Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Hari Guru 2025, Bawa Harapan Baik untuk Guru

Simak pesan penting dalam Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Hari Guru 2025 yang mengusung tema 'Guru Hebat, Indonesia Kuat'.

Diterbitkan 25 November 2025, 09:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025 yang jatuh pada 25 November 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen) menyampaikan pesan semangat sekaligus refleksi melalui pidato resmi yang ditujukan kepada seluruh guru, termasuk siswa siswi di seluruh Indonesia. Pidato tersebut mengadung pesan yang mencerminkan arah, serta kebijakan pemerintah dalam mendukung profesi guru.

Ditegaskan bahwa seorang guru merupakan garda terdepan layanan pendidikan dasar dan menengah, dan bahwa penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi prioritas yang harus diutamakan. Selain pidato, kementerian juga mengeluarkan doa resmi untuk memperingati Hari Guru Nasional yang memuat harapan kolektif bagi dunia pendidikan. 

Dalam pidato ini disampaikan sejumlah aspek penting, mencakup kesempatan beasiswa, insentif dan kenaikan tunjangan guru non-ASN sebagai bagian dari penghormatan terhadap peran guru. Kebijakan tersebut memantik harapan bahwa keadaan guru akan membaik dan pendidikan akan lebih kuat. Simak detail isi pidato selengkapnya, dirangkum Liputan6, Selasa (25/11).

1. Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Hari Guru 2025

Tema "Guru Hebat, Indonesia Kuat" dipilih sebagai landasan filosofis utama perayaan Hari Guru Nasional 2025. Dalam pidato resminya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meyakini bahwa Indonesia yang kuat tidak akan terwujud tanpa kehadiran sosok guru hebat. Berikut isi pidato lengkapnya dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen RI):

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PADA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2025 GURU HEBAT INDONESIA KUAT

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang Terhormat, Guru-guru hebat di seluruh Indonesia

Sebagai insan yang beriman dan bertakwa, marilah kita bersyukur atas semua nikmat, rahmat, dan pertolongan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang dianugerahkan kepada kita dan bangsa Indonesia. Alhamdulillah kita semua sehat wal afiat, bangsa dan negara Indonesia tetap bersatu,kokoh, dan kuat.

Selama satu tahun di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Pemerintah telah melakukan langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Tahun 2025, Pemerintah memberikan beasiswa sebesar tiga juta rupiah per semester bagi guru yang belum berpendidkikan D.IV/S.1 untuk melanjutkan studi S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau untuk 12.500 guru. Pemerintah memberikan berbagai pelatihan antara lain Pendidikan Profesi Guru, up-grading guru Bimbingan Konseling, Bimbingan Konseling untuk guru-guru non-Bimbingan Konseling, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta peningkatan kompetensi lainnya. Untuk meningkatkan kesejahteraan guru, Pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi sebesar dua juta rupiah perbulan untuk guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu kali gaji pokok untuk guru-guru ASN. Bagi guru honorer diberikan insentif sebesar 300.000 rupiah per bulan. Semua tunjangan dan insentif ditransferlangsung ke rekening guru.

Pemerintah menyadari berbagai insentif dan tunjangan untuk guru belum sebagaimana yang diharapkan. Tetapi Pemerintah berkomitmen untuk berbuat yang lebih baik. Tahun 2026, kesempatan melanjutkan studi dengan beasiswa dibuka untuk 150.000 guru. Tunjangan guruhonorer dinaikkan dari 300.000 rupiah menjadi 400.000 rupiah. Tugas administratif guru dikurangi, kewajiban mengajar tidak mutlak 24 jam, ada satu hari belajar guru dalam sepekan. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar guru dapat lebih fokus melaksanakan tugas utama sebagai pendidik profesional, melaksanakan tugas pembelajaran, membimbing, dan meningkatkankualitas diri.

Di era digital dan dunia global, tugas guru semakin berat. Guru dihadapkan pada tantangan kehidupan yang semakin hedonis dan materialistis di mana kebahagiaan dan penghargaan atas manusia dihargai sebatas kepemilikan dan kesenangan material. Guru juga dihadapkan padatantangan sosial, budaya, moral, politik, tuntutan masyarakat yang kian tinggi, dan apresiasi yang rendah. Ada sebagian guru yang mengalami tekanan material, sosial, mental, dan berhadapan dengan aparatur penegak hukum. Kondisi demikian harus diakhiri. Guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan para murid. Untuk melindungi para guru, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Isi kesepahaman antara lain penyelesaian damai (restorativejustice) bagi guru yang bermasalah dengan murid, orang tua, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam hal-hal yang berkaitan dengan tugas mendidik.

Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban. Guru mengemban tugas profetik mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia. Kehadiran guru sebagai agen peradaban semakin diperlukan di tengah kompleksitas permasalahan murid seperti masalah akademik, sosial, moral, spiritual, ketergantungan gawai, judi online, kesulitan ekonomi, keharmonisan keluarga, dan sebagainya. Kehadiran guru kian diperlukan oleh murid di dalamdan di luar kelas sebagai figur inspiratif, teladan, digugu dan ditiru, orang tua, mentor, motivator, dan sahabat dalam suka dan duka.

Untuk tugas mulia itu, idealnya guru memiliki stamina intelektual, sosial, moral yang prima, teguh, dan tegar di tengah berbagai tantangan dan permasalahan. Saya mengajak para guru untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri. Saya mengimbau masyarakat, orang tua, dan semua pihak agar menghargai jerih payah para guru.

Jangan hanya menilai kinerja dan menghakimi mereka dari angka-angka. Sejatinya, tanggung jawab pendidikan yang pertama dan utama adalah orang tua dan keluarga. Berilah kesempatan para guru membantu mendidik anak-anak dengan cara terbaik, perbaiki komunikasi, kerja sama ,dan saling menghargai.

Kepada para murid, saya mengingatkan lima nasihat Presiden Prabowo Subianto. (1) Belajarlah yang Baik!; (2) Cintai Ayah dan Ibu!; (3) Hormati Guru!; (4) Rukun Sama Teman!; (5) Cintai Tanah Air dan Bangsa!. Muliakanlah dirimu dengan memuliakan gurumu. Ridha dan doa gurumu menentukan masa depanmu.

Terima kasih Bapak dan ibu guru atas semua dharma bhakti yang tak ternilai dengan materi. Teruslah mengabdi untuk negeri. Di tanganmu kualitas sumber daya manusia, masa depan bangsa dan negara.

Selamat Hari Guru 2025. Guru hebat, Indonesia kuat.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

 

Isi Doa Hari Guru Nasional 2025 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Pada peringatan Hari Guru Nasional, kementerian juga menyiapkan doa resmi yang digunakan dan memuat harapan agar para guru memperoleh kekuatan dalam melaksanakan pengabdian di sekolah dan agar dunia pendidikan mendapatkan manfaat dari usaha dan kerja para guru di seluruh Indonesia. Berikut isinya:

Doa Hari Guru Nasional 2025 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

 

Izinkan saya memimpin doa menurut agama Islam. Bagi Bapak dan Ibu yang beragama lain, kami persilahkan berdoa menurut agamanya masing-masing.

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīnḤamdas syākirīn, ḥamdan nā‘imīn, ḥamdan yuwāfī ni‘amahu wa yukāfi’umazīdah Yā Rabbana wa lakal-ḥamdu kamā yanbaghī lijalāli wajhika wa ‘aẓīmi sulṭānik Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa aṣḥābihi ajma‘īn.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Memberi, Kami bersyukur atas segala nikmat-Mu yang kau berikan kepada kami. Tambahkanlah kepada kami nikmat-Mu dan jauhkan kami dari kufur nikmat. Di Hari Guru Nasional ini, kami berkumpul untuk mensyukuri nikmat-Mu yang tak terhingga.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengasihi, Terangilah kami dengan cahaya-Mu sehingga kami menjadikannya pelita dalam kegelapan. Tanamkanlah dalam jiwa kami yang paling dalam pengabdian yang takhenti untuk mendidik dan membimbing murid-murid kami.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu limpahkanlah karunia dan kebaikan yang luas, serta kesehatan dan keselamatan bagi guru-guru kami yang telah mendidik kami. Ya Allah, jadikanlah jerih payah mereka sebagai amal jariyah, angkatlah derajat mereka, berkahilah umur mereka, penuhilah kebutuhan mereka, rahmatilah para guru yang telah mendahului kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga bersama para nabi dan orang-orang saleh.

Ya Allah, cintai dan sayangi para pemimpin kami dan para pemangku kepentingan kami. Jadikanlah mereka pemimpin yang bijak yang berjalan di atas petunjuk-Mu. Anugerahkan kepada mereka hikmah dan ketajaman hati, kuatkan pada mereka keadilan dan kasih sayang, jauhkanlah mereka dari kesalahan dan keburukan, serta berkahilah segala upaya mereka demi kemaslahatan rakyat dan negeri ini.

Ya Allah ya Tuhan Kami,Jadikanlah pendidikan nasional menjadi soko guru kemajuan bangsa dan negara kami. Berikanlah kemudahan dan keberkahan bagi kami untuk melaksanakan amanatmu dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Kabulkanlah permintaan kami.

Rabbana ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, waqinā ‘adhāban-nārWa ṣallallāhu ‘alā Muḥammadin, wa ‘alā ālihi wa aṣḥābihi ajma‘īn, wal-ḥamdulillāhi rabbil-‘ālamīn

 

Harapan Baik untuk Guru dengan Kesempatan Beasiswa dan Kenaikan Tunjangan

Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam pidato Hari Guru Nasional 2025 adalah penyampaian mengenai peningkatan tunjangan guru non-ASN atau guru honorer. Pemerintah mengumumkan bahwa mulai tahun 2026, guru honorer akan menerima insentif bulanan sebesar Rp400.000 sebagai bentuk dukungan dan penghargaan terhadap peran mereka.

Pada tahun 2025, insentif yang diterima guru honorer telah mencapai Rp300.000 per bulan. Pemerintah menyampaikan bahwa kenaikan menjadi Rp400.000 diharapkan memberikan dampak nyata terhadap motivasi kerja guru, terutama di daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan.

Selain kenaikan tunjangan, pidato Menteri juga memuat penguatan program beasiswa bagi guru. Program ini memberi kesempatan bagi guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi. Kesempatan beasiswa diharapkan dapat memfasilitasi perjalanan pengembangan profesi guru dalam jangka panjang.

Asal Usul Hari Guru Nasional

Hari Guru Nasional berawal dari sejarah organisasi guru yang terbentuk setelah masa penjajahan. Pada 25 November 1945, para guru dari berbagai daerah menyatukan diri dalam sebuah organisasi bernama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Organisasi ini muncul sebagai wadah perjuangan guru untuk memperjuangkan pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

Pada masa penjajahan, guru pribumi sering tidak mendapatkan kesempatan yang setara dalam pendidikan dan layanan profesi. Keadaan tersebut melahirkan kebutuhan untuk bersatu dalam suatu organisasi. PGRI hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut dan menjalankan peran strategis dalam mengawal pendidikan di Indonesia.

Tanggal berdirinya PGRI inilah yang kemudian menjadi dasar peringatan Hari Guru Nasional. Sejak terbentuknya PGRI, perjuangan guru terus berkembang seiring perubahan zaman dan tantangan pendidikan yang terus bertambah.

Dasar Penetapan Hari Guru Nasional

Peringatan Hari Guru Nasional baru ditetapkan secara formal pada tahun 1994 melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Keputusan tersebut menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional sekaligus memperingati hari lahir PGRI. Penetapan ini menjadikan peringatan Hari Guru sebagai kegiatan resmi pemerintah dan lembaga pendidikan.

Dengan adanya penetapan ini, setiap tahun sekolah, organisasi guru, dan dinas pendidikan di seluruh Indonesia menyelenggarakan kegiatan yang diarahkan untuk menghormati guru. Kegiatan tersebut mencakup upacara, penghargaan, hingga diskusi mengenai kondisi pendidikan nasional.

Penetapan Hari Guru Nasional memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenali kembali peran guru dan memberikan perhatian terhadap tantangan yang dihadapi oleh tenaga pendidik. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk menilai kebijakan pendidikan yang berjalan.

Refleksi Hari Guru untuk Kemajuan Pendidikan Nasional

Hari Guru Nasional 2025 digunakan sebagai momen refleksi untuk melihat kembali peran guru dalam membangun pendidikan nasional. Guru tidak hanya menjalankan fungsi pengajaran, tetapi juga menjadi penopang karakter dan arah masa depan generasi muda. Peringatan ini memunculkan pertanyaan penting mengenai apa yang dapat dilakukan negara untuk memperkuat posisi guru.

Kenaikan tunjangan dan perluasan beasiswa menjadi langkah baru yang dapat memberikan perubahan dalam karier guru. Namun, refleksi juga mencakup kebutuhan akan pemerataan dukungan bagi guru di seluruh wilayah. Hal ini perlu dilakukan agar seluruh anak bangsa memiliki kesempatan belajar yang sama.

Refleksi Hari Guru juga memperlihatkan bahwa pendidikan adalah bagian dari perjalanan panjang membangun peradaban bangsa. Dengan memperkuat kapasitas guru, negara sedang memperkuat masa depan dan membuka jalan bagi transformasi pendidikan yang lebih luas.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Hari Guru 2025

1. Apa tema umum pidato Hari Guru Nasional 2025?

Tema umum pidato berfokus pada dukungan pemerintah terhadap penguatan profesi guru melalui peningkatan kesejahteraan dan pengembangan kompetensi.

2. Berapa besaran tunjangan guru honorer pada tahun 2026?

Tunjangan guru honorer akan mencapai Rp400.000 per bulan mulai tahun 2026.

3. Mengapa Hari Guru Nasional diperingati pada 25 November?

Tanggal tersebut merujuk pada hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tahun 1945.

4. Kapan Hari Guru Nasional ditetapkan secara resmi oleh pemerintah?

Hari Guru Nasional ditetapkan secara resmi pada tahun 1994 melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

5. Apa isi utama doa resmi Hari Guru Nasional 2025?

Doa resmi berisi permohonan agar guru diberi kekuatan dalam menjalankan tugas serta agar pendidikan nasional berjalan dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6