Liputan6.com, Jakarta Menjalankan usaha di bidang kuliner selalu menarik karena peluangnya yang nyaris tak pernah surut. Salah satu sektor yang paling banyak diminati adalah bisnis makanan ringan. Alasannya sederhana: masyarakat Indonesia sangat gemar ngemil, baik di waktu senggang, saat bekerja, maupun ketika bersantai bersama keluarga. Dari anak-anak hingga orang dewasa, camilan selalu punya tempat tersendiri di hati mereka.
Selain itu, modal untuk memulai usaha makanan ringan relatif kecil dan fleksibel. Anda bisa memulainya dari dapur rumah dengan alat sederhana, lalu memperluasnya seiring pertumbuhan penjualan. Tidak heran bila banyak pelaku usaha pemula memilih bidang ini sebagai langkah awal merintis bisnis kuliner.
Namun, agar usaha Anda bisa bertahan dan terus berkembang, penting untuk memilih ide jualan makanan ringan yang laris dan memiliki pasar luas. Berikut ini adalah 15 inspirasi produk makanan ringan dari Liputan6.com yang terbukti diminati konsumen dari waktu ke waktu, Kamus (6/11/2025).
Advertisement
1. Basreng (Bakso Goreng)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4913570/original/098151200_1723192068-Sepiring_basreng.__Liputan6.comIGsilviaapronika_.jpg)
Basreng merupakan camilan khas Sunda yang terkenal dengan rasa pedas dan teksturnya yang renyah. Bakso ikan yang dipotong tipis lalu digoreng kering ini sangat digemari remaja dan anak sekolah. Agar makin menarik, tambahkan varian rasa seperti pedas manis, keju, atau barbeque. Pengemasan yang modern dalam pouch ziplock juga bisa meningkatkan nilai jualnya.
2. Keripik Pisang Aneka Rasa
Keripik pisang tidak pernah kehilangan penggemar. Selain varian klasik seperti manis dan asin, kini banyak produsen menawarkan rasa kekinian seperti balado, jagung bakar, dan keju susu. Bahan bakunya mudah didapat dan proses pembuatannya sederhana, menjadikannya ide jualan makanan ringan yang laris di pasar tradisional maupun online.
3. Keripik Kentang
Renyah, gurih, dan mudah dikreasikan, keripik kentang selalu laris di segala usia. Anda bisa memproduksi sendiri atau melakukan repackaging dari supplier besar. Kunci suksesnya terletak pada variasi rasa serta kemasan menarik yang mencerminkan identitas brand Anda.
4. Makaroni Pedas
Generasi muda Indonesia terkenal doyan makanan pedas. Karena itu, makaroni kering berbumbu pedas berlevel (level 1–5) menjadi salah satu camilan paling diminati. Modalnya kecil, proses produksinya cepat, dan keuntungannya tinggi. Cocok untuk dijual di kantin sekolah atau secara online.
5. Singkong Keju
Olahan singkong yang empuk di dalam dan renyah di luar ini banyak dijual di pinggir jalan hingga kafe modern. Tambahan keju parut dan taburan bubuk rasa seperti barbeque atau keju membuat tampilannya semakin menggoda.
Advertisement
6. Rengginang Kekinian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/928918/original/045145600_1436887901-Kue-Khas-Lebaran-rengginang.jpg)
Rengginang, makanan tradisional berbahan beras ketan, kini hadir dalam kemasan modern dengan rasa inovatif seperti pedas balado atau keju. Camilan ini tahan lama dan cocok dijual grosir, sehingga banyak diminati untuk dijadikan oleh-oleh khas daerah.
7. Piscok (Pisang Cokelat)
Pisang cokelat adalah jajanan legendaris yang disukai berbagai kalangan. Pisang dibalut kulit lumpia dan digoreng hingga garing, lalu disiram cokelat lumer. Untuk versi modern, Anda bisa menambahkan topping matcha, keju, atau oreo agar tampil lebih kekinian.
8. Mochi Ice Cream
Camilan unik dari Jepang ini sudah mulai digemari di Indonesia. Perpaduan tekstur mochi yang kenyal dengan isian es krim lembut membuatnya istimewa. Walau membutuhkan pendingin, keuntungan dari segmen pasar anak muda dan kafe membuatnya layak dicoba.
9. Keripik Tempe
Tempe dikenal sebagai sumber protein nabati yang bergizi. Diolah menjadi keripik tipis dan garing, rasanya menjadi lebih menarik bagi semua kalangan. Produk ini cocok dijual sebagai camilan sehat, apalagi jika dikemas dalam desain modern.
10. Kacang Telur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3473564/original/073186200_1622814696-peanuts-textures-background_74190-7741.jpg)
Kacang yang diselimuti adonan tepung dan telur ini memiliki perpaduan rasa manis dan gurih. Camilan klasik ini populer untuk acara keluarga atau arisan. Produksinya mudah dan bisa dilakukan dalam jumlah besar.
11. Roti Bakar Mini
Roti bakar versi mini kini banyak dijajakan di kafe dan booth kaki lima. Kombinasi topping seperti cokelat, keju, matcha, hingga tiramisu menjadikannya hits di kalangan anak muda. Ide jualan makanan ringan ini bisa dikembangkan dengan konsep kekinian seperti “toast on the go”.
12. Permen dan Gummy Lucu
Permen berwarna cerah dan berbentuk unik selalu menarik perhatian anak-anak. Anda bisa membeli produk dalam jumlah besar, lalu mengemas ulang dengan branding sendiri. Camilan ini tidak mudah basi dan cocok dijual di warung atau kantin sekolah.
13. Popcorn Manis dan Gurih
Popcorn dengan rasa caramel, cokelat, dan keju adalah camilan universal yang disukai banyak orang. Dengan modal kecil, Anda bisa memproduksi popcorn sendiri atau menjual dalam kemasan praktis. Sangat cocok untuk event, bioskop mini, atau kafe kecil.
14. Kuping Gajah
Kuping gajah adalah camilan tradisional yang selalu laku saat hari raya, tapi juga populer untuk jualan harian. Bentuk spiralnya yang unik dan rasanya yang manis gurih membuatnya disukai lintas generasi. Produksi massalnya mudah dilakukan di rumah.
15. Stik Bawang
Adonan tepung terigu dan bawang yang digoreng hingga kering ini punya tekstur renyah dan rasa gurih yang khas. Anda bisa menambahkan bumbu balado atau keju untuk sentuhan modern. Produk ini juga tahan lama dan mudah dikemas.
Advertisement
Tips Sukses Menjalankan Bisnis Makanan Ringan
Sebelum memulai, pastikan Anda melakukan riset pasar untuk menentukan target konsumen dan selera mereka. Siapkan juga modal, peralatan produksi, serta strategi pemasaran digital yang kuat. Gunakan media sosial untuk promosi, berikan sampel gratis, dan buat kemasan menarik agar pembeli mudah mengingat produk Anda.
Manajemen keuangan juga sangat penting. Catat setiap pengeluaran dan pendapatan agar bisnis tetap sehat. Bila memungkinkan, gunakan layanan pembayaran digital agar transaksi lebih efisien dan mudah dilacak.
FAQ Seputar Bisnis Makanan Ringan
1. Berapa modal awal untuk memulai bisnis makanan ringan?
Modal awal tergantung jenis produk yang dipilih. Untuk skala kecil, Anda bisa memulai dengan Rp300.000–Rp1.000.000 untuk membeli bahan, kemasan, dan peralatan sederhana.
2. Bagaimana cara menentukan harga jual yang tepat?
Hitung seluruh biaya produksi, termasuk bahan baku, kemasan, dan tenaga, lalu tambahkan margin keuntungan 30–50%. Sesuaikan juga dengan harga pasar dan daya beli target konsumen.
3. Apakah bisnis makanan ringan bisa dijalankan dari rumah?
Tentu saja bisa. Banyak pelaku usaha sukses memulai dari dapur rumah dengan sistem pre-order atau reseller sebelum berkembang menjadi brand besar.
4. Produk apa yang cocok dijual online?
Makanan ringan kering seperti keripik, kacang, atau basreng sangat cocok dijual online karena tahan lama dan mudah dikirim tanpa risiko rusak.
5. Bagaimana cara menarik pelanggan baru?
Gunakan media sosial untuk berbagi foto produk yang menggugah selera, manfaatkan testimoni pembeli, dan berikan promo menarik seperti diskon pembelian pertama atau gratis ongkir.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382922/original/059801200_1760607894-warung_jajan_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8461237/original/023667400_1782360910-Jualan_Barang_Antik_dan_Vintage.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8460074/original/088908600_1782359300-15021055947514109969.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8398239/original/015461400_1782279584-Untitledq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397052/original/071368300_1782278198-00975ece-2142-4ca1-8412-c8617c12fa25.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8326358/original/090316700_1782195903-50fefae7-1db3-4d21-a9dd-cf9447480904.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267934/original/027445900_1782117275-6d6382c8-d2fa-4e0c-b2ce-bac5f8bc0910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264308/original/096582700_1782106518-2977de4e-6bdb-4ee1-a4bf-b3e445fe9a14.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263762/original/072403800_1782007814-95271e43-c8a9-40fb-88c6-fcc71e4bf1e7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542341/original/033210600_1774940604-Usaha_Rumahan_untuk_IRT_di_Daerah_Perkotaan_yang_Minim_Risiko_dan_Banyak_Peluang_Model_Jualan_Sayuran_Siap_Masak.jpg)