus Roma dan Valentinus Terni.

Kisah Pendeta di Roma

Salah satu legenda populer menceritakan tentang seorang pendeta di Roma bernama Valentine yang hidup pada abad ke-3 di bawah pemerintahan Kaisar Claudius II. Kaisar Claudius II melarang pernikahan bagi pria muda karena ia percaya bahwa pria lajang akan menjadi prajurit yang lebih baik, namun Valentine menentang kebijakan ini dengan menikahkan pasangan muda secara diam-diam.

Akibat tindakannya, Valentine dipenjara dan dieksekusi pada tanggal 14 Februari, dikisahkan ia menulis surat kepada putri sipir penjara yang ia sembuhkan dari kebutaan, menandatanganinya dengan frasa "Dari Valentine-mu," yang menjadi simbol Hari Valentine.

Berkaitan Festival Romawi Kuno

Teori lain mengaitkan Hari Valentine dengan festival Romawi kuno bernama Lupercalia, sebuah perayaan kesuburan yang diadakan pada pertengahan Februari. Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I secara resmi menggantikan Lupercalia dengan Hari Santo Valentine, dalam upaya untuk mengubah tradisi pagan menjadi perayaan dengan nilai-nilai Kristiani.

Konotasi romantis modern dari Hari Valentine baru mulai populer sekitar abad ke-14, dipengaruhi oleh karya penyair Inggris Geoffrey Chaucer yang mengaitkan hari tersebut dengan cinta romantis melalui puisinya.

Perayaan Valentine di Berbagai Negara: Italia

Di Italia, Hari Valentine yang dikenal sebagai "La Festa Degli Innamorati" (Festival Para Kekasih), dirayakan dengan tradisi romantis yang khas. Pasangan seringkali merayakan dengan makan malam romantis dan bertukar hadiah. Salah satu hadiah yang sangat populer adalah "Baci Perugina", yaitu cokelat hazelnut kecil yang dibungkus dengan kutipan romantis dalam empat bahasa.

Tradisi lain yang cukup baru namun populer adalah "Lucchetti dell'Amore" atau gembok cinta. Pasangan kekasih akan menggantungkan gembok di jembatan-jembatan terkenal, terutama di kota-kota seperti Roma, Florence, dan Venesia, sebagai simbol cinta abadi, kemudian membuang kuncinya ke sungai di bawahnya. Meskipun romantis, tradisi ini terkadang menimbulkan masalah bagi pihak berwenang karena dapat merusak struktur jembatan.

Bagi para gadis muda yang belum menikah di Italia, ada kepercayaan unik bahwa jika mereka bangun sebelum fajar pada Hari Valentine, pria pertama yang mereka lihat akan menjadi calon suami mereka atau setidaknya memiliki kemiripan dengan jodoh mereka. Selain itu, di Verona, kota Romeo dan Juliet, perayaan Hari Valentine dimeriahkan dengan hati merah raksasa di Piazza dei Signori, lentera berbentuk hati, konser gratis, dan kontes surat cinta untuk Juliet.

Perayaan Valentine di Berbagai Negara: Jepang

Perayaan Hari Valentine di Jepang memiliki tradisi yang unik dan berbeda dari banyak negara Barat. Di Jepang, pada tanggal 14 Februari, secara tradisional para wanita yang akan memberikan hadiah, terutama cokelat, kepada pria. Cokelat ini bisa diberikan kepada kekasih, teman pria, rekan kerja, atau bahkan atasan.

Ada dua jenis cokelat utama yang diberikan: "Honmei Choco" (cokelat asli) yang diberikan kepada kekasih atau suami, dan "Giri Choco" (cokelat kewajiban) yang diberikan kepada teman atau rekan kerja sebagai tanda persahabatan atau rasa terima kasih, tanpa konotasi romantis. Tradisi ini menekankan peran wanita dalam memulai ekspresi kasih sayang pada Hari Valentine.

Sebagai balasan, para pria akan membalas hadiah tersebut sebulan kemudian, tepatnya pada tanggal 14 Maret, yang dikenal sebagai "White Day". Pada hari itu, pria diharapkan memberikan hadiah kepada wanita yang telah memberi mereka cokelat pada Hari Valentine, dan hadiah yang diberikan biasanya berwarna putih seperti cokelat putih, permen, atau perhiasan.

Perayaan Valentine di Berbagai Negara: Korea Selatan

Korea Selatan juga memiliki tradisi perayaan Hari Valentine yang unik dan berjenjang sepanjang tahun. Mirip dengan Jepang, pada tanggal 14 Februari, para wanita di Korea Selatan secara tradisional memberikan hadiah terutama cokelat kepada pria yang mereka sayangi. Momen ini sering digunakan untuk menyatakan perasaan atau melamar kekasih.

Satu bulan kemudian, pada tanggal 14 Maret, dirayakan "White Day". Pada hari ini, para pria yang menerima hadiah pada Hari Valentine diharapkan membalasnya dengan memberikan hadiah kepada wanita. Hadiah balasan ini bisa berupa cokelat, permen, atau hadiah lainnya.

Tradisi tidak berhenti di situ, bagi mereka yang tidak menerima hadiah pada Hari Valentine maupun balasan pada White Day, ada "Black Day" yang dirayakan setiap tanggal 14 April. Pada Black Day, para lajang berkumpul dan seringkali mengenakan pakaian serba hitam lalu menikmati hidangan mi hitam khas Korea, Jjajangmyeon, sebagai simbol kebersamaan dalam status lajang mereka.

Perayaan Valentine di Berbagai Negara: Filipina

Di Filipina, Hari Valentine dirayakan dengan cara yang sangat istimewa dan seringkali melibatkan komunitas  lebih luas. Salah satu tradisi paling terkenal adalah pernikahan massal. Setiap tahun, ratusan bahkan terkadang ribuan pasangan memilih tanggal 14 Februari untuk menikah secara serempak.

Acara pernikahan massal ini seringkali disponsori oleh pemerintah sebagai bentuk pelayanan publik. Ini memungkinkan banyak pasangan, terutama yang mungkin memiliki keterbatasan finansial untuk meresmikan hubungan mereka dalam sebuah upacara yang meriah. Tradisi ini menunjukkan bagaimana Hari Valentine di Filipina tidak hanya menjadi perayaan cinta pribadi, tetapi juga momen penting bagi ikatan sosial dan keluarga.

Selain pernikahan massal, seperti di banyak negara lain, pasangan di Filipina juga merayakan Hari Valentine dengan bertukar hadiah, bunga, dan makan malam romantis. Namun, fokus pada pernikahan massal menjadikannya salah satu perayaan Hari Valentine yang paling unik dan berkesan di dunia.

FAQ

1. Apa itu Valentine? Hari Valentine adalah perayaan tahunan pada 14 Februari untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang.

2. Kapan Hari Valentine dirayakan? Hari Valentine selalu dirayakan setiap tahun pada tanggal 14 Februari.

3. Siapa Santo Valentinus? Santo Valentinus adalah martir Kristen yang dikaitkan dengan asal-usul Hari Valentine, salah satunya menikahkan pasangan secara diam-diam.

4. Apa saja simbol Hari Valentine? Simbol Hari Valentine meliputi hati, Cupid, burung dara, bunga mawar, dan cokelat.

5. Apakah Hari Valentine hanya untuk pasangan romantis? Tidak, Hari Valentine juga dapat menjadi momen untuk menunjukkan kasih sayang kepada keluarga dan teman.

6. Bagaimana asal-usul nama "Valentine"? Nama "Valentine" berasal dari nama Santo Valentinus, seorang martir Kristen yang dikaitkan dengan kisah cinta.

7. Apakah Hari Valentine memiliki akar pagan? Beberapa teori mengaitkan Hari Valentine dengan festival kesuburan Romawi kuno Lupercalia.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6