Hari Valentine untuk Pengidap PTSD, Waktunya Tumbuhkan Rasa Cinta pada Diri Sendiri

Begini cara jalani hari Valentine bagi pengidap PTSD, tak harus selalu cari pasangan.

Diterbitkan 14 Februari 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Valentine menjadi hari kasih sayang bagi orang-orang yang dimabuk cinta dan memiliki pasangan setia. Namun, bagi orang dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD), ekspektasi romantis di 14 Februari bisa jadi sangat menyiksa.

Menurut pekerja sosial klinis berlisensi, Jennie Lannette, MSW, LCSW, ada beberapa cara agar pengidap PTSD dapat menghadapi hari Valentine dengan lebih bahagia, yakni:

Jadikan Hari untuk Mencintai Diri Sendiri

Gejala PTSD seringkali meliputi penilaian diri, rasa malu, dan menyalahkan diri sendiri. Ini bisa menjadi kesempatan bagus untuk mulai menyembuhkan pikiran negatif yang merupakan kunci penting dalam pemulihan PTSD (Gentry, Baranowsky, & Rhoton, 2017).

Latihan welas asih pada diri sendiri terbukti meningkatkan optimisme dan mengurangi depresi (Shapira & Mongrain, 2010), yang merupakan salah satu gejala PTSD.

“Untuk memulainya, buatlah daftar hal-hal yang Anda hargai tentang diri Anda, atau tulis di secarik kertas atau kartu Valentine kecil dan letakkan di cermin atau tempat lain agar Anda dapat menemukannya nanti,” saran Jennie mengutip Psychology Today, Sabtu (14/2/2026).

Jika bersikap baik kepada diri sendiri sulit, mulailah dari hal kecil, dengan pernyataan seperti, “Saya tahu saya sedang mengalami masa sulit, tetapi saya meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan untuk diri saya sendiri.” Padukan ini dengan musik favorit atau camilan di siang hari.

Sebagai bentuk cinta pada diri sendiri, Valentine juga dapat menjadi waktu yang tepat untuk fokus mencari bantuan medis yang sesuai. Ini bisa menjadi tindakan perawatan diri yang paling utama.

Latihan Menenangkan Diri

Hari Valentine juga bisa dimanfaatkan untuk latihan menenangkan diri. PTSD menyebabkan sistem respons "lawan atau lari" kita terkadang tidak berfungsi dengan baik.

“Jika Anda sering mengalami kecemasan atau serangan panik, ingatlah untuk menenangkan diri. Biasanya, mindfulness, grounding, pernapasan lambat, atau olahraga dapat membantu.”

Membuat Hari Valentine Menjadi Lebih Santai

Jika pengidap PTSD memiliki pasangan, bicarakan dengan pasangan terkait rencana perayaan sederhana yang lebih santai.

“Anda berdua tidak perlu menemukan hadiah yang sempurna, mengatakan hal-hal yang sempurna, atau menjadi diri yang sempurna. Sebaliknya, pilih aktivitas yang Anda berdua sukai dan tidak menimbulkan banyak stres bagi Anda berdua.”

“Beberapa pasangan bahkan memilih untuk tidak merayakan hari khusus ini sama sekali untuk menghindari aspek komersialnya, dan merencanakan kencan malam yang berbeda sebagai gantinya,” kata Jennie.

Jika Pengidap PTSD Tak Punya Pasangan

Sementara, jika pengidap PTSD tidak memiliki pasangan, lakukan hal-hal yang menyenangkan diri sendiri.

“Temukan buku, film, atau aktivitas favorit dan bersenang-senanglah, daripada membandingkan diri Anda dengan orang lain. Atau, temukan teman dan lihat apakah mereka ingin menghabiskan malam bersama.”

“Meskipun dunia mungkin membuat Anda merasa sebaliknya (terutama di Hari Valentine!), Anda tentu tidak sendirian. Ada jutaan orang lajang di dunia dan banyak dari mereka akan melakukan hal yang sama pada tanggal 14 Februari. Ada juga jutaan orang lain yang menderita PTSD,” kata Jennie.

Komunikasikan Perasaan

Banyak orang dengan PTSD mengalami kecemasan atau komplikasi lain yang berkaitan dengan seks. Pengidap PTSD bisa mempertimbangkan untuk berbicara dengan pasangan yang baru tentang keintiman sebelumnya, jika dirasa itu dapat membantu.

“Bagikan apa yang Anda harapkan, apa yang akan Anda nikmati, dan apa yang akan membuat Anda paling nyaman atau bahkan menyenangkan. Terkadang itu mungkin berarti Anda lebih suka menghabiskan malam berduaan di sofa dengan pakaian santai sambil menonton, atau bahkan waktu berdua saja, daripada tekanan tambahan dari keintiman seksual.”

“Yang terpenting, ingatlah untuk bersikap baik dan lembut pada diri sendiri. Apa pun yang Anda rasakan atau tidak rasakan pada Hari Valentine itu tidak apa-apa,” tutup Jennie.